Cafe And Restoran

Cafe And Restoran
Chapter 63: Jemput Karina


__ADS_3

Selesai makan siang bersama, Ryan dan Bimo memutuskan menjemput Karina di rumah sakit. Ryan mengeluarkan mobilnya dan Bimo menjadi komandonya.


"Terus! Terus! Stop! Sudah paman Ryan! Sekarang aku masuk ke mobil paman!" ucap Bimo yang sudah menyelsaikan tugas komandonya kemudian berlari masuk ke mobil Ryan.


"Bagus Bimo! Sekarang pakai sabuk pengaman baru kita meluncur!" Ryan mengelus pucuk surai si bocah kecil.


Bimo memakai sabuk pengaman dan memberi kode kepada Ryan kalau dia sudah siap. Ryan menjalankan mobilnya menuju rumah sakit Cemara.


Selama perjalanan Bimo terlihat sangat bahagia karena ini pertama kalinya dia menjemput ibunya menggunakan mobil Ryan dan bersama Ryan juga. Ryan bisa melihat kebahagiaan si bocah kecil melalui wajahnya.


"Bimo! Kalau kau lapar ini ada cemilan dan ada minumannya juga, makan saja" ucap Ryan yang memberikan satu kantung plastik yang berisi cemilan dan minuman.


"Nanti saja paman! Bimo masih kenyang tapi Bimo boleh minta minumannya?" jawab Bimo yang mengambil satu botol minuman.


"Tentu saja boleh! Apa kau bisa membukanya?" Ryan memperhatikan Bimo yang mengalami kesulitan dalam membuka tutup botol.


"Ekkhhmmm!.... Euaakkhhh!!... Tidak bisa paman! Minta tolong" Bimo menyerahkan botol minum tersebur kepada Ryan dengan wajah imut.


Ryan melepas kemudinya sebentar kemudian membuka tutup botol tersebut dan kembali memegang setir. Bimo merasa senang dan mengucapkan terima kasih. Bocah manis itu meminum minuman itu secara perlahan - lahan. Selesai minum, Bimo kembali meletakkan botol itu di kantung plastik.


...****************...


Mobil Ryan akhirnya sampai di rumah sakit Cemara. Ryan keluar dari mobil lalu membukakan pintu untuk Bimo. Mereka berdua berjalan bersama saling bergandengan memasuki gedung rumah sakit tersebut.


Saat mereka di dalam, semua mata tertuju kepada mereka. Bimo dengan bangganya menggandeng tangan Ryan dan tersenyum lebar dihadapan orang - orang di rumah sakit. Banyaknya yang menduga kalau Ryan dan Bimo adalah ayah dan anak tapi itu belum terjadi.


Bimo menarik tangan Ryan untuk masuk ke satu ruangan yang dimana ruangan tersebut merupakan ruangan Karina. Ryan mengetuk pintu kemudian menunggu jawaban.


"Masuk!" jawab Karina.

__ADS_1


Mereka berdua segera masuk. Karina sangat terkejut melihat kehadiran putranya bersama Ryan. Bimo memeluk kaki Karina kemudian melebarkan senyum chuwing gumnya.


"Kenapa kalian kesini? Aku tidak meminta kalian kemari" tanya Karina yang kebingungan melihat kehadiran mereka berdua.


"Hehehe... Memang tidak ada perintah sih tapi ini keinginan paman Ryan yang ingin menjemput ibu pulang kerja" jawab Bimo yang melirik ke arah Ryan.


"Yang dibilang Bimo memang benar! Aku kesini untuk menjemputmu. Awalnya aku tidak mau membawa Bimo tapi karena dia anak kecil sendirian di restoran ya sudah aku bawa saja" Ryan membenarkan apa yang dibilang Bimo.


"Astaga Bimo! Apa kau sedang berusaha menjodohkan ibumu dengan temanmu?" Karina menggendong tubuh kecil Bimo.


"Kok ibu tahu? Ini seharusnya rahasia! Ishhh!... Ibu ini! Padahal aku ingin ibu dan paman Ryan bersatu dengan begitu keluarga kita sudah lengkap kembali" Bimo sedikit marah dengan ibunya yang mengetahui rencana perjodohannya.


"Hahaha... Meskipun Bimo sudah memberikan bantuan kepada paman Ryan namun itu kembali pada ketulusan paman Ryan dan keputusan ibu. Jika paman Ryan tulus mencintai ibu,tulus mencintai Bimo, dan tulus menjaga keluarga kecil kita maka, dengan senang hati ibu langsung menerima dia sebagai suami ibu" Karina mencubit pipi berisi Bimo.


Ryan tertawa kecil mendengar ucapan Karina. Tapi menurut Ryan apa yang dikatakan Karina ada benarnya semua kembali pada keputusan dia dan Karina. Walaupun begitu Ryan akan terus berusaha mendapatkan cinta Karina apapun caranya berlandaskan ketulusan cinta.


"Tentu saja ibu ratu! Ayo paman Ryan!" Bimo menerima perintah ibunya.


Karina menurunkan Bimo kemudian Ryan menggandeng tangan Bimo ke sofa. Karina kembali duduk di kursi kerjanya menyelesaikan pekerjaannya yang menumpuk. Bimo melihat beberapa mainan yang ada di atas laci dekat jendela. Dia berlari mengambil beberapa mainannya kemudian kembali lagi duduk di sofa. Bocah manis itu duduk manis sambil memainkan mainannya.


"Karina! Apa kau tentang pernikahan Hiro dengan Andi?" tanya Ryan mengenai pernikahan Andi.


"Tidak tahu! Setahuku mereka baru tunangan saja tapi belum melaksanakan acara pertunangan. Mana mungkin dia akan langsung menikah" jawab Karina yang sibuk menyelesaikan pekerjaannya.


"Tadi dia datang ke restoran dan menanyakan apa restoranku mempunya bisnis katering? Aku jawab tidak tapi keluarga Tio punya. Aku tanya kenapa dia menanyakan hal tersebut lalu dia menjawab dia akan segera menikah sembilan hari lagi" Ryan menceritakan kejadian yang terjadi restoran tadi tapi tidak seluruhnya.


Karina terdiam mendengar perkataan Ryan. Tubuhnya tidak dapat digerakkan sama sekali setelah mendengar cerita Ryan. Badan Karina sedikit serong menghadap Ryan.


"Dia yang mengatakannya? Lalu apa lagi dia katakan?" Karina mulai penasaran dengan ceritanya Ryan.

__ADS_1


"Dia bilang dia sedikit kebingungan untuk memilih konsep pernikahan seperti apa tapi aku bilang terserahmu saja. Terus aku bertanya apakah kau sudah memberitahu kakekmu? Dan Andi menjawab nanti sore dia akan ke rumah kakeknya bersama Hiro. Apa kau tidak mengetahuinya sama sekali? Termasuk Dhika juga?" Ryan kembali melanjutkan ceritanya.


"Aku tidak tahu sama sekali! Yang aku tahu cuman kalau Hiro dan Andi sudah tunangan itu saja" Karina mulai kebingungan dengan tindakan adiknya yang gegabah ini.


"Selesai kau mengerjakan pekerjaanmu sebaiknya kita langsung ke rumah kakek Dito dan beritahu Dhika juga" saran Ryan.


"Ide bagus! Tapi Ryan... Apa menurutmu tidak aneh kah kalau Andi menikah lebih dulu dari pada Dhika? Bukankah itu melangkahi saudara sendiri".


"Itu memang aneh sebab itulah kita harus rumah kakek Dito sekalian membicarakan pernikahan yang terburu - buru ini".


"Tapi kalau Andi yang menuntut minta nikah duluan bagaimana?".


"Kita bahas nanti saja saat di rumah kakek Dito. Pertama selesaikan pekerjaanmu dulu setelah itu baru kita ke rumah kakek Dito".


"Iya Ryanku! Mulai perhatian ya sama aku".


"Idih! Siapa bilang baru mulai? Sudah dari dulu tapi kau yang belum memperhatikan sama sekali".


Karina menertawakan omongan Ryan. Boss rumah sakit itu kembali melanjutkan pekerjaannya agar dua kesayangannya tidak merasa bosan saat menunggu.


...****************...


Akhirnya pekerjaan Karina selesai. Ryan yang menyadari pekerjaan Karina sudah selesai segera bangkit dari sofa tidak dengan Bimo yang sudah tepar di sofa. Penyebab Bimo tepar adalah menunggu sang ibu terlalu lama.


Mereka bertiga berjalan menuju mobil Ryan. Karina dengan segera menghubungi Dhika untuk memintanya datang ke rumah kakeknya bersama Kaila. Selesai memberitahu sang adik, Karina masuk ke mobil Ryan dengan menggendong Bimo di tangannya.


MAKASI YANG SUDAH MAMPIR DAN BACA


To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>>

__ADS_1


__ADS_2