Cinta Bersemi Diujung Musim

Cinta Bersemi Diujung Musim
LELAKI DALAM MIMPI 3


__ADS_3

Nadya sangat penasaran dengan lelaki yang ada didalam mimpi Fatim.


"Sayang kalau begitu tolong temani Mama kerumah sakit itu ya, kita lihat apa Mama juga mengenal lelaki itu, apa kamu udah baikan sekarang, apa masih pusing?"


"Alhamdulillah Ma udah baikan."


"Oke kalau begitu sekarang kita kerumah sakit ya."


"Oke Ma, tapi Fatim ganti baju dulu ya."


Setelah ganti baju Fatim dan Nadya segera meluncur kerumah sakit.


Sepanjang pejalanan kerumah sakit Nadya hanya diam, dia sibuk dengan pikirannya sendiri.


" Ya Allah siapa lelaki dalam mimpi Fatim? Apa yang diinginkannya ? Dan lelaki yang dirumah sakit itu, apa maksudnya bercerita tentang kota kenangan, Fatim mirip seseorang yang dia cari, apa dia ... ah tidak mungkin dia kembali lagi, untuk apa? Ya Allah aku semakin bingung, semoga Kau selalu melindungi kami ya Allah, batin Nadya.*


Mobil kini perlahan mulai memasuki parkiran rumah sakit, dan jantung Nadya berdebar semakin cepat, dan keringat mulai membasahi tubuhnya.


"Ma ... Mama baik - baik saja kan? Kenapa wajah Mama tampak gusar?"


"Iya sayang, Mama baik - baik saja, hanya saja karena penasaran dengan ceritamu Mama jadi tegang," ucap Nadya jujur.


"Kita berdoa saja Ma, semoga kita bisa menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi," ucap Fatim.


"Terimakasih sayang kamu memang yang terbaik buat Mama."


Keduanya saling merangkul lalu bergandengan memasuki koridor rumah sakit menuju kamar perawatan pasien tabrakan pagi tadi.


"Ma yang ini ruangannya." Menunjuk sebuah kamar diruangan Vip.


Perlahan Nadya memegang gagang pintu dan menekan handlenya.


"Klek !" Suara handle pintu.


Perlahan daun pintu terbuka, dan tampaklah seorang laki - laki yang tertidur sambil membelakangi pintu.


Jantung Nadya berdetak semakin cepat melihat lelaki yang sedang terbaring tersebut.


*Ya Allah lelaki itu, postur tubuh itu, gaya rambut itu, apa itu benar - benar kamu mas? Tetapi mengapa setelah belasan tahun baru sekarang kamu muncul, batin Nadya.*


Mendengar suara handle pintu terbuka lelaki itu segera membalikkan badannya. Saat pandangan keduanya bertemu keduanya serasa tersambar petir disiang hari.


"Prakkk."


Bingkisan yang Nadya bawa terlepas begitu saja dan berserakan dilantai. Dengan cepat Nadya memutar tubuhnya membelakangi lelaki itu.


"Nadya benar itu kamu?" Ucap lelaki itu merubah posisi tidurnya.


Sedang Nadya terdiam, detak jantungnya berdetak seperti genderang perang.


"Nadya ... tolong berbaliklah dan mendekatlah kemari, ada yang ingin aku sampaikan padamu, dan aku sangat yakin saat melihat Fatim, aku mohon ... mendekatlah."


Fatim yang sedari tadi terpaku melihat semuanya masih terdiam, dia masih mencerna apa yang sebenarnya terjadi.


"Fatim ... tolong bawa Mamamu kemari, aku ingin menjelaskan semuanya, biarkan masalah belasan tahun lalu akan terselesaikan saat ini."


"Maksud Bapak apa?" Tanya Fatim.


"Mendekatlah hari ini kau akan tahu semua kebenaran yang telah tertutupi selama belasan tahun, dan aku merasa sangat berdosa atas semua yang terjadi pada kalian. semua."

__ADS_1


"Apa maksud kamu Mas?" Ucap Nadya bergetar.


"Mas ... maksud Mama, Bapak itu." Menunjuk lelaki itu.


"Aku mohon kalian berdua mendekatlah kemari." Bangkit dari tidurannya dan duduk ditepi ranjangnya.


"Tolong jangan pergi, jangan biarkan aku mati dalam limangan dosa," ucap lelaki itu.


Akhirnya setelah memohon dengan linangan air mata lelaki itu berhasil meluluhkan hati Nadya dan Fatim.


Nadya duduk dikursi sofa yang ada didepan bed pasien bersama Fatim. Lama suasana menjadi hening. Sampai akhirnya lelaki itu mulai bicara.


"Pertama - tama izinkan saya meminta maaf padamu Nadya, karena aku telah membohongimu selama 16 tahun. Sebenarnya Bram sama sekali tidak bersalah dan masih bersih, yang salah itu adalah aku bukan Bram mu."


"Apa maksud kamu Bram tidak bersalah, memangnya kamu siapa? Apa kamu bukan mas Bram?" Tanya Nadya semakin penasaran.


"Baiklah Nadya kamu dengarkanlah ceritaku ini dan setelahnya aku akan terima apapun nanti yang akan kamu lakukan padaku."


"Dulu kamu ingat saat kalian menikah, Bram pernah bercerita padamu agar akadnya ditunda dulu karena dia masih menunggu seseorang."


"Iya aku masih sangat ingat."


"Orang yang Bram tunggu itu aku karena Bram tahu aku mencintai kamu juga."


"Beginilah cerita sesungguhnya Nadya ...."


Tujuh belas tahun yang lalu saat kamu pertama kali menginjakkan kakimu didesa kami, aku sudah jatuh cinta saat pada pandangan pertama.


Namun saat itu aku sudah punya pacar. Aku dan Bram adalah saudara kembar identik, aku adalah Pramantio. Namun aku benar - benar jatuh cinta padamu Nadya. Setiap hari kita selalu jalan bersama dan pacaran. Sedangkan Bram kembaranku adalah lelaki yang sholeh dan pemalu, dia sangat sabar, jujur, dan bertanggung jawab, dia juga jago beladiri.


Kami berdua tumbuh menjadi pemuda yang menjadi rebutan kembang desa. Namun sifat kami sangat bertolak belakang, aku playboy sedangkan Bram sangat kalem dan sopan, dia senang membantu siapapun.


Selama kita pacaran aku memakai nama Bram agar pacarku tidak tahu kita pacaran , sampai waktu itu kamu minta aku untuk segera melamarmu, kamu tahu aku sangat gembira Nadya karena akhirnya aku benar - benar menemukan gadis yang aku cintai.


Namun Allah mungkin tak merestui kebohoganku, dengan mendatangkan pacarku yang sudah hamil, akhirmya aku menikahi pacarku, dan kamu benar - benar menikah dengan Bramantio. Setelah menikah kalian pindah ke kota dan setelah enam bulan kamu hamil semua keluarga sangat senang, hanya aku yang tidak senang.


Kemudian dengan diam - diam aku ke kota untuk menemui Bram yang telah nyaman dengan kehidupan mewah dan menjadi seorang CEO, aku meminta dia meninggalkan mu dan membiarkan aku menggantikan posisinya dihatimu kembali. Tetapi semua diluar dugaanku Bram sudah benar - benar mencintaimu dan calon anak kalian. Aku murka mendengar semuanya dan aku khilaf waktu itu. Aku menculik Bram dan membuangnya kesebuah desa terpencil dengan kondisi tubuh penuh luka, dan tangan terikat.


Kemudian aku ke kota kembali kerumahmu sebagai suamimu, namun aku kecewa karena sewaktu aku ingin memadu kasih denganmu dokter melarang kita untuk bersama sampai waktu lahiran tiba, aku sangat frustasi waktu itu sudah gadismu aku tak dapat, dan saat Bram tak adapun aku tak dapat bersamamu, makanya aku melakukan hubungan terlarang itu dengan resepsionis dikantormu itu. Kami sering melakukannya sampai kamu memergoki kami waktu itu.


Sejak kamu membuangku dan meninggalkanku dengan sebuah apartemen kecil itu, wanita resepsionis itupun meninggalkan ku, aku hidup sendiri, dan akhirnya aku kembali pada istriku yang telah lama aku telantarkan demi cintaku padamu.


Aku akhirnya dikarunia dua orang anak. Setelah beberapa tahun aku baru teringat untuk mencari Bram, dan memutuskan untuk menjadikan hidupku untuk menemukan saudaraku itu.


Pencarianku membuahkan hasil, aku menemukan Bram, namun Kondisinya saat itu sangat memperihatinkan, dia tinggal disebuh pondok didekat ujung desa, dia sakit, sejak aku menemukannya dan hendak membawanya kembali padamu dia tidak mau, karena ia tahu kesalahanku padamu terlalu besar dan kalau ia kembali padamu waktu itu kamupun pasti tidak akan menerimanya kembali, karena kamu pikir pasti dia yang bersalah.


Setelah belasan tahun hidup tidak terurus dan hanya dengan makanan yang aku kirim padanya, kondisi Bram saat ini sangat parah, aku tidak tahan lagi dengan semuanya, makanya aku memutuskan untuk menemuimu meskipun Bram melarang aku untuk mengungkapkan kebenarannya agar kamu mau menerima Bram kembali.


"Demikianlah cerita yang sebenarnya Nadya, aku mohon maafkanlah aku yang telah menghancurkan rumah tanggamu," ucap Pram dengan lingan air mata penyesalan yang sudah tak terbendung.


Begitu juga dengan Nadya ia sama sekali tak pernah menyangka sedari awal percintaanya telah penuh dengan drama dan kebohongan.


"Nadya aku mohon bicaralah, maafkanlah aku?"


"Aku masih belum bisa percaya semua ini, aku ... aku juga tidak tahu harus bagaimana," ucap Nadya dengan linangan air mata.


Fatim juga telah berlinang air mata, sosok ayah yang selama ini sangat dia benci, sosok ayah yang membuatnya membenci rasa cinta, ternyata seorang yang sangat mulia. Perlahan Fatim memeluk Nadya untuk menguatkan Mamanya.


"Ma ... maafkanlah Pak Pram, bukankah Mama yang katakan kalau Allah saja maha pemaaf maka kita selaku hambanya juga haruslah demikian," bisik Fatim lembut.

__ADS_1


Tangis Nadya semakin pecah, ia terharu gadisnya punya hati yang mulia, ia sudah mau memaafkan semuanya, dan Nadya pun sudah pernah berjanji pada dirinya sendiri untuk memaafkan kesalahan suaminya.


" Baiklah aku memaafkanmu Pram, dan aku juga sudah memaafkan Mas Bram."


"Kalian masih suami istri yang sah Nadya, dan aku yakin kamu juga belum menanda tangani surat perceraian itu kan."


Nadya hanya menggelengkan kepalanya karena memang dia tidak pernah memanda tangani surat itu.


"Baiklah Nadya, kata dokter besok aku sudah boleh pulang, maukah besok kita langsung berangkat ke desa untuk bertemu Bram?"


Lama Nadya terdiam, ia rasanya belum siap untuk semua kenyataan yang dialaminya saat ini.


"Ma ... bagaimana ? Apa Mama mau kita bertemu ayah?" Merangkul Nadya.


"Apa kamu sudah siap sayang ?Apa kamu bisa menerima semua ini? Kamu tidak marah pada Mama ataupun Om Pram?"


"Tidak Mama Fatim sudah ikhlas menerima semuanya, setelah 16 tahun akhirnya Fatim bisa melihat sosok seorang ayah, yang sebenarnya jujur sangat Fatim merindukannya, namun hanya karena kesalahan yang bukan kesalahannya Fatim terpaksa menanamkan kebencian padanya," ucap Fatim berlinang air mata.


Air mata sedih dan juga bahagia berbaur menjadi satu, menuntun ibu dan anak itu untuk saling menguatkan dalam menjalani kehidupan yang kadang penuh dengan misteri.


Bagaimana keadaaan Bram yang sesungguhnya dan bagaimana pertemuan mereka nanti, tunggu di episode berikutnya ya....


Bersambung....


Terimakasih ya sudah membaca karyaku ,jika suka tinggalkan jejakmu berupa like, komen, tip dan vote karena itu sangat berarti untuk Author, semoga readers lovers sehat dan bahagia selalu.


Sambil menunggu ceritaku yang ini Up baca juga Karyaku Nyanyian Takdir Aisyah dan novel favoritku :


* Fit Fithree Fitri.


Arsitek Cantik. Cinta Untuk Dokter Nisa.


* Almaira My Secret Wife


My Love My Babysitter


* Sohibul Ikhsan. Putih Abu - Abu


Kembar Tidak Identik


*Ergina Putri


Melawan Rasa Takutku


My Heart Is Only For You


* Putri Tanjung


OB Kerudung Biru


*Sudrun


Penjelah Malam


Samudra


*Envy Yo Wesben.


My Princess OG.

__ADS_1


*Sisca Nasty


Mafia In Love


__ADS_2