
Klek." Daun pintu perlahan terbuka.
Nadya memandangi wajah putrinya yang terlihat sangat kecapean, dan luka itu, perlahan Nadya mengusap luka putrinya, dan segera mengobatinya.
*Kasihan putriku terluka, namun aku sangat bangga padamu sayang, teruslah menebar kebaikan dengan sendirinya kau akan menuai kebahagiaan,batin Nadya sambil mengecup lembut pipi Fatim.*
Setelah lama duduk ditepi tempat tidur Fatim, akhirnya Nadya keluar menuju keruang kerjanya untuk melanjutkan pekerjaannya yang tertunda dia akan membangunkan Fatim nanti saja saat untuk mengajaknya makan tiba.
Seakan larut dalam pekerjaannya Nadya hampir saja melupakan kalau putrinya masih belum makan.
"Asstaqfirullah ya Allah, hampir saja aku melupakan Fatim, dia belum makan sejak kembali, apa dia sudah bangun ya? Aku akan mengeceknya."Berlalu menuju kamar Fatim.
Perlahan Nadya mengetuk pintu kamar putrinya.
"Tok...Tok...Tok... Sayang, apa kau sudah bangun?"
Sepi tidak ada jawaban.
"Sayang, mama masuk ya? "Sambil membuka pintu dan masuk. Dilihatnya sang putri masih asyik dalam tidurnya namun yang membuat Nadya penasaran dalam tidurnya Fatim senyam - senyum sendiri.
*Ehmmm kira - kira Fatim mimpi apa ya, kok sampai senyam - senyum sendiri begitu, apa anakku sudah jatuh cinta ya? Batin Nadya.*
"Sayang bangun dong! " Sambil membelai rambut Fatim.
"Sampai kapan kamu mau tidur, apa kamu tidak lapar? Mama sudah meminta bibi untuk membuat makanan kesukaanmu sayang, yuk bangun dong sayang." Bujuk Nadya.
"Ehmmm.. mama.. ," ucap Fatim serak khas orang bagun tidur.
Perlahan Fatim bangun dari tidurnya sambil mengucek matanya, untuk mengumpulkan kesadarannya.
"Ayo cuci muka dulu gih, bau ilernya," ucap Nadya sambil tertawa.
"Mama...Fatim nggak ngiler kok, cuma belum sikat gigi doang." Tersenyum pepsodent melihat kearah Nadya.
"Sama aja sayang, ayo cepat! Mama tunggu dimeja makan ya." Berlalu sambil mengecup kening Fatim yang terluka.
Fatim segera membersihkan dirinya ke kamar mandi, agar mamanya tercinta tidak lama menunggunya.
Hanya memakan waktu lima belas menit Fatim telah siap turun menuju ruang makan, untuk menemui mamanya.
"Mama sayang, love you." Mencium pipi mamanya.
"Love you too sayang." Membalas pelukan Fatim.
"Mana yang lain Ma, kok nggak ikut makan?"
"Para Bibi dan Mamang sudah duluan tadi habisnya Fatim lama, mereka sudah pada lapar," ucap Nadya.
__ADS_1
"Ooooh maafkan Fatim ya, "ucap Fatim merasa bersalah.
"Ya udah nggak usah sedih begitu, sekarang kita makan ya, habis itu Mama mau lihat Cafemu kan sudah lama kamu tinggal? "
"Iya Mamaku sayang, " ucap Fatim sambil tersenyum.
Sekarang Keduanya makan dengan hikmat, hanya suara sentuhan sendok dan piring yang terdengar. Tak lama keduanya selesai dan bersiap menuju ke My Cafe milik Fatim.
"Yuk sayang, kita berangkat nanti udah kemaleman," ucap Nadya.
Keduanya menuju ke My Cafe menggunakan mobil Nadya, dan dikemudi oleh Nadya sendiri.
*****
My Cafe...
Suasana Cafe tampak ramai dengan pengunjung. Fatim dan Nadya memasuki Cafe, saat pegawai ingin menyambutnya dengan cepat Fatim memberi kode untuk menjauh, tidak usah menyambut mereka.
"Ma...."
"Iya sayang."
"Mama pilih aja mau duduk dimana, Fatim akan kedalam dulu menemui kak Wawan." Seraya berlalu meninggalkan Nadya.
Nadya memilih tempat duduk yang langsung menghadap ke pintu masuk Cafe. Dan disebelah Nadya ada sekelompok remaja yang sedang merayakan ultah temannya. Mereka tampak bahagia tanpa beban, mereka gadis - gadis cantik yang tampak seumuran Fatim juga. Lalu mereka menghampiri Nadya.
"Malam tante." Sapa salah satu dari kelima gadis itu.
"Saya Gladis anaknya Pak Reyendra, Kepala Sekolah di SMA Unggulan yang tante naungi." Sambil menyalami Nadya.
"Ooo maaf tante nggak ingat kamu maaf ya, nih ada yang ulang tahun kayaknya?"
"Iya Tan, kami ingin tante jadi tamu spesial kami malam ini, ini ulang tahun saya tan. Rencananya besok baru dirayain Papi dihotel dekat sekitar sini tan," ucap Gladis senang.
Akhirnya dengan terpaksa Nadya ikut pindah ke meja Gladis CS. Saat Fatim muncul membawa makanan spesial yang baru dilauncing di Cafe mereka. Namun langkah Fatim terhenti saat melihat mamanya bergabung dengan Gladis CS, maksud hati ingin menghindar namun terlambat karena Gladis sudah melihatnya.
"Pelayan ! Sini! "Melambaikan tangan pada Fatim, yang terpaksa mendekati meja Gladis.
"Ada yang bisa dibantu Mbak?" Sambil mendekat.
"Eh The Gang lihat deh nih pelayan kayaknya ngelunjak deh, sok nggak pake seragam, lihat dia bawa menu baru kayaknya." Sambil mengambil makanan ditangan Fatim dengan kasar.
Semua langsung mencicipi makanan yang Fatim bawa.
"Gue suka rasanya, bawain kami yang ini enam porsi nggak pake lama, loe nggak lihat kita lagi kedatangan tamu istimewa Nyonya Nadya salah seorang miliyarder yang ada di Jakarta ini. Dia akan menjadi tamu istimewa gue, dan awas kalau loe buat acara gue hancur," ucap Gladis sambil mendorong pundak Fatim.
Nadya sangat tidak menyangka akan melihat pemandangan seperti itu. Anak kesayangannya diperlakukan dengan seenaknya oleh orang lain.
__ADS_1
"Eh tante permisi ke toilet dulu ya bentar, sambil nungguin pesanan kalian datang," ucap Nadya beranjak dari kursinya menuju ke toilet.
Setelah dirasa tidak kelihatan lagi oleh Gladis CS, Nadya segera menemui putri kesayangannya.
"Sayang kenapa kamu diperlakukan seperti itu oleh mereka, apa mereka tidak tahu kalau kamu anak mama?" Nadya terlihat kesal dan duduk dikursi dekat dapur.
"Mama, itu dia itu sibiyang kerok disekolah Mama, Fatim nggak bisa bales dia karena pesan Mama, Fatim sayang kamu harus jadi anak yang baik ya jangan berantem, jangan buat Mama malu, " suara Fatim meniru ucapan Mamanya.
"Oke deh mulai sekarang anak gadis Mama boleh beraksi kembali tapi ingat jangan sampai anak orang masuk rumah sakit, Mama nggak mau tanggungjawab apalagi sampai urusannya kepolisi," ucap Nadya sambil tersenyum manis.
"Mama serius, jadi SKnya udah turun nih, nggak perlu jaga image gituuu , ohhhh Mama terimakasih yaaa."Memeluk Nadya erat.
"Oke Mama tunggu aksi pembalasanmu gadis kesayanganku, cup." Memgecup pipi Fatim.
Kini Nadya kembali ke meja Gladis CS dan siap menunggu aksi putrinya.
"Tante sudah kembali, ayuk Tan nih hidangannya udah siap, kita makan sekarang ya takutnya kalau dingin nggak enak lagi," ucap Gladis manis.
Nadya segera duduk dan siap menyantap hidangan yang telah disiapkan. Kemudian Fatim datang dengan membawa kue ulang tahun yang telah dipesan Gladis. Namun saat tiba didepan Gladis sesuatu terjadi.
"Sriiiiit awassss.... puckk." Kue Tar ulang tahun untuk Gladis mendarat tepat diwajah Gladis.
"Auwwwww gimana sih loe Curut, lihat nih gue kan jadi kotor semua, loe harus tanggung jawab," ucap Gladis.
"Maaf... Maaf gue nggak sengaja," ucap Fatim dengan wajah yang pura - pura bersalah.
"Cepet loe bantu bersihin kue - kue ini dari gue, cepattttt." Teriak Gladis.
"Oke.. Oke tunggu... Byurrrrr." Menyiram air ketubuh Gladis.
"Akhhhhh... Curutttt gue basah... dinginnnn... Haaachimmm... Haaaachiiiim." Teriak Gladis sambil bersin - bersin.
Teman - teman Gladis semua merasa sangat kesal terhadap Fatim namun mereka tidak bisa berbuat apa - apa karena Gladis sudah bersin - bersin dan akhirnya memutuskan untuk pulang.
"Tan maaf ya acaranya hancur gara - gara pelayan murahan itu," ucap Riska sahabat Gladis sambil menjabat tangan Nadya.
"Iya nggak apa - apa, Happybirthday ya buat Gladis," ucap Nadya sambil melambaikan tangan.
Setelah Gladis CS pergi dengan cepat Nadya menghampiri putri kesayangannya.
"Perfek, pembalasan yang sangat dramatisir, Mama suka, nggak nyakitin fisik namun memberikan kesan yang mendalam." Memeluk Fatim.
"Makasih Mamaku sayang telah memberiku kesempatan yang spesial ini, sekarang kita pulang yah Fatim ingin istirahat, karena besok Fatim harus sekolah juga.
Keduanya saling berpelukan menyalurkan kehangatan cinta antara Ibu dan Anak yang berharap esok akan lebih banyak cinta untuk keduanya dalam menjalani narasi kehidupan yang telah yang Maha Kuasa gariskan.
Bersambung....
__ADS_1
Terimakasih ya sudah membaca karyaku ,jika suka tinggalkan jejakmu berupa like dan komen karena itu sangat berarti untuk Author, semoga readers lovers sehat dan bahagia selalu.
Jangan lupa Mampir juga ke Karyaku Nyanyian Takdir Aisyah dan novel favoritku Arsitek Cantik. Aku tunggu ya.