Cafe And Restoran

Cafe And Restoran
Chapter 38: Bahas Obat Terlarang


__ADS_3

Dhika tidak menyalahkan orang tersebut karena dia sudah berkorban banyak demi adiknya. Kaila melihat rasa kasihan di mata Dhika dan untuk menghilangkan rasa kasihan tersebut Kaila menanyakan sesuatu kepada anak buah Michael.


"Apa kau yakin? Lalu bagaimana jika kau dibunuh? Misal saja tuanmu tidak menginginkanmu lagi apakah dia akan peduli padamu?".


"Tuan tidak mungkin melakukan hal seperti itu! Tuan Michael selalu sayang kepada anak buahnya! Dia pernah menyelamatkan anak buahnya yang diculik" anak buah membentak Kaila.


"Apa kau tidak berpikir mengenai kejadian kemarin? Di saat adikku dilecehkan oleh kalian, apakah tuan kalian menyelamatkan nyawa anak buahnya yang lain? Apakah dia berpikir untuk menyelamatkanmu?" sekarang giliran Dhika bertanya dengan pertanyaan sedikit pedas.


"Ehh... Pasti tuan akan menyelamatkan saya! Karena dia masih peduli terhadap anak buahnya!" jawab anak buah Michael yang juga membentak Dhika.


"Jika benar dia peduli padamu... Lalu kenapa kau masih disini? Apa ini namanya peduli?" Dhika berusaha untuk meyakinkan orang tersebut mengenai kebenaran Michael.


"Itu tidak mungkin! Tidak mungkin! Tuan Michael pasti akan menyelamatkan saya! Akhhh!!!" selesai berbicara tiba - tiba saja orang tersebut berteriak tidak karuan sambil menggerak - gerakkan tangannya.


Dhika merasakan ada sesuatu yang aneh mengenai reaksi orang tersebut. Dhika memberi isyarat anak buahnya untuk memanggil dokter. Kaila yang merasa takut langsung memeluk Dhika.


"Jangan khawatir! Pertama - tama kita harus mengambil darah orang tersebut kemudian kita akan menemukan penyebab reaksi ini" ucap Dhika yang menenangkan kekasihnya tersebut.


Dokter datang dan langsung menyuntikkan obat bius dengan beberapa anak buah Dhika memegangi tubuh orang tersebut. Kemudian dokter merobek lengan kanan orang tersebut hingga mengeluarkan blood dan daah itu digunakan untuk meneliti apa yang terjadi sebenarnya.


...****************...


Ryan dan Tio yang masih mencari informasi tentang Michael melalui beberapa media di restorannya tepatnya di ruang boss. Restoran Ryan sekarang sudah memiliki empat pegawai untuk melayani pelanggan dan dua koki untuk memasak. Ryan membaca buku silsilah keluarganya untuk menemukan beberapa petunjuk sedangkan Tio mencarinya di media gelap melalui laptopnya. Mereka harus membaca secara detail setiap informasi yang mereka temukan. Ryan saat membaca informasi kakeknya dia menemukan sesuatu yang aneh.


"Tio! Lihat ini! Ada sesuatu yang aneh!" Ryan menunjukkan informasi mengenai kakek Michael.


"Tapi dia bukan dari keluargamu, lalu apa hubungannya dengan Michael? Dia hanya kakek biasa" ucap Tio yang belum menemukan keanehan dari informasi tersebut.

__ADS_1


"Astaga kau ini! Baca yang ini! Disini dikatakan kalau kakek Michael pernah membuka pabrik kimia jadi wajar saja cucunya sering meracik obat ternyata turunan dari kakeknya" Ryan membacakan informasi dengan keanehan tersebut.


"Pantas saja! Tunggu sebentar,ya? Aku lagi mencari informasi Michael di pasar gelap" Tio akhirnya menyadari informasi tersebut dan kembali mencari informasi Michael di pasar gelap.


Ryan juga membantu Tio dengan cara membantu membaca informasi yang dia lihat. Tio membuka profil Michael dan scroll ke atas untuk membaca informasi yang tertera di profilnya. Mereka berdua terkejut menemukan informasi yang ternyata selama ini Michael menjual obat terlarangnya ke pasar gelap dan itu cara pembayarannya COD.


"Kuno sekali kakak sepupuku! Kan bisa aja pakai uang elektronik, kenapa harus COD?! Terus barang yang dijual memangnya dibolehkan? Tidak kan? Misal pembelinya dekat dengan rumah polisi masa iya harus COD?!" Ryan tidak habis dengan cara pembayaran yang dipilih oleh Michael.


"Kelamaan di laboratorium kayaknya sampai - sampai tidak tahu uang elektronik" Tio juga masih heran dengan Michael.


Mereka kembali melanjutkan membaca informasi mengenai obat - obatan yang dijual. Obat yang dijual beragam jenisnya, mulai dari sirup,kapsul,dan pil. Lagi - lagi Michael membuat sepupunya heran.


"Obat terlarang apa ini?! Rasa stroberi?! Rasa jeruk?! Besok besok ada rasa coklat karamel!" Ryan kembali mempertanyakan mengenai Michael.


"Hahaha... Ada nih Ryan! Mau tidak?" Tio tertawa membaca rasa obat - obatan yang dijual Michael.


"Hahaha... Ayolah Ryan! Sepupumu menggunakan ini hanya sebagai teknik marketing saja. Disini dikatakan jika makan satu pil ada efek sampingnya yaitu, ketawa sendiri, senyum sendiri,mulai ngigau, teriak, mulut berbusa seperti busa sabun cuci, dan yang paling parah adalah menjadi gila atau mati. Catatan kalau gila tanggung sendiri" Tio membaca gejala obat terlarang tersebut jika dikonsumsi.


"Besok kalau ada orang yang mau cuci piring tinggal di mulutnya saja cuci! Tidak banyak habisin sabun. Harus tanggung sendiri kalau gila?!Tanggung sendiri?! Anda yang salah! Jual obat kok buat orang mati?! Tapi kita harus meneliti obat ini" Ryan kembali memijat pelipisnya yang merasa heran mendengar gejala dari obat tersebut.


"Bagaimana cara kita membelinya? Masalahnya ini restoran! Kita harus tetap menjaga kesehatan dan kebersihan menu restoran ini" ucap Tio yang sedikit menolak untuk membeli obat terlarang tersebut.


"Jangan khawatir! Aku tahu siapa yang bisa dihubungi untuk masalah ini dan aku tidak suka bayar COD" Ryan menemukan cara untuk mendapatkan obat terlarang ini untuk diteliti.


"Siapa memangnya? Salah satu teman kita?" tanya Tio mengenai seseorang yang akan dijadikan alat untuk membeli obat tersebut.


"Jawabannya adalah adik sepupumu" jawab Ryan yang jari telunjuknya menunjuk ke arah Tio.

__ADS_1


"Maksudmu Lilo?".


" iya! Aku dengar dia pecandu obat obatan".


"Itu memang benar! Tunggu! Maksudmu kau ingin menggunakan Lilo sebagai kelinci percobaan obat terlarang racikan dari Michael?".


"Aduh Tio! Bukan seperti itu rencananya! Kita hanya menggunakan dia sebagai perantara saja untuk membeli obat itu jika kita yang membeli obat itu maka yang ada Michael akan curiga terhadap kita.Kemudian setelah kita mendapatkan obat itu kita bawa ke rumah sakit Cemara untuk diteliti".


"Hmm... Begitu rupanya... Okelah! Nanti aku hubungi dia dan kau sengaja ke rumah sakit Cemara untuk bertemu Karina".


"Benar sekali! Aku kangen sama ayang Karina makanya aku menyuruhmu untuk meneliti obat itu disana".


"Sepertinya kau merebutkan wanita yang sama dengan Michael".


"Iya! Itu benar! Tapi yang dipilih Karina besok di masa depan adalah diriku! Karena dia tidak mungkin mau bersama seorang pecandu obat".


"Jawabanmu itu salah! Karina akan tetap setia pada mendiang suaminya".


"Oh ya... Tapi tidak apa - apa! Yang penting aku sudah pernah membantu Karina dan pernah membuat dia bahagia".


"Selamat berjuang tuan Ryan! Tidak kakak sepupunya! tidak adik sepupunya! Sama sama gila! Kalau kakaknya gila karena obat dan adiknya gila karena wanita, hadeuhhh...".


Ryan dan Tio melakukan persiapan dari sekarang untuk mendapatkan obat terlarang tersebut. Tio menghubungi adik sepupunya untuk membeli obat tersebut yang berbentuk pil dan rasa coklat karamel (pilihan Ryan).


MAKASI YANG SUDAH MAMPIR DAN BACA


To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>

__ADS_1


__ADS_2