Cafe And Restoran

Cafe And Restoran
Chapter 52: Hans dan Nika 2


__ADS_3

Wanita licik membawa Hans pergi ke suatu hotel. Pegawai hotel disana sudah menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan oleh Nika. Wanita licik itu rela membayar berpuluh - puluh juta kepada pegawai hotel demi mendapatkan Hans.


Nika memapah Hans sampai ke kamar hotel. Dia melempar Hans ke atas kasur dengan kondisi tubuh Hans yang sudah berantakan.


"Wiuhhh... Aku tidak menyangka kalau berat pria ini bisa membuatku lelah. Tunggu dulu! Kalau beratnya saja sudah segini bagaimana dengan isinya di dalam nanti? Kyaa!!!" ucap Nika yang awalnya kelelahan tiba - tiba menjadi kegirangan.


Nika sudah melepas semua kain yang menempel pada tubuh Hans dan dirinya. Tiba - tiba saja Hans menerkam tubuh Nika dan mulai bermain. Nika yang sudah siap dari awal hanya bisa menikmati.


Tangan Hans mengambil ponselnya kemudian menelpon untuk ayahnya tapi dia malah menekan nama "sugar baby♡". Panggilan tersebut ternyata dijawab oleh Andi dan dia mendengar semuanya.


Waktu Hans menelpon Karina adalah saat dirinya masih setengah sadar. Saat itu dirinya tahu kalau dia dalam pengaruh obat tapi pengaruhnya terlalu kuat. Jadi,dia menelpon Hans untuk memastikan kalau sang sugar baby tidak mengetahui tindakan dia selanjutnya. Sayangnya Andi mengetahui itu semua yang juga hampir membuat dia gila.


...****************...


Permainan terus berlanjut sampai pada saat dimana kepala Hans tidak terbentur nakas. Mulai dari situlah Hans mendapatkan kesadarannya. Hans melihat sekeliling dengan kondisi sadar sepunuhnya. Dia melihat ke bawah dan sangat terkejut dengan tindakannya. Segera dia melepas tautannya lalu segera memakai pakaian untuk Nika, dia sudah tidak sadarkan diri alias pingsan.


"Astaga! Apa yang aku lakukan?! Kenapa aku melakukan ini?! Ya ampun!" ucap Hans yang menepuk jidatnya.


Kemudian kita beralih ke pintu kamar yang digedor - gedor oleh ayah Hans bersama ayahnya Nika. Hans sangat panik mendengar suara dua ayah tersebut. Tapi hal tersebut sudah terlambat. Pengawal ayah Hans mendobrak pintu kamar hotel. Ayah Hans dan Nika sangat terkejut melihat dengan apa yang mereka lihat.


"Apa yang kau lakukan,Hans?! Kenapa kau melakukan ini kepada Nika?! Nika adalah wanita baik - baik! " tanya ayah Hans yang mempertanyakan tindakan anaknya.


"Aku tidak melakukan apapun! Aku tidak sadarkan diri! Terakhir kali yang aku ingat adalah Nika memberiku minuman kemudian aku merasakan pusing" jawab Hans yang menjelaskan situasi dia sebenarnya.


"Jangan berbohong kau! Lalu apa ini?! Apa ini?! Apa yang dimaksud tidak sadarkan diri?!" ayah Nika sudah terlihat sangat marah melihat kondisi putrinya.


"Aku tidak melakukan apapun paman! Itu semua salah Nika! Dia yang meracuniku!" Hans berusaha membela dirinya dihadapan dua orang tua tersebut.


Wanita yang terbaring tadi berangsur - angsur sadarkan diri. Dia melihat sekeliling dan kondisi tubuhnya. Nika yang sudah menyiapkan rencananya dari awal lalu memulai aktingnya.


"Akh! Ada apa ini?! Kenapa aku sangat berantakan?! Akhhhh!!!..." teriak Nika dengan akting paniknya.


"Kenapa kau yang panik?! Aku yang seharusnya panik! Ini semua gara - gara kau!" Hans merasa sangat aneh melihat Nika yang panik.

__ADS_1


"Apa maksudmu?! Aku mengajakmu minum! Kenapa kau menyalahkanku?!".


"Ini semua gara - garamu! Kenapa kau mengajakku minum di siang bolong ini?! Kalau sudah tahu aku mabuk untuk apa kau membawaku ke hotel bukannya mengantarkan ke rumahku?! Hentikan aktingmu Nika!".


"Aku tadi juga mabuk! Jadi,aku tidak tahu kalau aku yang membawamu ke hotel! Jangan salahkan aku juga!".


"Apa fungsinya asistenku?! Kau bisa menghubunginya! Bukan melakukan tindakan seperti ini!".


"Saat itu tidak ada asistenmu disana! Bagaimana caranya aku menghubungi asistenmu?! Coba kau pikir!".


Ayah Nika sudah sakit telinga mendengar perdebatan Hans dan Nika. Akhirnya dia yang membelah pertengkaran tersebut.


"CUKUP KALIAN BERDUA! INI SEMUA SALAH KALIAN! JIKA DUA - DUANYA SALING MENYALAHKAN MAKA,KALIAN BERDUA HARUS MENIKAH! MENGERTI?!".


Hans sangat terkejut mendengar ucapan ayah Nika dan wanita licik itu sangat senang mendengar ucapan ayahnya. Dengan cepat Hans membentah ucapan ayah Nika.


"Apa - apaan ini paman?! Kenapa langsung membahas pernikahan?! Aku tidak akan menikah! Kalau pun aku beneran menikah dengan wanita licik ini aku akan selingkuh saja!".


"Silakan saja selingkuh! Aku akan menghapus namamu dari surat ahli waris!" saut ayah Hans yang langsung mengancam putranya.


Hans berjalan meninggalkan kamar hotel dengan membanting pintu. Ayah Hans dan Nika mulai mengecek kondisi Nika yang memperitahinkan. Nika bisa merasakan kemenangan kemenangan di depan matanya jika dia meneruskan rencananya.


Hans berjalan cepat kemudian menghentikan taksi di depan hotel. Dia memberitahu supir taksi tersebut untuk pergi ke rumahnya. Hans menyandarkan tubuhnya sambil mengecek ponselnya. Tapi ada yang membuat dia takut yaitu panggilan masuk Andi dan Dhika.


"Akhh!!!... Kenapa aku memencet nomor Andi?! Pasti sekarang dia salah paham! Bagaimana ini?!" batin Hans yang terlihat sangat kesal.


Hans menekan panggilan telepon dengan nomor Andi. Namun panggilan tersebut tidak diangkat karena Andi sudah membanting ponselnya. Dia mengganti nama yang akan dia hubungi jadi ke nomor Dhika.


"Halo? Halo?! Apa ini Hans?!" tanya Dhika yang dimana saat ini sedang berada di rumah Kaila.


"Halo Dhika! Dimana Andi? Katakan!" Hans sangat panik saat menjawab ucapan Dhika.


"Saat ini Andi sedang mengurung diri dia sendiri. Jelaskan! Apa yang sedang terjadi?".

__ADS_1


"Aku dijebak oleh seorang wanita bernama Nika. Wanita kurang ajar! Awas aja kau!".


"Hahaha... Seorang boss kejam bisa dijebak oleh wanita murahan? Hahahaha... Lemah!".


"Diam kau! Berikan ponselmu kepada Andi!".


"Aku ingin memberikannya tapi saat ini membawa selembar kertas dan merobeknya".


Hans terkejut mendengar ucapan Dhika tersebut. Tapi dia berusaha berpikir positif dan tidak berpikir kalau kertas yang disobek Andi bukan kertas kontraknya.


"Kertas apa itu? Kalian ada dimana sekarang?".


"Sekarang aku di rumah lama Dorothy dan Andi baru saja kembali dari rumahmu. Kertas yang dirobek bertuliskan "kontrak sugar daddy dan sugar baby", apa maksudnya?".


"Itu kontrak yang aku bikin bersama Andi pasti kau tahu".


"Ohh... Yang itu! Selamat ya! Sekarang kau sudah bebas dan adikku juga sekarang sudah bebas,bye!".


Dhika mematikan panggilan telepon. Hans membanting tubuhnya ke belakang. Padahal tinggal selangkah lagi untuk mendapatkan Andi tapi karena si wanita licik, Hans harus memulai lagi dari awal.


...****************...


Oke guys mari kita pergi ke rumah lama Dorothy yang dimana tempat terjadinya perobekan kertas kontrak.


Dhika melihat adiknya yang terus merobek - robek kertas sampai sekecil - kecilnya. Kemudian Andi mengumpulkan potongan - potongan kecil kertas tersebut dan mulai membakarnya.


"Apa kau yakin dengan semua ini,Andi? " tanya Dhika yang fokus memperhatikan kobaran api tersebut.


"Aku yakin... Sekarang tinggal mengakhiri semuanya secara keseluruhan" jawab Andi dengan wajah lesunya.


HEHEHE... BESOK LAGI GUYSSS


MAKASI YANG SUDAH MAMPIR DAN BACA

__ADS_1


To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>>>


__ADS_2