
Karina sangat khawatir dengan kondisi adik bungsunya. Si bungsu selalu sial dalam menjalin hubungan mulai dari selingkuh,rasa bosan, hanya jadi alat pemuas dan lain sebagainya.
Dhika berusaha menghubungi ponsel Hans tapi belum mendapatkan panggilan sama sekali. Ryan memberikan segelas air kepada Andi. Namun,gelas tersebut langsung dibanting oleh Andi yang hampir mengenai kakak pertamanya. Untungnya Ryan menarik tubuh Karina sehingga tidak mengenainya.
"Terima kasih Ryan".
"Sama - sama. Sekarang bagaimana kita menyembuhkan Andi?" Ryan juga ikuk mengkhawatirkan kondisi Andi.
"Aku tidak tahu... Aku juga bingung harus bagaimana lagi,huhuhuhu..." Karina membalikkan badannya kemudian memeluk tubuh Ryan dan mulai menangis.
Ryan sangat terkejut melihat tindakan Karina terhadapnya. Bimo hanya tersenyum kecil sambil sedikit melirik kedua dua orang yang berpelukan. Dhika menepuk jidatnya dan geleng - geleng kepala melihat dua orang tersebut.
"Kita harus bagaimana,Ryan?... Huhuhuhu... Aku sangat bingung... Huhuhuhu..." ucap Karina yang mengeratkan pelukannya.
Ryan yang ingin membalas pelukannya tapi tertahan akan rasa takutnya. Dia tidak berani memeluk balik Karina karena takutnya Karina akan salah paham. Namun, Bimo mengambil tangan Ryan kemudian melingkar tangan Ryan di sekitar punggung Karina. Melihat jalur yang dibuat Bimo, Ryan memberanikan diri untuk memeluk Karina.
"Tenanglah... Kita akan cari solusinya sama - sama" jawab Ryan yang mengelus punggung Karina.
__ADS_1
"Apa kau bisa melakukannya?" tanya Karina dengan wajahnya yang habis menangis.
"Aku akan usahakan! Sekarang tenanglah" jawab Ryan yang menenggalamkan Karina ke pelukannya.
...****************...
Sekarang kita abaikan dua orang yang sedang berpelukkan. Mari kita kembali ke waktu sebelumnya yang dimana Hans melakukan bercocok tanam. Sebenarnya Hans tidak melakukan bercocok tanam secara sadar tapi itu semua pengaruh obat.
Jadi, Hans ini sedang berada di luar negri yang dimana dia menemui orang tuanya. Orang tuanya menyambutnya dengan sangat baik. Hans juga sangat merindukan orang tuanya yang sudah hampir tiga tahun tidak bertemu.
Di rumah lamanya, Hans menceritakan semua kejadian selama tiga tahun kemarin tapi dia paling bersemangat saat menceritakan tentang Andi. Orang tua Hans mengetahui anaknya adalah penyuka sesama jenis. Sang ibu tidak mempermasalahkan Hans menjadi seorang gay asalkan dia menemukan pasangan yang membuat dia bahagia,bertanggung jawab,dan selalu ada di waktu atau kondisi apapun. Sayangnya sang ayah tidak menyetejui anaknya menjadi seorang gay karena jika Hans menikah sesama jenis maka, mereka tidak bisa mendapatkan keturunan. Ayah Hans selalu memperkenalkan Hans dengan berbagai wanita mulai dari cantik,cerdas,seksi, kaya,dan berbagai macam lainnya. Tapi Hans selalu menolak karena tidak ada rasa ketertarikan.
Hari ini Hans harus menemui rekan bisnis ayahnya untuk membahas proyek baru di sebuah kafe. Hans sudah menunggu selama dua puluh menit dari jam yang ditentukan. Rekan bisnis ayahnya baru datang setelah empat puluh menit dan yang datang bukan rekan ayahnya melainkan putrinya.
"Halo tuan Hans! Maaf atas keterlambatan saya perkenalkan nama saya Nika" ucap wanita yang bernama Nika tersebut dan mengeluarkan tangannya.
"Lain kali datanglah lebih awal dan jangan berdandan seperti tante" Hans tidak membalas uluran tangan Nika.
__ADS_1
Wanita tersebut hanya tersenyum melihat reaksi Hans. Pembahasan proyek dimulai tapi selama pembahasan Hans merasa tidak nyaman karena Nika terus mendekat padanya. Hans berusaha mengusir Nika tapi wanita itu tidak bergeming sama sekali.
Hans memutuskan untuk pindah tempat duduk saja untuk menghindar dari wanita genit itu. Terpaksa Hans harus bertahan sampai pembahasan proyek ini selesai.
...----------------...
Pembahasan tersebut berlangsung selama satu jam lebih dan Hans sudah tepar mendongakkan kepalanya. Saat penglihatan Hans melihat ke atas dengan segera Nika menaruh bubuk obat perangsang ke minuman Hans.
"Tuan Hans anda kelihatan sangat lelah... Bagaimana kalau kita bersulang dulu" ucap Nika yang mengangkat gelasnya.
Hans yang sudah kelehan hanya bisa menurut. Tangan Hans mengambil gelas minumannya kemudian mendetingkannya dengan milik Nika. Hans meminum habis minumannya dan Nika hanya tersenyum licik melihat Hans.
"Kenapa kepala saya tiba - tiba pusing? Ehh... Akh!".
"Biar saya bantu anda! Ayo lewat sini!" Nika memapah tubuh besar Hans menuju suatu tempat.
BESOK LAGI GUYSSSSSS
__ADS_1
MAKASI YANG SUDAH MAMPIR DAN BACA
To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>