Cafe And Restoran

Cafe And Restoran
Chapter 58: Ujung - ujungnya Hiro yang mendapatkan Andi


__ADS_3

"Wanita itu bukan tunanganku! Aku tidak pernah setuju bertunangan dengan wanita tidak tahu malu itu ayah!" jawab Hans dengan lantang.


Semua para tamu disana langsung membicarakan ucapan Hans barusan. Terlihat jelas ayah Hans sangat marah setelah mendengar ucapan putranya. Tanpa rasa takut sama sekali Hans berjalan ke dekat panggung tapi langsung ditahan oleh Hiro.


"Permisi tuan Hans! Dari pada mengatakan tunanganmu yang tidam tahu malu lalu kenapa anda tidak bercermin? Apakah anda tidak punya cermin? " ucap Hiro yang berdiri dihadapan Hans.


"Lebih anda menyingkir tuan Hiro!" jawab Hans dengan nada bicara menyeramkan seperti monster.


Lagi - lagi para tamu disana membicarakan perdebatan dua tuan muda tersebut. Banyak yang memulai taruhan siapa yang akan menang diantara dua tuan muda tersebut.


"Hei tuan Hans! Tunangan anda menunggu anda! Tidak baik meninggalkan seorang wanita sendirian!" teriak Ryan dengan ditambah bumbu sindiran.


"Itu benar tuan Hans! Lebih baik temani nona Nika saja" Andi mendukung ucapan Ryan.


Hans sangat frustasi sampai mendorong Hiro. Dia tetap menerobos naik ke atas panggung. Ada para staff yang berusaha menahan Hans tetapi diterobos oleh Hans. Seperti orang yang lepas kendali Hans langsung memeluk pinggang Andi.


"Lepaskan Hans! Hei! Lepaskan Hans! Siapapun tolong aku!" ucap Andi yang mendorong tubuh Hans dan meminta bantuan kepada kru acara.


Dhika langsung turun tangan menolong adiknya. Karina meminta Ryan untuk menolong Andi. Dengan segera dua pria tersebut memegangi kedua tangan Hans. Tanpa aba - aba sama sekali Andi menodongkan pis tol ke arah kepala Hans.


"Tembak aku jika kau berani!" ucap Hans yang menantang Andi.


"Dengar baik - baik Hans! Aku tidak pernah takut kepadamu jadi aku sarankan sebelum aku menarik pelatuk sebaiknya kau turun dari atas panggung" jawab Andi dengan tatapan tajam.


"Aku tidak akan turun sebelum kau memaafkan aku! Aakhhh!!!..." Hans menggerakkan tubuhnya ke kanan dan kiri agar bisa melepaskan diri.


Sayangnya kekuatan Dhika dan Ryan lebih besar karena mereka berdua sering ngegym. Mereka berdua menarik Hans untuk turun dari atas panggung.


"Untuk ayahnya Hans sebaiknya jaga putra anda baik - baik jika tidak aku akan menyebarkan rahasia perusahaanmu selama ini" ucap Andi di dekat mic dengan penuh senyuman.


Dhika tertawa keras mendengar ucapan Andi tersebut. Ayahnya Hans langsung merasa panik mendengar ancaman Andi.

__ADS_1


Perusahaan Dhika terkenal menyebarkan berita - berita tentang rahasia perusahaan,tokoh terkenal,dan hal lainnya. Jika media keluarga Cyndria sudah mengeluarkan berita maka,berita tersebut dianggap mutlak kebenarannya oleh masyarakat luas.


Hiro berjalan naik ke atas panggung untuk menerima sample biru tersebut. Tapi tidak semudah itu menawar harga dengan Andi.


"Berapa yang kau inginkan?" tanya Hiro yang sudah siap - siap dengan beberapa kartu atmnya dan tiga black cardnya.


"Berikan tiga black cardmu dan...


... Berapa jumlah nominal yang ada di kartu atmmu?" jawab Andi dengan cepat mengambil tiga black card Hiro.


"Totalnya sekitar...... Lima puluh triliun lebih aku juga lupa berapa nominal pastinya".


"Baiklah aku ambil dua nanti kau katakan passwordnya saat kita di belakang".


"Ambil saja baby! Selain aku mendapatkan sample birumu aku juga mendapatkan perancangnya,muachh..." Hiro memeluk pinggang kemudian mendaratkan satu ciu man di dahi Andi.


Sontak semuanya bersorak melihat adegan tersebut. Kakek Dito hanya menepuk jidatnya. Karina dan Kaila tertawa melihat adegan tersebut dan di belakang panggung dua pria tersebut masih menceramahi Hans.


Andi be like saat dici um sama Hiro: "Kok balikan sama mantan sih?! Ini kakek tua untuk apa dia berbicara seperti tadi?! Apa dia tidak tahu kalau pria yang dihadapan cucunya ini adalah mantan pertamanya yang sulit terlupakan?! Kakek kurang ajar!".


Author be like:" yoh ndk tau kok nanya saya hmm...".


Andi berusaha tetap terlihat romantis dihadapan Hiro dan para penonton. Tangan Andi menjalar ke atas menyentuh pipi kanan Hiro. Lagi - lagi para penonton berteriak melihat adegan tersebut. Hiro mendekatkan mulutnya di telinga Andi kemudian berbisik,


"Aktingmu masih sama Andi! Jika kau ingin mencari sesuatu di perusahaanku tidak perlu repot - repot membuat acara seperti ini kau tinggal datang saja ke hadapanku kalau tidak aku akan membuat kau menyesal".


Untuk sekian lamanya Andi merasa takut kembali. Setelah mendengar bisikkan Hiro,tangan kiri langsung meremas jas Hiro.


Setelah pembukaan yang agak sedikit kacau tadi para tamu di gedung tersebut mulai berdansa. Para band harmoni memainkan lantunan musik yang indah sehingga membuat siapapun ingin berdansa. Bukan hanya lantunan musik yang menarik para tamu tapi juga hidangan yang disajikan menggugah selera para tamu. Acara terus berlanjut.


...****************...

__ADS_1


Mari kita beralih ke belakang panggung yang dimana Dhika masih memberitahu rencana Andi sebenarnya kepada Hans. Kemudian datanglah Karina dan Kaila menghampiri pasangan masing - masing.


"Bagaimana sayang? Apakah Hiro berhasil mendapatkan sample biru itu?" tanya Dhika kepada Kaila.


"Ya dia berhasil! Dan berhasil mendapatkan Andi juga" jawab Kaila yang memeluk tangan kiri Dhika.


"AKHHH!!!... AKU TERLAMBAT! SIAL!!!" teriak Hans yang merasa menyesal.


"Heh! Jangan berteriak kau ini! Nanti kedengaran Andi!" Ryan memperingatkan Hans.


"Bagaimana aku tidak kesal,Ryan?! Aku telat! Aku telah melukai dia! Bagaimana permintaan maafku diterima,Ryan?!" tanya Hans yang secara perlahan meneteskan butir air mata.


"Dengar baik - baik ini Hans! Andi memiliki maksud lain menjalankan rencana ini!" Dhika sedikit meninggikan nada bicaranya.


oke guys mari kita dengarkan perdebatan Hans dan Dhika.


"Apa memangnya?! Kenapa dia selalu melukai diri dia sendiri demi hal yang ingin dia capai?! Katakan Dhika!".


"Andi sengaja menjalankan rencana ini supaya bisa mengungkap pencu cian uang di perusahaan Hiro yang juga masih berhubungan dengan dua pejabat dan tunanganmu itu".


"Hah?! Apa maksudmu?! Kenapa Andi penasaran sekali dengan masalah itu?!".


"Sebab tiga hari yang lalu saat Andi akan melakukan rapat dengan perusahaan tunanganmu itu dia merasa janggal dengan jumlah modal dan keuntungannya maka dari itu dia menyelidikinya".


"Kenapa tidak suruh orang lain saja?! Kenapa harus dia sendiri,Dhika?! Katakan!".


"Ini keinginan dia sendiri kalau ini sudah keinginan dia, tidak ada yang bisa menghentikkan dia sama sekali".


"Lalu kenapa dia harus mengusirku?! Menghindariku?! Ada apa?!".


"Karena dia tidak ingin memiliki hubungan apapun denganmu lagi dan dia tidak ingin menghubungimu lagi".

__ADS_1


MAKASI YANG SUDAH MAMPIR DAN BACA


To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>


__ADS_2