
Catatan penting: author sudah selesai merivisi chapter kemarin tapi kemungkinan besar agak lama riviewnya jadi author minta untuk bersabar,sekian terima kasih.
.........................
Mobil Karina akhirnya sampai di kediaman lama. Karina langsung berlari masuk ke rumah sang kakek kemudian disusul oleh Andi.
Saat mereka di dalam Karina melihat sang kakek sedang duduk di ruang tamu sambil menikmati tehnya. Kedua cucu tersebut langsung menghampiri sang kakek.
"Kakek! Bagaimana keadaan Ryan? Dimana dia? Apakah dia baik - baik saja?" tanya Andi yang bersimpuh dihadapan kakek Dito.
"Tumben sekali kau memanggilku kakek biasanya orang tua atau juga tua bang ka" kakek Dito enggan menjawab pertanyaan Andi.
"Ayolah kakek tua! Jangan bercanda dulu! Masalahnya kakak sedang mengkhawatirkan kondisinya Ryan" Andi menggoyangkan kedua kaki kakek Dito.
"Bukankah Ryan sudah mengatakan untuk tidak mengajak Karina kesini lalu kenapa kau mengajaknya kesini?" kakek Dito menyeruput tehnya.
"Bagaimana aku tidak bisa mengajak kak Karina?! Masalahnya kak Karina adalah orang yang paling mengkhawatirkan kondisi Ryan! Katakan kakek dimana keberadaan Ryan sekarang?!" Andi memegang kerah baju kakek Dito kemudian menggoyangkannya.
__ADS_1
"Tidak bisakah kau bersikap sopan sedikit saja Andi?! Jika kau ingin tahu dia dimana maka,kau harus bersabar dulu!" kakek Dito menepis pegangan kerah Andi.
"Sabarlah Andi! Jika kau terus emosian seperti ini mala kita tidak akan mendapatkan jawabannya" Karina menarik tangan Andi untuk menjauh.
"Saat ini Ryan sedang di rawat ruangan sebelah kamar kakek. Penyebab dia dirawat adalah gara - gara mantanmu Karina. Karena dia, Ryan harus babak belur dam untungnya tidak sampai koma" akhirnya kakek Dito memberitahu alasan kenapa Ryan menghilang selama dua hari ini.
Karina sangat terkejut setelah mendengar ucapan sang kakek. Hanya karena satu tindakan dia, Ryan harus menerima banyak luka dari Silver. Sebenarnya yang salah disini bukan hanya Karina melainkan Andi juga. Gara - gara dia yang menyuruh Ryan mencuri informasi secara terang - terangan Ryan harus dirawat. Jika saja Andi tahu kalau Silver adalah mantannya Karina maka dia tidak akan mengirim Ryan untuk menjalankan misi ini.
"Kakek! Apakah aku boleh melihat keadaan dia?" tanya Karina yang berusaha menahan tangisannya.
Karina hanya mengangguk paham kemudian berjalan mencari kamar yang dibilang kakeknya tadi dan ditemani oleh satu pelayan. Andi tampak kesal dengan ucapan sang kakek barusan.
"Kakek! Kenapa kakek tidak menyimpan nomorku? Kan aku cucu kakek!" tanya Andi yang kesal dengan sang kakek yang tidak menyimpan nomor teleponnya.
"Ehh.... kamu juga sama! Mana ada menyimpan nomor kakek?! Alasan saja kamu ini!" jawab kakek Dito yang tampak kesal.
"Aku menyimpan nomor kakek! Ini lihat tuh!" Andi menunjukkan ponselnya yang tertera nomor sang kakek lengkap dengan namanya.
__ADS_1
Kakek Dito hanya tersenyum saja dan melirik sediki ke arah pelayan yang mengantar Karina tadi. Dilihat Karina sudah menjauh barulah Andi berani bertanya alasan kenapa Ryan bisa jadi babak belur kepada kakek Dito.
"Kek! Katakan kenapa Ryan bisa jadi seperti ini? Aku tahu ini salahku juga tapi aku pikir masalahnya sudah selesai" Andi langsung mengalihkan topik pembicaraan.
"Jadi begini ceritanya Andi, masalah Ryan mencuri data itu sudah selesai karena kakek yang memalsukan informasi yang dimana seharusnya beritanya tentang pencurian data tapi kakek ganti jadi berita pemalsuan data. Kakek sengaja melakukan hal itu agar dendam yang ada pada Silver tidak bertambah sebab kakek sudah tahu kalau dia mantannya Karina. Alasan kenapa Silver menyerang karena Silver marah melihat Karina sudah memiliki kekasih baru. Yang kakek ketahui kalau si Silver ini masih mencintai Karina walaupun sudah Karina sudah menikah. Ryan sudah menceritakan apa yang terjadi pada dirinya saat dia sudah sadar".
"Saat itu Ryan sedang jalan - jalan di suatu taman dan tiba - tiba saja puluhan pasukan Silver mengepung Ryan kemudian menghajar seluruh tubuh Ryan. Tidak ada satu orang pun di taman tersebut ditambah perkelahian berlangsung selama empat jam. Saat perkelahian sudah selesai dua pasukan Silver membiarkan saja tubuh Ryan yang sudah babak belur tapi untungnya Ryan bisa melawan dan bisa menghindari cedera yang beresiko mengancam nyawa. Kemudian semua pasukam bubar barulah disana kakek memasuki taman tersebut dan mendapati Ryan sedang dalam keadaan pingsan. Melihat Ryan dalam keadaan mengenaskan langsung saja kakek angkut ke rumah dan merawatnya".
Kakek Dito kembali menyeruput tehnya sebab dia lelah sudah menceritakan apa yang menimpa Ryan dua hari yang lalu. Andi merenung sebentar setelah mendengar cerita kakek Dito.
"Apakah Silver mengatakan sesuatu sebelum atau sesudah perkelahian?" tanya Andi yang masih penasaran.
"Katanya Ryan ada sih. Silver mengatakan "kalau Ryan harus menjauh dari Karina karena dia tidak pantas dengan Karina" dan dia mengatakan jal seperti itu tepat sebelum perkelahian. Andi mengangguk paham dan dia harus memutar kembali otaknya untuk menjalankan rencana selanjutnya.
MAKASI YANG SUDAH MAMPIR DAN BACA
To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>>>>>
__ADS_1