
Beberapa hari setelah mereka main dua manusia itu semakin dekat dan tidak ingin berpisah satu sama lain. Kemana pun mereka pergi harus kabarin dulu satu sama lain atau mereka harus pergi bersama - sama jika diizinkan.
Hari ini adalah hari bahagia mereka yang dimana mereka akan mengikat janji satu sama lain di atas altar. Banyak tamu sudah berdatangan dan pihak keamanan sudah siap di tempat masing - masing. Tio sangat senang melihat sahabatnya yang akan membuat keluarga kecilnya dan dia berharap agar Ryan selalu bahagia karena kebaikan Ryan dia bisa hidup sampai hari ini.
Andi sibuk memperhatikan sekitar dan tetap waspada. Dhika sedang menjaga Kaila dan Bimo tidak lupa dia tetap waspada.
Saat ini Karina masih di ruang rias dan sudah selesai di rias. Dokter July memasuki ruangan tiba - tiba dia terpukau melihat kecantikan Karina walaupun usianya sudah menginjak kepala tiga. Karina merasa malu setelah melihat reaksi dokter July seperti itu.
"Astaga Karina! Siapa yang aku lihat ini? Bidadari atau manusia paling cantik di dunia? Sumpah kau cantik sekali" puji dokter July yang masih terpukau dengan penampilan temannya.
"Jangan begitu July! Aku malu mendengarnya" jawab Karina yang menundukkan kepalanya.
"Ayolah! Ini hari bahagiamu, kau sudah pernah melakukannya jadi jangan gugup" dokter July memberikan semangat kepada Karina.
"Iya aku tahu tapi yang kali ini beda pasangannya,hehe...." Karina tiba - tiba teringat hari dia menikah dulu bersama Dio.
"Kau benar! Sekarang ayo kita ke altar semuanya sudab menunggu pengantin wanita yang cantik ini" dokter July mencubit pipi Karina karena saking gemasnya.
"Aduh.... Sakit tahu! Sudahlah ayo kita ke altar!" Karina bangkit dari kursinya kemudian segera berjalan ke altar.
Di atas altar, Ryan sudah menunggu Karina dengan pakaian tuxedo dia. Ryan memancarkan aura ketampanannya yang tumben terlihat. Para tamu wanita sangat iri dengan Karina karena mampu meluluhkan hati pria tampan seperti Ryan.
Tidak lama kemudian Karina datang dengan kedua tangannya memegang buket bunga ditemani Yuri dan kakek Dito. Semua mata tertuju pada pengantin wanita yang tampak sangat cantik sekali. Mata Ryan tidak berkedip atau tidak beralih sama sekali pandangannya hanya pada Karina. Ryan mengulurkan tangannya kemudian Karina membalas uluran tangan tersebut.
Mereka berdua berdiri di atas altar dengan pendeta berada di sebelah mereka. Saat ini momen ini waktu ini dan detik ini juga adalah momen membahagiakan bagi Ryan ini adalah pertama kalinya dan Karina untuk kedua kalinya.
"Baiklah! Tuan Evandor Albercio Ryandra Eros apakah anda bersedia menerima nyonya Cyndria Candy Karina sebagai istri anda baik bahagia atau duka,sehat atau sakit dan kaya atau miskin sampai maut memisahkan?" pendeta mulai membacakan sumpah pernikahan untuk Ryan.
"Saya bersedia" jawab Ryan sambil memegang kedua tangan Karina.
__ADS_1
"Nyonya Cyndria Candy Karina apakah anda bersedia menerima tuan Evandor Albercio Ryandra Eros dalam keadaan bahagia atau duka,sehat atau sakit,dan kaya atau miskin sampai mau memisahkan?" kali pendeta membacakan sumpah janji untuk Karina.
"Saya sangat bersedia" jawab Karina dengan penuh keyakinan.
"Baiklah atas nama tuan kudus sekarang saya nyatakan sebagai suami istri dan pengantin pria silakan menci um pengantin wanita"(maaf author kalau ada salah - salah sumpahnya karena author lupa - lupa ingat juga).
Ryan menci um punggung telapak tangan Karina kemudia beralih ke bi birnya. Semua tamu undangan bersorak bahagia melihat sumpah pernikahan yang berlangsung lancar. Dhika dan Andi sangat senang melihat kakaknya yang menemukan kembali kebahagiaan dia.
Sesudah melaksanakan sumpah sekarang saatnya melempar buket bunga. Para wanita sudah siap dalam posisi untuk mendapatkan buket tersebut. Dhika dan Andi segera menjauh karena mereka sudah cukup bahagia dengan keadaan mereka sekarang.
"Siap - siap ya, satu.... dua.... tiga...." Ryan dan Karina melempar buket itu secara bersamaan ke arah belakang.
Para wanita berlompatan tapi bunga itu berhasil melewatinya. Bunga tersebut tepat mendarat ke Andi yang hendak melipat kedua tangannya. Andi terkejut mendapatkan buket bunga itu secara tiba - tiba. Dhika menyembur minumannya setelah melihat apa yang didapatkan Andi.
Tepat saat Andi mendongakan kepala dirinya dihadapkan pada Aliya. Andi sangat bahagia melihat Aliya dihadapannya. Ryan dan Karina yang melihat pemandangan itu hanya berharap agar mereka segera dipersatukan dan hidup bahagia selamanya.
"Hehe.... Terima kasih Aliya" jawab Andi yang tiba - tiba saja merasa gugup.
"Kau kenapa Andi? Wajahmu tampak aneh".
"Aliya!".
"Woah! Ada apa? Kenapa kau tiba - tiba memanggilku seperti itu?".
"Maukah kau menjadi kekasihku?".
Semua yang hadir disana sangat terkejut mendengar pengakuan Andi tersebut. Entah apa yang direncanakan tuhan sampai - sampai membuat dua manusia yang pecinta sesama jenis secara tidak sengaja bisa mencintai lawan jenisnya. Aliya juga tidak menyangka kalau Andi akan mengatakan hal seperti itu.
"Bagaimana Aliya? Apakah kau mau menjadi kekasihku?".
__ADS_1
"Iya Andi! Aku mau".
Andi langsung memeluk tubuh Aliya kemudian menggendongnya. Sebuah takdir yang tidak terduga yang dimana akhirnya Andi mau menjalin hubungan dengan lawan jenis begitu juga dengan Aliya.
Karina menoleh ke arah Ryan dengan mata berkaca - kaca. Ryan sebenarnya juga ikut bahagia melihat keponakannya yang mampu menemukan cintanya dia. Senyuman yang terukir di wajah Andi dan Aliya sangat indah juga dipenuhi arti yang sangat bermakna.
Kakek Dito dan Dhika juga ikut bahagia melihat Andi bisa lurus. Dhika tidak menyangka kalau adiknya bakal bisa lurus.
"Terima kasih Aliya! Aku sangat bahagia mendengar jawabanmu itu" ucap Andi yang menghunjani wajah Aliya dengan banyak kecu pan kecuali di bagian bibir.
"Sudahlah Andi! Aduhh.... Geli tahu!" jawab Aliya yang mendorong wajah Andi.
Andi menurunkan Aliya kemudian mengajaknya ke posko makanan. Di hari pernikahan Andi dengan Hiro yang jadian adalah Ryan dan Karina, sekarang di hari pernikahan Ryan dengan Karina yang jadian adalah Andi dan Aliya ditambah mereka bisa lurus kembali walaupun belum sepenuhnya. Karina memeluk lengan Ryan saat melihat adiknya bisa memulai hal baru dalam hidupnya.
Setelah acara pengucapan janji dan pelemparan buket bunga, acara selanjutnya ialah memotong kue pernikahan. Pasangan baru menikah kita sudah siap dengan menyatukan tangan kanannya satu sama lain yang dimana sudah pisau di tangan Karina. Tio sudah siap dengan kameranya,Bimo tidak sabar menanti kue ulang tahun tersebut.
Kue mulai dipotong kemudian Ryan dan Karina saling menyuapi satu sama lain. Bimo berlari ke arah ibunya sambil membawa piring. Karina yang paham maksud anaknya langsung memberikan potongan kue yang baru dan meletakkannya di atas piring yang dibawa Bimo. Pegawai acara pernikahan mulai memotong kue tersebut lalu dibagikan ke setiap tamu.
Ryan menatap Karina dalam - dalam. Dia tidak menyangka kalau dia berhasil menikah Karina tanpa gangguan siapapun ditambah sudah direstui oleh kakek Dito dan Dio,lalu bagaimana dengan bibi Rosie dan paman Nicki? Apakah mereka mengetahui kalau keponakan tersayang mereka sedang melaksanakan pernikahan? Apa Ryan dan Ryaiden sengaja tidak memberitahu paman dan bibinya demi kelancaran acara? Nantikan besok di chapter selanjutnya pas hari jumat. Ada foto weddingnya di bawah dan author minta maaf karena fotonya outdoor bukan indoor.
BTW happy wedding Ryan dan Karina
(Sumber daro goo gle dan author minta maaf nutupin mukanya pakai stiker karena takut ada kesamaan wajah dengan pembaca atau pihak lainnya).
Makasi yang sudah mampir dan baca
To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>>>>
__ADS_1