Cafe And Restoran

Cafe And Restoran
Chapter 35: Kejadian yang menimpa Andi 1


__ADS_3

Michael telah melepaskan anak buahnya tersebut lalu menyerahkan sisanya kepada anak buahnya yang lain. Dia berjalan meninggalkan tempat sepi tersebut kemudian dia memasuki mobilnya dan menuju suatu tempat. Pandangan matanya sangat tajam melihat keluar jendela mobil.


"Aku akan mendapatkan Karina apapu caranya! Karena Karina hanya aku saja yang boleh memilikinya tidak ada yang lain! Termasuk Ryan!" batin Michael dalam hati yang mengatakan kalau Karina hanya miliknya.


"Tuan Michael! Selanjutnya kita apakan Andi? Apakah kita biarkan dia begitu saja? Bisa saja dia bangun dengan segera dan itu akan mengancam rencana anda selama ini" tanya supir mobil Michael yang membahas tentang Andi.


"Dia bangun masih sangat lama karena aku memberikan obat tidur jangka lama dan itu akan membuat dia tenang sejenak. Masalah yang sekarang adalah menemukan barang tentang diriku yang telah disembunyikan oleh Andi, sial! Bagaimana dia bisa begitu mudah menemukan informasi tersebuy?!" jawab Michael yang sangat kesal dengan Andi dan memukul pintu mobil sebagai pelampiasan.


"Apakah tuan Andi memiliki anak buah atau pasukan ? Kalau dia punya pasti salah satu anak buahnya membawa barang tersebut atau mungkin dia menitipkannya pada orang kepercayaannya tapi bukan termasuk orang - orang dalam lingkup dia" usul supir mobil Michael yang membantu tuannya tersebut menemuka solusi.


"Kau benar! Tapi siapa orang tersebut? Apakah dia orang terkenal? Atau tidak? Hei kamu! Cari informasi orang - orang yang pernah berhubungan dengan Andi! Kita harus menemukan barang itu secepat mungkin" Michael tertawa kecil setelah menyelesaikan ucapannya.


"Laksanakan pak bos!" supir mobil Michael menerima misi yang dikatakan oleh tuannya tersebut.


Michael kembali melihat pemandangan melalui kaca mobil. Dia berjanji akan menemukan barang itu apapun caranya sebab barang itu berhubungan langsung dengan rencananya mendapatkan Karina yang selama ini. Kemudian di pinggir persimpangan jalan kota AA ada seseorang berjas hitam,celana hitam,sepatu hitam dan bertopi warna hitam memperhatikan mobil Michael.


Orang tersebut bisa melihat Michael menatapnya lalu orang tersebut menaikkan sedikit topinya untuk memperlihatkan wajahnya kepada Michael. Dengan terkejutnya Michael menempelkan kedua tangannya di kaca mobil untuk memastikan penglihatannya kepada orang yang berdiri di pinggir persimpangan tersebut.


"Itu... Itu Hans?! Apa benar itu dia?! Kenapa dia ada di kota ini?! Seharusnya dia masih menyelesaikan misinya di negara G namun bagaimana mungkin dia bisa disini?" tanya Michael dalam hatinya yang dimana matanya melihat seseorang tersebut adalah Hans.


Mobil Michael kembali melaju sedikit lebih cepat dan melewati Hans yang tersenyum tipis. Hans membuka topinya dan mengangkat papan tulisan yang bertuliskan "Thank you for give me the best present". Michael bingung dengan maksud papan tulisan tersebut dan dia kembali menghadap depan lalu memikirkan maksud tulisan tersebut.


"Bodo! Sekali kau Michael! Apa kau tidak tahu? Kau telah menyiksa kesayangan tuan Hans yaitu my sugar baby" ucap Hans yang geleng - geleng kepala melihat mobil Michael menjauh.


UNTUK PARA RIDERS TERCINTA AUTHOR AKAN FLASHBACK BAGAIMANA KEJADIAN ANDI BISA DISIKSA JADI SELAMAT MENIKMATI:).

__ADS_1


Kita kembali ke dua hari sebelumnya di siang hari yang dimana Andi sedang di apartementnya dan memeriksa informasi tentang Michael. Dia masih tidak percaya tentang informasi yang dia dapatkan tersebut.


"Apakah ini benar?! Kalau ini benar berarti benar saja Michael adalah orang seperti ini bahaya sekali untuk kak Karina. Tunggu dulu! Michael adalah orang berpengaruh... Mungkin saja anak buahnya sudah mencariku sekarang dan dimana aku menyembunyikan informasi ini?" Andi yang sibuk dengan kertas - kertas yang berisikan tentang informasi mengenai Michael.


Andi merapikan kertas - kertas tersebut kemudian menumpuknya dan memasukkannya ke suatu kotak berwarna hitam yang dimana kotak tersebut sudah diisi dengan flashdisk. Selesai memasukkan semua barang tersebut Andi segera naik rooftop apartementnya.


Di rooftop sudah ada Hans yang menunggu dia disana. Hans menoleh ke jam tangannya yang menunjukkan pukul satu siang lebih sepuluh menit. Akhirnya yang dinanti pun tiba, Andi berlari dengan membawa kotak hitam yang sudah terbungkus dengan sangat rapat.


"Apa ini baby? Kenapa kau memberikanku ini?" tanya Hans yang menerima kotak hitam tersebut dan melihat setiap sisi kotak tersebut.


"Kotak ini berisi segala informasi mengenai Michael dan kau harus menjaga informasi ini! Dan setelah daddy sampai di tempat tujuan daddy harus membuka kotak ini dan baca setiap informasi yang ada di kotak itu juga ada pesan pribadi dariku di kotak itu! Tunggu aba - aba dariku baru kita berikan pada kak Karina" jawab Andi yang menjelaskan isi kotak tersebut.


"Apa baby tidak jadi ikut dengan daddy? Masalahnya daddy akan sangat lama di luar negri" Hans menyentuh pipi kanan Andi.


"Tidak apa - apa daddy! Daddy pergi saja! Baby bisa jaga diri kok! Jangan khawatir" Andi memegang tangan Hans yang menyentuh pipinya tadi dan meyakinkan sugar daddynya tersebut.


Di kamar apartementnya Andi sedang berbicara dengan seseorang melalui sambungan telepon. Mereka membahas sesuatu dengan sangat serius.


"Dengar baik - baik ini Pio! Selama aku tidak memegang komando langsung kau dengarkan komando langsung dari Hans,mengerti?".


"Mengerti tuan Andi! Lalu... Bagaimana saya menghubungi tuan Hans? Saya tidak memiliki nomornya ?".


"Tenang saja Pio! Ponsel yang aku gunakan sekarang bukan milikku melainkan cadangan saja dan ponsel yang asli sudah ada di tangan Hans. Sekarang kau paham perintahku?".


"Paham tuan Andi! Semoga tuan Andi selamat!"

__ADS_1


"Terima kasih Pio!".


Perbincangan telepon itu pun selesai. Andi mengantungi ponselnya tersebut kemudian kembali sibuk pada laptopnya yang dimana di layarnya tersebut banyak titik merah yang bergerak ke arahnya. Bukannya takut Andi malah merasa senang bisa melihat titik merah tersebut.


Andi menutup laptopnya kemudian menyembunyikan di suatu tempat khusus. Setelah menyembunyikan laptopnya tersebut Andi menyalakan televisinya dan menonton acara televisi yang sedang disiarkan.


Setengah jam kemudian pintu apartement Andi didobrak oleh segerombalan orang yang dipimpin oleh Michael. Andi langsung memulai akting paniknya tersebut agar tidak dicurigai oleh pihak musuh karena tragedi ini Andi sudah memperhitungkannya.


"Angkat tangan Andi! Atau kau pilih nyawamu melayang!" tanya Michael yang menodongkan senjata apinya ke arah Andi.


Tanpa pikir panjang Andi langsung angkat tangan sesuai yang dikatakan oleh Michael. Para anak buahnya langsung menyebar mencari sesuatu di setiap sudut ruangan tersebut. Mereka membongkar,merusak,bahkan mengambil yang dianggap mencurigakan. Michael mendekati Andi yang terdiam mengangkat tangannya.


"Katakan dimana kau menyimpan informasi tentang diriku? Katakan!" tanya Michael yang mengarahkan senjata apinya di dekat kepala Andi.


"Aku tidak tahu apa yang kau maksud itu, informasi apa? Memang benar aku mencari informasi mengenai dirimu tapi apa yang kau maksud itu?" jawab Andi dengan kebohongan besarnya.


"Jangan macam - macam denganku Andi! Aku tahu kau orangnya! Jawab saja pertanyaan yang tadi!" Michael tidak segan - segan menampar pipi halus Andi.


"Sudah aku katakan aku tidak tahu! Apa masih belum paham?" Andi tetap memberikan jawaban yang sama sehingga membuat Michael sangat kesal.


"Awas kau Andi ! Aku tidak akan mengampunimu!" Michael langsung memberikan ancaman lalu berdiri di dekat leher Andi dan mengantungi senjatanya.


"Awas apa Mich-- ael! Akh! Apa yang kau suntikkan kurang ajar?!" Andi yang hendak menanyakan maksud Michael tapi disuntikkan sebuah obat di lehernya dan Michael tersenyum melihatnya.


Andi jatuh terduduk memegangi bagian leher yang bekas disuntik tadi. Nafas Andi tiba - tiba saja menjadi sangat cepat dan tidak terkontrol. Kemudian Andi pingsan sambil memegangi lehernya. Anak buah Michael langsung menggendong adik Karina tersebut.

__ADS_1


MAKASI YANG SUDAH MAMPIR


To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>>


__ADS_2