Cafe And Restoran

Cafe And Restoran
Chapter 104: Foto


__ADS_3

Akhirnya si dua bersaudara tersebut sudah sampai di markas dengan selamat. Ryaiden memberikan semua berkas dan laporan yang mereka temukan kepada Andi. Ryan duduk di salah satu kursi dengan memegang segelas air dan ekspresinya tampak kesal.


Andi yang melihat pacar kakaknya itu tampak kesal memutuskan untuk menghampirinya. Sebelum menghampiri Andi memberikan semua barang bukti itu kepada salah satu anak buahnya.


"Hei! Apa yang kau pikirkan Ryan? Cemberut terus" ucap Andi yang menepuk bahu Ryan.


"Tidak ada apa - apa hanya ada sedikit masalah tadi makanya membuatku kesal" jawab Ryan yang masih sama ekspresi wajahnya.


"Hmmm... Benarkah? Lalu apa yang kau pegang itu? Perasaan dari tadi dicengkram terus" Andi melirik ke arah tangan Ryan.


"Ini bukan apa - apa" Ryan langsung menyimpan foto tersebut di saku celananya.


"Ohhhhhhhhhh..... Sepertinya tadi aku melihat foto kak Karina bersama sang direktur perusahaan tadi saat aku memantau kalian,apakah itu fotonya?".


"Diam dah".


"Tumben sekali kau menjadi dingin seperti ini".


"Sudahlah! Aku tidak mau membahasnya lagi".

__ADS_1


"Ayolah Ryan! Ceritakan apa yang terjadi sebenarnya, aku janji tidak akan menceritakannya kepada kak Karina".


"Beneran? Janji?".


"Janji".


"Oke! Tadi aku saat memeriksa berkas - berkas aku menemukan foto itu. Langsung saja aku ambil foto itu dan aku merasa sangat kesal".


"Mana sih fotonya? Coba lihat! Kok bisa sampai membuat si Ryan yang paling sabar dan ceria tiba - tiba saja menjadi kesal".


Ryan mengeluarkan foto tersebut lalu menunjukkannya kepada Andi. Mata Andi langsung membulat membesar saat melihat foto itu. Foto itu memang ada Karina dengan direktur perusahaan yang ditargetkan Andi tapi posenya yang bikin kesal. Posenya adalah Karina memeluk direktur tersebut dan direktur itu merangkul pinggang Karina.


"Beneran nih?! Wahh... Bahaya sekali! Rencana ini sepertinya tidak akan berjalan lancar" ujar Andi yang masih tidak percaya dengan foto tersebut.


"Mana aku tahu! Yang jelas aku sudah menemukan foto ini dan sudah jelas seperti ini" jawab Ryan yang kembali menyimpan foto tersebut.


Andi hanya mengangguk paham dan meninggalkan Ryan dengan perasaan kesalnya. Ryan masih merasa kesal dengan foto tadi.


...****************...

__ADS_1


Keesokan harinya berita tentang pemalsuan data sudah tersebar. Yoh? Kenapa bisa menjadi berita pemalsuan data bukannya pencurian data? Kenapa demikian. Nah.... Jadi ceritanya sebelum Ryan dan Ryaiden keluar ruangan ternyata mereka sudah menyiapkan laporan atau berkas - berkas yang sesuai dengan yang mereka curi. Laporan dan berkas tersebut sudah disiapkan oleh Andi sebelum mereka pergi.


Berita pemalsuan itu bukannya yang ditangkap adalah si direktur melainkan para pegawainya. Memang si direktur bukan termasuk pelaku tapi dia masih menjadi tersangka.


Andi hanya tersenyum miring menonton berita tersebut. Kali ini rencana Andi hanya meleset sedikit. Awalnya rencana Andi dalam tahap pertama adalah mencuri data,memalsukan data,besok keluar berita pemalsuan data yang dimana pelaku utamanya si direktur dan tahap pertama selesai. Namun renacanya hanya melengceng sedikit saja.


"Akhhh!.... Awas saja kau Silver! Aku akan balas dendam!" ujar Andi yang mengarah kepada direktur perusahaan tersebut yang bernama Silver.


"Tuan Andi! Ini adalah ro ko knya " salah satu anak buah Andi memberikan batang niko tin.


Tangan Andi mengambil benda tersebut lalu menyalakannya. Asap keluar dari batang tersebut juga dihembuskan dari hidung Andi.


"Awas saja kau Silver,aku tidak akan membiarkan kau selamat".


MAAF YA SEMUANYA CUMAN BISA SEGINI KARENA AUTHOR PUNYA MASALAH DI REAL LIFE YANG MENGGANGGU PIKIRAN AUTHOR SEKALI LAGI AUTHOR MINTA MAAF


MAKASI YANG SUDAH MAMPIR DAN BACA


To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>>

__ADS_1


__ADS_2