
Beberapa hari setelah acara pemakaman, Ryan dan Ryaiden kembali melakukan kegiatannya seperti biasa. Hari ini bibi Rosie dan paman Niki berkunjung ke restoran Ryan. Kemarin - kemarinnya mereka berdua tidak bisa berkunjung karena harus berkunjung ke beberapa teman lamanya.
Bibi Rosie terkesan melihat rupa restoran yang telah dibangun oleh Ryan dan Tio. Ryan mengajak bibi Rosie dan paman Niki duduk di meja terbaik untuk mereka. Seperti biasa Bimo dan Vivi dititipkan disana karena kedua orang tua mereka sangat sibuk.
Bimo menghampiri bibi Rosie kemudian mencium punggung telapak tangan bibi Rosie. Kemudian tangan kecil Bimo memberikan papan menu kepada bibi Rosie.
"Apa Bimo tahu cara mencatat pesanan? Apakah Bimo ingat?" tanya bibi Rosie yang sedikit bingung kenapa Bimo yang memberikan papan menu bukannya Ryan.
"Ingat kok nek! Ibu saya punya cafe dan saya sering membantu pegawai ibu saya. Karena saya belum bisa menulis terlalu lancar jadi salah satu pegawai ibu saya memberikan papan menu lalu dia memberitahu cara mengingat pesanan pelanggan dengan lebih yaitu dengan cara melingkari salah satu gambar menu sambil melihat pelanggan menunjuk menu tersebut. Makanya saya tahu cara bekerja seperti pelayan" jawab Bimo dengan sempurna.
Bibi Rosie dan paman Niki terpukau mendengar jawaban Bimo yang sangat sopan. Mereka berdua tidak menyangka kalau Bimo sepintar ini. Bibi Rosie dan paman Niki memberitahukan makanan dan minuman apa saja yang dipesan kepada Bimo. Setelah menerima pesanan, Bimo berjalan menuju dapur untuk menyerahkan pesanan tersebut.
Ryan sangat menyukai suasana restorannya sekarang ini. Tapi semua itu sirna saat Ryan melihat Andi masuk dengan keadaan hancur yang dimana celana bling - blingnya robek sana sini,baju hitamnya robek di bagian punggung,sepatu hilang sebelah, dan rambutnya sedikit terbakar. Ryan menghampiri adiknya Karina yang dalam keadaan gembel tersebut.
"Woi! Sini dulu Andi!" panggil Ryan yang meminta Andi duduk di salah satu kursi yang sudah diseadiakan Ryan.
Andi menghampiri meja tersebut walaupun jalannya sedikit pincang. Ryan dan Andi sudah duduk bertatapan. Sekarang mari kita dengarkan sedikit perbincangan halus -- eh salah! Maksud author perbincangan agak kasar. Yang duluan ngomong Ryan ya...
"Tidak terima gembel disini".
"Terus ngapain panggil aku tadi?".
"Memangnya kau gembel?".
"Bukan!".
"Nah itu tahu".
"Isshhh!... Tahu ah!".
"Kenapa dengan dirimu? Cosplay jadi tunawisma?".
"Bukan! Aku habis kena ledakan!".
"Dimana?".
"Di rumah adikmu!".
"Hah?! Bagaimana keadaan Ryaiden?".
__ADS_1
"Ryaiden berhasil kabur karena dia sudah memperkirakan ledakan akan terjadi dan aku ditinggal begitu saja di rumahnya".
"Kasihan".
"Telat!".
"Terus? Sudah diperiksa polisi belum rumah Ryaiden?".
"Masih dalam tahap penyelidikan dan Ryaiden masih disana".
"Ohhh... Terus kau ngapain kesini?".
"Mau ajakin main kartu".
"Sorry aku tidak main judi".
"Be go! Jelas - jelas aku terluka bukannya diobatin malah diajakin bercanda".
"Jangan salahin aku dong! Anda yang salah Andi. Sudah tahu terluka seperti ini bukannya ke rumah sakit malah ke restoran,kan Karina punya rumah sakit".
"Sudah kesana tadi! Tapi diusir!".
"Hah? Diusir? Hahahaha... Yang benar saja? Hahaha...".
"Hee... Jangan begitu! Ya sudah katakan saja apa yang mau katakan hingga sampai kesini".
"Obatin aku".
"Maaf persediaan p tiga k ku habis, sudah habis dipakai main sama Bimo dan Vivi".
"Hah? Ehh... Yang benar saja Ryan?".
"Iya beneran! Barusan habis dan yang tersisa hanya plester ini".
"Nyesel aku datang kesini".
"Salah sendiri lah tahu sakit malah ke restoran, memangnya apa fungsi rumah sakit yang lain?".
"Isshh! Kau jahat Ryan!".
__ADS_1
"Ini bukan salahku Andi baik".
Andi mengambil sesuatu dari dalam tasnya lalu memberikannya kepada Ryan. Tangan Ryan memutar kertas tersebut ke kanan dan kiri lalu memperhatikan baik - baik isi kertas tersebut.
"Apa ini?".
"Ya kertas apalagi?".
"Maksudku untuk apa kertas ini?".
"Kau sudah baca isinya?".
"Ehm? Haaaaaaaaaaaa?????!!!!.... Andi?!". (Catatan dari author: jangan dizoom kayak film india soalnya kelamaan kalau pakai acara zoom segala).
"Biasa saja terkejutnya".
"Kau mau cerai dengan Hiro? Padahal baru beberapa menikah".
"Iya! Bukan aku yang mengajak dia cerai tapi dia yang langsung mengeluarkan surat cerai".
"Gara - gara apa memangny?".
"Gara - gara ketahuan selingkuh dengan pria tiga orang".
"Berapa banyak pria kau ajak main?".
"Tergantung".
"Gila! Terus bagaimana cara dia menemukan kau selingkuh?".
"Ceritanya dia tidak sengaja melihatku melalui kaca jendela sebuah kafe di tengah kota terus dia mengikuti. Saat itu aku perginya sendirian dan aku ketemuannya di suatu hotel. Setelah menyewa kamar hotel aku menelpon dua teman mainku lalu menyuruhnya kemari kebetulan juga dua temanku ini sedang makan di restoran tempat Hiro makan tadi".
"Terus Andi masuk kamar bersama dua temannya lalu dilihat oleh Hiro? Begitu kah lanjutsn ceritanya Andi?".
"Benar! Terus dia merekamnya dan dia bilang akan menjualku ke pasar gelap jika aku tidak menurut padanya tapi aku terus melakuannya".
"Bo doh! Sudah tahu salah masih saja dilanjutin!".
MAKASI YANG SUDAH MAMPIR DAN BACA
__ADS_1
Author ngantuk makanya cepat selesai
To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>