
"Apa katamu tadi? Obat penawarnya sudah dimasukkan?..." tanya Michael dengan nada ketakutan.
Andi tersenyum miring mendengar suara Michael yang ketakutan. Hans mengeluarkan beberapa kertas yang berisi bukti data obat - obatan terlarang Michael.
"Kau lihat ini? Apa sekarang masih menyangkalnya?! Katakan Michael!" Hans menunjukkan semua lembaran tersebut dihadapan Michael.
"IYA! Aku pelakunya! Puas kalian semua?!" Michael akhirnya mengatakan kalau dialah pelakunya.
Karina sangat terkejut mendengar perkataan Michael terkecuali orang - orang yang sudah mengetahui kejahatannya dari awal. Michael meronta - ronta hingga ia dapat melepaskan diri. Dua polisi tadi langsung mengejarnya. Hans hanya tersenyum melihat aksi pelarian Michael.
"Tuan Hans! Apakah kita harus membiarkan dia kabur?" tanya ketua polisi tersebut.
"Tidak perlu khawatir karena rumah sakit ini sudah dikepung" jawab Hans dengan bangganya.
"Lalu bagaimana dengan para pasien,dokter dan yang lainnya?" Karina mulai khawatir jika Michael akan lolos.
__ADS_1
"Jangan khawatir Karina! Semua akan baik - baik saja sebab Dhika yang memimpin pasukan" Ryan mengelus pelan pundak Karina agar lebih rileks.
Michael berlari semakin kencang tapi dia merasakan keanehan dari rumah sakit Cemara. Tidak ada satu pun manusia berlalu lalang kecuali dia saja. Michael kebingungan dengan apa yang terjadi sekarang. Hingga sampai pada pintu utama rumah sakit Michael melihat kerumunan manusia dengan mengenakan jas hitam.
"Akh! Kenapa ada Dhika yang menjaga?! Pasukan dia juga sangat banyak" Michael merasa kesal melihat Dhika yang berdiri di depan tangga rumah sakit.
Michael merasakan dua polisi tersebut semakin dekat. Terpaksa dia harus menerobos pasukan Dhika. Michael akhirnya keluar dari rumah sakit tapi semua pasukan Dhika belum ada yang bertindak sama sekali. Michael semakin bingung dengan kondisi rumah sakit sekarang. Dhika mengangkat megaphonenya kemudian mengatakan,
"Michael menyerahlah! Semua kejahatanmu sudah terbongkar! Lebih baik kau menyerah!".
"Kau menyerah atau tidak?!" tanya Dhika kepada Michael.
"Penjahat mana yang mau mengakui kesalahannya?! Aku tidak akan menyerah! Aku sudah mengakui kesalahanku tadi! Jadi kalian pergilah!" Michael meninggikan suara agar dapat di dengar oleh Dhika.
"Apa kau yakin? Kau yang menyerah atau kami yang menangkapmu?" Dhika kembali menanyakan keputusan Michael.
__ADS_1
"Apa kau tuli,Dhika?! Berapa kali aku harus katakan?! Aku tidak-- akh..." Michael yang belum menyelsaikan jawabannya tiba - tiba pingsan.
Dhika memberikan tanda jempol kepada si pelaku yang merupakan Bimo. Si bocah manis tersebut sudah membius Michael dengan menggunakan obat buatan Michael. Cara yang digunakan adalah dengan cara menyuntik langsung obatnya di kaki Michael. Dosis yang digunakan lumayan banyak supaya Michael tidurnya lebih lama.
Pihak kepolisian langsung menyeret badan Michael kemudian memasukkannya di mobil. Ketua polisi melakukan jabat tangan kepada Hans sebagai tanda terima kasih. Hans juga merasa bersyukur bisa membantu pihak kepolisian dan mengungkap kejahatan Michael. Karina yang berlari keluar rumah sakit bisa melihat Dhika dengan pasukannya. Semua pasukan Michael langsung menundukkan kepalanya sebagai simbol menghormati Karina.
"Angkat kepala kalian semua" ucap Karina yang berhenti di anak tangga kedua.
Pasukan Dhika langsung mengangkat kepalanya. Karina melanjutkan menuruni tangga dan menanyakan apa yang terjadi. Dhika langsung menjelaskan semuanya yang dimulai dari penyelidikan,pencaran bukti,dan lain - lainnya. Karina bisa memahami situasi sekarang setelah dijelaskan oleh Dhika.
Pihak kepolisian melajukan mobil ke jalan raya diikuti oleh tiga puluh pasukan Dhika. Semuanya bernafas lega setelah si pelaku tertangkap.
MAKASI YANG SUDAH MAMPIR DAN BACA
To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>
__ADS_1