
Keesokan harinya di markas Andi semua petinggi berkumpul untuk membahas rencana dalam mengatasi serangan dadakan Pinko. Para petinggi itu terdiri dari Andi sebagai ketuanya,Bobby sebagai asisten Andi,Ryaiden sebagai tangan kanan Andi, Ryan sebagai tangan kiri Andi, dan Sofi sebagai ahli teknologinya.
Andi sudah menjelaskan tentang rencana Pinko tersebut ke semua petinggi. Sekarang waktunya membahas taktik mengatasinya.
"Apa kalian punya usulan? Jika kalian punya angkat tangan dan katakan usulan kalian" ucap Andi dengan tegas.
"Aku punya!".
"Ya Sofi silakan".
"Kenapa kita tidak menyuruh beberapa anak buah kita sebagai mata - mata dengan cara menyamar sebagai pelayan atau staff lainnya? Menurutku ini rencana yang bagus sehingga kita bisa menemukan dengan mudah si penjahat itu" ucap Sofi yang mengatakan usulan rencana dia.
"Lumayan bagus tapi terlalu beresiko karena jika terlalu banyak yang di depan maka yang berjaga di belakang nanti siapa? Coba pikirkan lagi" jawab Andi yang sedikit ngelag.
"Yahhh....tidak perlu semuanya di depan juga Andi... Cuman beberapa saja dan aku juga punya usulan bagaimana kita membagi beberapa anggota nanti ada yang berjaga di pintu depan,di tempat penyambutan,altar,tempat makan,dapur,ruang cctv,dan tempat - tempat lainnya" usul Ryaiden.
__ADS_1
"Bagus sih.... bagaimana Andi ? Atau kau mau menambahkan beberapa usulan lainnya?" Bobby setuju dengan usulan tambahan milik Ryaiden.
"Tidak buruk! Tapi kita harus tetap memegang senjata dan alat komunikasi. Untuk alat komunikasinya jangan menggunakan ponsel! Lebih baik pakai earphone agar tetap terhubung dan untuk senjatanya gunakan saja pi stol biasa" Andi menambahkan beberapa opini di rencana tersebut.
"Aku juga sarankan sebaiknya jangan terlalu terlihat mencolok takutnya orang - orang akan curiga jadi gunakan pakaian yang biasa dipakai di acara pernikahan dan usahakan untuk berbaur dengan yang lainnya" Sofi mengakhiri susunan rencana mengatasi serangan dadakan Pinko.
Mereka mulai membagi anggotanya menjadi beberapa kelompok. Ryan tidak memberikan usulan apapun tapi Andi memberikan tugas lain kepadanya.
...****************...
Sebenarnya Ryan tidak terlalu terburu - buru tapi Ryan merasa khawatir kalau Karina akan menunggunya terlalu lama. Ryan memang tinggal di rumah Karina bukan berarti dia mengikuti pihak wanita melainkan karena jaraknya yang lumayan dekat. Di sisi lain Ryan khawatir dengan bibi Rosie, bagaimana dia tahu kalau keponakannya sudah menikah dengan wanita yang bukan pilihannya? Apakah dia akan marah? Sedih? Kecewa? Dendam? Kesal? Kita juga tidak tahu.
Sebelumnya Ryaiden sudah memperingatkan kakaknya agar tidak melawan bibi Rosie tapi karena sudah sangat jatuh cinta kepada Karina maka,Ryan tidak punya pilihan lain. Tiba - tiba saja Ryan terpikir sesuatu dipikirannya. Bagaimana kalau rencana sederhana Pinko akan mendatangkan bibi Rosie lalu mempermalukan Karina? Ryan berusaha berpikir tentang sebab akibat dari kedatangan bibinya.
Ryan berpikir kalau bibinya datang pasti hal yang pertama dia lakukan adalah memarahi kedua keponakannya,yang kedua dia beralih memarahi Karina,ketiga bibinya akan mengumbar aib Karina dihadapan para tamu,dan yang terakhir mulailah bibir netizen berbicara. Mobil Ryan melaju dengan kecepatan sedang sambil memikirkan apakah dirinya harus menghubungi Andi lalu memberitahunya tentang teori dia ini?. Karena ini masih di jalan raya, Ryan memutuskan untuk menghubungi Andi nanti saja.
__ADS_1
Sesampainya di rumah Karina, Ryan langsung disambut oleh Bimo. Bocah manis itu berlari kemudian memeluk kaki Ryan. Calon ayahnya itu menggendongnya dan berjalan masuk ke rumah.
"Paman! Tadi itu Bimo main sama Vivi terus dia bilang kalau dia pengen punya mama, kan Vivi pun ayah saja" Bimo menceritakan kisah dia bermain sama Vivi tadi.
"Terus Bimo bilang apa?" tanya Ryan yang duduk di sofa dan memangku Bimo.
"Ya Bimo bilang makanya suruh paman Andi cari cewek dan Vivi langsung iyain" jawab Bimo dengan polosnya.
Ryan tertawa mendengar cerita dua bocah itu. Tidak terbayangkan bagaimana Andi yang awalnya g ay tiba - tiba menjadi lurun demi putrinya. Ngomong - ngomong soal Andi, tiba - tiba saja Ryan ingat kalau dirinya harus menghubungi Andi.
Bimo turun dari pangkuan Ryan lalu berlari ke arah dapur. Ryan mengambil ponselnya lalu segera menghubungi dan memberitahu Andi. Kaki Ryan melangkah menuju kamarnya untuk membicarakan hal ini secara rahasia.
Karina yang hendak menghampiri Ryan tidak jadi karena Ryan keburu masuk ke kamar. Ya sudah Karina kembali ke dapur untuk memasak.
MAKASI YANG SUDAH MAMPIR DAN BACA
__ADS_1
To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>>