Cinta Bersemi Diujung Musim

Cinta Bersemi Diujung Musim
HP YATI


__ADS_3

Diseberang sana Fatim bergumam pada dirinya sendiri.


"Kok nggak diangkat sih, atau ... astagfirullah haladzim gue lupa ngajarin Yati cara menerima telepon atau chat, pasti tuh anak kebingungan sama Hpnya," gumam Fatim sambil tersenyum membayangakan tingkah lucu Yati bersama Hp barunya.


"Met bobok fren, semoga loe mimpi indah, gue senang punya sahabat kayak loe tulus tanpa pandang harta atau kedudukan," ucap Fatim menatap foto Yati di Hpnya.


Akhirnya Fatim bisa juga memejamkan matanya.


*****


Keesokan hari ...


Seperti biasa kalau sudah tidur Fatim akan sangat susah dibangunin. Namun Nadya tidak pernah kehabisan stok cara untuk membuat putrinya bangun untuk sholat dan sekolah.


Kini Azan subuh sudah berkumandang, dan Fatim masih asyik bergelut dengan selimutnya yang tebal. Perlahan Nadya masuk ke kamar Fatim dengan membawa air yang diisi dalam pelastik dan dikasih lubang kecil.


Dengan perlahan Nadya memyemprotkan air itu kewajah Fatim putrinya. Dan tak lama Fatim mulai bereaksi.


"Mama sayang ... hujan ... kamar Fatim bocor kayaknya, nih airnya rembes ke wajah Fatim," ucap Fatim serak tetapi matanya masih terpejam.


"Ya Allah ... rumah gue yang bagus aja masih bocor apa lagi rumah orang - orang pinggiran itu, uhh kasihannya kalian," perlahan mulai mengerjabkan matanya.


Nadya yang menyaksikan kelakuan putrinya hanya tersenyum sambil terus memyemprotkan air itu.


Kini Fatim sudah duduk, tetapi kesadarannya belum pulih benar. Samar - samar ia mulai melihat Nadya.


"Mama ... ngapain diberdiri dekat tempat tidur Fatim? Apa Mama sudah lihat bagian mana yang bocor?"


"Apanya yang bocor sayang?"


"Kamar Fatim Ma, tadi air hujan membasahi wajah Fatim lo." Mengusap wajahnya yang basah.


"Nih lihat wajah Fatim basah." Mengusap wajahnya lagi.


"Iya karena diwajahmu ada hujan lokalnya," ucap Nadya tersenyum.


"Hujan lokal? Maksud Mama?"


"Nih." Menyemprot wajah Fatim.


"Mamaaaaaa," teriak Fatim kesal.


"Habisnya azan subuh kamu lewatin begitu saja, segitu besarnya suara azan di masjid seberang jalan kamu nggak dengar, nih orang yang ngomong dialarm Hp jadulmu itu juga dah capek ngomongnya sekarang jam 04.45," ucap Nadya sambil tertawa kecil.


"Iyaaa ... iya ... maafin Fatim." Berangkat dan merapikan tempat tidurnya.


Setelahnya ia memeluk Nadya.


"Mama ... makasih ya selalu membangunkan anakmu yang malas ini, Fatim nggak bisa bayangin kalau nggak ada Mama." Mencium pipi Nadya.


"Iya sayang ... Mama juga makasih banyak kamu sudah jadi anak yang baik dan selalu jujur, tetaplah utamakan kejujuran dan rajin sedekah Insahaa Allah hidupmu kelak akan berkah, sekarang buruan sholat, mandi, dan ganti pakaian, Mama tunggu dibawah ya." Mencium kening Fatim lembut.


Kini Fatim segera berwudu untuk menunaikan sholat subuh, setelahnya mandi, lalu berganti pakaian dan siap untuk sarapan.


Fatim tergolong anak yang mandiri, meski ia tidak pandai memasak seperti anak gadis kebanyakan, ia juga bukan tipe anak yang suka boros, dan satu hal yang paling Nadya senang dari Fatim ia tidak pernah mau dikasih uang jajan, karena ia punya uang sendiri untuk jajan, jadi jatah uang jajan Fatim selalu Nadya tabung untuk masa depan putri semata wayangnya.


"Assalamualaikum, pagiiiii," teriak Fatim pada semua pegawai yang ada dirumahnya.


"Yuk sarapan," ajak Fatim.


"Kita sudah Neng tadi habis subuh," jawab Bik Darsih.

__ADS_1


"Baiklah Fatim duluan ya." Berlari menuruni anak tangga.


"Mama gue tersayang." Merangkul Nadya.


"Sama orangtua nggak usah panggil gue - gue gitu, ayo ulangi." Melirik Fatim.


"Oke Bosku." Kembali menjauh dan mengulangi apa yang dilakukannya tadi.


"Mamaku tersayangggg." Merangkul Nadya.


"Ehmm anak Mama sudah wangi, hari ini rambutnya diikat satu keatas ya tapi nggak Mama kepang," ucap Nadya.


"Terserah Mama aja deh, mana yang Mama suka," ucap Fatim manja.


Fatim mulai memakan sarapannya dan Nadya mulai ritual menguncir rambut putrinya.


"Ma ... Fatim udah selesai nih, mau berangkat sekarang ya." Melihat Nadya.


"Oke sekarang udah selesai kok, kamu hati - hati dijalan ya sayang." Mencium kening Fatim.


"Ma ... Fatim berangkat ya, Assalamualaikum." Mencium tangan Nadya.


"Waalaikumussalam, hati - hati sayang." Melambaikan tangan pada Fatim.


Fatim kini telah melaju menuju kediaman Yati. Dan hanya memakan waktu setengah jam Fatim sudah sampai.


"Tin ... tin ...." Suara klakson motor Fatim.


Dengan tergesa Yati segera keluar menghampiri sahabatnya itu.


"Pagiii," sapa Yati.


"Assalamualaikum kelesss."


"Waalaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh, siap berangkat tuan putri," canda Fatim.


"Eh fren jangan gitu dong, nggak enak nih gue jadinya, loe kayak supir ojek gue aja," jawab Yati.


"Udehhh nggak usah mulai lebay, yuk kita berangkat, dan loe bawa nggak Hp baru loe?"


"Bawa tapi ...." Yati tidak melanjutkan ucapnya.


"Tapi gue nggak bisa makenya, truss ada kode - kode apa gitu untuk bukanya gue nggak bisa, mau angkat telepon loe tadi malem aja nggak bisa udah coba colek - colek tetep nggak bisa ... mending Hpnya gue balikin aja ya," ucap Yati.


"Udah bawa aja dulu, nanti gue bantu kursusin loe biar bisa make tu Hp untuk hal yang bermanfaat jangan nanti loe pake main game doang okay," ucap Fatim dengan tersenyum manis pada Yati.


"Asyikkk loe beneran ya, awas kali loe boongin gue." Naik keboncengan Fatim.


Mereka berdua kini meluncur menuju ke sekolah dengan santai karena kali ini memang masih pagi.


*****


SMA Unggulan ....


Kedua sahabat itu sudah sampai disekolah dan Fatim seperti biasa memarkirkan motornya ditempat biasa. Sedangkan Yati menunggu dipintu gerbang.


"Udah ... yuk kita masuk," ajak Fatim.


"Yuk."


Mereka berjalan beriringan menuju kelas dan tak sengaja seseorang menabrak Fatim dan Yati, yang membuat Yati hampir terjatuh dan untung saja Fatim bisa menarik tangannya hingga ia tidak terjatuh.

__ADS_1


"Heh loe kalau jalan pake mata dong, masak badan dah gede gini loe nggak lihat apa," omel Fatim.


"Iya," ucap Yati ikut menimpali.


"Maaf gue buru - buru soalnya ada yang mau nyelakain gue," ucap lelaki itu.


"Ohhh tampannyaaaa," ucap Yati.


"Pletek."


"Aduhhh sakittt."


"Makanya jangan ganjen."


"Tapi kan dia beneran ganteng."


"Mau lagi." mengangkat jarinya.


"Enggak mau."


Akhirnya lelaki itu menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi padanya, dan Fatim merasa ada sesuatu yang tidak beres


Dan ini kesannya seperti sebuah rencana seseorang. Soalnya Fatim belum pernah melihat wajah lelaki itu.


"Loe bisa bantu gue kan, nanti mereka mau ketemu gue dibelakang sekolah, kalau gue nggak bayar hutang maka gue akan ...." Tak melanjutkan ucapnnya namun ia memberi isyarat melalui tangannya seperti menggorok leher.


"Oke gue akan bantu loe sebisa gue," ucap Fatim.


"Makasih ya atas bantuannya." Berlari menjauhi Fatim dan Yati.


"Loe kenal dia Fatim?"


"Nggak!"


"Tapi loe mau aja dimintai tolong?"


"Emang nolong orang harus nunggu kenal dulu gitu?"


"Enggak sih cuma gue ... merasa agak aneh aja gitu."


"Gue juga ngerasa gitu, tapi loe tenang aja fren gue akan hati - hati kok."


"Yuk, dah siang ini."


*****


Dikelas 10 IPA 1 ....


Fatim dan Yati duduk dibangku yang sama, sambil menunggu teman yang lain datang, keduanya sepakat membanti Yati untuk bisa memakai Hp barunya.


Fatim sudah membuang kode kunci privasi yang dia buat kemarin dan lupa memberitahu Yati cara membukanya dan juga mengajari Yati cara chat via WA dan mengangkat dan menelepon, serta search sesuatu di Google.


Kini Yati sudah bisa memakai Hp barunya, dan saat sedang asyik mencoba menelepon Fatim tiba - tiba bel panjang berbunyi tanda pelajaran akan segera dimulai.


"Oke Fren sekarang simpan dulu Hpnya dan jangan lupa disilent suaranya biar nggak berisik," ucap Fatim.


"Siappp komandan laksanakan," jawab Yati memberi hormat.


Kedua sahabat itu kini siap mengikuti pelajaran yang akan dipelajari hari ini sampai nanti jam 16.00 WIB.


Bersambung....

__ADS_1


Terimakasih ya sudah membaca karyaku ,jika suka tinggalkan jejakmu berupa like, komen, dan vote karena itu sangat berarti untuk Author, semoga readers lovers sehat dan bahagia selalu.


Sambil menunggu ceritaku yang ini Up baca juga Karyaku Nyanyian Takdir Aisyah dan novel favoritku : Arsitek Cantik, Cinta Untuk Dokter Nisa , My Secret Wife, Putih Abu - Abu, Melawan Rasa Takutku, My love, Mafia In Love dan My Princess OG. Aku tunggu ya 😍.


__ADS_2