
Oke guys debatnya masih lanjut maaf kemarin cuman setengah karena tiba - tiba jari author lukanya kebuka makasi
"Kenapa dia tidak ingin menghubungiku?! Kenapa dia tidak ingin menemuiku?!".
"Jika Andi sudah sekali disakiti jangan berharap kau bisa kembali bersama dia meskipun Andi sudah memaafkanmu".
Hans terdiam mendengar ucapan Dhika barusan. Tubuhnya langsung merasa lemas saat dirinya membayangkan dia tidak bisa bersama Andi kembali.
"Sudahlah Hans... Lupakan Andi, dia tidak ingin bersama kau lagi" ucap Karina yang meminta Hans untuk menyerah saja.
"Tapi aku tidak bisa Karina! Bagaimana ini?" Hans masih merasa bingung dengan keputusan dia sekarang.
Saat lima orang tersebut masih di belakang panggung tanpa sengaja mereka mendengar pembicaraan antara Hiro dan Andi. Hans segera mendekatkan telinganya di dinding.
"Katakan tujuan sebenarmu,Andi!" pinta Hiro yang berdiri dihadapan Andi.
"Apa kau memalsukan dokumen proyek yang akan dibahas kemarin? Yang dimana saat itu Nika yang menjadi utusanmu" tanya Andi dengan tatapan serius.
"Darimana kau tahu?".
"Kau tidak perlu tahu tentang itu katakan yang sebenarnya saja maka,aku akan melakukan apapun".
"Iya aku memalsukan dokumen itu,kenapa?".
"Pantas saja! Dokumen terlihat sangat tidak menjajinkan".
"Aku sudah mengaku jadi sesuai kesepakatanmu kau harus menuruti keinginanku".
"Apa maumu?".
"Aku ingin sepuluh hari lagi kita melaksanakan pernikahan secara acara dan catatan sipil. Juga kau harus tutup mulut mengenai ini kalau tidak kau akan dalam bahaya".
"Boleh asalkan kau jangan menghubungi lagi wanita bernama Nika itu".
"Oke sepakat!".
Andi sengaja menyetujui kesepakatan tersebut untuk tetap melanjutka penyelidikannya. Hiro menyambar bi bir Andi dan langsung menggendongnya pergi dari sana.
...****************...
Selesai menasehati Hans, dua pasangan tersebut kembali ke tempat acara. Ryan mengulurkan tangannya di depan Karina dengan penuh keyakinan.
"Pegang tanganku Karina! Ayo kita berdansa!" ajak Ryan dengan penuh senyuman.
Karina memegang Ryan dengan senang hati. Mereka berdua berjalan menuju lantai dansa. Untuk skill dansa Karina tidak begitu bisa berdansa tapi untungnya tuhan mempertamukan Karina dengan Ryan yang memiliki skill dansa luar biasa.
"Ryan...".
__ADS_1
"Kenapa?".
"Aku tidak bisa berdansa".
"Aku akan mengajarkanmu tenang saja my honey".
Karina tersipu malu dirinya dipanggil mu Honey. Ryan mulai mengajarkan Karina cara berdansa dimulai dari posisi tangan wanita harus bagaimana. Ryan mengambil tangan kiri Karina kemudian diletakkan di atas pundaknya dilanjutkan tangan kiri Ryan memegang tangan kiri Karina kemudian sedikit dibentangkan. Merasa posisi sudah sempurna Ryan mulai menggerakkan kakinya mengikuti alunan musik. Karina secara perlahan mengikuti arah kaki Ryan melangkah.
"Ryan... Kenapa aku tiba - tiba menjadi gugup?" tanya Karina yang melihat wajah Ryan.
"Mungkin karena ini pertama kalinya kau berdansa dengan pria setampan aku?" jawab Ryan dengan sedikit menggoda Karina.
"Ishh Ryan! Kepedean sekali kamu ini!" Karina sedikit meninggikan nada bicaranya.
"Hahaha... Aku hanya bercanda tapi jujur saja Karina aku ingin segera menjadikanmu kekasihku".
"Kau sudah berhasil menaklukan putraku sekarang tinggal ibunya saja jadi semangatlah!".
"Hehehe...".
Pasangan belum jadian tersebut terus melakukan dansanya dengan mengikuti lantunan musik. Pasangan lain yang juga ikut berdansa di lantai dansa tersebut merasa iri melihat aura romantis yang dipancarkan Ryan dan Karina.
Mari kita beralih ke wanita ular yang kita benci. Nika berdiri sendirian di pojokkan sambil melihat yang lain menari dengan pasangannya. Dirinya merasa menyesal telah melancarkan rencana tersebut karena di mata Hans dirinya tidak ada harganya.
Ibu Hans menghampiri Nika yang berdiri sendirian. Nika memeluk calon ibu mertuanya tersebut dan mulai menangis di dalam pelukan ibunya Hans.
"Kau tidak bersalah Nika sayang yang salah Hans karena takut mengambil tanggung jawab,jangan menangis,ya?" jawab ibu Hans yang berusaha menenangkan calon mantunya.
Nika terus menangis dalam pelukan ibu Hans. Sekarang baru dia merasa bersalah karena sudah merebut Hans. Namun apa dia sekarang? Semuanya sudah terlambat.
Dhika mengambil alih musiknya yang awalnya adalah musik jazz sekarang menjadi musik DJ. Dia mengeluarkan alat djnya kemudian Kaila meminta beberapa pelayan untuk memasang lampu bola kelap kelip di tengah - tengah ruangan tersebut.
Dhika mulai menyalakan musiknya dengan dua speaker besar di kiri kanannya. Suara musik mulai terdengar di telinga para tamu. Karina yang mendengar musik dj terdiam sebentar kemudian mulai dia menari. Semua para tamu mulai menari bebas sesuka hati mereka. Karina yang menari kesana kemari dengan kebebasan dia. Ryan hanya tersenyum melihat tarian Karina.
Penari utama kesayang kita baru saja memasuki lantai dansa dengan dance menakjubkannya. Andi biasanya menari dengan profesional tapi kali ini dia melakukan free style dance dan sudah ganti kostum seperti Michael Jackson. (Bukan Michael yang ada di penjara).
Hans berjalan mendekati Dhika dengan penuh amarah. Dia menerobos setiap orang yang dia lalui. Lalu Hans mematikan musik djnya.
"Hei! Apa - apaan ini?! Kami sedang berpesta! Dhika!" Karina merasa sedikit kecewa musiknya dimatikan.
"Apa yang kau lakukan,Hans?! Kita sedang berpesta!" tanya Dhika kepada Hans.
"Sudah cukup pestanya! Semuanya pulang!" teriak Hans dihadapan para tamu.
"Siapa yang punya acara hanya dialah yang berhak menghentikan pesta, minggir kau Hans! Aku yang punya acara!" Andi langsung bergerak maju saat Hans menghentikan pesta.
"Ini sudah malam! Apa kau tidak merasa kasihan melihat orang - orang disini telat pulang dan dimarahi orang rumah?! Pikir dong!" ucap Hans dengan nada bicara kasar.
__ADS_1
"Aku tidak kasihan! Jika mereka mau menginap aku bisa membayar biaya hotelnya kok! Kalau mereka pulang telat aku akan bicara sama orang rumah mereka nanti! Jika mereka memerlukan kendaraan aku bisa meminjamkan mobil dan supirku! Apa susahnya?! Aku kaya! Kalau kau tidak suka pesta ini kau saja yang pulang!" jawab Andi dengan kata - kata yang mampu membuat Hans bungkam.
Dhika dan Ryan meneriaki Andi setelah mengeluarkan kalimat barusan. Yang lain juga ikut meneriaki ucapan Andi. Hans mulai merasa panas mendengar sorakan dari para tamu.
"Aku akan pulang asalkan kau ikut denganku,Andi!" Hans langsung menggendong Andi seperti karung beras dan kabur dari sana.
Andi tidak panik sama sekali saat dibawa pergi. Dia mengeluarkan pis tol dari sakunya kemudian menembak kedua kaki Hans. Tapi dua tembakan tersebut tidak menghentikan Hans sama sekali. Sebagai calon pacar yang baik,Ryan menghentikan Hans dengan cara menendang salah satu kaki Hans.
Hans jatuh tersungkur tetapi tidak dengan Andi yang langsung lompat saat Hans akan terjatuh. Andi menodongkan pis tolnya di belakang kepala Hans saat dia akan bangkit kembali.
"Kenapa kau harus membawaku tuan Hans? Kan ada tunanganmu" tanya Andi dengan nada bicara mengerikan.
"Aku tidak akan pulang sebelum membawamu!" jawab Hans yang berusaha bangkit.
Semua tamu disana mulai ketakutan melihat Hans bangkit. Ayah Hans segera menghampiri putra semata wayangnya tersebut. Disusul dengan ibu Hans dan Nika.
"Sudahlah Hans! Ayo kita pulang!" ajak ayah Hans yang memapah anaknya.
"Itu benar nak sebaiknya kita pulang tidak baik membuat kaca pesta orang" ibu Hans juga berusaha mengajak anaknya pulang.
"Itu benar Hans~ ayo kita pulang!" ucap Nika dengan nada bicara agak slayyy.
"Diam kau wanita tidak tahu malu! Kau tidak berhak berbicara!" bentak Hans dihadapan Nika.
"Aku tunanganmu! Apa kau lupa?!".
"Iya aku lupa! Lebih baik aku lupa dari pada ingat kalau aku punya tunangan tidak tahu malu seperti dirimu!".
"Atas dasar apa kau mengatakan hal seperti itu?! Katakan Hans!".
"Karena kau sudah menjebakku dan selingkuh dengan Hiro!".
"Aku tidak selingkuh! Mana buktinya!".
Seketika layar di atas panggung menyala dan menampakan foto - foto Hiro dan Nika di berbagai tempat. Nika langsung merasa panik melihat foto - foto tersebut.
"Matikan! Tolong matikan! Foto itu bukan aku! Kau... Awas kau Andi!" Nika langsung memegang kerah baju Andi.
"Pergi kau wanita gi la!" Andi mendorong Nika yang dimana tanpa sengaja Nika menarik baju Andi sehingga menampilkan badan Andi denga singlet.
"Nah! Di dadamu ada ta to bertuliskan nama Hiro! Apa kau selingkuh dari Hans?!" Nika langsung menuduh ta to Andi sebagai bukti perselingkuhan Andi.
"Jawabanmu salah besar wanita kurang ajar! Ta to ini mulai ada ketika aku masih pacaran dengan Hiro! Jangan menuduh yang tidak - tidak! Hiro itu adalah mantan pertamaku! Pacar pertamaku! Puas kau?!".
SEGINI DULU GUYSSS TAKUTNYA KEPANJANGAN
Makasi yang sudah mampir dan baca
__ADS_1
To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>