
"Ya masih kepikiran sama Andi saja,kan.... berita ini mendadak jadi ya wajar saja aku masih kelihatan lemas,lesu,dan down gitu" Aliya memutar kedua jari jempolnya saat menjawab.
"Ohh... maafkan paman ya tidak memberitahumu lebih awal paman juga saat itu merasa shock jadi belum bisa beritahu" Ryan menyandarkan tubuhnya pada punggung kursi.
"Hahh~.... bagaimana aku menjalankan kehidupanku selanjutnya? Padahal aku baru saja bertemu dengan orang yang bisa membuatku nyaman,tenang,intinya membuatku sangat nyaman sekali".
"Sabar saja ya Aliya mungkin selanjutnya akan menjadi hari yang berat tapi pasti kau bisa melewatinya".
Aliya mengangguk paham setelah mendengar ucapan pamannya. Ryan melirik kearah Karina dan memberikan kode.
Karina yang memahami kode tersebut langsung menghampiri suaminya. Dia duduk di sebelahnya dan memperhatikan Aliya.
"Kenapa bibi Karina? Apa mau menyampaikan sesuatu?" Ryan beranjak dari sana menuju dapur dan membiarkan dua wanita itu berbincang.
__ADS_1
"Bibi akan menjawab pertanyaanmu itu setelah kau ikut bibi ke taman belakang" Karina bangkit kemudian menarik tangan Aliya untuk mengajaknya ke taman belakang.
Di taman belakang, Karina belum menjawab pertanyaan Aliya melainkan dia masih memandangi beberapa bunga dihadapannya. Aliya kebingungan melihat tatapan Karina ke bunga - bunga tersebut.
"Bibi ayo jawab pertanyaanku yang tadi!" Aliya langsung mengingatkan Karina mengenai pertanyaan tadi.
"Astaga! Maaf bibi baru ingat, jadi alasan bibi menghampiri adalah untuk menenangkan kau dari berita yang kemarin" jawab Karina yang memetik bunga kecil di dekat kakinya.
"Menenangkan? Kenapa bibi tidak menenangkan diri bibi saja? Kan bibi adalah kakaknya pasti ini merupakan hal yang berat bibi juga,lalu untuk apa menenangkanku?" Aliya sedikit membantah jawaban Karina dengan halus.
Aliya tertegun mendengar tersebut. Yang dikatakan Karina memang benar kalau dia sudah ditinggal tiga kali. Tiga kali ditinggal itu bukan merupakan hal yang mudah bagi Karina.
"Ohhh~... apakah tidak berat? Itu merupakan hal yang berat" tanya Aliya yang menoleh ke arah Karina.
__ADS_1
"Memang berat sih tapi ada kakek Dito,ada Dhika,ada Bimo kemudian datang lah pamanmu itu yang menjadi kekuatan untuk bibi agar lebih kuat menjalani hidup. Kau pasti bisa Aliya" jawab Karina yang menggenggam kedua tangan Aliya lalu mencium pipinya.
"Tapi bagaimana caranya bi? Kemarin saja aku masih kebingungan" Aliya semakin gelisah dengan perasaannya.
"Tenang saja Aliya! Kan ada Bimo,Ryan,aku dan yang lainnnya. Kami akan membantumu" Karina meyakinkan Aliya agar lebih percaya diri.
Karina berdiri kemudian mengajak masuk lagi ke restoran. Aliya semakin yakin kalau masih banyak orang yang mendukungnya dalam melewati kebingangan ini.
Karina menghampiri Ryan lalu menceritakan tentang yang terjadi pada dirinya dan Ryan. Paman dari Aliya bangga mendengar cerita yang diceritakan istrinya.
"Kerja bagus sweetie! Nanti malam kau dapat hadiah tapi kau harus menemani Aliya dulu selama beberapa hari ini,okay?".
"Tenang saja honey! Aku laksanakan".
__ADS_1
MAKASI YANG SUDAH MAMPIR DAN BACA
To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>