
Beberapa hari kemudian keadaan Aliya semakin membaik. Dia menjalani hari - harinya seperti biasa.
Ryan senang melihat keadaan keponakannya tersebut. Keadaan restoran berjalan seperti biasanya,tidak sepi dan tidak ramai juga.
Hari ini adalah hari pertama Bimo masuk TK. Dari kemarin Bimo tidak bisa tidur karena saking semangatnya untuk pergi ke sekolah besok. Karina sudah mengingatkan Bimo untuk tidak tidur terlalu larut tapi Bimonya yang terlalu bersemangat.
Untungnya Bimo tidak telat bangun bahkan bangun lebih awal dari Karina. Bimo berjalan menuju kamar orang tuanya.
Tangan kecilnya membuka pintu kamar orang tuanya. Kedua kakinya berjinjit perlahan - lahan masuk. Bocah manis itu tidak mengetahui kalau orang tuanya dalam keadaan tidak berpakaian ya... kalian tahu lah.
"Ayah! Ibu! Bangunnn!!!... Bimo mau sekolah!" teriak Bimo yang membuat sang ayah bangun terkejut.
"Astaga nak.... jangan teriak - teriak dong! Ayah masih ngantuk,jam berapa sih ini?" jawab Ryan yang mengambil ponselnya untuk melihat waktu.
Ponsel Ryan menunjukkan pukul lima pagi. Ryan mendudukkan tubuhnya kemudian menarik tangan anaknya.
"Sini dulu nak! Ini masih terlalu pagi kan Bimo sekolahnya jam tujuh" ucap Ryan yang memangku anaknya.
"Tapi Bimo tidak sabar untuk pergi ke sekolah ayah! Makanya ayo bangun ayah! Ayah yang buat sarapan,ya?" jawab Bimo yang melompat - lompat.
"Iya! Iya! Ayo kita ke dapur!" Ryan menggendong Bimo lalu berjalan menuju dapur.
Ryan melirik sedikit ke arah Karina yang masih tertidur pulas. Tangan Ryan menutupi badan istrinya dengan selimut yang sedikit melorot.
Ayah dan anak itu sudah berada di dapur. Sang anak sedang duduk di kursinya sambil menunggu sarapannya jadi. Sedangkan sang ayah masih sibuk membuatkan sarapan.
"Ayah.... kenapa ibu belum bangun? Nanti siapa yang anterin Bimo sekolah?" tanya Bimo yang menoleh ke arah kamar ibunya.
"Nanti ayah yang anterin sekalian ayah pergi kerja" jawab Ryan yang mencampurkan beberapa bumbu.
"Ayah~..... Bimo mau susu".
"Iya ayah buatin nanti".
Sarapan dan susu sudah selesai dibuat. Ryan menyajikkan ke atas meja, dihadapan Bimo. Bocah manis sangat senang melihat sarapan buatan ayahnya.
"Ayah tidak makan?".
"Ayah makan tapi nanti aja,ayo dong makan sarapannya".
Sang anak langsung menuruti dan memakan lahap sarapannya. Ryan membuat roti sandwich untuk sarapannya sekaligus membuatkan untuk bekal anaknya nanti.
Selesai sarapan Ryan langsung memandikan sang anak. Ryan memang belum ahli dalam memandikan anak tapi syukurnya Bimo tidak terlalu banyak bergerak saat dimandikan.
Sudah selesai mandi,selesai berpakaian dan semuanya sudah selesai. Bimo tampak sangat manis sekali dengan seragam barunya. Bocah manis itu melihat tubuhnya di cermin full body.
"Yeayyy.... ayo sekolah ayah! Ayo!" ajak Bimo yang menarik tangan ayahnya.
__ADS_1
"Sebentar dulu ayah siapkan tasmu terus ayah mandi sebentar" jawab Ryan yang memasukkan kotak bekal beserta susu kotak ke dalam tas Bimo.
Sudah menyiapkan bekal, Ryan beralih ke kamarnya untuk membersihkan diri. Matanya melihat Karina yang masih tertidur pulas. Ya akibat Karina tidur lama gara - gara Ryan yang terlalu kuat mainnya.
Ryan sudah selesai dengan bersih - bersihnya. Ayah dan anak ini sudah selesai bersiap - siap. Sedangkan di sisi lain Karina baru saja bangun.
Ibu satu anak itu merasakan kasur di sebelahnya kosong. Dia langsung bangkit saat melihat jam di ponselnya.
Tapi sebelum keluar dia membersihkan diri terlebih dahulu. Usai menyelesaikan kegiatannya dia langsung berlari ke arah dapur dan terkejut melihat suami berserta anaknya sudah selesai bersiap.
"Ibu kenapa? Nanti ayah yang antar Bimo ke sekolah" ucap Bimo yang kebingungan melihat ibunya panik.
"Mau kantor sekalian? Kan sudah selesai siap - siap" tanya Ryan yang mengangkat alisnya sebelah.
"Aku tidak ke kantor hari ini aku mau tungguin Bimo di TK kan ini adalah hari pertamanya" jawab Karina yang memeriksa kembali perlengkapannya di tas.
"Ya sudah kalau begitu sekalian aku antar juga".
Ayah,ibu,dan anak itu masuk ke mobil. Kendaraan roda empat itu mulai melaju menuju TK tempat Bimo. Bocah manis itu terlihat sangat bersemangat sekali.
"Nanti Bimo saat di TK jangan nakal ya? Harus nurut sama bu guru atau pak gurunya,ok?" ucap Karina yang menggenggam tangan Ryan.
"Siap laksanakan!" jawab Bimo dengan pose tangan hormat.
"Nanti juga ingat makan bekalnya dan jajan sembarangan ok?" kali ini Ryan memberikan wejangan.
"Nanti kalau Bimo jajan di sembarangan Bimo bisa sakit karena kita tidak tahu kebersihan atau cara membuatnya bagaimana" Karina memberikan Bimo sebuah permen susu yang biasa dia buat.
"Ohh... okay bu! Dan terima kasih" bocah manis itu langsung memakan permen susu tersebut.
Tidak lama kemudian akhirnya mereka sampai. Bimo mencium telapak tangan ayahnya lalu beralih ke pipi kanan dan kiri. Ryan menarik Karina lalu mencium bibirnya.
"Honey! Disini ada banyak anak kecil jadi tidak baik! Ayo Bimo!" Karina langsung berjalan masuk sambil menggandeng tangan anaknya.
Ryan hanya tertawa saja menanggapi kekesalan istrinya. Mobil Ryan menuju restorannya. Ryan merasa sangat bahagia sekarang karena dia punya istri dan anak yang selalu ada untuk dia. Meskipun Ryan tidak hubungan darah langsung dengan Bimo tapi Ryan tetap menyayanginya.
Mobil Ryan berhenti di perempatan karena lampu lalu lintas berwarna merah. Mata Ryan menoleh ke arah kanan dan mendapati ada pasangan yang sedang bercu mbu. Sontak kepala Ryan langsung menoleh ke arah lain.
Walaupun dirinya pernah melakukan hal itu dengan Karina tapi di jalan raya seperti ini merupakan hal yang ya.... agak tidak ramah. Ryan memegang setirnya erat - erat dan berharap agar lampu lalu lintas segera berubah hijau.
"Astaga sayang! Jangan disini! Nanti dilihat" ucap sang wanita yang melepas tautannya.
"Tidak apa - apa biarkan saja" jawab sang pria yang kembali melanjutkan kegiatannya.
Lampu lalu lintas berubah hijau dengan cepat Ryan langsung melajukan mobilnya. Ryan benar - benar tidak tahan dengan adegan tadi.
Akhirnya Ryan telah sampai di restorannya. Ryan langsung masuk ke restorannya tapi dia terkejut melihat ada teman lamanya disana.
__ADS_1
"Oi Ryan! Lihat siapa yang mengunjungi kita" ucap Tio yang memanggil Ryan.
"Tentu saja aku tahu! Lama tidak bertemu teman lama" jawab Ryan yang langsung menyapa teman lamanya tersebut.
"Hei bro! Lama tidak bertemu! Bagaimana kabarmu? Sehat?" ucap teman lama Ryan yang bernama Yiko.
"Tentu saja sehat! Ada apa ini? Tumben sekali kau mengunjungiku? Ada sesuatu kah?" Ryan mengajak temannya duduk di salah satu kursi.
"Aku mau cerita sesuatu dan ini ada hubungannya dengan cinta".
"Woahhh!.... apa itu? Cepat lah ceritakan".
"Jadi aku jatuh cinta sama mitra kerjaku dan yang aku ajak mitra adalah direktur rumah sakit".
"Uhuhuhu.... siapa sih dia? Bisa - bisanya dia membuat temanku ini jatuh cinta begitu dalam".
"Dia berasal dari keluarga Cyndria dan kebetulan juga aku punya fotonya".
Yiko menunjukkan selembar foto kecil wanita yang ia sukai. Ryan sangat terkejut saat mengetahui siapa wanita tersebut.
"Bro! Yang benar saja?! Kenapa kau bisa suka sama wanita ini?!" tanya Ryan yang terkejut melihat foto itu.
"Karena dia orangnya baik,ramah,cantik,intinya dia terlihat seperti malaikat di mataku" jawab Yiko yang kembali membayangkan wanita tersebut.
Ryan masih tidak terima temannya tersebut mencintai wanita tersebut. Masalah wanita yang dicintai temannya itu adalah Karina.
"Jangan suka sama dia! Dia sudah ada yang punya,pokoknya jangan" Ryan tetap melarang temannya tersebut.
"Kenapa memangnya? Kok kau melarangku?" Yiko masih bingung mendengar larangan yang diucapkan temannya tersebut.
"Masalahnya wanita tersebut adalah istriku!".
"HAH?! YANG BENAR SAJA?! TAPI BAGAIMANA BISA?! KAPAN KAU MENIKAH?!".
Ryan akhirnya terpaksa menceritakan kisah tentang dirinya dan Karina. Yiko mendengar baik - baik cerita tersebut.
"Sekarang sudah paham?".
"Paham! Tapi aku akan tetap mendapatkan dia".
"Tidak! Tidak boleh! Dia itu istriku!".
"Terserah apapun pendapatmu itu aku tetap ingin mendapatkan dia, bagaimana pun caranya".
Yiko berjalan meninggalkan restoran Ryan dengan perasaan kesal. Ryan harus tetap mempertahankan istrinya agar tidak tergoda temannya.
MAKASI YANG SUDAH MAMPIR DAN BACA
__ADS_1
To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>>