
Karina hanya pasrah saja dengan mengambil kotak yogurt lalu menggenggamnya. Jujur saja Ryan tidak tega memperlakukan Karina seperti itu tapi ini demi kebaikan Karina dan kelancaran misinya.
"Siapa pria yang kau peluk tadi? Nyaman sekali kelihatannya" tanya Ryan dengan dinginnya.
"Dia itu mantanku namanya Silver" jawab Karina dengan menundukkan kepalanya.
"Lalu kenapa kau memeluknya? Apa karena dia temanmu? Sehingga kau bisa seenaknya memeluk dia begitu saja?".
"Bukan begitu honey! Aku hanya terlalu senang sampai - sampai aku memeluk.... Dia".
"Apa harus sampai peluk - pelukkan seperti itu?! Kamu tahu apa akibat yang kamu lakukan itu?! Tahu tidak?!!!".
"Tidak.... Aku tidak tahu.... Maafkan aku Ryan.... Aku tahu tindakanku ini salah jadi tolong maafkan aku".
Karina mulai menangis saat menjawab pertanyaan Ryan. Sedangkan yang memberi pertanyaan hanya menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya agar dirinya merasa lebih tenang. Ryan kembali mengajukan pertanyaan kepada Karina dan berusaha menahan dirinya untuk tidak memeluk Karina.
"Apakah dengan dirimu menangis kau pikir aku akan luluh? Jangan seperti ini Karina!".
"Aku tidak kuat menahan tangisanku apalagi kau memberi pertanyaan seperti tadi".
"Aku sengaja bertanya seperti tadi dengan niat membuatmu lebih tegas sehingga kau tidak bisa berpelukkan dengan mantan - mantanmu yang lain!!!, apa kau paham?!".
"Iya aku paham.... Uhuhuhu.... Maafkan aku Ryan.... Maaf".
"Terus saja ucapkan kalimat maafmu itu tapi itu tidak akan mempengaruhiku sama sekali!".
"Jangan mengatakan seperti itu Ryan.... Aku tidak kuat mendengarnya....".
"Sekarang aku bertanya! Apakah kuat aku menahan rasa sakitku saat melihatmu berpelukkan dengan mantanmu?!!! Apakah aku kuat?!!! Tidak Karina! Aku tidak kuat! Hatiku benar - benar hancur dibuat olehmu!".
"Maafkan aku Ryan.... Uhuhuhu.... Aku akan melakukan apapun asalkan kau memaafkanku....".
"Menangis saja terus! Terus! Kalau perlu menangis sambil berteriak sampai para tetangga mendengar perkelahian kita! Lebih keras Karina!".
"Tidak...... Uhuhuhu....".
"Jangan menutup mulutmu! Tadi terus mengucapkan kalimat maaf sekarang kau menutup mulutmu! Apa maumu Karina?!!!".
"Aku hanya ingin kau memaafkan.... Itu saja Ryan.... Huhuhu....".
"Heh! Oh iya! Tiba - tiba saja aku kepikiran bagaimana hari - harimu tanpa diriku saat aku pergi menjalankan misi, apakah kau bertemu dengan mantan - mantanmu yang lain? Ataukah bertemu pria lebih tampan dariku? Katakan!".
"Tidak.... Aku hanya bertemu Tio saja dan itu pun aku ingin bertanya tentang segala sesuatu tentang dirimu. Tapi sayangnya Tio tidak tahu apa - apa tentang dirimu".
__ADS_1
"Ohhh.... Kau bertemu Tio? Terus besoknya kau bertemu mantanmu itu? Yang kau ajak selingkuh di depan mataku?!".
Karina tidak suka dengan kalimat yang dikeluarkan Ryan. Karena sudah lelah menangis terus dan dipojokkan sekarang Karina memutuskan untuk melawan pertanyaan Ryan.
"Iya aku bertemu Tio! Di restoranmu! Aku ingin bertanya tentang dirimu tapi dia tidak tahu sama sekali dan hari selanjutnya aku terus bekerja di rumah sakit!!!".
Ryan terkejut dengan cara Karina menjawab pertanyaan. Sekarang Karina sudah benar - benar terpancing emosi akibat dari akting bagus Ryan.
"Ohhh... Berarti kau bertemu dokter - dokter tampan disana?".
"Bisa tidak kau tidak usah menuduhku sembarang?! Aku benar - benar tidak melakukannya! Jika kau menuduhku selingkuh seharusnya kau mengeluarkan bukti!!! Mana buktinya?!".
"Apa perlu bukti lagi? Aku sudah melihatnya sendiri! Apa lagi yang perlu dikatakan?! Ini bukan.salahku! Jelas - jelas ini adalah kesalahanmu!".
"Aku sudah menjelaskannya dari tadi tapi kaunya yang tidak percaya! Apa perlu aku menjelaskan ulang?! Jawab Ryan!".
"Aku tidak perlu penjasakanmu itu! Semuanya percuma saja Karina! Semua yang kau lakukan itu hanya semata - mata untuk memenuhi keseharianmu selama tanpa diriku! Bagus sekali Karina bagus".
"Ryan aku sudah mengatakan kalau aku tidak selingkuh dengan pria manapun! Dari kemarin aku selalu bersama Bimo dan dokter July! Apakah kau bisa memahami penjelasanku yang ini?!".
"ohh... Begitu... Ya sudah! Aku paham! Aku paham! Paham sekali! Aku tidak kuat lagi Karina! Aku tidak kuat lagi menyakitimu seperti ini! Sudah cukup!".
Ryan memeluk Karina kemudian menangis di dalam pelukan Karina. Dia benar - benar tidak kuat menahan aktingnya yang terus menyakiti perasaan sang kekasih. Karina sedikit bingung dengan Ryan yang tiba - tiba menangis.
"Aku minta maaf Karina.... Aku minta maaf.... Dari tadi aku melontarkan pertanyaab yang terus melukai terus melukai hatimu.... Aku juga memaafkanmu.... Sebenarnya dari tadi aku sadar kalau diriku salah paham terhadap dirimu.... Maafkan aku" ucap Ryan yang mengeluarkan seluruh isi hatinya.
"Kenapa kau melakukan itu honey? Kau tahu kalau dirimu salah paham tapi aku terus melontarkan pertanyaan yang melukai pertanyaanku.... Dari tadi aku terus menahan rasa sakit ini..... Sakit tahu!" jawab Karina yang kembali menangis.
"Maafkan aku sweetie.... Jadi kumohon biarkan aku memelukmu lebih lama lagi".
"Aku juga minta maaf honey.... Aku tidak akan melakukannya lagi....".
Ryan dan Karina akhirnya saling memaafkan satu sama lain. Tangan Ryan memeluk erat tubuh Karina dan terus mengeluarkan air matanya. Keduanya masih belum bisa melepaskan pelukan satu sama lain setelah apa yang mereka perbuat.
...****************...
Setelah beberapa menit berpelukkan akhirnya Ryan melepaa pelukannya dan mengatakan alasan sebenarnya dia melontarkan pertanyaan seperti itu. Tapi sebelum Ryan bercerita Karina mendudukkan tubuhnya di sebelah Ryan.
"Alasan aku melontarkan pertanyaan seperti itu demi mendapatkan informasi mengenai Silver, ya siapa tahu saja aku mendapatkan informasi yang kita tidak ketahui makanya aku melakukan itu" ucap Ryan sambil mengusap punggung telapak tangan Karina.
"Kau memanfaatkanku?!" tanya Karina yang langsung berdiri tegak.
"Tidak! Aku sama sekali tidak memanfaatkanmu! Sumpah! Lihat saja tadi! Aku belum mendapatkan informasi apapun darimu mengenai si mantanmu itu" jawab Ryan yang membenarkan omongan Karina.
__ADS_1
"Terus itu apa namanya?! Menggali informasi dariku,katakan Ryan!".
"Sudah aku katakan kalau tadi aku tidak memanfaatkanmu sama sekali".
"Misalnya kalau tadi saja kau bisa menahan emosimu pasti kau langsung menggali informasi tentang Silver!".
"Iya! Aku menggali informasi dari dia tapi tadi aku tidak tega melihatmu seperti tadi, aku masih memiliki perasaan kepadamu Karina".
"Ohhh.... Ya sudah! Tapi kenapa kau ingin sekali mendapatkan informasi tentang dia? Padahal di markasnya Andi banyak peralatan canggih yang bisa membantu dan kau mencarinya dariku".
"Di komputer hanya ada beberapa informasi saja dan menurutku jika aku mencari informasinya melalui dirimu kemungkinan aku bisa menemukan sesuatu yang tidak ada di komputer Andi".
"Hmmmm.... Kenapa sih kalian berdua tidak suka sama Silver?! Padahal Silver itu orang baik tahu! Dia mempunya banyak teman dulu saat SMA".
"Sampai pada akhirnya kau mencintai dia?".
"Ryan aku tidak ingin berdebat lagi".
"Katakan iya saja! Maka permasalahnya sudah selesai!".
"Iya! Dulu aku mencintai dia!".
"Lalu apa adakah hal lain yang kau simpan selama berpacaran sama dia?".
"Ada! Katanya orang tuanya ini lebih dari dua".
"Ada dua? Maksudmu?".
"Ayah dan ibunya berce rai terus mereka kemudian keduanya menikah lagi".
"Hmmm... Terus apa yang terjadi".
"Itu terjadi setelah dia mendapatkan warisan keluarga setahuku".
"Berarti lama sekali dia berpacaran dengan dirimu dong?".
"Ryan jangan bahas hubungan lamaku! Aku tidak suka!".
MAKASI YANG SUDAH MAMPIR DAN BACA
maaf tdk update kmrn karena author ketiduran
To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>>>>
__ADS_1