Cinta Bersemi Diujung Musim

Cinta Bersemi Diujung Musim
MOM'S BIRTHDAY


__ADS_3

Asyik dengan bermuhasabah diri mereka melupakan Fatim sesaat, dan saat sadar mereka telah kehilangan bidadari syurga itu.


"Hei ... kemana gadis itu ...?" Akhi Fajar yang baru menyadarinya.


"Iya dia sudah menghilang dikegelapan malam, semoga Allah melindunginya dimanapun dia berada," ucap Abas sedih merasa kehilangan Fatim.


"Aamiin...." Ucap semua jamaah.


Rombongan Abaspun pergi meninggalkan lokasi dekat bawah jembatan yang memberikan pembelajaran berharga dari seorang Fatim, dari kejadian itu mereka bertekad untuk menjadi manusia yang lebih baik lagi tanpa memandang rendah orang lain. Karena orang yang kita anggap rendah kadang lebih mulia dari kita yang merasa sudah lebih baik dari mereka.


Sementara itu sebuah motor sport merah melaju kencang bak seorang pembalap menembus kegelapan malam, menuju ke komplek salah satu perumahan elit yang ada di Ibu kota Jakarta.


Perlahan motor Fatim menepi, memasuki sebuah parkiran yang cukup luas, yang dihuni aneka mobil dan motor yang limited edition.


"Alhamdulillah ... akhirnya sampai juga di rumahku istanaku," ucap Fatim tersenyum menatap kerumahnya.


Dengan cepat Fatim masuk kerumah karena memang dia terlambat pulang hari ini, dan kesalahan fatalnya dia tidak menghubungi Mamanya.


"Assalamualaikum ... Mama ... Fatim pulang." Berlari menaiki tangga menuju ke kamarnya.


Belum beberapa langkah menaiki tangga sebuah instruksi menghentikan Fatim.


"Berhenti ! Diam ditempat ! Anda kami tanggkap." Menodongkan sebuah senapan laras panjang dipunggung Fatim.


Fatim diam terpaku ditempatnya.


*Suara ini ... siapa orang asing yang telah masuk kedalam rumah, dan Mama ... apa yang terjadi dengan Mama? Batin Fatim.*


"Sebaiknya anda jangan melawan kalau tidak ingin semua penghuni rumah ini saya bakar hidup - hidup, sekarang sebaiknya kamu ikuti saja perintah saya ...." Mengajak Fatim menuruni anak tangga menuju ruang keluarga.


Fatim perlahan turun mengikuti sang peneror menuju ruang keluarga, ia akan megikuti alur yang diinginkan peneror untuk memastikan keselamatan Mama dan para pekerja dirumahnya.


Dari pantulan kaca yang ada ditembok rumahnya Fatim dapat melihat postur orang yang menodongnya berperawakan besar dan tinggi, dengan memakai masker penutup wajah.


*Kok bisa ya ada orang asing yang bisa membobol keamanan rumah gue dengan cepat, kemana semua tenaga keamanan dirumah gue, atau jangan - jangan ini ulah Mama karena gue pulang telat dan nggak bilang ... ah tapi gue belum dapat berpikir jernih saat ini, gue ikut aja dulu semoga ini hanya lelucon Mama bukan beneran, batin Fatim.*


"Terus jalan menuju ke taman belakang, karena semua pemghuni rumah ini sudah saya masukkan dalam gudang belakang," ucap peneror.

__ADS_1


Perlahan Fatim dan peneror memasuki taman belakang rumah Fatim yang luas, dan disana sangat gelap tanpa ada lampu yang menyala. Namun tiba - tiba muncul cahaya merah dari atas langit dan semakin lama semakin menerangi taman lalu saat cahaya merah memudar muncul lah sebuah video.


Dengan tayangan slide.....


Momen saat Mama hamil besar ... saat Mama melahirkan Fatim ... saat Mama bermain bersama Fatim kecil ... saat Fatim berumur tiga tahun berantem dengan anak lelaki yang memegang lolipop ... saat Mama melerai Fatim berantem disekolah Taman Kanak - Kanak ... saat Mama membelikan Fatim sebuah sepeda balap ... saat Mama mengajak Fatim berlibur ... Saat Mama mengantar Fatim Masuk sekolah Dasar ... saat Mama mengajak Fatim memilih motor kesayangannya ... saat Mama menghadiri persemian My Cafe ... saat Mama mengejar Fatim yang ikut bapalan liar... saat Mama dipanggi polisi karena Fatim balapan ... saat Mama mendampingi Fatim menjuarai lomba bapalan motor di Sirkuit Sentul ... saat Mama menemani Fatim yang sedang sakit ... saat Mama mendaftarkan Fatim di SMA Unggulan ... saat Mama membeli motor sport merah Fatim ... saat Mama memeluk Fatim yang mulai remaja ... dan terakhir tulisan 😍MOM'S BIRTHDAY😍.


Air mata Fatim telah membasahi pipinya yang mulus, ia merasa sangat bersalah telah melupakan hari yang sangat spesial Mamanya Nadya.


Lantunan lagu sholawat bergema seiring menyalanya lampu ditaman belakang. Dan Fatim semakin terharu semua anak panti dan bu Wati tersenyum melambaikan tangan pada Fatim, semua tampak kompak memakai pakaian berwarna putih. Dan semua anak - anak bawah jembatan juga sudah ada disana bersama Jo dan Jefry. Dan orang yang tadi menodong Fatim dan memakai masker adalah orang yang Fatim cari sedari sore yaitu Kak Wawan dan semua pegawai My Cafe sudah ada dirumahnya, entah bagaimana mana mereka bisa sampai duluan Fatim tidak mengetahuinya.


Dan yang terakhir Fatim lihat adalah wanita tangguh yang sangat disayangi Fatim siapa lagi kalau bukan Nadya, wanita yang telah mempertaruhkan nyawanya untuk menghadirkan Fatim kedunia ini. Dengan cepat Fatim berlari memeluk Nadya.


"Mama ... maafkan Fatim yang melupakan hari spesial dalam hidup Mama ... maafin Fatim Ma ...." Menangis dipelukan Nadya.


"Sayang sebenarnya Mama cukup kesal karena kamu tidak menghubungi Mama, tadinya acara ini mau Mama adakan di panti, tetapi untung saja ada Jefri dan Wawan yang mengajak Mama untuk bermain drama ini, dan sepertinya ini berhasil." Memeluk Fatim.


"Mama tahu hampir saja tadi kak Wawan Fatim banting, untungnya Fatim ingin memastikan keadaan Mama ... bibi ... dan mamang dirumah kita dulu, kalau nggak ...."


"Badan kakak pasti udah remuk loe banting," ucap Wawan tertawa.


"Baiklah semuanya mari kita baca doa selamatan dulu yang akan dipimpin oleh pak Mamat ya," ucap Mama.


"Bismillaahir rahmaanir rahim ... Allaahumma innaa nas-aluka salaamatan fiddini ... wa'afiayatan fil jasadi ... wa ziyaadatan fil'ilmi ... wa barakatan firrizqi ... wa taubatan qoblal maut ... wa rahmatan 'indal maut ... wamaghfiratan ba'dal maut ... Allahumma hawwin 'alainaa fii sakaraatil maut ... wannajaata minan naar ... wal 'afwa 'indal hisaab ... Robbanaa laatuzighquluubanaa ... ba'daidz hadaita naa ... wa hablnaa milladunka rahmatan innaka antal wahab ... Rabbanaa aatinaa fiddunyaa hasanah wa fil aakhorati hasanataw waqinaa'adzaa bannaar. Aamiin ya robbal 'alamin.


Doapun selesai diucapkan pak Mamat, dan Mama mempersilahkan semua untuk menikmati hidangan yang telah Mama siapkan.


Setelah puas menikmati perjamuannya, perlahan semua kembali ke habitatnya masing - masing. Kini tinggallah Nadya dan Fatim yang masih duduk dibangku taman saling berpelukan layaknya sepasang kekasih.


"Ma ... maaf ya Fatim tidak memberikan Mama kado, Fatim benar - benar lupa soal hari ini ...."Berbaring dipundak Nadya.


"Iya sayang ... nggak apa - apa kok, memiliki kamu dalam kehidupan Mama adalah sebuah Kado yang tak ternilai harganya, yang pernah Allah kasih ke Mama ...." Mencium rambut Fatim dan membelainya.


Pandangan Nadya jatuh ke arah leher Fatim.


"Sayang ... tumben kamu memakai syal, biasanya kamu nggak suka syal ...." Memegang syal Fatim.


"Eh ... ini syal punya teman Fatim Ma, cuma Fatim lupa namanya ... tadi sewaktu di Cafe Fatim nyariin kak Wawan untuk cek pembukuaan My Cafe, tapi ternyata kak Wawan nggak ada dan pas Fatim keluar nabrak tu cowok ...." Fatim terpaksa menghentikan ceritanya karena Nadya menyambung ucapan Fatim.

__ADS_1


"Oooh jadi ini yang ngasih cowok." Tersenyum melirik Fatim.


"Mama ... ihhh ... makanya dengerin dulu, kan Fatim belum selesai ceritanya." Cemberut.


"Ya udah Mama dengerin buruan." Menepuk paha Fatim.


"Jadi pas jatuh itu nggak sengaja baju Fatim sobek nih." Memperlihatkan bahunya.


"Jadi syal ini untuk nutupin baju Fatim yang robek begitu," jelas Fatim.


"Siapa nama temanmu itu?"


"Nggak tahu, Fatim lupa ...." Nyengir kuda.


"loh kok nggak tahu sih Fatim?"


"Iya Ma ... Fatim bener - bener lupa namanya, dia itu teman yang nolongin Fatim waktu karya wisata ke Lembang itu loh Ma," ucap Fatim serius.


Dan Nadya reflek menjawab.


"Oo maksud kamu Abas?"


*Haduhhh kok keceplosan sih gue, nanti dikira Fatim aku udah tahu semuanya lagi, gawattttt, batin Nadya.*


"Nah ... itu namanya, kok Mama tahu sih? Fatim aja lupa." Menatap Nadya curiga.


"Itu kan kamu pernah cerita waktu pulang dari Lembang yang kata kamu orangnya aneh nggak mau salaman gitu" kilah Nadya.


"Oh iya Mama bener dia itu aneh, tapi tadi kita sempet pegangan tangan loh Ma, kan Fatim mau nolongin dia, lalu Fatim ulurin tangan dan dia menyambutnya tapi saat tahu yang dipegang tangan Fatim jadi deh kita saling lepas dan kita jatuh lagi," ucap Fatim tertawa mengingat saat dia jatuh untuk yang kedua kalinya bersama Abas.


Nadya juga ikut tertawa namun dalam hatinya ia sangat bersyukur Fatim bisa mengenal Abas tanpa melalui perjodohan yang ia rencanakan.


*Terimakasih ya Allah, atas segala limpahan rahmatMu, semoga aku tidak salah memilih Abas untuk menjadi Imam bagi putriku Fatim, aku tidak ingin apa yang terjadi padaku berulang pada Fatim kesayanganku, batin Nadya.*


Jangan takut untuk bersedekah karena itu tidak akan membuat engkau menjadi miskin, melainkan akan menambah rezekimu dan memanjangkan umurmu juga menghindarimu dari bencana. Tentunya jika engkau lakukan semata - mata hanya karena Allah.


Bersambung....

__ADS_1


Terimakasih ya sudah membaca karyaku ,jika suka tinggalkan jejakmu berupa like dan komen karena itu sangat berarti untuk Author, semoga readers lovers sehat dan bahagia selalu.


Jangan lupa Mampir juga ke Karyaku Nyanyian Takdir Aisyah dan novel favoritku Arsitek Cantik juga Cinta Untuk Dokter Nisa. Aku tunggu ya 😍


__ADS_2