Cinta Bersemi Diujung Musim

Cinta Bersemi Diujung Musim
HARI KEDUA


__ADS_3

Hampir semalaman Fatim tidak dapat memejamkan matanya yang terlintas dibenaknya adalah lelaki yang sama seperti ayahnya yang hanya akan menghianati wanita yang kelak menjadi istrinya, dan itu semakin membuat Fatim membenci yang namanya lelaki, dan bahkan Fatim berniat untuk tidak menikah saja seperti mamanya sekarang lebih terlihat bahagia. Fatim bisa mengatakan demikian karena memang ia belum merasakan indahnya sentuhan cinta, karena memang dirinya yang selalu menutup rapat pintu hatinya untuk semua lelaki.


Ya Allah aku ingin tidur hilangkanlah segala prasangkaku.


Akhirnya dengan susah payah Fatim dapat tertidur juga, dan belum lama ia terpejam alaram dikamarnya berbunyi yang menandakan pagi telah menjelang, yah Fatim meski ia seorang muslimah tetapi sholatnya masih sering bolong terutama subuh, sering kali dilewatkannya. Seperti pagi ini ia melewatkan waktu subuhnya, sebenarnya Fatim sudah terbalut mukena tetapi bukan sholat ia malah tertidur diatas sajadahnya.


Saat Nadya membuka pintu kamarnya ia mengira Fatim telah selesai sholat, karena melihat Fatim sudah terbalut mukena.


"Hemm anak sekarang habis subuh masih mau molor, padahal dulu aku seumuran Fatim habis subuh sudah membantu mama membersihkan rumah meski punya banyak pembantu"Gumam Nadya.


Dengan perlahan Nadya membangunkan putri kesayangannya.


"Fatim sayang, bangun nak sudah siang katanya nggak mau terlambat ke sekolah sekarang sudah jam enam lewat lima belas menit sayang"Sambil mengusap kepala putrinya.


Yang diusap malah ngelindur.


"Ahhh nggak mau... nggak mau dijodohin hu.. hu.. "Lindur Fatim.


Nadya yang mendengar linduran Fatim tertawa lucu, dengan segera ia mengambil segelas air di atas nakas, dan memercikkannya ke muka Fatim sambil berteriak.


"Kebakaraaaaaan"


Fatim yang terkejut reflek terbangun dan melompat dari tempat tidur dan segera berlari ke kamar mandi untuk mengambil air hendak memadamkan api.


Kemudia segera berlari kembali ke kamar sambil membawa air seember.


"mana... mana.. apinya... mana"Teriak Fatim panik.


Nadya yang berada ditepi tempat tidur tertawa lepas karena melihat kepanikan Fatim putrinya.


"Ha... ha... ha.. ya Allah Fatimmm lucunya" Tertawa sambil memegang perutnya.


Setelah mendengar suara mamanya tertawa Fatim terhenti berlari dan diam mematung, lama ia berdiri untuk memulihkan kondisi dan pikirannya, setelah kesadarannya kembali normal Fatim segera menjertit histeris.


"Mamaaaaaaa"


"Kok ngerja in Fatim sihhhhh, tega banget, huaaaa"Fatim menangis kesal karena kesal dikerjain mamanya.


"Cup... cup..sayang mama , nggak usah nangis deh ya, maafin mama"Sambil memahan tawanya.


"Fatim sebel sama mama"Masih cemberut tapi udah nggak menangis.


"Habisnya kamu itu mama bangunin malah ngelindur nggak mau dijodohin"Ucap Nadya kembali tertawa.


"Mama... tambah kesel nih"Bibirnya dimancungin .


"Udah ah cepet mandi, mama tunggu sarapan dibawah ya, hayoo nggak pakai lama"Sambil mendorong tubuh Fatim ke kamar mandi yang bernuansa coklat kayu karena itu warna kesukaan Fatim.


Kamar mandi Fatim sengaja didesain dengan warna nature dengan lukisan pohon dan air terjun dikelilingi taman bunga yang indah, yang membuat siapa saja berasa betah berlama - lama dikamar Mandi Fatim.


Hanya dalam sepuluh menit Fatim sudah siap sarapan dan sudah turun ke bawah.


"Pagiii semuaaa"Fatim menyapa pegawai yang bekerja dirumahnya.


"Pagiii non"Semua menjawab serentak.


"Udah pada sarapan belum, yuk sarapan bareng"Ajak Fatim pada mereka.


"Kami udah sarapan non tadi habis subuh"Jawab bik Ijah, kepala ART dirumah Fatim.


"Ya udah deh Fatim sarapan dulu ya, doain Fatim lancar sekolahnya hari ini"Ucap Fatim.


"Aamiin"Jawab mereka serentak.


*****


Diruang makan....


"Mama sayang... Fatim datang....Cup"Mencium pipi mamanya.


"Udah harummm kesayangan mama, ayo segera sarapan nanti keburu dingin".


Fatim makan dengan lahap hidangan sarapan yang disiapkan mamanya dengan penuh cinta.


"Sayang bagaimana hari pertamamu kemarin, apa menyenangkan? ".


"Ada senangnya dan ada pula nggak senangnya, senangnya Fatim punya teman baru namanya Yati dan nanti Fatim ingin mama memasukkannya ke daftar prioritas untuk memdapatkan bantuan rumah layak huni dari perusahaan mama, karena rumahnya sudah sangat tak layak ma, dan juga siapin warung untuk ayahnya jualan gorengan biar nggak capek jalan jauh - jauh, trus kita kasih modal juga biar bisa ngebangin usahanya.

__ADS_1


"Yang nggak senangnya, ada ketua osis yang sok cari perhatian, dan yang kedua ada kakak kelas anaknya bapak kepala sekolah yang songong banget, kemarin Fatim diguyurin pakai air mineral terus dimaki - maki, kalau Fatim nggak ingat nasehat mama untuk nggak buat ulah dihari pertama, mungkin udah Fatim buat mereka jadi pasien dirumah sakit".


"Trusss Fatim berantem sama tukang ojek gadungan, tapi kemudian Fatim nggak laporin ke polisi ternya dia menjadi jahat karena terpaksa. Maka Fatim kasih sedikit modal untuk persalinan istrinya dan juga modal usahanya. "


Mama merasa takjub sama anaknya, dan satu yang membuatnya bangga Fatim masih menghormati dan menuruti perintahnya dan itu sesuatu yang luar biasa menutut Nadya.


"Satu kata untuk anak kesayangan mama... AMAZINGG".


"jadi hari ini Fatim mohon pada mama jangan buat Fatim tertindas ya hari ini dengan menerima perlakuan semena - mena seorang Gladis dan teman - temannya"


"Sayang mama masih ingin melihat Fatim jadi anak baik disekolah, bersikaplah seperti kemarin ya, kecuali sudah mengancam nyawa baru boleh membela diri"Sambil mengepang rambut Fatim yang panjang.


"Mama... pleasee"


"Sayang be a nice girls oke"


"Ehmm"Sambil memonyongkan bibirnya.


"Fatim berangkat ya.. assalamualaikum "


"Waalaikumussalam"


Fatim segera melajukan motornya menuju sekolah dan sebelumnya ia mampir dulu untuk menjemput Yati sahabatnya.


"Tin.. tin.. "Klakson motor Fatim.


"Yaaa"Yati segera keluar dan tersenyum melihat sahabatnya yang menjemput. Setelah pamit pada ayah dan ibunya Yatin segera berangkat bersama Fatim.


Motor Fatim sengaja diparkir dibelakang kantin dekat motor para pegawai kebersihan sekolah, karena Fatim tidak ingin memamerkan motornya. Setelah turun dari motor Fatim segera menghampiri Yati yang menunggu didepan gerbang sekolah.


Dari kejauhan pun sang ketos sudah menunggu kedatangan Fatim, entah mengapa sedari pulang sekolah pikiran Rangga dipenuhi oleh bayangan Fatim.


Fatim dan Yati memasuki gerbang sekolah sambil tertawa karena asyik bercerita dan tiba - tiba Rangga menarik tangannya.


"Fatim tunggu gue mau bicara sama loe"


"Apaan sih kak pake pegang - pegang tangan gue segala, lepas"Tarik Fatim kasar raut wajah Fatim tampak berubah kurang senang seketika.


"Eh maaf Fatim.. maaf gue nggak bermaksud yang aneh - aneh, gue hanya mau ngomong bentar sama loe"


"Pacar gue... maksud loe Gladis"


"Tuh tahu"


"Loe denger ya gue bukan pacar Gladis dan gue nggak ada hubungan apa - apa sama Gladis"


Belum Fatim mejawab Yati segera bersembunyi dibelakang Fatim karena ternyata Gladis sudah berada dibelakang Rangga.


"Maksud loe apa Rangga ngomong begitu didepan Curut ini hah, Loe itu milik gue dan nggak ada yang boleh ngedeketin loe selain gue"Ucap Gladis dengan nada marah.


"Gue sama loe nggak ada hubungan apapun, gue nggak sudi jadi pacar loe, dasar possesif"Bentak Rangga.


Fatim dan Yati segera menghindar karena tak mau jadi penonton pada perang dunia ke tiga antara Ketosnya dengan Gladis. Melihat Fatim yang berjalan menjauh Rangga mengejarnya dan meninggalkan Gladis.


"Woii Fatim tunggu gue, gue belum bicara"Sambl berlari.


Melihat Rangga yang berlari, Fatim dan Yati pun segera berlari dan bersembunyi diruang Perpustakaan.


Gladis yang merasa dikacangin terllihat sangat marah, tapi dia marahnya pada Fatim bukan pada Rangga.


"Awas aja loe Fatim, loe belum tahu gue siapa, gue akan ngelaku in apa saja untuk ngejatuhin loe"Rutuk Gladis.


Dipagi ini Fatim masih selamat dari amukan Gladis. Dan Rangga juga dibuat pusing karena tak menemukan Fatim.


Acara dihari kedua ini hanya diisi dengan Games untuk melatih kedisiplinan dan kerjasama.


Semua kelompok membaur menjadi satu sehingga Rangga tidak punya kesempatan untuk mendekati Fatim.


Akhirnya waktu istirahat tiba, Fatim dan Yati sengaja nggak makan dikantin sekolah untuk menghindari Gladis CS, mereka kembali makan bakso didepan sekolah. Namun saat sedang asyik jadi cheff untuk dirinya sendiri tiba - tiba ada yang sengaja menumpahkan minum teh hangat ke baju Yati , dengan otomatis Yati menjerit kepanasan.


"Maaf mas loe sengaja kan numpahin teh hangat itu ke baju teman gue, apa loe pikir itu nggak akam membuat kulitnya melepuh hah" Omel Fatim.


"Kalau gue sengaja loe mau apa, dasar anak ingusan, udah loe diem nggak usah banyak bacot, masih untung bukan loe yang gue siram"Sambil tertawa mengejek.


"Loe yang tanyakan gue mau apa, loe tunggu aja" Fatim berlalu ke mamang bakso dan juga memesan teh hangat yang sama lalu...


"Byurrr"Teh hangat mengenai dada orang yang tadi sengaja menyiram Yati tepat ditempat yang sama.

__ADS_1


"Akhhhh, panas **** "Sambil mengipas - ngipas dadanya.


"Loe udah gila ya"


"Sekarang loe tahu kan apa yang dirasakan teman gue saat loe siram hah" Bentak Fatim kesal.


Fatim merasa yakin jika orang itu adalah suruhan seseorang.


"Kurang ajar loe, loe udah bosan hidup hah"Bentak lelaki itu.


Pemilik warung segera berlari menghampiri maaf mas... mbak tolong jangan berantem diwarung saya, kalau mau berantem silahkan keluar"Pinta tukang warung.


"Ayooo keluar loe, gue tantang loe hah gadis songong"Ucapnya lagi.


Fatim segera membawa Yati keluar, Yati masih menangis karena sakit terkena teh panas tadi. Fatim sebenarnya malas meladeni orang itu ia lebih fokus pada Yati yang terluka.


"Heiiii jangan kabur loe, loe harus tanggungjawab loe"


Fatim akhirnya berhenti. "Yati loe tunggu dulu sebentar gue nggak lama kok".


"Fatim, nggak usah dilayani, kita balik ke sekolah aja yuk"Ajak Yati.


"Udahlah Yat loe tunggu aja bentar doang kok"


Fatim menghampiri lelaki yang tadi menganggu mereka.


"Maju loe"


"Plak... whuss... plak... zabb... bukh"


"Akhhh "Lelaki itu memegang perutnya dan dari sudut bibirnya mengeluarkan darah.


"Mau lagi"


"Shiiit awas loe... Hiattt"Mengayunkan pukulannya ke wajah Fatim.


"Whuss"Fatim menghindar dan "Plak.. plak... bukh.. bukh.. bammmm"


Lelaki itu terkapar tak berdaya, dengan wajah yang sudah babak belur.


"Ngaku aja loe, siapa yang bayar loe untuk mengganggu kita hah"Ucap Fatim sambik mencengkram dagu lelaki itu.


Celaka gadis ini hebat sekali dan dia tahu kalau gue orang suruhan. Kalau gue nggak ngaku yang ada gue akan mati, tapi kalau gue bilang nanti nggak dapat upah percumansing gue udah baba belur.


"Loe tenang aja gue bakal bayar loe dua kali lipat jika loe ngaku dan janji nggak akan jadi orang jahat lagi"Bujuk Fatim.


"Gue disuruh Gladis".


"Nih untuk ngobatin luka loe, sekarng pergi jangan tampakkan lagi batang hidung loe".


"Udah gue duga, ini pasti ulah loe Gladis, loe tunggu aja nanti gue akan kasih loe hadiah".


Fatim segera membawa Yati ke UKS untuk diobati ."Makasih ya Fatim loe emang sahabat gue yang ter the best".


"Santai aja Yati, dihari kedua kita masih selamat, hari selanjutnya kita harus waspada".


"Sekarang waktu pertemuan ke dua akan segera berakhir sebaiknya kita cepat menuju lapangan sebelum kita dihu... "Belum Fatim menyelesaikan kalimatnya sang ketos udah memberi instruksi.


"Fatim... Yati... kalian terlambat lagi ayo berlari mengelilingi lapangan tiga kali"


"Tapi kak, Yati sedang sakit"


"Ya udah loe yang gantiin hukuman Yati, lari enam keliling lapangan"Sambil tersenyum sinis.


"Whattttt???"Hadehhh. T... E... R.. L.. A.. L.. U"


Terima kasih ya dah baca karyaku 😍


Terima kasih juga like, komen, dan Votenya 😍


Semoga sehat dan bahagia selalu, mohon masukkannya ya.


Salam Manis


😍


Author

__ADS_1


__ADS_2