Cafe And Restoran

Cafe And Restoran
Chapter 118: Lamaran tapi ada masalah muncul


__ADS_3

Selesai melakukan ziarah Ryan dan Bimo kembali ke restoran untuk menyiapkan kejutan lamaran besok. Di dalam mobil Ryan masih berpikir apakah suami pertama Karina mau menerima dirinya di alam sana, tapi yang jelas Ryan sudah meminta izin jadi seharusnya tidak apa - apa.


Sekarang mari kita kembali ke masa sekarang yang dimana Karina sedang dalam perjalanan menuju restoran Ryan. Mata Karina sudah ditutup dengan kain dan ada Bimo serta dokter July disana. Dokter July sengaja ikut ke kejutan tersebut karena ingin melihat sahabatnya bahagia kembali. Kaila yang duduk di kursi kemudi juga ikut bahagia melihat kakak iparnya akan dipinang lagi.


Tidak lama kemudian mobil Kaila sudah sampai di restoran Ryan. Bimo dan dokter July menggandeng kedua tangan Karina di sisi kiri dan kanan. Kaila membukakan pintu untuk Karina.


Langkah mereka berhenti saat Ryan memberi kode. Karina kebingungan karena tidak ada yang menuntun dia berjalan lagi. Ryan melangkah mendekati Karina kemudian membuka penutup matanya. Karina terkejut melihat segala hal disekelilingnya begitu juga dengan Ryan dihadapannya dengan penampilan jas yang sangat rapi.


"Ada apa ini? Kenapa kau rapi sekali? Kenapa ada dua adikku,kakekku,sahabatku,beserta anakku disini? Dan apa yang terjadi dengan restoranmu?" tanya Karina yang masih kebingungan dengan situasi sekarang.


"Hehehe.... Jadi begini my sweetie Karina, aku sengaja menghias restoranku dengan maksud tertentu" jawab Ryan yang tidak memberikan jawabannya secara langsung.


"Apa sih? Aku masih bingung Ryan.... Apa yang sebenarnya terjadi?" Karina terlihat tidak mengerti dengan jawaban Ryan.


Ryan memegangi kedua tangan Karina kemudian berlutut dihadapan sang kekasih. Dia mengeluarkan kotak yang berisi cincin berwarna perak disertai berlian kecil di atasnya. Karina sekarang paham apa maksud Ryan melakukan segala hal ini.


"Cyndria Candy Karina, apakah kau bersedia menikah dengan diriku?" Ryan akhirnya mengeluarkan kalimat yang dia ingin ungkapkan dari tadi.


"Tentu saja Evandor Albercio Ryandra Eros" Karina menerima lamaran Ryan dengan penuh senyuman.

__ADS_1


Semua orang disana sangat senang mendengarnya. Dhika dan Andi akhirnya bisa merasa lega sang kakak bisa menemukan orang yang dapat membuat dia bahagia lagi. Ryan memasangkan cincin tersebut di jari manis tangan kanan Karina kemudian memeluk erat. Dia tidak menyangka kalau sang kekasih mau menerima lamaran dia.


"TIDAK BISA!!! KAKAK IPARKU TIDAK AKAN MENIKAHI PRIA MANAPUN KECUALI KAKAKKU!!!" teriak seorang pria yang berdiri di belakang Karina.


Pria tersebut sangat marah melihat Karina bersama pria lain. Dilihat - lihat dari wajahnya pria itu mungkin berusia dua puluh lima atau dua puluh enam tahun. Karina sangat terkejut melihat kehadiran pria tersebut kecuali dua adiknya. Dhika dan Andi tampak kesal melihat pria tersebut.


"Apa maksud kakak dengan menikah lagi?! Apa kakak tidak sayang dengan kak Dio?! Atau mungkin kakak memang tidak sayang dengan kak Dio?!" pria tersebut melontarkan banyak pertanyaan kepada Karina.


Ibu satu anak itu terlihat sangat panik mendengar semua pertanyaan tersebut. Andi yang melihat kondisi sang kakak memutuskan bergerak maju.


"Heh! Pochi! Kenapa kau mempermasalahkan kakakku mau menikah sama siapa sih?! Kakakku ingin bahagia! Bukan terus terjerat dalam lingkaran hitam! Kau itu paham atau tidak sih?!" jawab Andi dengan penuh emosi.


"Ya terserah kakakku dong! Kak Dio juga pasti kasihan sama kak Karina karena harus menjaga Bimo sendirian itu sebabnya dia mengirim Ryan sebagai teman menemaninya seumur hidup! Dan berhenti mengatakan aku ban ci! Aku cuman tidak lurus saja!".


"Bagaimana aku tidak mengatakan kau ban ci?! Jelas - jelas kau bertingkah seperti seorang wanita!".


"Sudah aku katakan kalau aku tidak ban ci! Apa kau tidak paham juga Pochi?!".


"Ya ampun! Sekali ban ci ya tetap ban ci! Dan katakan pada pria itu kalau aku tidak setuju kalau kak Karina menikah dengannya!".

__ADS_1


"Terserah kau mengatakan apapun yang penting derajatku lebih tinggi dari pada dirimu! Itu urusan kakakku dengan kekasihnya mau menikah atau tidak kok kamu yang ngatur?!".


"Awas kau ya! Aku akan mengadukan hal ini kepada kakak pertama!".


Saat Pinko akan berbalik tanpa sengaja dirinya menabrak dua kakaknya. Dio ini terdiri dari empat saudara, yang pertama ada bernama Carlos,kakak kedua bernama Kivana, yang ketiga adalah Dio(de a th), dan yang terakhir adalah Pinko. Karina tidak menyangka kalau dua kakak iparnya datang kesini.


Ryan memperhatikan wajah Carlos tersebut karena menurut feelingnya wajah Carloa sangat tidak asing. Setelah beberapa kali mengingat akhirnya Ryan tahu siapa sebenarnya Carlos.


"Ohhh... Jadi ternyata kau orang yang berusaha membu nu hku beberapa bulan yang lalu dan sebulan yang lalu? Kalau dilihat - lihat dari wajahmu ternyata memang benar kau orangnya" ujar Ryan yang melangkah mendekati Carlos.


Andi kaget mendengar hal tersebut. Memang benar kalau Ryan dan Ryaiden sering diincar agar mengagalkan misi Andi tapi situasi saat ini sangat membingungkan. Ryan sering memberitahu Andi kalau dirinya melihat samar - samar wajah orang yang akan membu nuh nya tapi tidak secara keseluruhan sehingga sulit dicari siapa orang tersebut. Dan saat ini Ryan ingat penuh wajah orang tersebut dan orang itu saat ini ada dihadapannya.


"Apa maksudmu Ryan? Kenapa kau bisa segitu yakinnya kalau Carlos pelakunya?" Andi perlu memastikan ucapan Ryan karena dua tahun yang lalu Carlos lah yang membantu dia dalam misi.


"Itu memang benar Andi! Aku sangat hafal bentuk dagu dan telinganya! Kalau dagunya itu berbentuk lancip seperti alien dan telinganya ada sedikit keanehan,maka dari itu aku hafal sekali bentukan orang itu"


MAKASI YANG SUDAH MAMPIR DAN BACA


To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>>>

__ADS_1


__ADS_2