Cafe And Restoran

Cafe And Restoran
Chapter 32: Ryan dan Michael, Ada hubungan apa?


__ADS_3

Dhika dan beberapa pasukannya telah sampai di rumah sakit Cemara. Karina langsung memanggil para susternya untuk membawa brankar untuk Andi. Beberapa suster membawa brankar tersebut ke mobil Dhika. Dengan cepat Dhika memindahkan dan mendorong Andi ke rumah sakit.


Saat masuk ke ruang pemeriksaan Dhika dilarang oleh dokter yang akan memeriksa Andi. Dhika pasrah menunggu di luar ruang pemeriksaan,Karina menghampiri adiknya tersebut dan memeluknya.


"Hah! Kakak! Aku gagal menyelamatkan Andi! Aku gagal!" ucap Dhika yang juga membuat tangisannya pecah dalam pelukan kakaknya tersebut.


"Tidak Dhika! Tidak! Kau berhasil menyelamatkannya! Kau hanya membawanya kesini saja dengan selamat itu sudah cukup! Kau sudah menyelamatkan!" Karina ikut menangis di pelukan adiknya dan berusaha menenangkan adiknya tersebut.


"Tidak kakak! Aku gagal! Gagal! Sangat gagal! Akhhhh!!!..." selesai mengucapkan kata kegagalannya Dhika mengakhiri ucapannya dengan teriakan.


"Sabar Dhika! Berdoa saja semoga adikmu selamat! Uhuk! Semoga adikmu selamat dalam kecelakaan ini!" Karina meremas rambut Dhika saking emosionalnya.


"Ibu ada apa?" tanya Bimo yang tiba - tiba muncul entah dari mana bersama Ryan.


Karina langsung melepas pelukannya dan mengusap air matanya. Dia mendekati anaknya tersebut lalu memeluknya.


"Bimo... Ah! Pamanmu! Pamanmu! Mengalami kecelakaan! Huhuhu..." jawab Karina yang tidak kuat menahan tangisannya.


Ryan yang melihat situasi Karina sedang sedih merasa kasihan tapi dia memiliki masalah lain di dalam keluarganya. Ryan duduk di sebelah Dhika kemudian menepuk punggung Dhika yang masih menangis.


"Kenapa kau kesini?! Juga untuk apa kau membawa Bimo kesini?!" tanya Dhika yang masih mengeluarkan emosinya.


"Bimo yang memintanya bukan aku. Bimo mengatakan kalau perasaannya sedang tidak enak hari dan dia merasa kalau ada anggota keluarganya mengalami hal buruk sebab itu dia meminta kesini. Benar saja perasaan Bimo" jawab Ryan yang menjelaskan alasan dia datang ke rumah sakit Cemara.


Tangisan Dhika semakin keras mendengar penjelasan Ryan. Dhika menunduk menangis menutup wajahnya yang terliha buruk. Ryan mengusap punggung Dhika untuk menenangkan temannya tersebut.


"Kenapa paman Andi bisa kecelakaan,bu? Apakah ada orang memiliki dendam kepada paman Andi?" tanya Bimo yang meneteskan bulir air mata.

__ADS_1


"Ibu tidak tahu nak! Ibu hanya mengetahui pamanmu kecelakaan dan dia sekarang berada di ruang pemeriksaan" jawab Karina yang melepas pelukannya lalu mengusap air mata yang membasahi pipi anaknya.


Bimo tidak kuat menahan tangisannya langsung memeluk ibunya untuk melimpahkannya. Empat orang disana hanya bisa berharap kalau Andi selamat dan tidak meninggalkan trauma apa pun.


Dari lorong ada orang yang sedang berjalan mendekati Karina dengan wajah babak belur. Pria tersebut berdiri dihadapan Karina dan mengatakan sesuatu.


"Hahahaha... Ternyata mayatnya sudah sampai di rumah sakit".


Karina mendongakkan kepalanya melihat pria tersebut. Dhika yang melihat wajah pria tersebut langsung berdiri dan memukul wajah pria tersebut.


"Dhika! Apa yang kau lakukan?! Kenapa kau memukul Michael?!" tanya Karina mengenai tindakan spontan Dhika.


"Dialah pelakunya! Pria kurang aar ini pelakunya!" jawab Dhika yang hendak memukul Michael kembali tapi ditahan oleh Ryan.


"Jangan berkelahi disini Dhika! Ini rumah sakit! Biar aku bicara dengan kakak sepupuku!" ucap Ryan yang menyebutkan kalau Michael adalah kakak sepupunya.


"Iya! Aku adalah adik sepupunya! Tapi aku tidak pernah suka dengan mahluk itu! Dia selalu jahat kepadaku! Jangan salah paham Dhika! Aku dan dia bermusuhan juga!" Ryan membentak Dhika juga menjelaskan hubungan dia dengan Michael secara lebih jelas.


"Itu benar Dhika! Dia adalah sepupu kurang aar! Berani sekali dia mengejekku dihadapan semua keluarga! Dasar bajinan kau Ryan!" Michael membenarkan ucapan Ryan tadi.


Karina sangat terkejut dengan dua fakta yang dia dengat tadi. Dia masih tidak tahu apa penyebab adiknya dicelakai oleh Michael dan dia masih tidak paham tentang hubungan kakak adik sepupu tersebut.


Secara spontan Dhika memukul Michael lagi. Ryan menarik Dhika untuk menjauh dari Michael dan Dhika memberontak saat ditarik. Karina yang melihat dokter July dari kejauhan,dia langsung meminta Bimo untuk mencari dokter July dan mengatakan kalau masalah ini adalah masalah orang dewasa.


Bimo berlari menghampiri dokter July yang melihat perkelahian keluarga Bimo. Dokter July langsung mengajak Bimo masuk ke ruangannya untuk menenangkan anak kecil tersebut.


"Cukup! Kalian semua hentikan! Cukup jelaskan apa yang terjadi dan jangan adu fisik seperti ini!" ucap Karina yang menghentikan perkelahian tiga pria tersebut.

__ADS_1


"Dia pelakunya kak! Dialah semua dalang dari kejadian Andi bisa diperkosa oleh banyak orang!" Dhika menunjuk - nunjuk Michael sebagai pelakunya.


"Aku juga yakin Karina! Dia pelakunya! Aku tahu sifat sebenarnya dari mahluk ini! Dia itu ibis!" Ryan mendukung ucapan Dhika yang mengatakan Michael sebagai pelakunya.


"Mana buktinya kalau aku pelakunya?! Katakan Dhika!" Michael membentak dua orang yang mengatakannya sebagai pelaku dan meminta bukti.


"Tunggu sampai anak buahmu mengaku kau akan mti,Michael! Tunggu saja! Awas kau!" Dhika masih menyalahlakan Michael.


"Berhenti! Kita cari tahu pelakunya nanti setelah Andi sadar!" ucap Karina yang menghentikan perdebatan tiga pria tersebut.


Ketiganya menunduk malu mendengar ucapan Karina. Yang mereka lakukan sekarang adalah menunggu dan mengharapkan sebuah keajaiban dari tuhan untuk menyelamatkan nyawa Andi. Dhika semakin takut jika Hans mengetahui kondisi sugar babynya seperti sekarang untungnya Hans sekarang berada di luar negeri.


Dokter sama sekali belum keluar sama sekali dari ruangan tersebut setelah melakukan pemeriksaan selama tiga jam. Karina dan Dhika semakin mengkhawatirkan kondisi Andi yang lama sekali pemeriksaannya sedangkan kakak dan adik sepupu ini duduk berjauhan dan tidak menyapa satu sama lain setelah perdebatan tadi.


Beberapa menit kemudian dokter dan dua perawat keluar dari ruangan tersebut sambil menondorong bankar Andi. Empat orang yang menunggu tersebut terkejut melihat Andi yang dipindahkan ke ruang ICU dengan beberapa tubuh diperban dan dua tangannya sudah diinfus.


"Dokter! Bagaimana kondisi,Andi?!" tanya Karina yang menahan dokter yang membawa Andi.


"Mohon tunggu sebentar lagi nyonya Karina! Saya ingin melakukan beberapa pemeriksaan di ruang ICU karena ini berhubungan langsung dengan nyawa tuan Andi" jawab dokter tersebut yang kembali mengejar dua perawatnya yang sudah masuk ke ruang ICU.


Karina terduduk tidak percaya mendengar ucapan dokter tadi."Karena ini berhubungan langsung dengan nyawa tuan Andi" kalimat tersebut terus melayang dipikiran Karina. Dhika yang juga mendengar ucapan dokter tadi merasa tidak percaya. Kaki Dhika serasa lemas dan tidak kuat untuk diluruskan setelah mendengar ucapan dokter tadi. Ryan juga merasa kasihan melihat kondisi Andi tadi walaupun Ryan dan Andi kadang suka bertengkar tapi mereka masih memiliki rasa kasihan.


"Huhuhu... Bagaimana ini Dhika?! Aku tidak tahu harus melakukan apa lagi supaya Andi selamat!" Karina kembali menangis dengan perasaan pasrah dan frustasi.


MAKASI YANG SUDAH BACA DAN MAMPIR


Author ingin menyampaikan beberapa hal:yang pertama author mencari dulu informasi untuk penyakit yang di derita Andi untuk chapter selanjutnya melalui internet,yang kedua author minta maaf sebesar besarnya yang kadang membuat para riders bingung alur ceritanya dan kadang juga suka berubah maafkan author dan yang terakhir author merasa sangat bersyukur kalian masih mau membaca novel saya,terima kasih.

__ADS_1


To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>


__ADS_2