Cafe And Restoran

Cafe And Restoran
Chapter 40: Ketemu Sepupu Menyebalkan


__ADS_3

Karina kebingungan melihat reaksi Ryan yang agak aneh. Ryan terdiam dan tidak menyuap makanannya sama sekali.


"Ryan? Apa kau baik - baik saja?" tanya Karina yang melambaikan tangannya di depan Ryan.


"Ah?! Kenapa?! Aku baik - baik saja kok! Santai saja" jawab Ryan yang melanjutkan menyuap makanannya.


"Sungguh kau baik - baik saja? Kau terlihat kebingungan. Aku tahu kau mencintaiku dan ini mungkin terasa berat untukmu" Karina kembali menatap Ryan yang masih kelihatan kebingungan.


"Iya aku baik - baik saja! kau tidak perlu khawatir aku baik kok... Eh? Kenapa air mataku turun?" Ryan yang menjawab pertanyaan Karina tiba - tiba saja dia meneteskan air matanya.


"Ryan?! Apa kau sungguh baik - baik saja? Jika ini terasa berat untukmu katakan saja! Kalau kau ingin menangis, menangis saja" Karina meletakkan kotak nasinya.


"Aku tidak tahu mengapa aku bisa meneteskan air mataku yang jelas hatiku merasa sakit setelah mendengar ucapanmu mengenai Bimo" Ryan terus meneteskan air matanya saat berbicara.


"Ryan... Kau tidak perlu khawatir! Michael tidak akan merebut Bimo dariku dan dia sudah berjanji" Karina mengelus punggung Ryan agar lebih tenang.


"Tetap saja Karina! Masalahnya Bimo adalah anaknya Michael! Kalau dia anak mendiang suami yang dulu tidak apa - apa. Michael itu orangnya jahat dan tidak baik" Ryan terisak saat berbicara dengan Karina.


"Aku tahu! Tapi selama ini dia tidak ada tuh mewarisi sikap Michael dan semua yang dia dapatkan adalah sifat mendiang suamiku. Ryan! Kita bisa mendidik Bimo menjadi anak yang baik dan disiplin! Aku yakin itu" Karina meyakinkan Ryan untuk tidak perlu khawatir.


"Kenapa kau bisa seyakin itu? Aku ini sudah didahului oleh Michael".


"Jangan berbicara seperti itu! yakinlah kalau kita pasti bisa! Makanya kamu harus membuat aku jatuh cinta padamu".


Ryan sangat terkejut dan ada rasa lega di dalam hatinya. Dia terdiam dan tidak merespon sama sekali. Karina paham dengan reaksi Ryan tersebut lalu dia mengatakan kalau dia akan menerima Ryan jika Ryan berhasil membuat dirinya jatuh hati pada Ryan. Seolah - olah diberi lampu hijau Ryan menjadi senang dan siap meluluhkan hati Karina. Ryan akan berusaha keras untuk mendapatkan pujaan hatinya termasuk anak pujaan hatinya. Hampir lupa dengan tujuannya Ryan langsung mengatakan tujuannya datang ke rumah sakit maksudnya tujuan lain kan tujuan utamanya ketemu Karina.


"Oh ya! Karina aku ingin meminta bantuanmu".

__ADS_1


"Apa memangnya?".


"Aku ingin kau meneliti obat yang diracik Michael".


"Boleh. Tapi kapan kau akan memberikan obat itu?".


"Sekitar tiga hari kedepan, dalam tiga hari kedepan dan dipagi hari aku akan datang kesini lagi".


"Baiklah".


Baru saja menyelesaikan pembicaraannya tiba - tiba saja pintu ditendang sangat keras oleh Michael. Karina sangat takut melihat kedatangan Michael karena dia datang untuk melihat hasil tes DNA. Ryan dengan sigap berdiri di depan Karina untuk melindunginya.


"Minggir kau!" ucap Michael kepada Ryan.


"Untuk apa kau datang kesini? Ada urusan apa? Paling tidak salam dengan sopan bukan menendang pintu" tanya Ryan yang menanyakan tujuan Michael datang ke ruang inap Andi.


"Dia anakmu! Puas kau?!" Ryan membantu Karina yang hendak menjawabnya.


"HAHAHAHA... Sudah aku duga! Lihat Karina! Bimo adalah anakku" Michael menghempaskan Ryan ke tembok dan tertawa lepas.


"Tapi kau harus menempati janjimu mengenai untuk tidak merebut Bimo dariku" Karina langsung mengingat janji yang dibuat Michael.


"Aku tahu Karina... Jika aku tidak bisa merebut Bimo lebih baik aku ambil ibunya saja!" Michael langsung menarik tangan Karina keluar ruangan.


Ryan langsung melayangkan satu pukulan tepat di bagian pipi kanan Michael. Dua sepupu itu saling menatap satu sama lain dengan pandangan tajam. Michael tetap memegang pergelangan tangan Karina kemudian dia memukul Ryan menggunakan tangan yang satunya. Untungnya Ryan bisa menghindar dengan cepat.


"Pergi kau dari sini! " Michael mengusir Ryan dengan nada bicara tinggi.

__ADS_1


"Aku tidak akan pergi dari sini sebelum kau melepaskan Karina!" Ryan tetap kekeh diam disana untuk sang pujaan hati.


"Kau memang anak kurang ajar,ya Ryan? Apakah kita harus menyelesaikan masalah ini dengan cara kasar atau ramah?".


"Sepertinya cara kasar tidak perlu jadi kita perlu menggunakan cara ramah dan bicarakan ini baik - baik".


"Bicara baik - baik katamu? Sekarang ini kita mempunyai perasaan terhadap satu wanita yang dimana kita sama - sama jatuh cinta kepada satu wanita! Wanita yang sama!".


"Lalu kenapa? Kita bersaing secara sehat".


"Sombong sekali dirimu ini... Aku tidak akan membiarkan Karina dekat - dekat dengan bocah ingusan seperti dirimu".


"Coba saja! Aku tidak pernah takut!".


"Berani sekali kau menantangku! Dimana kita harus menyelesaikan ini? Apakah di atap rumah sakit atau taman rumah sakit?".


"Tempat favoriteku yaitu, di atap".


Karina menggigit tangan Michael saat dia lengah. Michael melepas genggamannya dan Karina akhirnya bisa melepaskan diri.


"Cukup kalian berdua! Apa kalian tidak berpikir kalau tindakan kalian ini seperti anak kecil?! Aku ini bukan piala untuk dimenangkan!" ucap Karina yang menghentikan adu mulut Ryan dan Michael.


Diantara mereka berdua tidak ada yang berani menjawab. Karina merasa sangat heran dengan sikap dua orang dewasa yang sikapnya seperti bocah.


"Apa kalian tuli?! Apa kalian bisu?! Aku bilang jawab pertanyaanku tadi!".


AUTHOR INGIN MENGUCAPKAN MINTA MAAF KARENA DUA HARI YANG LALU TIDAK UPDATE SEBAB REVIEWNYA TERLALU LAMA DAN SEHARUSNYA CHAPTER KEMARIN UNTUK DUA HARI YANG LALU. SEKALI LAGI AUTHOR MINTA MAAF. I

__ADS_1


To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>>


__ADS_2