Cafe And Restoran

Cafe And Restoran
Chapter 49: Ada apa ini?


__ADS_3

Ryan terkejut mendengar ucapan Bimo tersebut. Dia mengira Andi menjadi gay karena sudah dari lahir ternyata ada alasan lainnya. Bimo mulai menceritakan kenapa Andi bisa jadi gay.


"Ibu dulu cerita sama Bimo kalau paman Andi itu jadi gay karena sering dibully oleh para wanita sejak kelas satu SMP. Paman dibully oleh para wanita di sekolahnya sebab dulu paman Andi itu sangat cantik".


"Hanya karena itu saja? Para wanita itu pasti gila!".


"Bukan begitu paman Ryan! Paman Andi itu sangat cantik di kalangan anak sekolah dulu banyak yang mengira paman Andi itu seorang wanita. Banyak pria yang jatuh cinta padanya dan para pria itu tidak peduli dirinya akan menjadi seorang gay. Bahkan dulu paman Andi pernah diganggu oleh seluruh siswi di sekolah dulu".


"Jujur saja paman suka berdebat dengan Andi karena orangnya mudah diajak bercanda dan kelihatannya friendly sekali".


"Banyak yang bilang begitu paman tapi sebenarnya paman Andi takut bersosialisasi dan banyak dia bilang orang yang pelit tapi sebenarnya paman Andi orang yang sangat baik sekali".


"Iya dia kelihatan seperti orang pelit,memangnya dia seperti apa?".


"Paman Andi orangnya sangat baik sekaliiiiii.... Paman Ryan! Menurut paman Ryan siapa yang paling kaya diantara ibu, paman Dhika, dan paman Andi?".


"Menurut paman sih... Dhika karena dia memegang perusahaan media terbesar di dunia".


"Jawaban paman Ryan salah besar! Yang paling kaya adalah paman Andi. Kenapa demikian? Karena paman Andi memproduksi minuman beralkh ol sendiri dan banyak bar terkenal tersebar di seluruh dunia sebab itu milik paman Andi. Paman Andi menjual informasi,menjual minuman, jadi dancer, dan barternder pun bisa".

__ADS_1


"Apa pamanmu tidak pusing dengan semua pekerjaannya? Masalahnya banyak sekali".


"Kata paman Andi tidak sih dia menikmati saja pekerjaannya dan paman Ryan tahu? kalau para wanita yang membully paman dulu sekarang menjadi wanita pelayan di bar paman".


"Ohh... Setiap orang pasti memiliki takdir sendiri dan Andi merupakan orang yang baik dan mendapatkan takdir baiknya setelah semua penderitaan yang dia terima".


Bimo tertawa kecil mendengar ucapan Ryan. Tiba - tiba saja perut Bimo berbunyi yang pertanda minta diisi. Ryan tertawa mendengar suara perut keroncongan Bimo.


"Hahaha... Kau mau makan apa,Bimo? Nanti paman buatkan" tanya Ryan yang beranjak menuju dapur.


"Bimo mau steak saus manis" jawab Bimo dengan penuh semangat.


Ryan memberikan tanda oke menggunakan jarinya. Bimo duduk manis sendirian sambil melihat para pegawai Ryan yang berlalu lalang mengantar dan meminta pesanan.


Ternyata orang yang masuk ke restoran adalah Dhika. Mata Dhika melihat kesana kemari seperti mencari seseorang. Sampai pada akhirnya dia menemukan bocah manis yang merupakan keponakannya sedang duduk sendirian dipojok . Dhika menghampiri bocah manis tersebut.


Dhika duduk tepat di depan Bimo. Sontak Bimo sangat senang melihat kehadiran pamannya disini.


"Paman Dhika! Kapan paman datang? Kenapa paman datang kesini? Mana paman Andi? Tumben tidak bersama paman Andi atau tante Kaila" Bimo melontarkan banyak pertanyaan kepada pamannya.

__ADS_1


"Satu - satu bertanyanya Bimo! Paman jadi pusing mau menjawab yang mana" Dhika menenangkan keponakannya yang sangat bersemangat.


"Hehehe... Maaf paman, Bimo yang terlalu bersemangat" Bimo terkekeh pelan setelah mendengar ucapan Dhika.


"Hadehhh... Paman baru saja sampai. Tujuan paman kesini untuk mencarimu dari tadi kak Karina terus mencarimu kelihatannya seperti orang gila" Dhika akhirnya menjawab pertanyaan Bimo.


"Benarkah? Tapi Bimo mau makan dulu suruh saja ibu kesini" Bimo menyuruh Dhika untuk memanggil sang ibu.


"Kalau begitu tunggu sebentar paman panggil ibumu dulu" Dhika segera pergi memanggil Karina.


Ryan yang sedang memasak di dapur dapat mendengar pembicaraan keponakan dan paman tersebut. Akhirnya Ryan memutuskan untuk membuat lebih banyak makanan supaya mendapat keyakinan dari Karina lagi.


...****************...


Di cafe, Karina sedang berdebat dengan Andi karena sebuah kepercayaan. Andi untuk pertama kalinya dia menentang Karina.


"Ini semua karena kakak! Hans pergi gara - gara kakak! Aku tidak percaya sama kakak lagi!" bentak Andi meskipun masih duduk di kursi roda.


"Tidak seperti itu Andi! Dengar dulu penjelasanku!" Karina masih berusaha menjelaskan situasi sebenarnya.

__ADS_1


MAKASI YANG SUDAH MAMPIR DAN BACA


To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>>>


__ADS_2