
Setelah mereka berdua menyelesaikan perbincangan satu sama lain tiba - tiba saja Karina muncul dari balik pintu. Karina berjalan menghampiri Ryan.
"Ryan! Kita makan siang bersama yuk! Sebenarnya bukan makan siang tentang kita berdua saja tapi ada Bimo juga,mau tidak ?" tanya Karina yang merasa gugup saat bertanya.
"Ayo! Dimana? Aku bisa makan makanan apa saja asalkan enak dan masalah tempat aku tidak apa - apa kita duduk makan dimana pun" jawab Ryan yang langsung bersemangat mendengar ajakan Karina.
"Makannya di rumahku aja, tidak masalah kan?" Karina masih merasa gugup saat menanyakan hal tersebut.
"Tidak apa - apa! Ayo kita makan siang sekarang! Aku pergi dulu Andi!" Ryan menarik tangan Karina kemudian berlari keluar dari bar menuju mobilnya.
Andi merasa curiga dengan sikap kakaknya tersebut. Menurut analisis Andi kalau Karina ini sepertinya mulai menerima di sisinya. Namun Andi tidak terlalu berani berharap kepada kakaknya setelah apa yang terjadi pada Karina itu membuat ibu satu anak itu susah membuka hati lagi.
Ryan dan Karina duduk bersebelahan di kursi depan. Ryan merasakan ada hal yang berbeda dengan sifat Karina yang dimana biasanya dia akan bersikap dewasa dan cool namun hari ini sikap dia sedikit aneh. Tapi kata Ryan ya sudahlah jalani saja.
Mobil Ryan mulai berjalan dan Karina memberikan arah jalan rumahnya. Ini adalah pertama kalinya Ryan datang ke rumah Karina dan Ryan sangat gugup. Karina memberikan arah yang jalan benar dia ini agak berbeda dari wanita lain.
Mereka pun sampai di rumah Karina. Ryan turun terlebih dahulu kemudian membukakan pintu untuk Karina.
__ADS_1
"Terima kasih Ryan" ucap Karina yang turun dari mobil kemudian melingkar rambutnya di telinganya.
"Sama - sama my queen" jawab Ryan yang menutup pintu kemudian mengikuti Karina dari belakang.
Karina membuka pintu dan disambut oleh putra manisnya. Ryan memasuki ruang tamu dan dirinya di buat takjub dengan isi rumah tersebut. Mata Ryan melihat foto pernikahan Karina dengan mendiang suaminya. Ryan tidak bisa membantah kenyataan kalau Karina memang sudah pernah menikah tapi dia tidak mempermasalahkan hal tersebut yang menjadi prioritas dia adalah membuat Karina dan Bimo bahagia.
Karina menyajikan segelas jus jeruk. Ryan duduk di sofa lalu menganggukkan kepalanya sekali sebagai tanda terima kasih. Dari arah kanan Ryan datanglah Bimo yang duduk di sebelahnya.
"Ryan! Tunggu sebentar ya aku lagi menyiapkan makanannya" ucap Karina yang menengok sedikit dari dapur.
"Iya aku akan menunggu" jawab Ryan yang sibuk bermain dengan Bimo.
"Kenapa memangnya? Paman tidak tahu" Ryan sedikit bingung dengan tingkah Karina yang mengundangnya.
"Karena hari ini adalah hari anniversary ayah dan ibu menikah sebab itu ibu mengundang paman Ryan" Bimo memberikan jawaban alasan kenapa Karina mengundang Ryan.
Ryan terdiam setelah mendengar alasannya. Bimo memiringkan kepalanya melihat Ryan yang terdiam. Ryan berpikir Karina hanya menganggap dirinya sebagai pelampiasan dia saja.
__ADS_1
"Ryan! Bimo! Makanannya sudah siap! Ayo makan!" panggil Karina dari dapur.
Bimo berjalan ke dapur dengan menarik tangan Ryan. Karina menyambut Ryan dengan banyak makanan lezat di atas meja. Ryan langsung tergugah seleranya melihat masakan Karina.
Karina dan Bimo duduk bersebelahan dan untuk Ryan duduk menghadap mereka berdua. Sebelum makan ingat baca doa dulu guyss. Selesai baca doa mereka bertiga langsung menyantap makanan yang ada di depan mereka.
Ryan terkejut dengan rasa masakan Karina yang luar biasa enaknya. Bimo memakan makanannya dengan penuh kegembiraan. Karina merasa senang bisa melihat Ryan dan Bimo makan begitu dengan bahagia.
Tiba - tiba saja Ryan teringat perkataan Bimo tadi. Dia meletakkan alat makannya dan bersiap menanyakan sesuatu kepada Karina.
"Karina!".
"Kenapa,Ryan?".
"Apa benar kau sengaja mengundangku karena hari ini adalah hari anniversary pernikahanmu dengan mendiang suamimu?".
SEGINI DULU GUYSSS BIARKAN PARA READERSKU JADI PENASARAN TERUS BUAHAHAHA....
__ADS_1
MAKASI YANG SUDAH MAMPIR DAN BACA
To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>>>