Cafe And Restoran

Cafe And Restoran
Chapter 31: Adu Tojos Dhika dan Michael


__ADS_3

Dari wajah Dhika bisa dibaca kalau saat ini dia tampak tidak senang. Dhika menatap tajam orang yang menghadang mobilnya itu.


"Kau juga,Michael! Kau semakin bajingan saja!" jawab Dhika terhadap orang yang dihadapannya.


Ternyata orang yang menghadang Dhika adalah Michael. Dhika sedang dalam posisi kuda - kudanya untuk melawan Michael.


"Tunggu dulu Dhika! Aku kesini bukan untuk melawanmu melainkan aku ingin mengatakan kalau sebentar lagi kau akan menjadi adik iparku" ucap Michael yang mendekat ke Dhika.


"Apa maksudmu? Kakakku tidak mungkin akan menikah dengan pria sialan seperti dirimu!" bentak Dhika yang mendorong Michael.


"Wow.. Wow... Santai saja Dhika! Aku hanya baru mengatakan sebentar lagi bukan sekarang jadi, santai saja Dhika" Michael menenangkan Dhika yang akan menghajarnya.


"Minggir kau! Aku tidak ada waktu dengan ocehanmu itu!".


"Hahahaha... Ya ampun Dhika! Bagaimana bisa kau mengatakan kalau aku hanya mengoceh belaka saja?! Aku tidak membual".


"Diam kau! Aku bilang minggir!".


"Bagaimana kalau aku tidak mau?".


"Aku akan menghajarmu!".


"Silakan saja! Aku tidak takut sama sekali! Ayo kita selesaikan hari ini juga!".


Michaek melepas jasnya dan melemparnya ke sembarang arah. Dhika juga memulai lagi posisi kuda - kudanya. Dua pria ini bersiap untuk mengalahkan satu sama lain dengan cara yang tidak ramah.


Michael melayangkan tendangan kaki kanannya ke arah kepala Dhika namun,dengan reflek yang cepat Dhika mampu menangkisnya. Michael menarik kakinya dan mundur beberapa langkah. Dhika mendekati Michael kemudian mengenai dada Michael dengan tinjunya. Michael berjalan mundur sampai jalan buntunya yaitu mobilnya sendiri.


Michael sudah bingung harus melakukan apa lagi, karena tenaga yang dimiliki oleh Dhika sangat di luar dugaan Michael. Dhika lagi melayangkan pukulannya ke wajah Michael sampai bibir Michael berdaah(sorry ya guys harus sensor dikit). Tidak mau kalah Michael membalas pukulan Dhika dengan pukulannya juga.


Perkelahian di antara dua orang hebat tersebut semakin sengit. Di antara mereka tidak ada yang mau mengalah satu sama lain. Mereka berdua terus melayangkan pukulan,tendangan,sikuan,dan jurus yang lainnya untuk mengenai satu sama lain.


Michael yang sudah kelelahan masih memilih untuk melawan Dhika tidak dengan mahluk yang satu ini. Dhika masih belum kelelahan dia terus melawan Michael sampai wajahnya babak belur. Sampai pada akhirnya Michael lengah,dia tidak mengetahui kalau kunci mobilnya sudah direbut oleh Dhika.


Dengan segera Dhika menyingkirkan mobil Michael tersebut. Selesai menyingkirkan mobil tersebut Michael kembali menghadang Dhika untuk pergi.


"Kenapa kau ingin menghadang diriku?" tanya Dhika yang mengelap bibirnya yang mengeluarkan daah.(sensor)


"Karena aku tahu! Kau pasti pergi untuk menyelamatkan adikmu! HAHAHAHAHAHA..." jawab Michael yang menyebutkan tujuannya menghadang Dhika dan diakhiri tawa gilanya.


"Baingan! Apa kau dalang dari semua ini?! Katakan!" Dhika langsung menarik kerah baju Michael.

__ADS_1


"HAHAHAHAHA... Sebentar lagi adikmu akan tiada akibat diperkosa terlalu lama, HAAAAAA!!!..." Michael terlihat seperti orang gila saat menjawab ucapan Dhika.


Dhika memukul wajah Michael bertubi - tubi hingga mengeluarkan banyak daah. Michael hanya tersenyum saat dirinya dipukuli oleh Dhika.


"Katakan! Apa kau pelaku dari ini semua?! Katakan!" tanya Dhika dengan nada tinggi dan menggoyangkan tubuh Michael.


"Aku tidak akan mengatakannya! Biar aku beritahu kau! Lokasi yang kau berikan kepada anak buahmu itu salah! HAHAHAHAHA..." jawab Michael yang mengatakan kalau pasukan Dhika salah lokasi.


"Apa katamu?! Apa maksud perkataanmu, siaan?! Dimana adikku sekarang?! Katakan!".


"Aku tidak akan memberitahunya! Orang gila mana yang memberitahu musuhnya tempat lokasi kejahatannya?! Apa kau booh, Dhika?".


"Diam kau! Katakan! Katakan!".


"Percuma kau mengguncangku terus! Tidak akan aku beritahu dirimu!".


Tiba - tiba saja handphone Dhika berdering. Dhika mengambil handphonenya yang berada di saku celana. Dia mendapatkan panggilan masuk dari asistennya.


"Halo boss! Disini tidak ada tuan Andi, apakah kita harua berpencar?" asisten memberikan laporan kepada Dhika.


"Apa kau dengar? Lokasi yang kau berikan itu salah! Kurang ajar!" Michael memukul wajah Dhika dan mengambil handphonenya.


"Awas saja kau Michael! Aku akan membuuhmu! Lihat saja!" teriak Dhika yang memberikan ancaman kepada Michael yang dimana mahluk gila itu meninggalkan tempat pertarungannya.


Dhika sekarang semakin pusing, yang dimana dia belum bisa menemukan adiknya sama sekali. Juga dia tidak tahu dimana adiknya tersebut berada. Dia sangat pusing harus melakukan apa sekarang ditambah dia kekurangan pasukan untuk mencari Andi di kota seluas ini.


Dhika masuk ke mobilnya dan melajukannya tanpa tujuan sama sekali. Dia tidak tahu dimana dia harua mendapatkan pasukan dan saat menghubungi Andi kembali handphone Andi mati.


Handphone Dhika berdering dan tertera di layar ponselnya yang bertuliskan "kesayanganku♡~...". Dhika pun menjawab panggilan tersebut.


"Halo sayang?".


"Halo sayang! Ada apa,Kaila? Aku sama sekali belum bisa menemukan Andi! Bagaimana ini?".


"Sayang! Aku mendapatkan lokasi Andi diperkosa dan aku akan mengirimkan lokasi itu sekarang ditambah ayahku mengirim pasukannya untuk membantumu".


"Terima kasih sayangku! Aku sangat terbantu".


"Tapi..." .


"Ada apa,Kaila?".

__ADS_1


"Tadi kak Karina menghubungiku dan menanyakan keadaan Andi. Aku menjawab kalau saat ini Andi sedang dilecehkan oleh banyak orang dan kak Kariba sangat terkejut mendengar itu".


"Kenapa kau memberitahu,kak Karina?!".


"Aku tidak bisa bohong Dhika! Maafkan aku!".


"Sudahlah tidak apa - apa! Lokasi yang kau kirimkan sudah sampai dan sekarang juga aku kesana".


"Semangat sayangku".


Panggila antara sepasang kekasih tersebut berakhir dan Dhika langsung menambah kecepatan kuda besinya menuju lokasi yang sudah dikirimkan oleh Kaila. Dhika hanya bisa berharap Andi bisa bertahan sedikit lebih lama.


Di sisi lain Karina yang sedang berada di rumah sakit mengkhawatirkan kondisi adiknya. Dia tidak hentinya bolak balik ruangannya. Karina berharap Andi segera ditemukan dengan kondisi selamat tapi dia sudah menyiapkan dokter terbaik semisal adiknya itu ada luka - luka.


"Karina duduklah! Aku tahu mengkhawatirkan kondisi adikmu tapi kau harus duduk dulu, apa kau tidak lelah mondar mandir dari tadi?" ucap dokter July yang menemani temannya tersebut.


"Aku tidak akan berhenti mondar mandir sebelum adikku ditemukan! Aku sangat khawatir" jawab Karina yang tetap mondar mandir ruangannya.


Dokter July tidak bisa berbuat banyak untuk menenangkan temannya tersebut. Ya sudahlah terserah Karina saja kalau dia mau mondar mandir.


...****************...


Kembali ke cerita Dhika yang sedang menuju lokasi adiknya tersebut.


Sekarang Dhika sudah bersatu dengan pasukannya dan pasukan kiriman dari calon mertuanya. Dhika memimpin di depan kerumunan mobil dan motor tersebut.


Beberapa menit kemudian kerumunan pasukan tersebut sampai. Dhika keluar dari mobilnya dan dia yang pertama masuk ke dalam gudang bekas tersebut.


"DUAR!!!..." Dhika menendang pintu gudang tersebut.


Semua orang di dalam gudang tersebut langsung tunggang langgang berlarian kemana - mana. Dhika menghiraukan orang - orang yang berlari tersebut yang dia cari sekarang adalah Andi.


Dhika berhenti di suatu ranjang dengan Andi di atasnya yang sudah sangat lemas, banyak luka disekucur tubuhnya, dan banyak sisa spema di sekitar dia ditambah kedua tangan dan kakinya diikat. Merasa tidak jijik sama sekali Dhika melepas ikatan tali yang berada di tangan dan kaki Andi kemudian menggendongnya untuk membawanya ke rumah sakit.


Dhika sama sekali tidak peduli dengan pasukannya yang bertarung dengan orang - orang yang memperkosa Andi tadi. Pintu mobil Dhika dibuka oleh asistennya dan Dhika meletakkan Andi di kursi penumpang belakang. Dhika masuk ke dalam mobil kemudian melajukan mobilnya menuju rumah sakit dengan diikuti oleh beberapa pasukannya.


Makasi yang sudah baca dan jangan lupa kasi support.


Maaf ya selama ini cerita author mungkin agak keluar jalur atau kadang kurang jelas dan berantakan hal itu disebabkan author masih pemula mohon maafkan author


To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>

__ADS_1


__ADS_2