Cafe And Restoran

Cafe And Restoran
Chapter 24: Perundingan 2


__ADS_3

Ryan dan Tito duduk berhadapan dengan tiga tamunya. Dhika menyeruput sedikit kopi yang dihidangkan oleh Ryan.


"Baiklah! Apa yang ingin kamu bicarakan?" tanya Dhika kepada Ryan.


"Kami ingin meminta maaf atas keterlaluan kami terhadap Bimo, tolong maafkan kami" jawab Ryan yang mengucapkan permohonan maafnya.


"Ini saja permohonan maafmu? Ini tidak cukup Ryan... Kami perlu penawaran" Dhika membenarkan posisu duduknya untuk menatap Ryan lebih dalam.


"Apa yang kalian inginkan?" tanya Ryan mengenai apa yang diinginkan Dhika.


"Mudah saja aku hanya ingin tanah ayahmu yang ada di wilayah barat" jawab Dhika yang menyebutkan permintaannya.


Ryan dan Tito terkejut dengan permintaan Dhika. Mereka tahu bahwa Dhika adalah seorang direktur terkenal di dunia tapi mereka tidak mengerti kenapa Dhika meminta hal itu.


"Kenapa kau meminta tanah itu? Aku sudah memutuskan hubunganku dengan keluargaku" ucap Ryan.


"Hahahaha... Lucu sekali... Padahal ayahmu adalah pemilik usaha tambang terbaik di negri ini,kenapa kau memutuskan hubungan keluargamu?" Dhika mentertawakan ucapan Ryan.


"Aku tidak ingin meneruskan usahanya dan dia terus memaksaku berjodoh dengan wanita pilihannya. Wanita yang dipilih ayahku sama sekali tidak sesuai dengan kriteriku".


"Ahahaha... Ryan kamu sangat bodoh! Paling tidak kau bisa mengambil usaha ayahmu kemudian kau bisa memilih wanita sesuai dengan kriteriamu jika kau berhasil mengembangkan perusahaan ayahmu".


"Terserah! Aku lebih suka menjadi bebas daripada dipaksa terus oleh ayahku, dia sudah mencarikanku wanita sejak aku kuliah".


"Waduh... Kau sama sekali tidak cocok dengan kakakku, karena kamu lebih suka kebebasan" seru Andi yang langsung mengatakan Ryan tidak cocok dengan Karina.


"Apa maksudmu?" tanya Ryan kepada Andi.


"Di keluarga kami yang memiliki kekuasaan tertinggi adalah kakek kami. Dia suka menyuruh kami sana sini bahkan memaksa kami melakukan hal yang kami tidak suka tapi kami tahu maksud kakek" jawab Andi yang membahas tentang kakek Dito.


"Aku sama sekali mencoba jika aku itu demi Karina aku akan melakukan apapun untuk dia" dengan beraninya Ryan mengatakan hal itu.


"Jangan sombong dulu! Pacarku saja perlu banyak perjuangan untuk meyakinkan kakek kami begitu juga dengan mendiang kakak ipar" ucap Andi.

__ADS_1


"Tidak apa - apa aku diterima atau ditolak yang penting aku bisa bersama Karina" ujar Ryan yang tetap memperjuangkan cintanya.


"Tunggu dulu! Kenapa kita jadi membahas tentang bagaimana meyakinkan kakek?! Kita bahas tanah itu dulu!" ucap Dhika yang langsung memotong pembicaraan antara Ryan dan Andi.


"Soal tanah itu kamu bisa langsung bicarakan dengan ayahku dan itu tidak ada hubungannya sama sekali denganku" jawab Ryan yang tetap menjawab hal sama seperti tadi.


"Baiklah aku akan berbicara dengan dia tapi... Jika dia menolak maka,aku tidak segan - segan untuk memberitakan tentang ayahmu".


"Berita ? Ayahku tidak pernah melakukan kejahatan atau kesalahan apapun".


"Kamu ini memang bodoh Ryan! Ayahmu telah melecehkan dua karyawan wanita bahkan sampai menghamilinya" Dhika mengatakan kejahatan yang dilakukan oleh ayah Ryan.


"Itu tidak mungkin! Ayahku sangat setia pada ibuku! Jangan sembarangan!" Ryan menentang ucapan Dhika mengenai ayahnya.


"Aku punya buktinya! Aku bisa saja menyebarkan berita ini dan membuat harga saham perusahaan ayahmu turun! Bukan itu saja kejahatan ayahmu! Ayahmu telah membunuh tiga karyawan dan aku pernah melihatnya secara langsung".


"Dia membunuh tiga karyawanmu karena karyawan tersebut memiliki rahasia penting mengenai ayahmu dan aku punya bukti pembunuhannya".


Ryan sangat terkejut dengan perkataan Dhika mengenai ayahnya. Yang dia tahu selama ini adalah ayahnya sayang keluarga dan sangat setia pada istrinya. Ryan pun memutuskan menanyakan keasliannya.


"Itu benar makanya aku menyimpan bukti jika ayahmu menolak memberikan tanah di wilayah barat" jawab Dhika dengan sujujur - jujurnya.


Ryan tiba - tiba saja meneteskan bulir air mata. Dia sangat takut kalau ayahnya akan masuk penjara. Tapi apa yang sudah terjadi biarlah sudah terjadi.


"Darimana kau tahu kejahatan ayahnya Ryan?" tanya Tito mengenai sumber informasi tentang kejahatan ayah Ryan.


"Andi yang menemukannya" Dhika menunjuk Andi.


"Apa kau ingin balas dendam dengan cara ini?! Aku sudah mengatakan permintaan maaf jadi jangan masukkan ayahku ke penjara!" ucap Ryan yang histeri dihadapan tiga tamunya.


Karina ikut merasa kasihan. Dia ingin dua adiknya ini tidak melaporkan kejahatan ayah Ryan ke polisi tapi di sisi lain menyembunyikan kejahatan juga merupakan hal yang tidak dibolehkan.


"Dhika! Andi! Lebih kau bernegosiasi dengan ayahnya Ryan" ucap Karina kepada dua adiknya.

__ADS_1


"Jika aku sudah mendapatkan tanah di wilayah barat tetap saja berita ini akan tersebar karena pihak keluarga dari salah satu karyawan wanita yang dilecehkan akan segera melapor" jawab Dhika.


Ryan dan Tito sangat terkejut dengan ucapan Dhika. Jika pihak keluarga tersebut sudah melaporkan hal tersebut maka habislah sudah.


"Tapi kak Dhika sepertinya keluarga karyawan wanita tersebut akan kesulitan menghadapi ayah Ryan. Masalahnya wanita tersebut dari keluarga biasa dan tidak memiliki dukungan dari siapa pun" ujar Andi mengenai keluarga wanita tersebut.


"Wanita itu berasal dari keluarga Dorothy juga dia adalah sepupu Kaila, yang kalah adalah ayah Ryan" jawab Dhika yang mengungkapkan identitas wanita tersebut.


"Oh my!... Kali ini saya relakan paman untuk pergi ke penjara" Tito sudah pasrah dengan ayahnya Ryan.


"Tidak! Itu tidak mungkin! Pasti ada caranya! Pasti ada!" Ryan semakin panik dan ketakutan.


"Tidak ada cara Ryan kalau keluarga Dorothy sudah bergerak ya sudah lah" jawab Dhika mengenai kepanikannya.


"Dhika apa kau tidak meyakinkan Kaila? Masalahnya ini berhubungan dengan Ryan" tanya Karina yang ikut khawatir.


"Kak! Kalau kakak ingin membelanya percuman saja dan juga jika kakak ingin menyembunyikan hal ini suatu saat pasti akan terungkap" jawab Dhika atas pertanyaan Karina.


"Bagaimana ini? Walaupun aku sudah memutuskan hubungan dia masih ayahku! Ayo berikan aku solusi!" ucap Ryan yang semakin histeris.


"Biarkan saja Ryan percuma kau melawan tidak akan menang" Dhika kembali meyerutut kopinya.


Ryan takut,khawatir,dan gelisah mengenai ayahnya. Tangan Ryan gemetar sangat cepat walaupun sudah digenggam oleh Tito.


"Cukup sampai sini saja pembicaraan kita untuk kesalahanmu aku sudah maafkan dan tanah itu tetap aku akan rebut, kami permisi" Dhika berdiri kemudian pergi dari restoran Ryan yang diikuti oleh Karina dan Andi di belakang.


Ryan ingin menghubungi ayahnya untuk mengatakan hal tadi tapi dia takut kalau dirinya ikut terlibat atas telah menyembunyikan kejahatan ayahnya. Dia sudah berpikir keras untuk menemukan cara itu tapi belum ada hasil yang ditemukan oleh Ryan. Tito mengelus punggung Ryan untuk menenangkan temannya itu.


Di dalam mobil Dhika , Karina juga khawatir dengan kondisi ayah Ryan. Begitu juga dengan dua adiknya yang merasa khawatir.


Makasi yang sudah mampir dan baca


Seraya para riders menunggu kelanjutan novel ini ayo baca novel saya yang lain yaitu bunga Lily milik tuan Edward dan Vino and William( yg ini khusus bxb)

__ADS_1


To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>


__ADS_2