
Keesokan paginya Ryan sedang berada di restorannya dan jam menunjukkan pukul sembilan pagi. Pelanggan yang datang baru beberapa orang saja. Ryan duduk di salah satu meja sambil memandang langit yang terhalang oleh kaca restoran.
"Bagaimana rencana Andi dan Piece,ya? Apakah berjalan lancar?" batin Ryan yang mengkhawatirkan proses berjalannya rencana Andi.
"Tingg...." suara pintu restoran terbuka.
"Selamat datang! Ehn? Aliya! Lama tidak bertemu!" ucap Ryan yang hendak menyapa pelanggan yang datang tapi pelanggan tersebut adalah keponakannya sendiri.
"Paman Ryan! Lama tidak bertemu juga paman Ryan!" jawab Aliya yang berjalan mendekati meja yang ditempati Ryan.
"Astaga ternyata kau sudah sebesar ini,bagaimana dengan kuliahmu? Apakah berjalan lancar?" Ryan merasa sangat senang bertemu dengan keponakannya.
"Kuliahky lumayan lancar dan kebanyakan tugas,hehehe..." Aliya duduk dihadapan pamannya.
"Bagaimana kabar ayah dan ibumu? Apakah kau mempunyai cukup uang? Terus kenapa tidak menghubungi paman?" banyak pertanyaan yang dilontarkan oleh Ryan sehingga membuat Aliya bingung.
"Sabar paman! Sabar! Aliya kuliah disini karena keinginan Aliya sendiri dan Aliya minta maaf tidak pernah memberitahu paman kalau Aliya kuliah disini. Kabar ayah dan ibu baik - baik saja kok" Aliya menjawab semua pertanyaan Ryan secara berurutan.
__ADS_1
"Tidak apa - apa kok! Apakah kau sudah sarapan?" Ryan berdiri dari bangkunya dan hendak membuatkan sarapan untuk Aliya.
"Tidak usah paman! Aliya sudah sarapan di kos. Aliya datang kesini cuman mau ketemu sama seseorang saja" Aliya langsung menghentikan Ryan.
"Minum saja kalau begitu,oke?".
"Oke deh! Jus alpukat satu paman".
"Tunggu sebentar ya".
Aliya mengangguk iya lalu mengalihkan pandangannya ke arah pintu masuk atau keluar restoran. Dia melihat jam tangan di tangannya yang menunjukkan pukul sembilan lebih sepuluh menit.
Di saat yang bersamaan pula Karina dan And masuk ke restoran tersebut. Mata Karina langsung membulat besar saat melihat Ryan bersama wanita lain yang dimana Karina belum tahu kalau wanita itu adalah keponakannya Ryan. Di sisi lain juga Andi terlihat sangat panas ketika melihat Ryan berbicara dengan Aliya.
Kakak dan adik berjalan mendekati meja tersebut. Andi langsung menggeprak meja sehingga membuat dua orang yang duduk di meja tersebut terkejut. Karina langsung menarik tangan Ryan agar menjauh dari Aliya.
"Apa maksudmu,Aliya? Kenapa kau duduk dengan pria lain?" tanya Andi yang terlihat terbakar api cemburu.
__ADS_1
"Pria lain? Oh... Maksudmu dia?" Aliya belum memahami perasaan Andi.
"Iya! Apa jangan - jangan kau tertarik dengan pria modelan dia?" Andi menyipitkan matanya dan memberikan bombastic side eyes kepada Ryan.
"Sebaiknya kita bicarakan baik - baik karena kita masih keluarga" ucap Ryan yang meminta dua orang tersebut untuk tenang.
Akhirnya mereka bertiga memutuskan untuk duduk dan berbicara baik - baik. Ryan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi dan menjelaskan sedikit hubungan dia dengan Aliya. Mereka berdua merasa bersalah karena sudah menuduh keduanya.
"Jadi Aliya ini adalah keponakanmu?" tanya Andi yang masih tidak percaya dengan jawaban Ryan.
"Iya! Ibunya adalah sepupuku" jawab Ryan yang berusaha menahan tawanya.
Kedunya menunduk malu karena sudah menuduh yang tidak - tidak terhadap Ryan Aliya.
SEGINI DULU ANYTHING BESOK LAGI KARENA AUTHOR UDH NGANTUK
MAKASI YANG SUDAH MAMPIR DAN BACA
__ADS_1
To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>>