Cafe And Restoran

Cafe And Restoran
Chapter 99: Pergi jalan - jalan


__ADS_3

Karina duduk di sebelah Ryan sedangkan sang adik duduk di sebelah keponakan Ryannya. Belum ada pembicaraan dimulai karena masih ada merasa canggung dengan tindakan mereka tadi. Untuk menghilangkan rasa kecanggungan tersebut Ryan memutuskan untuk bicara duluan.


"Kenapa kalian berdua datang ke restoran? Ada perlu apa?".


"Aku hanya ingin menemuimu saja" jawab Karina yang berusaha meraih tangan Ryan di bawah meja.


"Kalau aku hanya ingin bertemu Aliya karena aku memiliki janji dengan dia" jawab Andi yang menoleh ke arah Aliya.


"Hmmm.... Aliya! Apa hubunganmu sama si manusia satu ini?" kini Ryan bertanya kepada Aliya.


"Andi adalah boss tempat aku bekerja" Aliya terlihat ketakutan saat ditanya begitu oleh Ryan.


"Apa pekerjaanmu?".


"Pembantu".


Ryan langsung bangkit dari kursinya dan hendak memukul Andi. Tapi sebelum pindah tempat Karina sudah menahan Ryan. Karina menarik Ryan sampai duduk kembali dan berusaha menenangkannya.


"Apa maksudmu mempekerjakan Aliya seperti itu?!" Ryan meninggikan suaranya saat bertanya kepada Andi dan dia tidak peduli jika ada orang lain memperhatikan.


"Apa lagi yang perlu dijelaskan? Aliya sudah menjawabnya. Saat kau bertemu denganku hari itu disana pula aku bertemu Aliya dan kebetulan dia sedang memerlukan uang makanya aku menawarkan pekerjaan ini kepadanya!" Andi juga mengeraskan suaranya saat menjawab pertanyaan Ryan.


"Aliya! Kau masih mempunyai paman! Untuk apa menghubungi dia? Paman bisa menbantumu!" Ryan meraih tangan Karina untuk pelampiasannya.


"Saat itu aku sangat panik paman makanya aku melakukan hal seperti itu" Aliya berusaha sedikit menjelaskannya.


"Dengar itu! Syukur aku membantunya jika aku tidak bertemu dengannya mungkin dia sudah dibawa pergi oleh seseorang" Andi juga membantu Aliya dalam penjelasan.


"Diam kau! Aku masih mencurigaimu!".


Ryan kembali duduk dengan tenang sambil memijat pelipisnya. Karina merasa khawatir dengan emosi Ryan. Andi mengambil tangan Aliya lalu memamerkannya kepada Ryan.


"Lihat ini Ryan! Aku dan Aliya bisa bersama! Percuma saja kau melarangku! Jika kau melarangku berhubungan dengan Aliya maka kau juga tidak akan mendapatkan persetujuan dariku" Andi menggenggam erat tangan Aliya dan itu pun dia tidak sadar.


"Jaga bicaramu Andi! Aku menyetujui hubungan kalian asalkan hubungannya jelas dan kau serius kepada Aliya" Ryan menunjuk - nunjuk Andi sebab saking kesalnya.


"Hubungan kami sudah sangat jelas! Hubungan kami adalah pacaran!" Andi mengucapkan kalimat tersebut dengan lantang dan tanpa persetujuan Aliya sama sekali.


"Heh! Mulutmu dijaga! Sejak kapan kau menyukai seorang wanita?!".


"Sejak aku bertemu Aliya! Saat aku mulai bertemu dia aku mulai merasa aneh! Sebab itulah aku menemuimu hari itu".


"Tapi kau tahu kan Aliya itu seperti apa?".


"Aku tahu Ryan! Tapi aku tidak peduli! Yang penting aku bisa membuat dia bahagia dan selalu berada di sisinya!".


Karina dan Ryan sangat terkejut mendengar ucapan yang keluar dari mulut Andi. Mereka mengenal Andi yang selama ini selalu bermain dengan banyak pria dengan tidak menyangkanya kalau dia akhirnya bisa jatuh cinta dengan seorang wanita. Aliya juga terkejut mendengar ucapan Andi tetapi dia masih takut untuk menjalin hubungan dengan seorang pria.


Andi yang merasa bingung kenapa dirinya tiba - tiba saja mengatakan hal seperti tadi. Dia berusaha sadar dan berpikir jernih namun itu semua percuma saja perasaan Andi tetap sama seperti ucapan dia tadi. Tanpa pikir panjang lagi Andi menarik tangan Aliya kemudian mengajaknya keluar restoran Happiness Food's. Ryan merasa heran dengan sikap Andi setelah bertemu dengan keponakannya.

__ADS_1


"Kita kejara atau tidak?" tanya Karina.


"Tidak usah! Lebih baik kita pergi dating saja" jawab Ryan yang menoleh ke arah Karina dengan senyum miring.


"Kita mau kemana?".


"Ikuti saja aku dan kau akan tahu".


Ryan memegang tangan Karina lalu mengajaknya keluar dari restoran. Saat di parkiran, Ryan lupa kalau mobilnya meledak kemarin dan dia belum menceritakannya kepada Karina. Jadi dia memutuskan untuk meminjam mobil Karina.


"Sweetie".


"Kenapa?".


"Boleh pinjam mobilmu?".


"Boleh! Nih kuncinya!".


Karina memberikan kunci mobilnya kepada Ryan dan langsung menyalakan mobil. Keduanya masuk lalu memasang seat beltnya(sorry author lupa tulisannya kayak gimana jadi author nulis berdasarkan yang authot ingat). Ryan menghidupkan mobil kemudian melaju.


Sebenarnya Ryan tidak tahu ingin kemana tapi dia hanya ingin pergi jalan - jalan bersama Karina menggunakan mobil. Bukan hanya sekedar mengajak Karina jalan - jalan melainkan Ryan juga ingin mengajak Karina bicara tentang satu sama lain. Baiklah semuanya mari kita saksikan bersama - sama pembicaraan Ryan dan Karina yang dimulai dari Ryan.


"Sweetie".


"Kenapa,honey?".


"Apa itu?".


"Aku sengaja meminjam mobilmu karena mobilku meledak kemarin".


"Hah?! Kok bisa?!".


"Kemarin ada orang yang menembak mobilku sebanyak dua kali tapi saat tembakan kedua aku bisa melarikan diri".


"Syukurlah kau selamat honey, bagaimana dengan penembaknya?".


"Sedang diselidiki oleh Andi,tenang saja".


"Sekarang yang penting kau selamat dan bisa mengajakku jalan - jalan".


"Hehehe.... Iya juga. Oh iya sweetie! Nama lengkapmu kalau tidak salah Cyndria Karina Candy,benar?".


"Benar sekali!".


"Kau tahu nama lengkapku?".


"Aku tidak tahu.... Bagaimana bisa aku tidak mengetahui nama lengkap pacarku?!".


"Hahaha... Tidak apa - apa! Sekarang aku beritahu. Nama lengkapku adalah Filbert Livingston Iianys".

__ADS_1


"Panjang sekali namamu,eh? Tunggu dulu! Terus nama Ryan itu dapat dari mana? Kok bisa dipanggil Ryan".


"Dengar ini, dulu saat aku masih kecil semua teman - temanku termasuk keluarga selalu memanggilku Ian(ian ya guys bukan Lan). Tapi sejak adikku lahir, orang - orang bertanya kenapa namanya Ryaiden tidak sama seperti namaku? Aku menjawab tidak tahu. Kemudian waktu berlalu dan saat aku menginjak usia tujuh tahun disanalah aku mulai mengganti namaku menjadi Ryan. Aku sengaja mengganti namaku karena supaya mirip dengan Ryaiden".


"Tapi nama lengkapmu masih sama,kenapa tidak ganti saja?".


"Itu hanya nama panggilan saja sedangkan untuk nama asliku aku sedikit enggan menggantinya karena tidak mendapat persetujuan dari nenekkua jadi cukup ganti nama panggilan saja".


"Hmmm... Keren sih! Oh ya honey! Kita main tebak - tebakan umur masing - masing yuk! Dalam hitungan ketiga kita tebak umur. Misalnya aku menebak umur sekian dan kau menebak umurku sekian begitu".


"Okelah! Kau yang menghitung".


"Oke! 1


2


3".


"30".(Yang ini Ryan)


"23".(Yang ini Karina)


"Hahahaha... Muda sekali umurku".


"Kenapa memangnya? Apa salah?".


"Jelas salah sweetie makanya aku ketawa".


"Kalau begitu berapa umurmu?".


"Umurku sama seperti Andi".


Karina sangat terkejut mengetahui kalau umur Ryan setara dengan Andi padahal dari wajahnya tidak terlihat pria umur dua puluh enam tahun tapi terlihat umur dua puluh tiga tahun. Sedangkan untuk tebakan Ryan itu benar karena dia tahu jarak usia dari Cyndria bersaudara.


"Sudah tahu berapa umurku?".


"Kok bisa?! Umur sama wajahmu sangat berbeda!".


"Hahaha... Aku ini baby face,sweetie".


"Isshh! Tidak adil!".


Ryan tertawa mendengar keluhan Karina yang tampak lucu dimatanya. Perjalanan masih terus berlanjut dan aku berlanjut ke chapter berikutnya.


NGGK SADAR KALAU NOVEL INI SUDAH CHAPTER SEMBILAN SEMBILAN,HUHUHU😭😭😭 AUTHOR NGUCAPIN MAKASI BANYAK KEPADA ANYTHING YANG SELALU SETIA NUNGGUIN NOVEL INI UPDATE


MAKASI YANG SUDAH MAMPIR DAN BACA


To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>>>

__ADS_1


__ADS_2