
🌹Assalamualaikum readers lover semua, terimakasih sudah membuka chapter ini , jangan lupa like dan komennya karena itu akan membuatku semakin semangat untuk terus menulis. Semoga kalian selalu sehat dan murah rezekinya, aamiin.🌹
Selamat Membaca!
*****
SMA Unggulan ....
Ketiganya mulai berjalan menuju keruangan kepala sekolah. Penampilan Abas dan Hanafi begitu mencuri perhatian semua siswa putri yang sudah datang lebih awal. Banyak yang berdecak kagum dengan ketampanan keduanya, di tambah lagi senyum ramah dari keduanya yang membuat meleh kaum hawa.
Sementara itu diparkiran mobil pak Amat baru saja parkir, suara bel panjang sudah berbunyi dan pintu gerbang pun sudah di tutup. Fatim dan Yati segera berlari berhamburan menuju gerbang, mereka terlambat. Gerbang baru saja di tutup. Dengan susah payah Fatim dan Yati memohon pada security agar di bolehkan masuk.
"Pakkkkkk! Tungguuuuu!" teriak Fatim dan Yati sambil berlari dengan tergopoh-gopoh.
Security yang baru saja menutup pintu menoleh.
"Maaf, Mbak. Sesuai peraturan yang terlambat tidak bisa masuk lagi," ucap security tersebut.
"Plis, Pak. Kita kan cuma telat dua menit saja." Yati memelas dengan wajah imutnya.
"Maaf, Mbak. Saya hanya menjalankan tugas. Sekali lagi maaf." Security itu menutup habis pintu gerbang dan hendak mengemboknya.
"Pak! Tolong lah kami sekali ini. Saya baru bisa sekolah setelah tiga minggu opname di rumah sakit. Hari ini saya di haruskan untuk mengikuti ujian susulan, jadi saya mohon ketulusan hati bapak, coba bayangkan jika yang mengalaminya anak atau adik bapak, apa bapak tega dan nggak kasihan?" ucap Fatim dengan wajah polos dan serius.
Mendengar penuturan Fatim, membuat sang security berpikir dan akhirnya ia tergerak ingin menolong Fatim.
"Baiklah kali ini saya akan bantu kamu, karena alasanmu yang membuatku merasa kasihan, tetapi ingat tidak untuk lain kali." Security pun kembali membuka gemboknya.
"Pak! Kalau nggak salah tadi bapak cuma bilang kamu, lah saya nggak ya? Harusnya kan bapak bilang kalian, gitu!" ucap Yati protes.
"Iya, kamu nggak usah masuk. Alasanmu nggak jelas. Harusnya kamu tadi buat alasan yang masuk akal, ini malah bilang cuma telat dua menit," sahut si security dengan wajah yang sengaja di pasang seserius mungkin.
"Yaa Allah, teganya bapak security. Aku do'akan semoga bapak ganteng ini masuk surga jika memberi izin aku untuk masuk dan aku do'akan belaiu masuk neraka kalau nggak mengizinkan aku masuk," ucap Yati dengan menengadahkan kedua tangannya.
"Loh kok gitu sih do'anya?" Sang Security protes.
"Ya iya lah, soalnya bapak yang tidak mengizinkan saya untuk belajar, sedangkan bapak tahu kita itu belajar dari kecil hingga kita mati," cerocos Yati dengan mulut yang sudah mancung sana mancung sini.
"Ya ... ya ... Sekarang kamu juga ikut masuk, makin lama ngobrol di sini semakin banyak waktu aku dan kalian yang terbuang percuma." Security itu akhirnya mau membuka sedikit gerbang agar Fatim dan Yati bisa masuk.
"Untung body gue slim, kalau nggak mana muat nyelip di gerbang yang cuma di buka seempret(kecil)gitu," rutuk Yati yang masuk duluan.
Fatim hanya tersenyum mendengar rutukan sahabatnya itu, begitu juga dengan sang security terlihat menahan senyum sehingga membuat matanya sedikit berair.
"Pak! Nama bapak siapa?" tanya Fatim sambil tersenyum ramah.
"Nama beken Suneo ka ...." Belum habis sang security berbicara tentang namanya tawa Yati sudah membahana.
"Buwahaa ... ha ... ha ...." Yati melepaskan tawanya sambil memegang perutnya.
*Dasar bocah edan, denger nama gue yang beken aja ketawa. Nggak tahu apa nama Suneo itu keren kata temen gue.*
Pletak!
Fatim menyentil kening sahabatnya itu, meski pun sebenarnya ia juga ingin tertawa namun masih bisa dia tahan karena menghormati orang yang lebih tua.
*Dasar mulut ember, saringannya rusak kali. Nggak bisa apa tahan dikit ketawanya, gue aja mau ketawa tahan dulu, dasar Oneng.*
"Sakit, Fren ku." Yati mengusap keningnya yang di sentil oleh Fatim.
"Maaf pak, kalau nama panjangnya siapa?" Fatim masih melotot menatap Yati.
*Biasa aja kali Fren, nggak takut apa tuh mata keluar. Melotot kayak mata kebo, kan aku yang takut jadinya.*
Security itu tersenyum pada Fatim yang mau menghargai namanya.
"Nama panjang saya Suryo Nendar Sutopo, makanya biar keren dibuatin singkatan sama temen saya, Suneo. Katanya biar keren dan beruntung juga." Suneo tersenyum bangga.
__ADS_1
*Gue ketawa dalam hati aja batin Yati , takut gue ama Fatim. Entar yang ada jidat gue nih jadi jenong gegara Fatim. Ha ... ha ... Nobita sama Doraemonnya mana? Sesuka, Jayen juga sekalian.*
Yati tampak membuang mukanya kesamping ia tersenyum sendiri tetapi dia diam, takut ketahuan sahabatnya Fatim dan juga sahabatnya si Nobita.
"Bapak, security baru ya?" tanya Fatim lagi.
"Iya, Mbak tapi nanya nya sudah dulu ya. Sekarang kalian akan benar-benar terlambat. Sekarang sudah waktunya upacara." Suneo tersenyum manis sambil menunjukkan jam yang melingkar manis di tangan kirinya yang kekar. Seketika mata kedua gadis itu melotot dengan diiringi mulut yang juga ikut terbuka lebar.
"Lariiii," teriak Fatim.
Tanpa di komando keduanya langsung lari terbirit-birit menuju kekelas mereka yang letaknya sedikit di ujung.
Sementara itu semua siswa dan siswi SMA Unggulan mulai meninggalkan semua area kelas menuju kelapangan upacara.
Fatim yang sudah berlari kencang meninggalkan Yati jauh dibelakangnya tak bisa mengelak lagi saat dirinya menabrak seseorang yang sedang berjalan bersama dengan seorang temannya.
Brugkkk!
"Maaf ... maaf ... saya tidak sengaja, saya buru-buru," ucap Fatim sambil membungkukkan badannya tanpa melihat siapa yang dia tabrak.
Begitu juga dengan lelaki yang ditabraknya langsung menunduk hanya memandang kearah kaki gadis yang menabraknya.
*Suara itu! Seperti suara Fatim. Apa dia Fatim? Apa dia masih sekolah juga? Atau jangan-jangan aku yang Halu karena selalu teringat dirinya. Ah pasti aku salah orang.*
Dengan cepat Fatim berjalan menuju kelasnya dan segera di susul oleh Yati. Dia sempat melihat cowok yang di tabrak oleh Fatim.
*Yaa Tuhan, sangat tampan. Apa gue salah 'liat kali ya, apa dia malaikat tak bersayap yang turun sengaja untuk menyapaku.*
Yati terus saja memperhatikan cowok yang tadi di tabrak Fatim hingga tanpa sadar saat berbalik.
Dukkk!
"Akhhhh! Jidat gue." Yati menggusap keningnya karena menabrak pintu.
"Rasa in loe, punya mata letak di kaki, ya gitu deh." Fatim tertawa melihat ketelodoran temannya.
"Terus aja marah, biar gue tinggalin loe sendiri. Gue mau upacara, bye!" Fatim berjalan menuju keluar kelas dan sembunyi dibalik tembok dekat pintu.
"Fren kuuuuuuu, jangan tinggalin gue dong, kamu jahara(jahat) banget sih sama gue. Tunguuuuuu!" Yati segera berlari menyusul sahabatnya itu, dia tidak tahu kalau Fatim bersembunyi.
Yati sudah berlari cukup jauh menuju lapangan upacara, sementara Fatim masih tertawa sambil berjalan menuju lapangan upacara sampai dia bertemu dengan Rangga.
"Fatim! Tunggu!" Rangga berlari menghampirinya.
Fatim merasa sedikit jengah, namun dia berpura-pura bersikap biasa saja di depan Rangga.
"Hei! Akhirnya loe kembali sekolah. Hari-hari di sekolah terasa sangat hampa karena loe nggak ada, Fatim." Rangga tersenyum sangat manis.
"Masa sih, Kak. Bukannya seneng gue nggak ada?" tanya Fatim sambil berjalan menuju lapangan.
"ya enggak seneng lah, kan cewek manis yang membuat gue semangat nggak ada." Rangga melirik Fatim yang terlihat semakin cantik menurutnya.
"Kan ada Gladis, cewek cantik pujaan kak Rangga?" Fatim tersenyum santai.
"Gue nggak suka sama Gladis, dia nya aja yang keganjenan." Rangga berusaha mensejajari langkah Fatim.
"Gue nggak perduli, itu urusan Kakak. Yang gue tahu, gue nggak mau lagi terlibat hal dengan Gladis CS." Fatim mendahului Rangga.
*Akhhh! Semua karena Gladis, Fatim jadi makin nggak suka sama gue.*
Rangga tampak kesal dan masih memanggil nama Fatim yang telah mendahuluinya.
*****
Semua penghuni SMA Unggulan sudah berkumpul dilapangan upacara, begitu juga dengan Abas dan Hanafi. Namun pikiran Abas terganggu, dia masih terbayang peristiwa tabrakan tadi pagi saat menuju kelapangan upacara. Dia sangat penasaran, apa benar gadis itu Fatim? Jika itu benar-benar Fatim, bagaimana reaksinya jika tahu dia pindah dari pondok ke sekolah umum begini?
Hayoooo pada penasarankan, so tunggu di next episode.
__ADS_1
Bersambung.....🌹
Terimakasih sudah membaca!
Sambil menunggu novelku yang ini terbit, baca juga yuk novel ku Nyanyian Takdir Aisyah.
Dan Novel Author lain yang tak kalah menarik.
Fit Tree Fitri.
Arsitek Cantik. Cinta Untuk Dokter Nisa
Mengejar Cinta Ariel
Tabib Cantik Bulan Purnama
*Ergina Putri
Melawan Rasa Takutku
Putri Asisten Pribadiku
* Putri Tanjung
OB Kerudung Biru
Ceo dingin dan Gadis Kampung
*Envy Yo Wesben.
My Princess OG.
* Karlina Sulaiman
Ceo Somplak
*Laura V
Sang Pengoda
*Bintun Arief
Keteguhan Hati
*Novi Wu
Bos Come Here Please!
*Ricky Wijaksono
Api Dibumi Majapahit
*Samar
Cinta Di antara Dendam
* Syala Yaya
Istri kedua tuan Krisna
* Cherin Kauma
l Love My Army Wife
*Oktavia Tresiani
Pacarku Hantu
__ADS_1