Cafe And Restoran

Cafe And Restoran
Chapter 20: Siapa itu Kaila?


__ADS_3

Andi terus menberontak agar Sammuel tidak mendekatinya. Tapi Sammuel tidak selemah itu dia akan tetap mendekati Andi.


"Sammuel aku bilang pergi! Aku akan menghubungimu nanti sana!" usir Andi yang mendorong tubuh Sammuel.


"Kau janji akan menghubungiku nanti?" tanya Sammuel untuk meyakinkan perkataan Andi.


"Iya aku janji!" Andi mengangkat jari kelingkingnya.


Sammuel yang melihat kesungguhan Andi,dia langsung pergi begitu saja. Namun, sebelum dia pergi Sammuel memberintahu sesuatu kepada Andi.


" Untuk orang yang kau cari itu... Aku sangat mengenal orang itu" ucap Sammuel yang langsung pergi begitu saja.


Andi terduduk lemas dan memeluk dirinya sendiri. Dia takut kalau Hans akan melihat dia dalam kondisi seperti ini. Segera dia memakai bajunya kembali dan melanjutkan pekerjaannya.


...****************...


Mobil Dhika berhenti di suatu toko es cream. Bimo sedang menunggu pesanannya datang dia juga berbicara dengan pamannya mengenai orang di rumah sakit.


"Orang - orang di rumah sakit pada baik semua paman Dhika" ucap Bimo yang menganyun - ayunkan kakinya.


"Siapa dulu dong bossnya" ujar Dhika yang meletakkan hpnya di atas meja.


Bimo dan Dhika terlihat serius sekali saat berbicara satu sama lain. Orang - orang disekitarnya bahkan melihatnya sangat gemas sekali.


Beberapa menit kemudian pesanan es cream mereka sampai. Bimo membeli es cream rasa coklat dan vanilla sedangkan Dhika memiliki rasa blueberry. Dhika yang Bimo makan sampai belepotan dia mengambil saput tangannya untuk membersihkan es cream yang berada di bibir Bimo.


Dengan sangat bersedia Bimo membiarkan pamannya mengelap bibirnya. Setelah itu Bimo kembali melanjutkan makan es creamnya.


Selesai mereka makan es cream Dhika membayar di kasir. Saat dia membayar yang ada kasir wanita itu malah hampir pingsan melihat ketampanan Dhika.


Tidak peduli dengan apa yang terjadi dengan kasir itu Dhika mengajak pulang Bimo. Mobil mereka berjalan melewati beberapa mobil lainnya.


"Paman Dhika!" panggil Bimo.


"Iya kenapa?" tanya Dhika sambil memperhatikan lampu merah di persimpangan jalan.


"Aku rindu suasana cafe".

__ADS_1


"Lalu... Apa kau mampir sebentar kesana?".


"Aku ingin tapi aku masih takut pada paman Ryan".


"Ya sudah kita langsung ke rumah sakit saja atau kau mau mengunjungi suatu tempat?".


"Aku ingin ke apartement paman Andi. Bimo kasihan melihat paman Andi sendirian di apartement sendirian dan lagi dia jomblo".


Dhika mengarahkan kepalanya ke samping kiri untuk menahan tawanya setelah mendengar ucapan Bimo. Memang tidak salah ucapan Bimo kalau Andi saat ini sedang jomblo.


"Paman Dhika memangnya pacar?" tanya Bimo yang penasaran dengan status hubungan Dhika.


"Tentu saja paman punya! Bimo mengira jomblo selama ini?".


"Iya aku rasa begitu".


"Perkiraanmu salah! Paman selama ini punya pacar dan hubunganku dengan wanita itu dimulai saat Bimo baru berumur beberapa bulan".


Bimo terkejut dengan jawaban Dhika. Kalau hubungan Dhika dan wanita itu sama dengan umur Bimo, kenapa dia tidak pernah melihat wanita itu?.


"Yang benar paman?! Tapi aku tidak pernah lihat".


"Tapi kenapa dia tidak pernah kesini lagi?".


"Bukan dia yang tidak pernah kesini tapi paman lah yang kesana".


"Saat usiamu dua tahun dia dilarang kemana - mana jadi paman memutuskan untuk yang kesana. Paman awalnya diterima sangat baik sampai pada kabar paman mengenai penipuan beredar keluarga wanita itu tidak menerima paman seperti semula. Paman tidak diizinkan masuk walaupun wanita itu memohon kepada orang tuanya untuk membiarkan masuk namun hasilnya sama saja".


"Keputusan paman dan pacar paman untuk berbicara secara online atau melalui perantara paman Andi. Sejak hari itu paman hanya berkomunikasi online tanpa bertemu langsung" Dhika menceritakan semua kisah cinta dia dengan wanita tersebut.


" Lalu apakah paman tidak mengunjunginya lagi? Siapa tahu dia kangen?" tanya Bimo yang melihat jalan di sekeliling.


"Paman ingin menemuinya tapi beberapa hari ini paman sibuk kerja dan paman hanya mengabarkannya melalu pesan chat" jawab Dhika yang fokus pada jalanan dan kemudinya.


Dhika sebenarnya sangat rindu kepada kekasih. Ingin sekali bertemu secara langsung, langsung memeluknya atau langsung menikahinya.


Bimo yang melihat pamannya itu terlihat menahan perasaannya itu merasa kasihan. Tapi Bimo masih penasaran dengan sosok wanita tersebut.

__ADS_1


"Paman Dhika! Siapa nama wanita itu?".


"Namanya Kaila, dia adalah wanita yang sangat baik dan pintar. Untuk kedua kalinya paman bertemu wanita sebaik ini selain ibumu. Paman merasakan ketenangan".


Bimo mendengarkan pamannya dengan sangat serius. Dia sampai lupa dunia dan rasa ketakutannya sedikit berkurang.


"Kaila adalah wanita yang sangat penting dalam hidup paman selain ibumu. Paman bersusah payah untuk mendapatkan dia. Hingga akhirnya paman bisa mendapatkan dia".


"Kaila ini berasal dari keluarga Dorothy, ayahnya berasal dari keluarga Dorothy dan ibunya merupakan orang biasa tapi memiliki keistimewaan luar biasa. Ibu Kaila harus meninggal saat hari kelulusan kuliah Kaila karena ada seseorang yang membunuhnya. Untungnya saat itu paman sudah menjadi kekasihnya".


"Paman sudah berjanji kepada ayahnya untuk menjaga Kaila sebaik mungkin tetapi karena berita yang menimpa paman, kepercayaan ayah Kaila terhadap paman berkurang. Kaila sangat yakin pada paman kalau berita itu palsu sebab dia sudah mengenal paman dengan sangat baik".


Dhika berdiam sebentar dan mobilnya telah sampai di rumah sakit Cemara. Bimo yang baru menyadari hal tersebut langsung protes pada pamannya.


"Bukannya kita mau ke apartement Andi ? Kenapa jadi ke rumah sakit?".


"Turun! Nanti saja ke apartement paman Andi saat kau sudah benar - benar sembuh" Bimo segera menuruti perintah pamannya itu.


Mobil Dhika kembali melaju menorobos jalan raya. Bimo terlihat sangat kesal terhadap pamannya itu. Jujur saja ia masih penasaran dengan kekasih pamannya yang bernama Kaila itu.


Di dalam mobil, Dhika menghidupkan ponselnya dan tampak dari wallpaper lock screennya foto dia dan Kaila. Dhika tersenyum melihat foto itu kemudian dia kembali fokus ke jalanan.


Bimo masuk ke rumah sakit dan menyapa beberapa orang. Untuk saat ini Bimo merasa sangat bosan di rumah sakit dan dia ingin segera keluar dari rumah sakit.


Si bocah manis itu melihat ibunya di depan suatu ruangan. Bimo berlari dan tanpa sengaja menabrak seorang wanita dihadapannya.


"Astaga! Maafkan aku " wanita tersebut berjongkok untuk membantu Bimo berdiri dan meminta maaf.


"Tidak apa - apa kok kak! Aku baik - baik saja" jawab Bimo yang mengembangkan senyumannya.


"Kau Bimo? Apa benar kau Bimo?" tanya wanita itu mengenai kebenaran nama Bimo.


"Iya itu aku... Ada apa,ya kak?" Bimo menjawab dan menyakan alasan wanita itu bertanya mengenai namanya.


"Ya ampun kau sudah besar sekarang!" wanita itu menggendong Bimo dan si bocah manis kebingungan dengan tingkah wanita itu.


Sejujurnya Bimo tidak mengenal sama sekali siapa wanita tapi wanita itu mengenal Bimo. Wanita itu memegang kedua tangan Bimo seolah - olah wanita itu memberika tanda agar mengenalinya.

__ADS_1


makasi yang sudah mampir sorry ya tadi updatenya sedikit karena hpnya tadi dipakai


To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>


__ADS_2