
Keesokannya Bimo seperti biasa ingin pergi bermain ke restoran Ryan. Tapi hal tersebut dihadang oleh sang ibu secara tidak langsung seperti membantu mencuci piring,meminta pesanan,membawakan pesanan, membersihkan meja, dan menyapu area cafe. Sampai pada akhirnya Bimo memiliki ide agar bisa lepas dari sang ibu. Tugas terakhir Bimo adalah menyapu halaman depan.
Bimo berpura - pura menyapu di halaman depan. Ketika mata ibunya mulai teralihkan dengan cepat Bimo langsung melarikan diri dari sana. Dengan sekuat tenaga Bimo berlari memasuki restoran Happines Food's.
Ryan dan Tio terkejut melihat Bimo yang berlari dengan terburu - buru. Bimo berjalan menghampiri Rya kemudian duduk di sebelahnya.
"Kenapa kau berlari seperti? Ada yang mengejarmu?" tanya Ryan yang mengeluarkan rissue dari saku celananya kemudian mengelap keringat Bimo.
"Aku berusaha lari dari ibu karena ibu memberiku banyak pekerjaan sehingga aku tidak bisa bermain kesini" jawab Bimo dengan nafas terngah - engah.
"Kau tidak boleh seperti itu Bim! Karina adalah ibumu jadi kau harus menurutinya apapun perintahnya lagipula kau masihbisa main kesini kan?" ucap Tio yang memberikan segelas air putih kepada Bimo.
Tangan Bimo langsung meminum air putih tersebut sampai habis. Bimo mengembalikan gelas tersebut ke Tio. Ryan menepuk bahu Bimo kemudian mengajaknya berbicara lagi.
"Bimo! Sepertinya aku akan mulai mendekati ibumu lagi".
__ADS_1
"Benarkah?! Kapan paman Ryan akan mulai mendekati ibu lagi?! Aku ingin paman menjadi kekasih ibu".
Ryan sangat terkejut mendengar keinginan Bimo tersebut. Dia tidak menyangka kalau Bimo sangat menginginkan dirinya menjadi pacar ibunya tapi takutnya Karina yang tidak menerima dia.
"Kenapa Bimo ingin paman menjadi kekasih ibumu?".
"Karena Bimo kasihan sama ibu yang setiap hari kerjaannya sedih - sedih aja terus rindu sama ayah. Bimo ingin ibu itu punya pendamping hidup yang baru bukan ibu terus berpaku sama masa lalunya. Bimo paham kok jika ibu masih belum menerima siapapun tetapi apakah ibu pernah berpikir kalau anaknya ini menginginkan seorang ayah yang baru?".
"Kenapa tidak mengatakannya secara langsung saja? Seharusnya bisa,kan?".
"Bisa saja komplein. Bimo seharusnya memberitahu ibu kalau Bimo itu ingin mengatakan pendapat Bimo".
"Bimo sudah pernah mencobanya tetapi ibu selalu menolak. Meskipun Bimo sudah mengatakan pendapat Bimo sendiri tapi selalu ditolak padahal Bimo ingin sekali membagikan ide - ide kreatif bersama ibu sayangnya Bimo tidak bisa".
"Kenapa Karina setega itu melakukan hal itu ? Seharusnya dia mendengarkan pendapat anaknya bukan menolak ataupu menghindar".
__ADS_1
"Percuma paman berbicara seperti itu ibu tetap tidak akan mendengarnya. Di sisi lain Bimo bersyukur memiliki dua paman yang selalu bersedia menjadi ayah Bimo. Paman Ryan boleh aku cerita ?".
"Boleh silakan saja".
"Yang mau mendengar pendapat Bimo cuman paman Dhika dan paman Andi. Paman Dhika selalu bersedia mendengar pendapat Bimo seperti penyampaian ide,keluhan,atau hal lainnya. Jika paman memiliki masalah dengan desain produknya pasti dia selalu mencariku untuk menanyakan hal yang kuranga atau paman memintaku untuk memperbaiki model desain tersebut".
"Hmmm... Aku tidak menyangka kalau Dhika memiliki sisi positif yang baik".
"Selanjutnya adalah paman Andi. Bimo pernah dengar kalau paman Andi menyukai sesama jenis tapi menurutku pamanlah yang kehilangan cinta dah rasa ketertarikan dengan para wanita".
BESOK LANJUT LAGO GUYS.
Makasi yang sudah mapir dan baca
To be continued \=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>
__ADS_1