
Setelah menunggu selama beberapa menit orang yang dinantikan akhirnya datang. Andi dengan bangganya menggandeng tangan Hiro memasuki kediaman kakek Dito. Tapi saat dia di dalam dia merasa terkejut dengan kehadiran dua kakaknya.
"Kak Karina! Kak Dhika! Apa yang kalian lakukan disini? Tumben sekali" tanya Andi yang berusaha tidak panik.
"Kami datang kesini untuk membahas pernikahanmu yang terburu - buru" jawab Karina dengan judesnya.
Duarrr...
Andi langsung mematung mendengar jawaban kakak pertamanya. Dia tidak pernah memberitahu siapa pun tentang pernikahan dirinya. Mata Andi melirik ke sekitar ruangan dan mendapati ada Ryan yang duduk di sebelah Karina. Andi ingat kalau dirinya memberitahu Ryan tadi.
"Tenanglah kalian semua! Mari kita bicarakan baik - baik" saat Andi akan duduk di sofa tiba - tiba ditahan oleh kakeknya.
"Tunggu dulu Andi! Kau jangan duduk! Hiro duduklah! Andi kau berlututlah di kakiku" ucap kakek Dito dengan nada bicara agak tegas.
Andi tidak punya pilihan lain selain menuruti ucapan kakeknya. Hiro memutuskan duduk di sebelah Ryan saja. Andi bersimpuh di kaki kakeknya.
"Apa yang ingin kakek bicarakan?" tanya Andi yang menundukkan kepalanya.
"Aku yang seharusnya bertanya! Kenapa dirimu yang duluan bicara?!" kakek Dito mengetuk kepala Andi dengan tongkat yang berada di tangannya.
"Maaf!".
"Kakek ingin membicarakan tentang pernikahanmu ini. Bagaimana bisa kau melaksanakan pernikahan dalam sembilan hari? Sedangkan dirimu belum melakukan acara pertunangan".
__ADS_1
"Ini keputusan kami berdua! Aku memutuskan menikah lebih cepat agar diriku terlepas dari genggaman Hans".
"Apa kau bo doh?! Pernikahan adalah suatu hal yang sakral dan kau menjadikan pernikahanmu sebagai pelarian saja?! Sadarlah Andi!".
"Aku harus bagaimana kakek?! Aku sudah memutuskan hubunganku dengan Hans tapi manusia satu itu terus mengikutiku kemana pun! Aku merasa tidak nyaman!".
"Bukan begitu caranya! Kalau kau terus menghindar seperti ini sama dengan kau lari dari masalah! Yang perlu kau lakukan adalah menyelesaikan masalahmu dengan Hans sepenuhnya! Apa kau paham?!".
"Aku paham kakek! Saat aku bertemu Hans, dia langsung menarik tanganku begitu saja dan terus mengucapkan kata "maaf". Jujur saja kakek! Aku belum bisa memaafkan tindakan yang dilakukan Hans".
"Kau harus memaafkan Hans! Dan katakan kalau hubungan kita sudah berakhir dan berhenti mencariku!".
"Memangnya manusia gi la itu bisa berhenti mencariku? Tidak sama sekali kek! Meskipun aku sudah memaafkan Hans, dia tetap akan mencariku dan memintaku untuk membuat hubungan baru".
"Aku sudah berusaha! Tapi Hans itu terlalu obsesi dengan diriku!".
"Astaga kau ini! Kenapa tidak mengerti sama sekali?!" kakek Dito yang hendak akan melayangkan tongkatnya ke kepala Andi namun ditahan oleh Dhika.
"Cukup kakek! Kakek sudah memberikan saran yang bagus sekarang tinggal Andi melaksanakannya" ucap Dhika yang menurunkan tongkat kakek Dito.
Kakek Dito menyandarkan tongkatnya ke sofa tempat dia duduk. Karina bisa memahami jelas bagaimana rumitnya masalah Andi dengan Hans. Ryan mulai memikirkan cara untuk menyelesaikan masalah ini.
"Kakek Dito! Bagaimana kalau kita sembunyikan Andi saja dulu? Kemudian saat Hans sudah melaksanakan pernikahannya baru kita pertemukan mereka kembali untuk menyelesaikan masalah mereka,bagaimana?" usul Ryan tentang solusi masalah Andi.
__ADS_1
"Itu terlalu lama! Hans menikah dua minggu lagi dan Andi menikah sembilan hari lagi" tolak kakek Dito terhadap usulan Ryan.
"Kita undang saja paman Hans ke pernikahan paman Andi nanti kakek buyut dengan begitu pasti paman Hans akan berhenti mencari paman Andi" usul Bimo sambil mengemil chiki.
"Bagaimana Bimo? Coba jelaskan!" pinta Ryan yang sengaja bertanya agar Andi bisa mengeluarkan ide solusinya.
"Jadi begini rencananya paman Ryan dan semuanya, pertama kita undang paman Hans ke pernikahan paman Andi. Jika paman Hans melihat acara penyatuan dimulai pasti hati paman Hans akan sakit dan berhenti mencari paman Andi" Bimo menjelaskan rencana solusinya.
Semua orang disana mulai mempertimbangkan usulan solusi Bimo. Yang dikatakan Bimo ada benarnya jika Hans melihat Andi dan Hiro sudah bersatu di acara pernikahan itu pasti akan membuat hati Hans sakit atau patah. Namun, Karina sedikit kasihan dengan Hans yang harus menerima kenyataan kalau Andi sudah jadi milik orang lain.
"Apa menurut kalian rencana ini tidak terlalu menyakiti hati Hans?" tanya Karina yang mengkhawatirkan perasaan Hans.
"Ini lebih baik kak! Jika semakin lama aku terus menghindar itu akan semakin membuat Hans semakin sakit hati" jawab Andi yang meruntuki masalahnya.
"Itu benar kak! Aku tidak mempermasalahkan Andi menikah lebih dulu" Dhika menyetujui ucapan Andi.
"Kau yang setuju tentang membiarkan Andi menikah lebih dulu bagaimana dengan keluarga Kaila? Mereka akan mempertanyakan hal ini" ucap kakek Dito.
"Tidak masalah kakek Dito! Aku pernah membicarakan hal ini bersama ayah dan ibu. Kata mereka tidak apa - apa lagipula hubungan kita baru sembuh biarkan saja Andi menikah lebih dulu" jawab Kaila yang tidak mempermasalahkan tentang Andi menikah lebih dulu.
SEGINI DULU GUYS
MAKASI YANG SUDAH MAMPIR DAN BACA
__ADS_1
To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>