Cafe And Restoran

Cafe And Restoran
Chapter 92: Andi ketemu seorang wanita bernama Aliya


__ADS_3

Setelah beberapa hari dalam masa penyembuhan akhirnya Ryan bisa keluar rumah sakit. Tetapi dia tidak boleh melakukan pekerjaan berat atau pekerjaan berlebihan. Karina meminta Bimo untuk mengawasi Ryan selama sang ibu tidak berada di dekatnya. Bimo menerima perintah tersebut dan langsung melaksanakannya.


Saat ini Ryan sedang berada di bandara untuk mengantar pulang paman Niki dan bibi Rosie. Namun Ryan tidak pergi sendirian melainkan dia pergi bersama Bimo juga.


Ryan memberikan pelukan kepada paman Niki lalu beralih ke bibi Rosie. Bibi Rosie berusaha menahan tangisnya agar tidak membuat keponakannya ikut sedih.


"Kamu baik - baik disini ya nak? Bibi sayang sekali padamu dan bersenang - senanglah" ucap bibi Rosie melepas pelukannya lalu mengelus surai keponakannya.


"Iya bi! Ryan selalu bahagia disini dan bibi juga jaga kesehatan,ya? Sampai jumpa bibi Rosie" jawab Ryan yang melihat paman dan bibinya mulai pergi.


Ryan melambaikan tangannya kepada bibi Rosie kemudian diikuti dengan Bimo. Paman Niki dan bibi Rosie juga melambaikan tangannya kepada Ryan lalu segera masuk ke bandara.


Melihat paman dan bibinya sudah pergi Ryan mengajak Bimo untuk pergi. Ryan menyalakan mobilnya lalu melaju pergi. Selama perjalanan Bimo berbicara banyak kepada Ryan mengenai kegiatan dia sehari - hari selama di rumah sakit, yang dimulai dari menyapa para pasien atau keluarga pasien, membantu dokter July, dan lain - lain. Ryan menanggapinya hanya dengan tawa dan senyumannya.


Saat akan sampai di restoran Happiness Food's,mereka berdua melihat Andi yang berjalan terhuyung - huyung. Andi berjalan seperti orang ma buk dan jalannya pincang. Ryan memutuskan untuk menepikan mobil di pinggir jalan lalu menghampiri Andi.


"Andi! Kamu kenapa? Ada apa denganmu? Kenapa penampilanmu seperti ini?" tanya Ryan yang memegang kedua lengan Andi.


"Minggir kau! Awas!" jawab Andi dengan cara mendorong Ryan.


"Ada apa denganmu?! Aku hanya bertanya secara baik - baik!" Ryan segera bangkit segera mengejar Andi.


"Aku bilang pergi! Jangan ganggu aku!" Andi kembali mendorong Ryan dan segera menjauh.


Andi sudah berlari menjauh dari Ryan. Karena sudah terlalu jauh Ryan memutuskan untuk masuk ke mobil kembali bersama Bimo.


Andi berhenti sebentar karena merasakan rasa sakit di kaki kanannya. Tanpa sengaja dia bertabrakan dengan seorang wanita.


"GEDEBUK!".


"Hei! Hati - hati kalau jalan itu!" ucap wanita tersebut yang berdiri lalu membersihkan pakaiannya.


"Ishh!!!... Siapa sih?! Kamu harusnya yang hati - hati!" jawab Andi yang bukannya meminta maaf kepada wanita tersebut.


"Seharusnya anda yang berhati - hati bukannya saya! Ngerti tidak sih?!" wanita tersebut membalas ucapan Andi.


"Andanya yang tidak lihat - lihat dulu! Kok saya yang disalahin!" Andi tidak mau kalah dengan ucapan wanita tersebut.


Mereka mulai beradu mulut satu sama lain hingga sampai pada dimana kaki Andi terasa sakit kembali. Karena kakinya yang sakit,tubuh Andi menjadi tidak seimbang sehingga dia terjatuh dan tanpa sengaja memeluk tubuh wanita tersebut. Bukannya mendorong tubuh Andi melainkan wanita itu membiarkannya sebentar. Lalu ada seorang wanita lain yang mengetahui kejadian itu.

__ADS_1


"Astaga Aliya! Ternyata kamu bermain api selama ini! Hubungan kita putus! Bye!" ucap wanita yang melihat adegan tersebut lalu pergi dari sana.


"Pergi saja! Kau juga sama! Suka bermain api!" jawab wanita yang bernama Aliya tersebut.


Aliya melepas pelukannya lalu menangis sambil menutup wajahnya. Andi langsung merasa bingung ketika melihat Aliya menangis. Dia langsung mengajak wanita menangis tersebut ke suatu taman.


Di taman tersebut, wanita itu tidak henti - hentinya menangis. Andi sudah berusaha menenangkan wanita itu dari tadi tapi air matanya masih mengalir. Mari kira dengarkan perbincangan Andi dengan Aliya yang dimulai dari Andi.


"Ada apa denganmu? Dari tadi kau menangis terus".


"Aku diputusin pacarku.... Huwaaa....".


"Pacar? Tunggu dulu! Maksudmu pacar adalah wanita yang tadi?! Kau les bi?!".


"Iyaa.... Huwaaaaa.... Padahal kami sudah pacaran lumayan lama".


"Berapa lama kalian pacaran?".


"Satu bulan setengah".


"Itu sebentar namanya!".


"Paling lama sih sekitar dua tahun".


"Langgeng sekali".


"Langgeng dari mana! Dia sudah main api sana sini dan hubungan kami tidak direstui!".


"Ohh... Terus setelah kau putus sama dia, apakah hubunganmu sama seperti dulu?".


"Tidak sama sekali, aku seperti mengalami kesialan dalam menjalin hubungan asmara. Hubunganku selalu berakhir putus dengan alasan kekasihku bermain api,bosan, menganggapku sebagai pelampiasan dan lain - lain".


"Hah? Kok sama kayak aku,ya? Apa kamu lurus atau tidak?".


"Aku g ay".


"Tuh kan sama seperti aku! Apa jangan - jangan kita ini....".


"Sstt! Jangan katakan kalau kita ini jodoh! Aku masih trauma sama namanya wanita! Semua wanita itu sama kecuali kakak perempuanku!".

__ADS_1


"Heh! Jangan sembarang kalau bicara! Semua wanita itu berbeda! Aku menjadi les bi gara - gara cowok tahu!".


"Jangan salahkan kepribadian seorang cowok dong! Cowok itu memang semuanya salah tapi cara menyakitinya yang sama".


"Terserah kamu saja! Saat ini aku sangat lelah!".


"Ya sudah!".


"Oh ya! Aku belum bayar uang kos, belum bayar uang kuliah,belum bayar uang cicilan motor sama televisi. Bagaimana ini?".


"Pakai uangku saja".


"Ha? Tidak bisa! Aku saja tidak mengenalmu".


"Jangan dipikirkan! Pakai saja uangku kebetulan uangku kelebihan makanya aku mau membantu".


"Memangnya boleh? Tapi bagaimana cara aku menggantinya?".


"Tidak perlu ganti! Yang perlu kau lakukan hanyalah membersihkan lantai apartementku saja".


"Yang benar? Oke kalau begitu!".


"Woi! Belum kenalan!".


"Oh ya! Namaku Olivia Kimmey Aliya biasanya dipanggil Aliya".


"Oh... Panggil saja aku Andi".


Aliya menjabat tangan Andi lalu berputar. Andi tersipu melihat senyum manis Aliya yang menyejukkan hatinya. Aliya membantu Andi berdiri lalu meminta Andi untuk segera menunjukkan jalan menuju apartement.


Biasanya Andi tidak akan peduli dengan kebahagiaan orang lain kecuali keluarganya. Tapi baru saja bertemu Aliya,dirinya langsung menginginkan senyuman tersebut selalu terlihat cerah setiap kali dipandang. Bagi Andi, Aliya adalah orang pertama yang mengajarkan dirinya untuk menjadi orang yang lebih ceria dan peduli terhadap sesama.


Karena Andi tidak membawa mobilnya jadi mereka berjalan menuju apartement Andi. Untungnya jarak apartement tidak terlalu jauh dari lokasi taman tadi. Aliya sangat bersemangat menuju apartement Andi.


Tapi saat sampai di apartement Andi, Aliya langsung merasa lesu sebab kamar apartement Andi sangat berantakan bagaikan diterpa angin badai atau ditabrak kapal. Andi memberi kode kepada Aliya untuk segera membersihkan kamar tersebut kalau tidak dia tidak akan mendapatkan upahnya.


Aliya mulai membersihkan kamar tersebut yang dimulai dari memungut pakaian Andi,membereskan kertas - kertas yang ada di atas meja ataupun di lantai. Andi mengambil ponselnya lalu mengambil gambar Aliya yang sedang menyapu lantai.


MAKASI YANG SUDAH MAMPIR DAN BACA

__ADS_1


To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>>


__ADS_2