Cafe And Restoran

Cafe And Restoran
Chapter 108: Ryan menghilang


__ADS_3

Ryan menghembuskan nafasnya dengan kasar dan berusaha menahan amarahnya. Karina tahu kalau saat ini Ryan sedang marah tapi dia tidak ingin berdebat lagi. Ryan kembali duduk di sofa kemudian mengambil minuman yogurt Karina.


"Lalu apa saja yang kau ketahui dari dia? Intinya selain biodata dia" Ryan meletakkan kembali kotak yogurt itu di atas meja.


"Aku hanya tahu beberapa saja contohnya dia suka makan makanan asam,dia suka pemandangan pegunungan, dan yang aku tahu hanya kesukaan dia saja" Karina seharusnya tidak memyebutkan hal tersebut karena mungkin saja Ryan akan terpancing lagi emosinya.


Ryan menundukkan kepalanya lalu berusaha berpikir tenang. Dirinya tahu kalau dia mengintrogasi Karina pasti jawabannya akan seperti ini karena tidak mungkin saja Silver akan menceritakan banyak tentang keluarganya atau tentang dirinya yang lain kepada Karina. Jika Silver menceritakan hal tersebut maka sama saja artinya dia membocorkan rahasia dirinya beserta keluarga jadi dia memutuskan menceritakan apa yang semestinya saja.


"Bukan itu maksudku sweetie" Ryan sudah sangat sabar menangani sang kekasih.


"Hanya itu yang aku tahu sisanya dia tidak pernah ceritakan" Karina pasrah saja dengan jawaban dia tadi.


"Ya sudah terserah kau saja. Sekarang aku berhenti bertanya" Ryan beranjak dari sofa menuju dapur untuk menyiapkan makan malam.


"Eh? Apa yang kau lakukan honey?" tanya Karina yang segera menyusul Ryan.


"Memasak makan malam tapi ini bukan hanya untuk diriku melainkan untuk dirimu juga" jawab Ryan yang sibuk mengeluarkan beberapa bahan masakan.


"Wahh... Makasi my honey,boleh aku bantu?" Karina memeluk Ryan dari belakang sebagai rasa terima kasihnya.


"Sama - sama sweetie dan kau tidak perlu membantuku lagipula kau adalah tamu sekaligus pacarku" Ryan tersenyum miring saat mengucapkan kalimat gombal tersebut.


Karina juga ikut tersenyum dan pipinya berubah merah. Ryan mulai menyiapkan makan malam dimulai dari mencuci bahan - bahan,memotong,kemudian memasaknya. Karina hanya duduk melihat dari kursi meja makan. Tangan Karina menyentuh meja makan tersebut yang dimana dirinya membayangkan bagaimana sang kekasih selalu makan malam sendirian setiap harinya. Karina bersyukur masih memiliki Bimo di dekatnya sedangkan Ryan masih memiliki banyak keluarga tapi hidupnya berjauhan.


Setelah beberapa menit menyiapkan makan malam akhirnya matang juga. Ryan memindahkan semua masakan ke meja makan dibantu oleh Karina. Setelah semuanya dipindahkan mereka berdua memulai makan malam dan tidak lupa untuk berdoa sebelum makan. Ingat ya anything sebelum makan harus berdoa dulu!.


Selama makan malam berlangsung tidak ada pembicaraan sama sekali diantara mereka berdua. Selanjutnya setelah mereka selesai makan malam, Karina memutuskan untuk pulang karena takut sang anak mencarinya disebabkan pulang terlalu lama. Ryab mengantarkan Karina hanya sampai depan rumah saja.


Mobil Karina mulai berjalan menjauhi rumah Ryan. Melihat mobil Karina sudah menjauh Ryan masuk kemudian membanting pintu rumahnya. Di dalam rumah, Ryan menangis keras sampai siapapun bisa mendengarnya. Kenapa Ryan bisa menangis? Karena menganggap Karina lebih membela Silver dari pada dirinya. Ryan berjalan terhuyung - huyung memasuki kamar tidurnya.

__ADS_1


...****************...


Dua hari berikutnya Karina sama sekali belum Ryan. Empat hari saja sudah cukup membuat dia tersiksa apalagi ditambah dua hari. Karina sudah mencari ke restorannya tapi Tio mengatakan kalau dirinya juga tidak pernah bertemu Ryan selama enam hari belakangan ini(maksudnya itu pas empat hari misi dan dua hari kemarin) Setelah mengunjungi restoran akhirnya Karina memutuskan mencari sang adik.


Di rumah Ryaiden tampak tidak ada penghuni sama sekali. Karina sedikit ragu untuk memencet bel rumah tapi karena tidak ada pilihan lain Karina harus memencetnya. Telunjuk kanan Karina memencet bel sebanyak dua kali dan terdengar suara grusuk - grusuk dari dalam. Karina mengira kalau rumah Ryaiden tidak ada penghuninya.


Beberapa menit kemudian akhirnya penghuni rumah keluar. Tapi orang yang keluar bukan pemilik rumah melainkan orang tersebut adalah Andi.


"Iya? Siapa? Ternyata kak Karina! Ada apa kak?" tanya Andi yang membuka pintu.


"Apa kau melihat Ryan selama dua hari ini? Masalahnya aku tidak bertemu dia semenjak aku dua hari kemarin" jawab Karina yang menjelaskan tujuan dia datang ke rumah Andi.


"Aku tidak pernah melihatnya kebetulan juga aku sedang memerlukan dia saat ini namun saat aku menelpon, ponsel dia tidak aktif" Andi membuka lebar pintu untuk sang kakak.


"Sekarang aku harus mencarinya dimana? Aku takut dia kenapa - napa, bagaimana ini Andi? Aku bingung" Karina menghentakkan kedua kakinya karena merasa khawatir.


"Tenang ya kak? Sekarang kita cari Ryan sama - sama" Andi memegang kedua lengan kakaknya agar merasa lebih tenang.


"Halo? Siapa ini" tanya Andi karena tidak ada nama tertera di layar ponselnya.


"Halo Andi! Ini aku Ryan! Syukurlah aku ingat nomor teleponmu" ternyata yang menghubungi Andi adalah Ryan.


"Ryan! Sekarang kau ada dimana? Katakan!" Andi langsung bangkit dari sofa dan Karina terkejut dengan nama yang disebutkan Andi tadi.


"Aku sedang berada di rumah kakekmu, kakek Dito yang menyelamatkanku dari bahaya".


"Bahaya? Apa yang terjadi padamu?! Kenapa selama dua hari ini kau menghilang?".


"Ceritanya sangat panjang jadi sebaiknya kau ke rumah kakekmu sekarang! Nanti aku ceritakan".

__ADS_1


"Baiklah! Sekarang aku berangkat!".


"Tunggu dulu Andi!".


"Kenapa Ryan? Apa kau perlu sesuatu?".


"Jangan ajak Karina kesini".


"Kenapa? Dari tadi kakakku mengkhawatirkanku dan kau memintaku untuk tidak mengajak kakakku kesana?! Apa maksudmu Ryan?!".


Karina sangat terkejut mendengar kalimat yang diucapkan oleh Andi. Di dalam pikiran dia terdapat banyak pertanyaan yang membuat dia semakin khawatir. Ryan yang disebrang sana hanya diam saja kemudian mematikan sambungan teleponnya.


"Si al! Apa maksudmu,hah?! Kenapa kau melarang kakakku ikut ke rumah kakek?! Dasar kau ini!" Andi mengutuk Ryan dan melempar ponselnya ke sofa sampai memantul lalu jatuh,untungnya tidak pecah.


"Andi,apa maksudmu melarang diriku ke rumah kakek? Siapa yang mengatakan hal seperti itu? Apakah Ryan?" tanya Karina yang memegang salah satu tangan Andi.


"Iya! Ryan yang bilang seperti itu! Aku tidak tahu apa maksud manusia itu mengatakan hal seperti itu yang jelas dia melarang kakak ke rumah kakek!" jawab Andi yang masih dalam terselimut emosi.


"Kalau Ryan mengatakan hal seperti itu maka, aku akan menurutinya" Karina melepas pegangannya di tangan Andi.


"Kak! Jangan seperti ini! Kakak sangat mengkhawatirkan Ryan, bagaimana bisa kakak tidak pergi?! Jangan dengarkan ucapan Ryan yang barusan! Lebih baik kakak ikut saja!" Andi sangat terkejut dengan ucapan kakaknya.


"Aku tidak bisa membantahnya Andi! Aku yang melakukan kesalahan maka aku yang harus menanggung akibatnya! Ryan pasti masih marah denganku....".


"Sebaiknya kakak ikut saja! Dan kita akan menyelesaikan masalah kakak di rumah kakek saja! Ayo kak!" Andi menarik tangan Karina untuk mengajaknya mencari Ryan.


Andi meminta kunci mobil kepada sang kakak dan Karina hanya bisa memberikannya saja. Tangan kanan Andi membukakan pintu untuk Karina kemudian dia memutar untuk memasuki mobil. Mesin sudah dinyalakan lalu mobil melaju menuju rumah kakek Dito.


Ayo anything nonton mashup videk 5 star stray kids bukan berarti author mempromosikan tapi karena mahsupnya bagus makanya author rekomendasikan

__ADS_1


Makasi yang sudah mampir dan baca


To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>>>


__ADS_2