Cafe And Restoran

Cafe And Restoran
Chapter 85: Bibi Rosie kurang menerima Karina


__ADS_3

Catatah dari author: kalau ceritanya mulai ngelantur dan banyak typo itu tandanya author nulis dalam keadaan mengantuk. Contohnya seperti kemarin author aja ndk ingat kalau author ngetik penjelasan Andi kemarin terus author banyak typo belakangan ini dan lagi kalimatnya kurang sempurna karena authot lupa nambahin sekali lagi author minta maaf ya guyss


Ryan memijat pelipisnya sebentar setelah mendengar cerita Andi. Jika Andi cerai maka, rencananya akan hancur total untuk menjatuhkan Hiro dan Nika.


"Andi! Menurutku Hiro menceraikanmu bukan karena kau selingkuh deh" ucap Ryan yang mulai terpikirkan sesuatu.


"Lalu? Karena apa?" tanya Andi yang memiringkan kepalanya sedikit.


"Mungkin karena dia sudah tahu rencanamu yang sebenarnya" jawab Ryan dengan penuh keyakinan.


Andi mulai berpikir kembali. Jika benar ucapan Ryan pastinya Hiro sudah mengutus seseorang untuk mengintai Andi. Tapi nyatanya selama Andi melakukan kegiatannya seperti biasa tidak ada yang mengikuti atau memang Andinya yang tidak sadar.


"Tahu ah! Malam ini bantu aku mencuri data di kantornya Hiro" ujar Andi yang mengacak - acak rambutnya.


"Masa cuman kita berdua?" Ryan kurang menerima rencana Andi tersebut.


"Ada Ryaiden yang ikut, ya sudah! Temui aku nanti jam delapan malam besok dan kau cukup membawa alat - alat untuk mencuri" Andi beranjak pergi meninggalkan restorannya Ryan.


Ryan sebenarnya tidak ingin ikut campur dalam kasus ini tapi kasus ini juga menyangkut ayahnya. Jadi Ryan hanya bisa mengikuti saja.


Bibi Rosie sedikit curiga dengan perbincangan Ryan dengan Andi tadi. Di dalam hatinya bibi Rosie mengatakan kalau Ryan menyembunyikan sesuatu. Ryan berjalan menuju meja yang ditempati bibi Rosie dan paman Niki.


"Siapa tadi?" tanya bibi Rosie yang melihat ke arah Ryan.


"Adiknya Karina" jawab Ryan dengan singkat.


Bibi Rosie sengaja tidak bertanya mengenai topik pembicaraan mereka karena dia sudah tahu kalau Ryan tidak akan menjawabnya dengan jujur. Ryan mulai khawatir dengan rencana Andi yang belum matang sama sekali.


"Kapan Karina pulang?" bibi Rosie langsung mengalihkan topik pembicaraan.

__ADS_1


"Sekitar jam tujuh malam kadang juga sampai jam sepuluh jadi aku harus membawa Bimo ke rumah" Ryan berusaha menahan rasa khawatirnya agar sang bibi tidak semakin curiga.


"Karina berapa saudara?".


"Tiga, Karina anak pertama,adiknya yang pertama bernama Dhika,dan adiknya terakhir namanya Andi yang tadi itu bi".


"Hmmm... Karina kerja apa? Pendidikannya sampai tingkat apa?".


"Dia punya usaha kafe kebetulan kafenya bersebelahan dengan restoranku, dia juga seorang direktur rumah sakit cemara. Kalau pendidikannya yang pernah aku dengar sampai kuliah s - tiga".


Bibi Rosie langsung tersedak minumannya mendengar jawaban Ryan. Tapi belum sampai disitu bibi Rosie kembali bertanya mengenai Karina.


"Orang tuanya kerja apa? Bagaimana dengan adik - adiknya?".


"Orang tuanya sudah meninggal sejak Karina berusia tujuh tahun. Maksud adik - adiknya?".


"Bibi bertanya apakah dua adiknya sudah punya kekasih? Kerja dimana? Terus tingkat pendidikannya bagaimana?".


"Okey! Apa Karina bisa memasak? Apa bisa beres - beres rumah? Bisa jaga anak?".


"Semuanya dia bisa! Namanya juga ibu anak satu".


"Terus apakah Karina pernah menikah? Dimana suaminya?".


"Ya dia pernah menikah dan suaminya meninggal karena terkena serangan jantung".


"Ryan! Bibi hanya ingin memberitahumu untuk tidak menemui kembali wanita anak satu itu sebab masyarakat akan mencemoohmu".


"Kenapa bibi berkata seperti itu? Aku kira bibi sudah menerima Karina sepenuhnya ternyata cuman setengahnya".

__ADS_1


"Ryan! Berpikirlah Ryan! Besok kau saat sudah menikah masyarakat mulai menilaimu,mulai bercakap - cakap denganmu, dan saat ditanya "apakah Bimo anakmy?" apa yang akan kau jawab Ryan?".


"Tentu saja aku jawab iya! Dia anakku! Kenapa bibi memikirkan hal yang tidak - tidak? Karina adalah wanita yang sangat sempurna di dunia ini. Terserah orang - orang ingin berkomentar apa! Apakah jatuh cinta dengan seorang janda itu sebuah kesalahan? Apakah wanita yang ditinggal meninggal suaminya tidak boleh bahagia?!. Seorang wanita berhak untuk bahagia! Termasuk janda! Dengar baik - baik ini bibi! Aku menjalin hubungan dengan Karina berdasarkan ketulusan ikhlas,berdasarkan cinta,dan berdasarkan hati masing - masing. Yang aku inginkan dari hubungan ini adalah menjaga Karina dan Bimo,menyayangi Karina dan Bimo, membahagiakan Karina dan Bimo dan masih banyak lagi. Jadi,bibi jangan coba - coba untuk mengomentari Karina dengan ucapan yang tidak - tidak".


Ryan terlihat sangat kesal dengan ucapan sang bibi. Dirinya mengira sang bibi sudah menerima Karina namun nyatanya belum sama sekali gara - gara status Karina yang seorang "janda". Bibi Rosie berhenti makan.


"Ryan sebaiknya kau pikirkan ini baik - baik! Apakah keluarga suaminya Karina menerima Karina memiliki pacar lagi? Apakah dia rela melepaskan Karina demi pria lain?".


"Keluarga suami Karina sudah tidak peduli lagi dengan Karina dan Bimo. Disini lah tugasku bi! Yaitu membahagiakan mereka berdua! Aku tidak peduli Karina seorang janda atau tidak asalkan dia tetap bahagia bersama sang anak".


"Kau keras kepala sekali Ryan! Bibi pulang dulu,permisi" bibi Rosie menarik tangan suaminya lalu mereka berdua pergi dari sana.


Ryan mengepal erat kedua tangannya. Tanpa disadari oleh Ryan ternyata Bimo mendengar semua pembicaraan Ryan dengan bibi Rosie. Bocah tersebut mendapatkan perasaan tersentuh dari ucapan Ryan dan perasaan sakit dari bibi Rosie. Bimo duduk dihadapan Ryan kemudian menggenggam salah satu tangan Ryan.


"Paman! Terima kasih sudah membela aku dan ibu, Bimo merasa tersentuh mendengarnya" ucap Bimo dengan nada bicara lesu.


"Apakah kau mendengar semuanya?" tanya Ryan yang mulai khawatir dengan perasaan Bimo.


"Bimo dengar! Tapi... Bimo merasa senang karena paman tetap membela Bimo dan ibu" jawab Bimo yang kembali tersenyum.


"Bimo..... Paman berusaha membuat ibumu dan dirimu bahagia!" Ryan mengatakannya dengan penuh tekad.


"Paman.... Bimo ingin paman menjadi ayah Bimo yang kedua,apakah paman bisa melakukannya?".


SUDAH AKHIR BULAN SAJA AUTHOR INGIN MENGUCAPKAN KEPADA PARA PEMBACA


TERIMA KASIH BANYAK TELAH MEMBACA NOVEL INI DAN TETAP SETIA WALAUPUN JUMLAH PEMBACANYA TIDAK MENINGKAT TAPI AUTHOR TETAP SENANG KARENA PARA READERS TETAP MEMBERIKAN DUKUNGAN KEPADA AUTHOR,MAKASI SEMUANYA LOVE YOU♡


EH BTW KASI NAMA SHIP UNTUK KARINA DAN RYAN DONG,AUTHOR NDK KEPIKIRAN NAMA YANG BAGUS

__ADS_1


MAKASI YANG SUDAH MAMPIR DAN BACA


To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>


__ADS_2