Cafe And Restoran

Cafe And Restoran
Chapter 25: Bimo ketemu rindu dengan Ryan


__ADS_3

Keesokannya Karina sedang berada di rumah sakit melakukan pekerjaannya. Akhir - akhir ini Karina lebih sering di rumah sakit daripada di cafe faktor penyebabnya adalah Bimo yang masih dalam tahap pemulihan. Hari ini Bimo diizinkan pulang karena kondisi Bimo yang sudah semakin membaik.


"Ibu! Hari ini boleh tidak kita main ke cafe sebentar ? Bimo rindu suasana cafe dan Bimo ingin meminta maaf kepada paman Ryan" ucap Bimo yang mengungkapkan keinginannya.


"Ke cafe? Apa kau yakin? Sudah tidak takut lagi sama paman Ryan? " tanya Karina yang ingin memastikan keadaan Bimo.


"Bimo sangat yakin ibu! Bimo merasa sudah bersalah kepada paman Ryan karena disaat itu juga Bimo berbicara dengan cara tidak sopan, kan kata ibu kita harus berbicara sopan dan santun" jawab Bimo yang mengakui kesalahannya tentang masalah kemarin.


"Baiklah! Bimo sebaiknya bersiap - siap dulu ibu juga mau bersiap - siap" Bimo menyetujui kemauan anaknya tersebut.


Bimo langsung melompat kegirangan kemudian dia mengambil barang - barangnya. Karina terlihat sangat bahagia melihat anaknya tersenyum kembali seperti biasanya.


Selesai bersiap - siap mereka langsung meluncur ke cafe. Bimo memeluk badan ibunya saat dibonceng oleh sang ibu menggunakan sepeda motor. Angin jalanan menyentuh wajah Bimo yang membuat si kecil merasa santai saat dihembuskan oleh angin.


Mereka pun telah sampai di cafe. Bimo melepas helmnya kemudian langsung berlari masuk ke restoran Happiness Food. Karina bisa melihat ketidaksabaran sang anak yang teganya meninggalkan ibunya.


Bimo melihat k sekeliling untuk mencari keberadaan Ryan. Karina menarik tangan Bimo menuju ruang istirahat pegawai di restoran tersebut. Tito yang melihat Karina yang menarik tangan Bimo paham maksudnya. Dia hanya bisa tersenyum melihat tingkah orang dewasa dan anak kecil yang sering bermusuhan itu.


Si kecil bingung, kenapa dirinya dibawa kesini? Sekarang kan dirinya sedang mencari keberadaan Ryan. Tujuan utama Bimo datang ke restoran untuk mencari Ryan tapi dirinya malah dibawa kesini.


"Ibu! Kenapa Bimo dibawa kesini ? Bimo mau mencari paman Ryan!" Bimo sedikit kesal dengan tindakan ibunya yang membawa dia kesini.


"Sabar dulu sayang! Coba ketuk pintu ini sebanyak tiga kali kemudian buka pintunya" Karina memberikan instruksi kepada anaknya.


Bimo sedikit bingung dengan ibunya yang memberikan instruksi tersebut. Si kecil pun menuruti instruksi tersebut.


"Tok... Tok... Tok..." Bimo mengetuk pintu ruangan tersebut.


"Siapa itu?!" tiba - tiba ada suara pria di dalam.


Bimo bisa mengetahui suata siapa itu. Segera dia membuka pinti ruangan tersebut. Saat dia masuk, dia bisa melihat Ryan yang sedang duduk bersandar di dinding.


Bimo langsung memeluk kaki Ryan yang panjang. Ryan sangat terkejut dengan kehadiran Bimo yang tiba - tiba tersebut.


"Bimo? Apa itu kau?" tanya Ryan yang terbangun dari sandaran dindingnya.

__ADS_1


"ini aku paman! Oh ya paman! Bimo mau minta maaf atas tindakan Bimo kemarin yang membuat paman Ryan tersinggung" ucap Bimo yang mengakui kesalahannya dihadapan Ryan.


"Sudahlah Bimo... Paman sudah memaafkan Bimo dari kemarin dan paman juga ingin meminta maaf atas ucapan kasar paman kemarin" Ryan ikut mengakui kesalahannya sambil mengusap rambut Bimo.


Selesai mereka mengakui kesalahan masing - masing mereka langsung berpelukkan layaknya ayah dan anaka. Karina yang melihat pemandangan tersebut tiba - tiba saja merindukan mendiang suaminya.


Untuk hari ini segini dulu author sudah ngantuk banget kalau author nulis dengan keadaan nanti alur ceritanya nggk nyambung.


Janji besok pagi authir tambahin kata- kata lain


Makasi


...****************...


Oke guys mari kita lanjutkan cerita kemarin!


Di restoran Bimo duduk berhadap dengan Ryan dan Karina duduk di sebelah Bimo. Ryan menghidangkan segelas susu untuk Bimo dan segelas jus alpukat untuk Karina.


"Bagaimana kondisimu ? Apakah si kecil Bimo bisa berkelahi denganku lagi?" tanya Ryan yang sedikit mengusilinya.


"Pelan - pelan minumnya Bimo! Lihat mulutmu!"ucap Karina yang membersihkan mulut Bimo dengan menggunakan saput tangan.


"Dengarkan ucapan ibumu! Pelan - pelan minumnya!" Ryan mengulangi ucapan Karina dengan tujuan membuat Bimo kesal.


"Ish! Paman Ryan tidak perlu mengulangi ucapan ibu! Aku dengar kok!" Bimo terlihat sangat kesal sambil menggoyangkan badannya ke kanan kiri.


Ryan menertawakan Bimo yang terlihat kesal. Karina tersenyum sedikit kemudian meminum sedikit jus alpukatnya.


"Bimo! Apa kau ingat kalau aku akan merebut ibumu?" Ryan mengingatkan Bimo tujuan sebenarnya mendekati Bimo.


"Oh iya! Aku tidak akan membiarkan paman Ryan merebut ibu! Kalau paman ingin mendekati ibuku harus melewati aku dulu!" Bimo dengan sombongnya bisa melawan Ryan.


"Dilihat dari perawakanmu... Sepertinya kau tidak akan bisa menang melawanku, Bimo".


"Eit... Jangan cuman memandang fisik saja paman Ryan! Aku juga ikut taekwondo loh!".

__ADS_1


"Astaga! Takut aku mendengarnya~ tolong aku dari jagoan kecil ini!".


"Sini kau paman! Aku akan menghabisimu! Ayo lawan aku!".


Ryan segera berlari setelah mengganggu Bimo yang membuatnya harus berlari. Keduanya berlari kejar - kejaran seperti anak kecil. Karina tertawa melihat dua orang tersebut yang kejar - kejaran, yang satu menjaili dan yang satunya merasa terganggu karena ada yang menjailinya.


"Oh tidak! Ada pahlawan yang akan menangkapku karena aku ingin menculik ibunya!" ucap Ryan dengan nada bicara seakan - akan dirinya ketakutan.


"Kemari kau penjahat! Aku pahlawan Bimo akan menangkapmu dan menghukummu atas perbuatanmu!" Bimo menambah kecepatan berlarinya.


Ryan dengan sengaja memperlambat larinya agar Bimo bisa menangkapnya. Akhirnya Bimo bisa menangkap Ryan kemudian Bimo memegang kedua tangan Ryan dan membawanya ke hadapan Karina.


"Lapor ibu! Komandan Bimo berhasil menangkap penjahat bernama Ryan!" ucap Bimo yang memberikan laporan layaknya polisi sungguhan.


"Kerja bagus Komandan Bimo! Sekarang kita harus introgasi dulu!" jawab Karina yang ikut berpura - pura layaknya polisi.


Bimo menyuruh Ryan duduk dihadapan Karina. Segera Bimo duduk di sebelah ibunya untuk ikut introgasi.


"Baiklah tuan Ryan! Apa tujuanmu menculik saya?" Karina mengajukan pertanyaan pertama kepada Ryan.


"Karena saya mencintai ibu dari satu anak yang ada dihadapan saya" jawab Ryan dengan sedikit bumbu cinta.


"Kalau ibu saya tidak mencintai kamu?" pertanyaan kedua diajukan oleh Bimo.


"Saya akan membuat dia jatuh cinta kepada saya walaupun jalan yang saya tempuh sangat tidak mudah" kembali Ryan menjawab pertanyaan dengan bumbu cinta.


"Misal kalau kamu sudah melakukan rencanamu untuk membuat saya jatuh cinta tapi kamu tidak berhasil membuat saya jatuh cinta kepadamu, bagaimana?" Karina kembali memberikan pertanyaan.


"Selama masih ada jalan saya akan tetap berusaha" lagi dan lagi Ryan memberikan jawaban cintanya itu.


"Orang ini sepertinya sakit jiwa bu" ucap Bimo yang melihat Ryan seperi orang gila.


Makasi sudah mampir :)


To be continued\=\=\=\=\=\=>>>>>

__ADS_1


__ADS_2