Cinta Bersemi Diujung Musim

Cinta Bersemi Diujung Musim
DUA GERBANG


__ADS_3

đŸŒ»Assalamualaikum readers lover semua, terimakasih sudah membaca karyaku, jangan lupa tinggalkan like, komen, vote, dan tip kalian buatku, karena itu akan membuatku semakin semangat untuk terus menulis. Semoga kalian selalu sehat dan murah rezekinya, aamiin. Selamat Membaca!đŸŒ»


#Rumah Sakit Pelita Harapan#


"Bersabar lah Nadya, sekarang kami akan sholat hajad bersama seluruh santri, kami akan mohonkan doa kesembuhan putrimu Fatimah Ananbra," ucap Rahmat menguatkan Nadya.


"Aamiin Yaa Mujibas Saailiin," ucap Nadya yang artinya Adalah “ Kabulkanlah doa kami, wahai Dzat (Allah SWT) Yang Maha Mengabulkan para peminta (orang-orang yang berdoa) ” atau “ Terimalah doa kami, Wahai engkau Tuhan yang mengabulkan segala permintaan orang yang meminta.”.


Air mata sedih bercampur bahagia mengalir deras membasahi pipi Nadya yang putih bersih, ia merasa begitu bersyukur pada Allah, karena begitu banyak orang yang menyayangi putrinya.


Dengan cepat Nadya kembali keruangan operasi karena lampu sudah menunjukkan warna hijau artinya operasi telah selesai dilaksanakan. Perasaan gelisah dan takut merasuki pikirannya. Menanti keluarnya tim dokter dengan harap-harap cemas.


"Tan yang sabar ya, semoga kabar baik yang akan kita dengar," ucap Yati.


"Iya sayang, aamiin." Mengusap pundak Yati.


Tak lama pintu pun terbuka, dan tim dokter pun segera keluar.


"Keluarga pasien," ucap dokter.


Nadya segera menghampiri dokter.


"Iya Dok, saya ibunya." Mendekat kearah dokter.


"Operasi telah selesai kami lakukan, semua luka dan pendarahan telah kami obati ,alhamdulillah semua berjalan lancar, namun ... nampaknya kita harus bersabar dan serahkan segala hasil akhirnya hanya kepada Allah," ucap dokter.


"Maksudnya Dok?" tanya Nadya penasaran.


"Putri ibu masih dalam masa kritis dan kondisinya sangat lemah, semoga saja dia bisa melewati masa kritisnya. Jika dalam satu minggu dia tidak siuman juga, namun kondisi tubuhnya membaik maka ia akan masuk masa koma dan itu hanya Allah yang tahu apa dia akan kembali sadar atau tidak," ucap dokter.


"Begitukah Dok?"


"Iya Bu, soalnya kepalanya juga mengalami benturan yang keras, namun kami belum bisa memastika keadaanya lebih lanjut," ucap dokter.


"Iya Dok, terimakasih banyak, sekarang putriku akan dibawa kemana?"


"Kami akan membawanya keruang ICU untuk sementara ini," ucap dokter.


"Iya Dok," gumam Nadya ketir.


Tak ada yang bisa Nadya lakukan untuk saat ini selain berdoa untuk putri kesayangannya. Dan tak lama kemudian tim medis telah membawa Fatim keluar ruangan operasi, menuju keruang ICU.


Masih banyak orang diluar ruangan operasi yang menunggu Fatim. Dan mereka segera mengikuti ranjang dorong Fatim menuju ICU. Air mata Yati mengalir sangat deras melihat tubuh Fatim yang terbaring tak berdaya.


Yati sangat teringat dengan senyum Fatim yang khas, tingkah Fatim yang tomboy, Fatim yang rajin sedekah, dan Fatim yang selalu melindungi yang lemah. Semakin Yati mengingat semuanya, semakin deras pula air matanya.


Mereka semua mengikuti Fatim menuju keruangannya, dan dokter sempat heran mengapa begitu banyak orang yang mengikuti gadis Fatim.


*Siapa gadis ini sebenarnya?artiskah dia? orang terkaya kah? atau seorang ustazah kah? kenapa banyak sekali orang-orang yang mengharapkan kesembuhannya? aku jadi penasaran dengan gadis ini, berjuanglah gadis berhijab, begitu banyak yang menantikan dirimu, batin dokter Harry.*


"Maaf ya untuk semuanya, kalian hanya boleh mengantarkan pasien sampai disini saja, selebihnya biarkan kami yang urus," ucap paramedis yang mendorong bangker yang ditempati Fatim.


Semua tampak kecewa, namun memang begitu prosedur yang harus mereka patuhi.


Perlahan tubuh Fatim dimasukkan keruang ICU, dan Nadya hanya dapat melihat putrinya dari balik kaca pembatas.


"Ya Allah, sembuhkanlah putriku," ucap Nadya pelan diiringi isakan pilu.


#Sementara itu dipondok pesantren Al Islam#


Semua santriwan dan santriwati telah memenuhi masjid, mereka memulai sholat hajad berjamaah yang diimami lansung oleh Abi Rahmat. Dan hal ini sangat jarang terjadi.


Abas yang tahu semua santri sedang memohon untuk kesembuhan Fatim, merasa sangat terharu dan bahagia, begitu banyak untaian doa yang terkirimkan untuk Fatim, gadis yang diharapkannya dapat menjadi bidadari syurganya.


Dalam sujud panjangnya Abas mendoakan kesembuhan untuk gadis yang disayanginya.


Ya Allah, Engkau adalah sebaik-baiknya tempat untuk memohon dan meminta, aku datang dengan segala kerendahan hatiku ya Robb, sembuhkanlah dan sehatkanlah kembali seorang gadis yang ku harapkan dapat menjadi belahan jiwaku dalam menggenapkan setengah dienku, yaitu Fatim. Lahaullawala quwatta illa billah, kabulkanlah doa hamba ya Mujibus saailiin.


Tak terasa linangan air mata Abas telah membasahi pipinya. Namun bukan hanya Abas tetapi semua santri juga menitikkan air mata saat Mendengar tausiah Abi Rahmat tentang kematian.


Abi Rahmat menjelaskan bahwa Kematian menurut islam adalah kepastian. Hanya Allah yang mengetahui waktu dan cara nya. Sebab itu manusia diwajibkan bertaqwa dengan berbuat kebaikan sepanjang waktu dan mengingat serta menyebut asma Allah setiap detik kehidupannya.

__ADS_1


Sebab kematian bisa datang kapan saja tanpa mengenal usia, status sosial, ataupun kondisinya, baik sehat maupun sakit jika sudah takdir nya maka manusia tak memiliki kemampuan apapun untuk menghindari nya. Salah satu cara meningkatkan iman dan taqwa paling mudah ialah dengan senantiasa mendekatkan diri kepada – Nya.


Allah telah berfirman bahwa kematian adalah hal yang nyata, bukan sebuah akhir namun awal dari fase kehidupan yang baru, seperti dalam beberapa ayat Al Qur’an tentang kematian berikut :


. QS Ali Imran Ayat 145


“Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya”. (QS Ali Imran : 145). Setiap hamba Allah akan meninggal dengan sepengetahuan dan atas izin Nya, tidak ada yang mampu menentukan kapan dan cara kematiannya sendiri. Sebab merupakan sebuah ketetapan yang hanya diketahui oleh Allah sebagai pencipta nya.


QS An Nahl Ayat : 61


Jika Allah sudah menentukan waktu kematian seseorang, waktu kematian yang telah ditetapkan tersebut akan terjadi dengan tepat, tidak maju ataupun mundur walaupun sekejap saja. “Apabila telah tiba waktunya yang ditentukan bagi mereka, tidaklah mereka dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak pula mendahulukannya”. (QS An Nahl : 61).


. QS Al Ahzab Ayat 16


Manusia mampu menciptakan berbagai teknologi canggih yang dapat meminimalisir dampak dari bencana alam atau kerusakan yang ditimbulkan karena ulah manusia, tetapi sepandai apapun manusia tidak akan mampu menciptakan alat yang bisa menghindarkan seseorang dari kematian.


Sekuat apapun seorang hamba mencoba dan berusaha, jika Allah sudah berkehendak, tidak ada yang bisa lari dari takdir Nya. “Lari itu sekali kali tidaklah berguna bagimu, jika kamu melaikan diri dari kematian atau pembunuhan, dan jika kamu terhindar dari kematian kamu tidak juga mengecap kesenangan kecuali sebentar saja”. (QS Al Ahzab : 16).


QS Al Mu’minum Ayat 99


“Keadaan orang kafir apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka dia berkata : Ya Tuhanku kembalikanlah aku ke dunia”. (QS Al Mu’minum : 99).


Orang yang sudah mati tidak akan mampu kembali ke dunia untuk meperbaiki kehidupannya setelah kematian, sebab itu kita yang masih diberi kesempatan wajib bersyukur agar bisa lebih paham manfaat bersyukur kepada allah dan memanfaatkan segalanya untuk bekal kehidupan agar tidak menjadi orang yang menyesal. Begitulah yang disampaikan Abi Rahmat.


Sungguh ilmu yang sangat bermanfaat bagi para santri tentang apa yang disampaikan oleh Abi Rahmat.


Doa bersama pun telah selesai mereka laksanakan, namun hasil akhirnya hanya Allah lah yang menentukan.


#ICU #


Didalam ruang ICU, tubuh Fatim yang masih terbaring tak berdaya dengan dipenuhi berbagai macam alat medis. membawa Fatim berada dalam alam bawah sadarnya . Fatim merasa berada diantara dua gerbang yang sangat indah.


Fatim berjalan memasuki gerbang disebelah kananya. Namun ia ditemani oleh seorang lelaki bersorban putih yang terlihat sangat tampan.Gerbang yang itu dipenuhi dengan taman bunga yang beraneka warna, dengan buah-buahan yang telah ranum dipohon yang tumbuh disepanjang sungai jernih seperti air mata. Disana tampak gadis-gadis yang sangat cantik sedang mandi sambil memakan buah yang terlihat sangat manis.


Kerana penasaran ia pun bertanya pada lelaki bersorban yang mendampinginya.


"Paman, sepertinya sangat asyik bisa mandi dan minum dari air yang jernih itu, apa lagi sambil memakan buah yang ranum itu, tapi sungai apakah itu, aku belum pernah melihatnya," tanya Fatim.


"Itu adalah telaga Al-Kautsar. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Demi jiwa Muhammad yang berada di tangan-Nya. Wadah untuk minum yang ada di telaga Al-Kautsar banyaknya seperti jumlah bintang dan benda yang ada di langit pada malam yang gelap gulita. Itulah gelas-gelas di surga. Barang siapa yang minum air telaga tersebut, maka ia tidak akan merasa haus selamanya."


"Di telaga tersebut ada dua saluran air yang tersambung ke Surga. Barang siapa meminum airnya, maka ia tidak akan merasa haus. Lebarnya sama dengan panjangnya, yaitu seukuran antara Amman dan Ailah. Airnya lebih putih dari pada susu dan rasanya lebih manis dari pada manisnya madu.” (HR. Muslim, no. 2300).


"Sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Hajar, telaga tersebut berada di sisi surga. Sumber air dari telaga tersebut adalah dari sungai yang ada di dalam surga." Demikian dinyatakan oleh Ibnu Hajar dalam Al-Fath, 11: 466.


"Ohh sungguh indah dan menenangkan," ucap Fatim.


"Tetapi kamu belum waktunya untuk memasuki gerbang ini, gerbang tujuanmu ada disebelah kiri," ucap lelaki itu.


"Tetapi aku menyukainya paman," ucap Fatim memelas.


"Kalau mau kesini kamu harus tetap memasuki gerbang kiri itu, teruslah menjadi anak yang sholehah, inshaa Allah kelak bila sampai waktunya kita akan kembai kesini," ucap lelaki itu meyakinkan Fatim.


"Hmmm baiklah kita ke gerbang kiri," ucap Fatim dengan wajah yang ditekuk.


Mereka meninggalkan gerbang kanan dan berjalan memasuki gerbang kiri. Disana Fatim melihat rimbun pepohonan yang menghijau. Setelah semakin dekat ia mulai melihat ibunya Nadya, dan ia tersenyum padanya namun yang Fatim lihat sangat menyedihkan.


"Paman, kenapa ibuku tak melihatku, dan kenapa dia menangis?" tanya Fatim penasaran.


"Teruslah berjalan nanti kau akan tahu jawabannya," ucap lelaki itu.


Fatimpun meneruskan perjalanannya, dan ia melihat Yati serta teman-temannya yang lain.


"Woii Frenn, loe kenapa?" tanya Fatim.


"Kak Wawan, Pak Mon, Kak Jef, Kak John, haloo," teriak Fatim.


Namun lagi-lagi semua tak bisa melihatnya. Fatim merasa semakin kesal.


"Pamannnn!" teriak Fatim.


"Lanjut jalan saja Nak!" ucap lelaki itu.

__ADS_1


Fatimpun mengikuti langkahnya dan dia sangat terkejut dengan pemandangan berikutnya.


"Paman! itu?" Menunjuk tubuhnya yang terbaring dengan banyak peralatan medis yang melekat.


"Iya, itu kamu ... dan sebaiknya kamu kembali kesitu." Menunjuk tubuh Fatim yang terbaring.


Fatim masih bengong dan terdiam.


"Kamu belum waktunya untuk pergi Nak, begitu banyak doa yang dikirimkan untukmu, sehingga Allah mengijabah doa mereka yang tulus menyayangimu, kembali lah ke ragamu," ucap lelaki itu tersenyum dan sesuatu pun terjadi.


"Subhanallah, Dokterrr pasien telah sadar dan membuka matanya," teriak suster jaga.


Bersambung.....


Terimakasih sudah membaca.


Sambil menunggu novelku yang ini terbit, baca juga yuk novel ku Nyanyian Takdir Aisyah.


Dan Novel Author lain yang tak kalah menarik :


*Fit three fitri


- Cinta Untuk Dokter Nisa


-Arsitek Cantik


-Mengejar Cinta Ariel


*Almaira


- My Secret Wife


-My Love My Babysitter


*Putri Tanjung


-OB kerudung Biru


*Sohibul Ikhsan


-Putih Abu Abu


-Kembar Tidak Identik


*Sudrun


-Samudra


-Penjelajah Malam


*Ergina Putri


-My Love Is Only For You


-Melawan Rasa Takutku


*Envy YoWes Ben


MY Princes OG


*Sisca Nasty


-Mafia In Love


*CindyElvira


-Ketika Muslimah Jatuh Cinta


-Tulang Rusukku AZahara


*Karlina Sulaiman

__ADS_1


-Mencintaimu Dalam Diam


__ADS_2