Cafe And Restoran

Cafe And Restoran
Chapter 112: Lukisan badan


__ADS_3

Beberapa hari kemudian Ryan sudah melakukan aktivitasnya seperti biasa namun kali ini dia menggunakan pakaian yang lebih tertutup. Kenapa demikian? Karena untuk menutupi ta t onya yang belum kering sepenuhnya. Yang mengetahui Ryan melukis lengan dan leher hanya Andi dan Tio saja sedangkan untuk Karina belum mengetahuinya.


Sekarang Ryan memiliki niat untuk memberitahu Karina tentang apa yang dia telah perbuat. Ryan sangat yakin kalau dirinya akan mendapatkan banyak ceramah dari Karina karena melukis tubuhnya yang baru saja sembuh. Sebenarnya Ryan tahu kalau tindakannya salah tapi dia tetap melakukannya itu pun hanya untuk sekedar menutupi luka jahitnya.


Ryan sudah membuat janji dengan Karina di dekat toko pakaian di sebuah mall. Janji temunya seharusnya jam dua siang tapi Ryan sengaja datang lebih awal agar mempersiapkan dirinya. Ryan datang dengan mengenakan kaos putih kemudian dipadu jeans biru tua dan sepatu hitamnya. Dia sengaja memakai pakaian tersebut agar Karina bisa melihat lukisan baru yang ada di lengan dan leher.


Tidak lama kemudian Karina datang bersama Bimo. Baru saja menghampiri Ryan, Karina langsung terdiam yang dimana Bimo juga ikut terdiam. Karina melepas pegangan tangan pada anaknya lalu menarik lengan kiri Ryan. Tangan Karina melipat cepat lengan baju sebelah kiri Ryan agar bisa melihat lukisan tersebut dengan lebih jelas.


"Hmmm.... Bagus ya.... Bagus sekali!" ucap Karina yang tampak kelihatan marah.


"Hehe.... Memang bagus gambaran ini" jawab Ryan yang tersenyum merasa tidak bersalah sama sekali.


"Bunga lavender? Apa maksudmu itu,hah?! Kau tahu tidak aku alergi bunga? Aku tahu ini hanya gambaran saja tapi ini tidak enak dilihat orang - orang" Karina melepas gulungan baju yang dia buat.


"Aku tahu kau alergi bunga tetapi gambar ini tidak akan membuatmu alergi,kan?" Ryan merapikan sedikit bajunya.

__ADS_1


"Terus untuk apa kau melukisnya di lenganmu? Terus kenapa kau juga melukis namaku di lehermu?".


"Sebelum aku menjawab pertanyaanmu aku ingin memberikan pertanyaan sederhana".


"Apa memangnya?".


"Apa kau tahu apa bunga favoritku?".


Karina seketika terdiam. Dia tidak tahu apa - apa mengenai hal yang difavoritkan Ryan jadi kemungkinan terbesar adalah Karina tidak menjawab pertanyaan Ryan. Tetapi Karina tetap memilih menjawab pertanyaan Ryan dengan jawaban,


"Aku tidak tahu... Memangnya apa?".


Karina merasa sedikit tersentuh dengan ucapan Ryan. Yang dia kira selama ini Ryan berubah seratus delapan puluh derajat ternyata tidak sepunuhnya benar ternyata masih ada sisa - sisa sifat Ryan yang lama. Ryan memegang kedua tangan Karina kemudian menge cup punggung telapak tangan sang kekasih.


"IBU! KALAU IBU MAU BERDUAAN SAMA PAMAN RYAN SEBAIKNYA JANGAN MENGAJAKKU! BAGAIMANA SIH IBU INI?!" ujar Bimo yang dilupakan keberadaannya.

__ADS_1


"Astaga! Maafkan ibu nak! Ibu terlalu terhanyut dalam suasana saja" jawab Karina yang terkejut mendengar suara Bimo.


Ryan hanya geleng - geleng kepala saja melihat ibu dan anak tersebut. Karina memutuskan untuk menggendong Bimo saja agar marah sang anak segera mereda.


"Sini! Biar aku saja yang gendong Bimo" minta Ryan yang mengeluarkan kedua tangannya ke arah Karina.


"Tidak apa - apa kok! Biar aku saja!" tolak Karina yang tetap ingin menggendong sang anak.


"Ibu aku mau digendong sama paman Ryan!" memang Karina menolak bantuan Ryan tapi sang anak sangat menginginkan dirinya digendong oleh Ryan.


Akhirnya Karina menyerahkan Bimo ke tangan Ryan. Dirasa posisi gendongannya sudah sesuai mereka bertiga memutuskan jalan - jalan sebentar di mall tersebut. Saat mereka melalui beberapa toko ada beberapa sorot mata yang tampak memperhatikan keharmonisan Ryan dan Karina. Yang melihat pemandangan tersebut terlihat sangat iri dengan keharmonisan yang layaknya keluarga. Ryan tersenyum miring saat ada orang yang melewatinya kemudian berbisik membicarakan dirinya dengan Karina.


Tapi menurut Ryan momen saat ini juga bisa dijadikan refrensi di masa depan yang dimana dirinya akan menjadi keluarga yang harmonis dengan Karina. Sayangnya pekerjaan Ryan masih banyak karena adanya perubahan rencana. Awalnya Ryan ingin melamar Karina saat sudah menyelesaikan misi empat harinya tapi masa lalu Karina datang yang juga sebagai musuhnya Andi.


Pengumuman sedikit kalau besok dan hari sabtu besok author tidak bisa up cerita karena ada acara keluarga di rumah author. Bukan novel ini saja tapi juga novel bunga lily milik tuan Edward. Terima kasih banyak

__ADS_1


MAKASI YANG SUDAH MAMPIR DAN BACA LOVE YOU


To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>>>>>>


__ADS_2