Cafe And Restoran

Cafe And Restoran
Chapter 119: Dio


__ADS_3

Andi ingin tertawa setelah mendengarnya tapi saat ini dia dalam situasi yang serius. Carlos merasa terganggu dengan ucapan Ryan.


"Bagaimana bisa kau menuduhku tanpa bukti?! Aku perlu bukti" Carlos berusaha membela diri.


"Aku tidak punya bukti tapi aku sangat yakin kalau kau adalah orangnya! Jangan berharap kau bisa mengelak lagi!" Ryan tetap mengatakan kalau Carlos lah pelakunya.


Situasi saat ini sangat serius yang dimana ada sedang memperjuangkan acaranya,harga dirinya, dan kekasihnya. Karina sangat pusing mendengar semua perdebatan tersebut.


"CUKUP!!! TIDAK ADA YANG BOLEH BERDEBAT LAGI! AKU SANGAT PUSING MENDENGAR KALIAN SEMUA!" teriak Karina yang memecah perdebatan tersebut.


Semua orang disana seketika senyap. Ryan merasa khawatir dengan kondisi Karina. Andi sebenarnya sudah merasa muak melihat si tiga saudara ini karena mereka semua selalu mencampuri urusan sang kakak.


"Pinko! Aku beritahu kau sebaiknya kau tidak mencampuri urusanku lagi! Aku disini berusaha bahagia! Asal kalian tahu saja! Setiap hari setiap malam aku terus dihantui kerinduan Dio dan kehangatannya! Setiap malam aku selalu bermimpi tentang dia tapi semenjak aku berpacaran dengan Ryan semua yang aku alami perlahan - lahan mulai sirna dan aku mulai terbiasa dengan kerinduan ini!" Karina mengungkapkan semua perasaan yang tersimpan selama ini bahkan dirinya sampai meneteskan air mata.


Ryan terkejut mendengar semua ungkapan Karina tersebut. Tiga saudara itu sangat terkejut mendengarnya tapi mereka bertiga masih belum bisa menerimanya. Pinko tetap menuntut Karina agar tidak menikah dengan Ryan dan untuk segera mengakhiri hubungan ini. Namun Karina menolaknya karena dia ingin merasakan hangatnya hubungan suami istri lagi.


"Lihat saja kau Karina! Aku akan menghancurkan hubungan ini apapun caranya! Ayo kak Carlos,kak Kivana!" Pinko mengajak pergi dua kakaknya dari restoran tersebut.


Karina baru bisa merasa tenang saat tiga saudara itu pergi. Ryan mulai merenung kenapa kejadian ini bisa terjadi. Kemarin dia meminta restu kepada Dio dan meminta agar acaranya hari ini dilancarkan tapi semuanya hanya berjalan mulus sementara saja. Di kepala Ryan mulai ada pertanyaan besar yang mengganjalnya, apakah Dio tidak merestui pernikahan dirinya dengan Karina?.


Ryan mulai merasa risau dengan kejadian yang terjadi hari ini. Karina memperhatikan Ryan yang tampak sangat khawatir. Tangan Karina mulai menggenggam kedua tangan Ryan namun ditepis oleh Ryan.


"Ada apa dengan dirimu? Apa kau terpengaruh denga ucapan mereka? Jangan seperti ini Ryan!" tanya Karina yang terlihat tidak terima.


"Sepertinya Dio tidak merestui kita" jawab Ryan yang tidak sengaja mengatakan isi pikirannya.

__ADS_1


"Apa katamu? Kau khawatir karena hal itu? Apa karena itu,Ryan!? Jawab aku!" Karina menggenggam kedua tangan Ryan.


"IYA! KARENA ITU! Kemarin aku pergi ke makamnya Dio dan disana aku meminta restu agar aku bisa menikahimu dengan cara agar acara ini dilancarkan tapi nyatanya TIDAK BERJALAN LANCAR SAMA SEKALI! ACARA INI TIDAK BERJALAN DENGAN SANGAT BAIK!" akhirnya Ryan mengatakan yang sebenarnya.


"Itu tidak penting Ryan! Dio pasti menerima hubungan kita ini! Aku mohon Ryan jangan tinggalkan aku! Cukup untuk sekali saja aku ditinggal untuk selama - lamanya!" Karina memeluk tubuh Ryan dengan kedua tangan Karina yang gemetar.


"Lepaskan aku Karina! Aku harus pergi untuk menenangkan pikiranku terlebih dahulu jika pikiranku sudah tenang barulah aku menemuimu lagi. Dan lagi satu kalau hubungan kita sekarang tetap lah menjadi sepasang kekasih yang sudah bertunangan" Ryan berjalan pergi meninggalkan restorannya dan melepas pelukan sang kekasih.


Karina yang terjatuh hanya bisa terduduk diam dengan meneteskan air mata. Dirinya tidak menyangka kalau tiga orang tadi akan menghancurkan acara ini. Bimo berlari memeluk sang ibu dan mengelus punggungnya.


Andi merasa sangat kesal dengan tingkah Pinko. Ryan berjalan memasuki mobil kemudian melajukan mobilnya ke suatu tempat yang jauh untuk menenangkan pikirannya.


"Ibu harus bagaimana nak?.... Huhuhu..... Ibu masih mencintai Ryan tapi ayahmu tidak memberikan izin untuk membiarkan ibu bersama dengan Ryan.... Ibu harua bagaimana...." ucap Karina yang menangis nasib dia sekarang.


"Tenang saja kak! Aku akan mengurus si Pochi itu dengan kedua kakaknya" Andi mengepal kedua telapak tangannya dan berniat untuk balas dendam.


Karina masih menangis di pelukan sang anak. Kaila dan dokter July juga memeluk Karina agar merasa lebih tenang. Andi mulai menghubungi beberapa anak buahnya untuk mencari informasi tentang tiga saudara tersebut dan segera hancurkan mereka. Bukan Andi saja yang bergerak tapi Dhika juga ikut bergerak dengan mengerahkan beberapa anak buahnya agar membantu pasukan Andi. Mereka berdua akan membuat Pinko menyesal karena sudah mengganggu sang kakak.


...****************...


Mari kita beralih ke Ryan yang masih mengendarai mobilnya menuju suatu tempat yang dia tidak ketahui. Pikiran Ryan masih meracau kemana - mana dan membuat dia sulit berkonsentrasi. Dia merasa sudah membuat keputusan yang salah karena sudah melamar Karina tadi.


Mobil dia melaju dengan kecepatan tinggi melewati beberapa mobil lainnya. Dia hanya berharap agar Dio segera menerima dirinya sebab dia sudah membulatkan tekadnya agar membuat Karina dan Bimo bahagia dan menutup lubang selama ini yang selalu menghantui mereka berdua.


Akhirnya Ryan menghentikan mobil di suatu tempat yang jauh. Saat ini dia sedang berada di suatu tebing dan menatap birunya langit. Ryan merebahkan tubuhnya pada badan mobil dan mulai memejamkan matanya agar pikirannya bisa lebih tenang.

__ADS_1


"Ryan.... Ryan..... Ryan..... Apakah kau Ryan? Apa benar itu kau?".


"Siapa kau? Kenapa kau mengetahui namaku? Aku tanya!" saat ini Ryan sedang berada di dunia mimpi dan dia mendengar seseorang memanggil namanya.


"Apakah kau Ryan?" suara itu semakin dekat dan semakin terlihat jelas sosok orang yang memanggilnya.


"Iya! Siapa kau? Tunggu! Aku tahu kau" Ryan akhirnya tahu siapa orang yang memanggilnya tersebut.


"Hai! Maaf aku mengganggumu seperti tadi" bentuk orang tersebut sekarang sudah terlihat jelas dan Ryan sangat terkejut melihat orang tersebut.


"Astaga! Kau Dio! Itu benar kau adalah Dio! Apa benar kau adalah Dio?" Ryan masih tidak percaya kalau dirinya bertemu dengan Dio di dunia mimpi.


"Itu benar! Aku adalah Dio sekaligus suami pertama Karina,salam kenal" Dio hanya mengeluarkan senyum lebarnya.


"Sudah kuduga! Tunggu! Untuk apa kau kesini? Bukankah kau sudah ti ada?".


"Memang benar aku sudah tiada tapi itu hanya badan jasmaniku saja sedangkan rohku masih hidup. Tujuanku mendatangi mimpimu adalah untuk memberikan pesan".


"Pesan apa? Apa ini berhubungan dengan Karina?".


"Pesan ini memang ada hubungannya dengan Karina. Aku ingin mengatakan kalau tiga saudaraku akan mendesak Karina untuk menyerahkan Bimo dan hartanya. Kafe yang dikelola oleh Karina masih atas nama diriku dan aku belum sempat mengatakan kepada dia agar mengganti namanya menjadi milik Bimo. Aku ingin putraku memiliki kafe tersebut karena hanya kafe itu saja yang masih jadi kenang - kenangan".


MAKASI YANG SUDAH MAMPIR DAN BACA


To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>>>>

__ADS_1


__ADS_2