Cafe And Restoran

Cafe And Restoran
Chapter 117: Waktu berlalu


__ADS_3

Setelah selesai membersihkan diri Ryan dan Karina memutuskan untuk mencari sarapan di luar saja. Tapi selama perjalanan Karina mendapatkan panggilan sebanyak dua puluh kali dari Dhika. Tadi pagi dia belum sempat mengecek ponselnya sebab itulah dia tidak tahu kalau ada panggilan masuk. Karina menghubungi kembali Dhika.


Tutt.... Tutt.... Tutttt....


"Halo kak? Kakak dimana? Kemarin Bimo nanyain terus".


"Halo Dhika! Maafkan kakak lupa memberitahumu kemarin kalau kakak ada sedikit masalah kecil dengan Ryan".


"Heh! Sudah kuduga. Kalau urusannya sama Ryan pasti lama,memangnya ada masalah apa sih?".


"Ini masalah pribadi jadi kau tidak perlu tahu".


"Iya deh terserah kakak saja! Sekarang kakak ada dimana? Bimo mau nyamperin".


"Ini mau cari sarapan dan sepertinya kita mau ke restoran xsx di jalan xlx nomor delapan delapan".


"Aku antar Bimo kesana".


"Okay! Jaga anakku baik - baik".


Panggilan tersebut langsung dimatikan oleh Dhika. Karina merasa kesal karena dia tidak menjawab ucapan dirinya barusan. Tapi ya sudahlah.


"Kenapa memangnya?" tanya Ryan yang fokus ke arah jalan.

__ADS_1


"Ini Dhika kasi tahu aku kalau Bimo cariin aku terus. Jadi mumpung kita mau sarapan di luar ya sudah aku minta Dhika untuk antarkan Bimo sekalian ke restoran yang kita tuju".


Ryan hanya mengangguk paham kemudian kedua tangannya memutar setir mobil dan mobil tersebut berbelok ke arah kanan. Karina merasa bersalah karena sudah meninggalkan anaknya begitu saja demi sang kekasih. Tapi apa boleh buat? Dirinya benar - benar sudah jatuh cinta kepada Ryan sampai - sampai dirinya melupakan sang putra kesayangan.


Beberapa menit kemudian mereka berdua sudah sampai di restoran yang dikatakan Karina. Ryan dan Karina duduk di meja yang dekat jendela. Posisi duduk mereka saling berhadapan. Ryan bisa membaca ekpresi wajah Karina yang tampak sangat khawatir.


"Ada masalah apa sweetie? Apa masalah tentang Bimo?" tanya Ryan yang meminum sedikit segelas air putih yang sudah disediakan sambil menunggu pesanan mereka datang.


"Kok kamu tahu? Dari mana tahunya?" Karina terkejut mendengar pertanyaan Ryan yang bisa mengetahui permasalahannya.


"Tentu saja aku tahu sweetie! Sejak kamu sudah selesai telponan dengan Dhika raut wajahmu langsung berubah sedih, bagaimana mungkin aku tidak tahu" Ryan memutuskan untuk membantu Karina dalam permasalahan ini ditambah karena ada sangkut pautnya dengan Bimo.


"Kau tahu kan sejak aku berpacaran denganmu aku kurang memiliki waktu dengan Bimo ditambah rumah sakit selalu saja ada kerjaannya, aku harus bagaimana sekarang? Aku bingung Ryan" Karina menggenggam kedua tangannya.


Karina terdiam mendengar ucapan Ryan tersebut. Renungan Karina berhasil pecah saat sang putra memanggil namanya yang berlari ke arahnya. Karina bangkit dari kursinya kemudian menghampiri Bimo dan memeluk sang putra. Kemudian dia menggendong Bimo dan tetap memeluk erat anaknya.


"Ibu kenapa? Ibu kemana saja dari kemarin? Bimo kangen sama ibu, Bimo tidak mau ditinggal" ucap Bimo yang memandang wajah ibunya.


"Ibu tidak apa - apa kok nak! Maafkan ya nak kemarin ibu tiba - tiba menghilang dan ibu sangat minta maaf karena sudah membuatmu sendirian" jawab Karina yang berusaha menahan air matanya agar tidak jatuh.


"Ibu jangan nangis dong nanti Bimo juga ikut nangis" Bimo menggunakan ibu jarinya untuk menghapus air mata yang ada pada kelopak mata ibunya.


"Ya sudah kalau begitu, ayo kita sarapan!" Karina menurunkan Bimo dan bocah manis itu duduk di sebelah Ryan.

__ADS_1


Baru saja Karina akan duduk pesanan yang mereka pesan akhirnya telah sampai. Mereka bertiga mulai melakukan sarapan bersama dengan Karina dan Ryan menyuapi Bimo secara bergantian. Bimo sangat bahagia saat dua orang dewasa tersebut mulai menyuapinya.


Selesai melakukan sarapan bersama, mereka bertiga memutuskan untuk jalan - jalan sebentar menggunakan mobil Ryan. Selama perjalanan Bimo menceritakan banyak baik itu dari hal kecil maupun hal besar.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Beberapa bulan berlalu yang dimana banyak perubahan yang terjadi, dimulai dari Andi yang berhasil mengambil alih dua perusahaan sekaligus yaitu perusahaan Hiro dan perusahaan Silver ditambah Andi sudah resmi bercerai dari Hiro, Bimo sudah masuk TK, Dhika dan Kaila sudah resmi menikah. Tapi yang mengalami perubahan hanya keluarga Cyndria saja tetapi tidak dengan Evandor bersaudara atau Ryan dan Ryaiden yang semakin hari semakin banyak masalahnya. Namun untungnya dengan bantuan Andi mereka berdua bisa selamat dari beberapa serangan.


Memang benar kalau penyebab mereka sering dikejar atau diserang seperti ini karena Andi. Selama menjalankan rencana merebut dua perusahaan tersebut. Walaupun harus merelakan dua orang kepercayaannya dikorbankan tapi Andi tidak sebodoh itu membiarkan pacar sang kakak dan adiknya benar - benar dikorbankan.


Untungnya selama menjalankan misi tidak ada kendala sama sekali dan semuanya berjalan lancar dengan selamat. Ryan dan Ryaiden sangat bersyukur Andi mau mambantunya begitu juga sebaliknya.


........


Hari ini Ryan memiliki kejutan spesial untuk Karina. Ryan meminta Bimo dan Kaila untuk mengajak ibunya ke restoran dengan kedua matanya ditutup kemudian Andi dan Dhika membantu mempersiapkan perlengkapan kejutan. Hari ini akan menjadi hari yang paling bahagia bagi Ryan begitu juga dengan Karina. Ya meskipun Ryan bukan menjadi orang yang pertama melakukan hal ini paling tidak dia bisa menjadi salah satu orang yang membahagiakan Karina.


Sehari sebelum melakukan kejutan ini Ryan dan Bimo mengunjungi makam Dio atau suami pertama Karina. Ryan menaburkan beberapa helai bunga yang author tidak tahu jenisnya dengan dibantu Bimo. Setelah menaburkan bunga barulah dituangkan air dan berdoa.


"Hai Dio! Kenalkan aku Ryan, pacar Karina sekarang. Mungkin kau sudah mengenalku karena aku beberapa kali mengunjungimu bersama Karina tapi kali ini aku ingin memperkenalkan diriku sendiri. Tujuan aku datang kesini adalah untuk meminta izin padamu bahwa aku akan melamar Karina besok. Jadi aku mohon berikan izin agar kejutan besok dilancarkan dan Karina mau menerima lamaranku. Aku berdoa kau bisa berinkarnasi menjadi putraku dan Karina di masa yang akan datang" batin Ryan yang mendoakan Dio dan mengatakan keinginannya.


"Ayah! Ini Bimo! Sebentar lagi Bimo bakal punya ayah baru tapi Ayah Dio selalu menjadi ayah Bimo yang sebenarnya. Besok paman Ryan akan melamar ibu dan paman Ryan akan ayahnya Bimo. Ayah jangan marah,ya? Paman Ryan itu orangnya baiiikkkkkkk sekali. Semoga ayah mau menerima paman Ryan dan semoga kejutan beson berjalan dengan sangat lancar" batin Bimo yang ikut berdoa dan mengatakan isi hati kecilnya.


MAKASI YANG SUDAH MAMPIR DAN BACA

__ADS_1


To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>>>


__ADS_2