
Nika terdiam mendengar ucapan Andi tersebut. Ryan melihat Karina berjalan ke arah wanita licik tersebut dengan ekspresi marah. Di luar dugaan BMKG Karina menampar keras pipi kanan Nika sampai terjatuh.
"Jangan sentuh adikku! Jika kau masih menyayangi nyawamu" ucap Karina yang memberikan peringatan kepada.
Tangan Nika gemetaran memegangi pipinya. Karina menoleh ke adiknya untuk mengecek kondisi adiknya. Kemudian dari arah belakang Ryan menutupi badan Andi dengan jasnya. Ryan menghampiri Karina dan langsung memeluknya.
"Apa tanganmu sakit?" bisik Ryan di belakang telinga Karina.
"Sedikit" jawab Karina yang menahan sakitnya.
"Ayo kita kompres dulu dengan air es!" Ryan membawa Karina ke belakang panggung untuk membersihkan noda yang menempel.
Andi mengenakan jas milik Ryan lalu kembali pada urusan dia. Nika kembali berdiri untuk siap menghadapi Andi.
"Aku bilang matikan layar itu! Matikan!" ucap Nika yang sedikit meninggikan nada bicaranya.
"Ini acaraku!" jawab Andi dengan sombongnya.
"Kalau kau tidak matikan aku akan merebut Hans!" Nika menggunakan Hans sebagai ancaman kepada Andi.
"Silakan saja! Kau mau ambil dia silakan! Sebentar lagi kalian akan menikah jadi menurutku tidak apa - apa. Aku masih mencintai Hiro dan Hiro masih mencintaiku juga" Andi tidak memperdulikan tentang Hans dijadikan sebagai bahan ancaman.
Nika sudah tidak bisa memikirkan rencana apa lagi yang dia gunakan kepada Andi. Wanita tersebut langsung memeluk Hans dan memulai akting menangisnya.
"Hans... Tolong aku... Dia menjahatiku" ucap Nika yang mengadukan kelakuan Andi.
__ADS_1
"Pergi kau! Andi tidak salah sama sekali! Kaulah yang salah! Dasar wanita ular! Sekarang juga aku tidak menganggapmu sebagai tunangan lagi!" Hans mendorong tubuh Nika sampai terjatuh.
Andi memberi kode kepada asistennya untuk memanggil keamanan dan mengusir keluarga Hans dan keluarga Nika. Para keamanan itu membawa keluar dua keluarga tersebut secara paksa. Ayah dan ibu Nika sedikit memberontak saat dibawa keluar. Akhirnya dua keluarga tersebut berhasil dibawa keluar gedung dan pesta berlanjut kembali.
"Oke guysss!!!... Ayo kita lanjutkan party ini!!! Nyalakan musiknya kak Dhika!" Andi kembali memimpin pesta dengan musik dj yang mulai dinyalakan kembali oleh Dhika.
Pesta kembali berlanjut setelah semua hal yang terjadi. Andi menari dengan begitu lincah dan ditemani Hiro yang ikut bergabung. Bimo dan kakek Dito juga ikut bergabung tapi syukurnya kakek Dito tidak melihat kejadian tadi karena Bimo membawa kakek buyutnya pergi saat pertengkaran dimulai. Bimo memang anak yang baik.
...****************...
Mar kita beralih ke belakang panggung yang dimana Ryan sedang mengompres tangan Karina menggunakan air es. Karina mulai merasa nyaman saat Ryan yang mengompres tangannya. Terlihat jelas di mata Karian, Ryan memiliki cinta yang sangat tulus kepada Karina. Setelah beberapa menit Ryan melepas kompres dan menanyakan kondisi Karina.
"Bagaimana sekarang? Apa tanganmu masih sakit?".
"Sudah mendingan kok! Terima kasih Ryan" jawab Karina yang sedikit menggerakkan tangannya.
"Ryan! Aku punya hadiah terima kasih untukmu" Karina berdiri dan sedikit membenarkan gaunnya.
"Apa itu?".
"Kemarilah!".
Ryan mendekat ke Karina tapi saat dia mendekat, Karina menjijitkan kakinya kemudian menci um bi bir Ryan. Yang dici um langsung terdiam. Jujur saja itu merupakan ci uman pertama Ryan.
"Apa tadi itu Karina?" Ryan masih tidak percaya dengan tindakan Karina barusan.
__ADS_1
"Kan kau sudah melihatnya untuk apa kau bertanya lagi" Karina merasa malu - malu untuk menjawab ucapan Ryan tadi.
"Tapi aku hanya memastikan saja,apa kita bisa melakukannya sekali lagi?" Ryan masih tidak percaya dengan tindakan Karina dan memintanya untuk melakukannya sekali lagi.
"Bisa! Kita bisa melakukannya! Tapi kali ini kau yang harus mengambilnya" seolah - olah memberikan lampu hijau kepada Ryan,Karina menyetujui permintaan Ryan barusan.
Ryan memegang pinggang Karina dari sisi kanan dan kiri. Dia mendekatkan wajahnya ke wajah Karina tetapi dia masih memiliki rasa keraguan. Akhirnya Karina membantu Ryan dengan cara mengalungkan kedua tangannya di leher Ryan. Keduanya saling bertautan dengan durasi yang cukup lama. Lalu keduanya melepas tautan masing - masing.
"Terima kasih Karina sudah memberikan hal itu barusan" ucap Ryan dengan wajahnya yang mulai memerah.
"Hal itu apa,Ryan? Katakan" Karina mulai menggoda Ryan.
"Ahhh!... Sudahlah Karina janga dibahas! Aku malu jadinya" wajah Ryan semakin memerah saat Karina menanyakan "hal itu".
"Hehehe... Ayo kita kembali ke lantai dansa!" ajak Karina yang berlari sambil memegang tangan Ryan.
Keduanya berlari bersama - sama menuju lantai dansa. Ryan sangat bahagia bisa mendapatkan permen kis dari Karina meskipun bukan yang pertama tetap saja Ryan merasa senang.
Di lantai dansa,Andi dan Bimo asyik menari bersama. Duo dancer ini menjadi sorotan para tamu sebab keduanya memiliki kelincahan menari yang sama. Juga musik yang dimainkan Dhika semakin seru.
"Wuhhhh!... Go Andi! Go Bimo! Wuhhh...." teriak Dhika yang menyemangati adik dan keponakannya.
Karina tertawa melihat kelincahan anaknya yang berusia lima tahun. Ryan mengajak Karina untuk bergabung diantara duo dancer tersebut. Karina mengikuti setiap gerakan yang dilakukan putranya. Party terus berlanjut hingga tengah malam.
SEGITU DULU GUYSSSS
__ADS_1
MAKASI YANG SUDAH MAMPIR DAN BACA
To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>