
🌹Assalamualaikum readers lover semua, terimakasih sudah membaca karyaku, jangan lupa tinggalkan like, komen, vote, dan tip kalian buatku, karena itu akan membuatku semakin semangat untuk terus menulis. Semoga kalian selalu sehat dan murah rezekinya, aamiin. Selamat Membaca!🌹
#Markas Momon #
Hey! Jangan tinggalin gue! Hei bandot tua!" teriak Putra namun tak ada respon dari Momon. Lampu kembali dimatikan dan pintu kamar juga kembali tertutup rapat. Kini yang ada hanya gelap.
Diluar kamar azan subuh mulai terdengar, Momon memerintahkan semua anak buahnya untuk segera membersihkan diri, dan mereka menunaikan sholat subuh berjamaah, yang diimami oleh Monon.
Yah sejak berkerja dengan Nadya keseharian Momon yang dulu jauh dari kata mengenal Tuhan berputar seratus delapan puluh derajat. Karena syarat yang Nadya ajukan waktu itu, ajudan pribadinya harus bisa sholat dan mengaji. Sejak itu Momon terus belajar dan berlatih sampai akhirnya bisa seperti sekarang ini.
#Sementara itu diponpes Al Islam #
Setelah selesai sholat subuh berjamaah, semua santri dan para ustad pembimbing sudah kembali ke asrama, namun tidak dengan ustad Rahmat, ia masih berdzikir didalam masjid.
Entah kenapa pagi ini perasaanya sedikit tidak enak, makanya ia segera berzikir untuk menenangkan hati dan perasaanya.
Menjelang dhuhah barulah ustad Rahmat bersiap kembali kerumah untuk sarapan dan dhuhah dirumah, karena sebentar lagi para santri akan kembali ke masjid.
Baru saja turun dari tangga seseorang sudah menunggunya diluar masjid.
"Assalamualaikum pak Ustad," sapa seseorang yang menunggu diluar masjid.
"Waalaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh, maaf apa saya mengenal anda?"
"Kenalkan saya Komar, ayahnya Sahidah salah satu santri pak Ustad yang mondok disini, kami dari Suka Bumi. Baru sampai tadi malam." Menyalami Rahmat.
"Ohh ya, kalau begitu kita lanjutkan ngobrolnya dirumah saya saja ya, karena sebentar lagi para santri mau dhuhah." Menepuk pundak Komar.
Keduanya segera menuruni tangga masjid, memakai sandal dan berjalan menuju kerumah ustad Rahmat. Tidak butuh waktu lama keduanya sudah sampai. Karena memang rumah pak ustad tidak jauh dari masjid yang tadi mereka gunakan untuk sholat dan mengobrol.
"Assalamualaikum, Umi ... tolong buatkan minum ya, ada tamu ini," memanggil istrinya.
"Waalaikumussalam warohmatullahi wabatokatuh, iya Bi," jawab Maryam segera menyeduh teh melati untuk tamunya.
Tak lama Maryam segera keluar dengan dua gelas teh aroma melati yang langsung menyengat hidung, menenangkan pikiran.
"Ini Bi teh nya." Meletakkan secangkir teh didepan Rahmat."Silahkan Pak," Meletakkan cangkir teh yang satu lagi didepan tamunya.
Saat hendak berlalu Rahmat segera menghentikan istrinya."Umi tunggulah sebentar, tamu kita ini punya hajat yang ingin disampaikan," ucap Rahmat yang menghentikan langkah Maryam.
Dengan tersenyum akhirnya Maryam ikut duduk disamping suaminya. Menunggu tamunya untuk segera berbicara.
"Nah Pak, sekarang silahkan ceritakan ada hajat apa sekiranya, sehingga kalian jauh-jauh datang kemari," ucap Rahmat pada tamunya.
Menghela nafas sebentar." Begini pak ustad, saya datang kemari dengan membawa permintaan putri kami Sahidah, ia bermaksud ingin meminta dijodohkan dengan putra pak Ustad, nak Abas. Bagaimana Pak ustad?"
Kedua pasutri itu saling pandang, pasalnya mereka sedikit terkejut dengan permintaan tamunya itu. Dengan kerlingan mata Maryam meminta suaminya untuk menjawab pertanyaan tamu mereka. Akhirnya Rahmatpun membuka suara.
"Hmmm begini Pak Komar, sebelumnya kami mengucapkan banyak terimakasih atas kehormatan yang diberikan kepada keluarga kami, namun kami juga mau meminta maaf karena belum bisa menerima lamaran perjodohan ini, putra kami sudah dijodohkan sejak lama dengan anak teman saya." ucap Rahmat menjelaskan.
Komar terdiam, ia tidak menyangka jika anak ustad Rahmat sudah dijodohkan, karena menurut putrinya Abas belum punya kekasih.
"Oh begitu PaK Ustad, tapi apa kami tidak diberi kesempatan untuk mencoba dulu, siapa tahu nanti mereka berjodoh." Tersenyum dengan sedikit memaksa.
"Maaf bukan kami bermaksud mengecewakan pak Komar, tetapi dalam masalah perjodohan ini tidak untuk coba-coba," ucap ustad Rahmat sambil tersenyum.
"Apa ia anak pondok juga? Atau anak ustad siapa?" tanya Komar penasaran.
"Dia bukan anak pondok, dia juga bukan anak seorang ustad, dia hanya gadis biasa, dan dia anak yatim," ucap Rahmat lagi.
"Lah kok gadis yang bukan backgruond pondok malah dipilih, nah ini anak saya yang sudah jelas-jelas sholehah, dan hampir hafal 30 juz Al Quran, malah ditolak, bagaimana ustad ini?" Kesal dan sedikit marah.
"Pak Komar, bukan kami ingin membandingkan siapa dengan siapa, tetapi masalahnya perjodohan ini sudah sejak mereka sudah berada didalam kandungan ibu keduanya masing-masing. Dimana keduanya sudah mengikrarkan janji, dimana dalam agama kita sudah dijelaskan bahwa kalau berjanji itu harus ditepati."
"Saya akan menjelaskan tentang sebuah janji."
Janji merupakan sebuah ucapan yang mengikat terhadapa diri sendiri terhadap apa yang di ucapkan tersebut. Pepatah mengatakan kalau janji adalah hutang dan hutang harus dibayar.
__ADS_1
Artinya bahwa janji adalah sebuah ucapan yang harus di tepati, karenanya kuta dilarang untuk mengobral janji yang pada akhirnya tidak dapat di tepati. Islam memandang bahwa kewajiban menunaikan janji adalah perkara yang mutlak. Sebagaimana ditegaskan dalam sebuah hadits :
“ Tanda-tanda orang munafiq ada tiga : jika berbicara dusta, jika berjanji mengingkari dan jika diberi amanat khianat." (H.R.Muslim).
Artinya bahwa betapa pentingnya perkara menepati janji ini, sehingga sebuah hadist menjelaskan bahwa mereka yang tidak menepati janjinya adalah termasuk golongan orang yang munafik. Dalam surat An Nisa ayat 145, Allah berfirman,
“Sungguh, orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu tidak akan mendapat seorang penolong pun bagi mereka."
Naudzubillah min Dzalik, semoga kita dijauhkan dari perkara yang dapat menyeret kita kepada golongan orang-orang yang munafik. Allah SWT Firman Allah SWT dalam Surat An-Nahl ayat 91-92 menyatakan kewajiban untuk menunaikan janji dan larangan ingkar janji dalam islam yang berbunyi sebagai berikut :
“Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah(mu) itu sesudah meneguhkannya, sedang kamu telah menjadikan Allah sebagai saksimu (terhadap sumpah-sumpah itu). Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu perbuat. (QS. 16:91)."
"Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai kembali, kamu menjadikan sumpah (perjanjian)mu sebagai alat penipu di antaramu, disebabkan adanya satu golongan yang lebih banyak jumlahnya dari golongan yang lain. Sesungguhnya Allah hanya mengujimu dengan hal itu. Dan sesungguhnya di hari Kiamat akan dijelaskan-Nya kepadamu apa yang dahulu kamu perselisihkan itu. (QS. 16:92) (an-Nahl: 91-92)."
"Begitulah sekiranya, semoga pak Komar bisa memahaminya," jelas ustad Rahmat panjang lebar.
Pak Komar tertunduk, ada rasa malu dalam dirinya. "Baiklah Pak Ustad saya faham sekarang, maafkan saya. Dan kalau bisa, apa boleh pertemukan saya dengan calon mantunya pak Ustad?"
"Alhamdulillah kalau antum sudah faham, dan untuk bertemu calon mantu kami boleh-boleh saja, tetapi dia berada jauh di Jakarta."
"Yah saya benar-benar mau bertemu pak Ustad, saya bisa menginap disini beberapa hari lagi kok," tersenyum melihat kearah Rahmat dan Maryam.
"Gimana Umi?"
"Terserah Abi saja."
"Ya sudah besok kita ke Jakarta."
#Sementara itu digudang Momon#
Rombongan Nadya sudah sampai dimarkas, dan dia segera ingin bertemu dengan Putra, lelaki yang sudah menyebabkan semuanya terjadi.
"Siang Bos Besar," sapa anak buah Momon pada Nadya.
"Siang, bagaimana keadaan semua sandera kita?"
"Momon mana?"
"Dia sedang menghubungi tuan Kusuma, dan memintanya untuk segera bertemu diwarung depan markas.
"Oke, apa semua pengakuan kelima lelaki itu sudah kalian rekam?"
"Semua siap Bos Besar."
"Oke, kalian urus makan siang mereka. Aku akan menunggu Momon diwarung depan markas." Berjalan meninggalkan. Gudang menuju warung depan.
Kini Nadya sudah duduk manis menunggu kedatangan Kusuma, lelaki tamak yang sudah menggelapkan uang perusahaan Nadya. Dan sekaranglah waktu yang tepat untuk mendepak lelaki licik itu.
Setelah setengah jam menunggu, akhirnya Momon datang juga bersama seorang lelaki paruh baya yang wajahnya tampak muram, semuram masa depan yang akan dia songsong esok hari.
"Selamat siang Bu," sapa Momon.
Nadya segera membalikkan badannya dan menghadap kearah Momon dan Kusuma.
"Anda?!" tanya Kusuma kaget.
"Yah ini aku, silahkan duduk!" Kembali duduk seperti semula.
Dengan cepat Momon menarik kursi untuk Kusuma, dan menyuruhnya segera duduk.
"Apa yang sebenarnya anda inginkan? Mengapa tiba-tiba menarik semua saham dari perusahaan saya? Saya bisa bangkrut kalau seperti ini, jadi saya mohon pikirkan lagi Bu Nadya." pinta Kusuma dengan wajah kesal bercampur sedih.
"Maaf kalau untuk itu saya tidak bisa, sebaiknya anda silahkan duduk manis dan saksikan tayangan berikut ini, Mon!"
"Siap Bu!" Memasang semua rekaman.
Setelah mendengar dan melihat semua isi rekaman itu, dan menyaksikan putranya yang terikat didalam ruangan yang gelap. Tubuh Kusuma melorot kelantai. Dia bersimpuh dikaki Nadya memohon ampunan dan belas kasihnya.
__ADS_1
"Maafkan saya Bu, maafkan putraku juga." Hendak menyentuh kaki Nadya, namun dengan cepat Nadya berpindah.
"Anda dan anak anda hanya punya satu pilihan, masuk penjara atau segeralah pergi sejauh mungkin dari kehidupanku maupun putriku, sehingga aku tidak lagi bisa menemuimu," ucap Nadya tanpa senyum.
Apa yang akan dipilih oleh Kusuma ?Bagaimana nasib Putra? Tunggu diepisode berikutnya ya!
Bersambung.....
Terimakasih sudah membaca.
Sambil menunggu novelku yang ini terbit, baca juga yuk novel ku Nyanyian Takdir Aisyah.
Dan Novel Author lain yang tak kalah menarik.
Fit Tree Fitri.
Arsitek Cantik. Cinta Untuk Dokter Nisa.
* Almaira My Secret Wife
My Love My Babysitter
* Sohibul Ikhsan. Putih Abu - Abu
Kembar Tidak Identik
*Ergina Putri
Melawan Rasa Takutku
Putri Asisten Pribadiku
* Putri Tanjung
OB Kerudung Biru
* Sudrun
Samudra
Penjelajah Malam
*Envy Yo Wesben.
My Princess OG.
*Cindy Elvira
Ketika Muslimah Jatuh Cinta
* Karlina Sulaiman
Mencintaimu dalam Diam
Kembali
*Laura V
Sang Pengoda
*Bintun Arief
Keteguhan Hati
*Kauma
I Love My Army Wife
__ADS_1