
Mari kita beralih ke Carlos dan Andi yang tampak serius. Oke guys mari kita dengarkan pembicaraan mereka yang dimulai dari Carlos.
"Untuk apa kau menyuruhku kesini? Apa karena Karina?".
"Tahu saja kau ini".
"Tentu saja aku tahu! coba tebak berapa lama aku sudah bekerja untukmu?".
"Dua tahun lebih, iya aku tahu kau itu salah satu anak buah terbaikku tapi gara - gara misi kemarin dengan sangat terpaksa kau harus bekerja untuk Silver,tapi yang aku permasalahkan adalah kenapa kau menyerang Ryan?! Dia itu pacar kakakku loh!".
"Yang menyuruh aku untuk menurut kepada boss di perusahaan sebelah siapa?".
"Aku".
"Terus yang memberikan perintah kepadaku untuk menjadi mata - mata di perusahaan sebelah siapa?".
"Aku".
"Nah itu tahu! Untuk apa kau menanyakan hal seperti itu? Aku hanya melaksanakan misi saja".
"Iya juga ya! Ah! Sudahlah itu tidak penting sekarang! Bagaimana keadaan disana? Apa kau menemukan sesuatu?".
"Aku menemukan banyak hal yang sangat penting untuk kelancaran pernikahan kakakmu dengan kekasihnya".
"Apa itu?".
"Jadi kedua adikku bekerja dengan salah satu organisasi mafia besar di negara B dengan balasan dia bisa mendapatkan kafe kakakmu dan perusahaan Dhika. Menurut rencana dia pertama - tama dia akan masuk secara diam - diam ke pernikahanmu dengan berpura - pura menjadi pelayan atau staff lainnya,kedua dia akan mengincar kakakmu melalui Bimo yang dimana bocah itu akan ditikam dari belakang sehingga membuat Karina panik, dan bagian terakhir Pinko membongkar identitasnya lalu memaksa Karina agar menyerahkan semua hartanya".
Andi merasa ada yang aneh dengan rencana ini. Karena menurut dia rencana ini sangat sederhana dan siapapun bisa membuat rencana ini. Perasaan Andi mengatakan dia harus berhati - hati dengan rencana ini.
__ADS_1
Sedangkan Karina yang telah mendengar semua pembicaraan Carlos dan Andi merasa sangat terkejut. Dia menyangka kalau adik iparnya tega melakukan seperti itu hanya demi harta. Di sisi lain Ryan merasakan perasaan yang sama yaitu merasa ada kejanggalan dengan rencana ini.
"Rencana ini sangat sederhana, bagaimana mungkin rencana ini bisa mengalahkan Karina? Tapi menurutku sepertinya Karina percaya dengan rencana ini" batin Ryan di dalam hatinya yang masih merasa aneh dengan rencana ini.
Andi mulai berpikir keras dengan rencana ini. Sepertinya rencana ini akan lebih rumit dari apa yang dia kira dan sepertinya dia harus membutuhkan beberapa bantuan.
"Lalu apa taktik mereka selanjutnya? Apa yang mereka lakukan setelah mendapatkan semua harta dan kekuasaan itu?".
"Nahh.... Soal itu aku belum tahu, aku hanya tahu rencana mereka".
"Hmmm....oke lah! Nih bayaranmu".
Andi memberikan amplop coklat kepada Carlos. Setelah mendapatkan bayarannya Carlos berpamitan pergi dari sana. Melihat Carlos yang sudah pergi menjauh, Andi mulai memikirkan kembali rencana tersebut.
"Hei! Sendirian saja disini" panggil Ryan yang menghampiri Andi.
"Eh?! Oh ternyata kau" Andi menyadarkan badannya di punggung kursi.
"Biasa banyak pekerjaan yang belum selesai, dimana kakakku? Kenapa kau tidak bersama kakakku? " Andi sengaja tidak mengatakan pembicaraan dia tadi.
"Setelah pulang dari butik, Karina bilang dia masih ada pekerjaan di rumah sakit sebab itu dia tidak bersamaku" Ryan mengetahui kalau Andi tidak mengatakan pembicaraan dia tadi.
Andi kembali memikirkan rencana Pinko tersebut. Ryan bisa membaca raut wajah Andi yang tampak khawatir.
"Apa kau memikirkan tentang rencana sederhana Pinko?" pertanyaan yang Ryan lontarkan mampu membuat Andi terkejut.
Sebelum menjawab pertanyaan Ryan, Andi berusaha tenang. Jika dia terlihat panik maka semuanya akan terungkap.
"Darimana kau tahu? Apa kau mendengarnya?" Andi masih ragu untuk menjawab pertanyaan Ryan.
__ADS_1
"Iya aku mendengarnya di sebelah sana, aku juga merasa heran dengan rencana sederhana Pinko".
"Hmmm... Aku pun demikian tapi kenapa dia membuat rencana sesederhana seperti itu? Atau mungkin dia memiliki rencana tersembunyi dari rencana ini?".
"Aku tidak tahu Andi tapi aku mendapatkan informasi penting".
"What?".
"Carlos mengkhianatimu".
"Aku tahu".
"Kalau kau sudah tahu kenapa kau memperkerjakan dia lagi? Apa mungkin Carlos mengatakan tentang kebohongan mengenai rencana tersebut".
"Bisa jadi tapi kita memerlukan lebih banyak informasi dan bukti dengan begitu kita bisa menemukan rencana sebenarnya".
Ryan hanya tersenyum mendengar ucapan Andi. Tubuh Andi bangkit dari kursi kemudian meminta Ryan untuk pergi ke markas untuk membahas rencana ini. Mereka berdua langsung menuju markas untuk membahas rencana aneh ini.
....
Sedangkan di sisi lain yang dimana Carlos sudah mendapatkan bayarannya langsung digunakan untuk membeli obat berbahaya. Obat tersebut mampu membuat Carlos merasa lebih tenang dan bahagia karena baginya uang dan keluarga tidak ada artinya dan yang mampu memberi dia kebahagiaan adalah obat tersebut.
Carlos sangat bersusah payah agar bisa mendapatkan obat tersebut demi ketenangannya. Namun beberapa bulan yang lalu obat - obatan tersebut mulai menepis jumlahnya sehingga sulit didapatkan. Bahkan di pasar gelap pun obat tersebut seharga ratusan juta atau bisa sampai miliaran. Orang - orang yang sudah kencanduan obat tersebut rela melakukan apapun agar bisa mendapatkan obat tersebut, contohnya saja Carlos.
Pria itu rela melakukan apapun demi obat itu. Seperti di paragraf sebelumnya yang dimana Carlos pernah bekerja dengan untuk Andi tapi dia dipindahkan atau lebih tepatnya adalah Carlos yang berkhianat. Andi mengetahuinya dan membiarkannya karena bagi dia Carlos sudah tidak berguna lagi dan hanya menganggapnya sebagai alat.
Saat ini Carlos dalam perjalanan pulang tapi ada seseorang yang mengikuti dia. Orang tersebut bisa dibilang adalah detektif bayaran dari Andi. Carlos belum mengetahui kalau dirinya diikuti.
Sesampainya di rumah barulah Kivana memberitahu Carlos kalau dia diikuti. Namun detektif adalah orang yang cerdik sehingga bisa mengelabui dua orang tersebut. Sampai sekarang detektif itu tetap mengikuti Carlos bahkan sampai ke dalam rumahnya. Bisa dibilang kalau detektif merupakan orang yang memiliki kekuatan super.
__ADS_1
Makasi yang sudah mampir dan baca
To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>>>>