Cinta Bersemi Diujung Musim

Cinta Bersemi Diujung Musim
KETIDURAN DI BATHUB


__ADS_3

🌹Assalamualaikum readers lover semua, terimakasih sudah membuka chapter ini , jangan lupa like dan komennya karena itu akan membuatku semakin semangat untuk terus menulis. Semoga kalian selalu sehat dan murah rezekinya, aamiin.🌹


Selamat Membaca!


*****


Kediaman Fatim ....


Yaa Allah, terimakasih untuk segalanya. Gue sangat bahagia mempunyai mama dan semua orang yang menyayangi gue dengan tulus. Semoga Engkau selalu menjaga dan melindungi mereka dimanapun berada," ucap Fatim dengan menegadahkan tangannya keatas dekat dadanya.


*****


Semua orang sudah keluar dari kamar Fatim, dengan tangan yang terbentang ia segera memutari kamarnya, seolah sudah bertahun-tahun dia tinggalkan.


"Oh kamarku tersayang, rinduuuuuu sekali rasanya, ingin segera rebahan tapi ingat pesan mama tuk bersihin diri dulu, oke gue kekamar mandi dulu, berendam dalam air hangat dengan aroma terapi dan bunga mawar pasti sangat menyenangkan," ucap Fatim pada dirinya sendiri kemudian segera memesan bunga mawar yang akan dia tabur di dalam bathubnya.


Dengan segera Fatim melangkah kekamar mandi, perlahan ia membuka pintu dan mulai mengisi bathubnya dengan air hangat kemudian segera menaburkan bunga mawar yang sudah dipesannya beberpa menit yang lalu.



Setelah di rasa cukup, Fatim pun segera melepas pakaiannya, kemudian mulai menggantinya dengan stelan baju mandi kesayangannya. Baju kesayangannya adalah traning dan baju kaos oblong yang sudah menjadi kebiasaanya mandi menggunakan pakaian kebesarannya itu. Sejak kecil ia tidak mau mandi dengan pakaian yang terbuka atau baju renang dan sebagainya. Kebiasaanya sejak kecil terbawa sampai saat ia sudah remaja.


"Ohh akhirnya bisa merilekskan tubuh gue yang udah pada pegel semua, bayangin aja ... tiga minggu gue nggak mandi dengan layaknya mandi, cuma sirem sana sirem sini," ucap Fatim entah pada siapa, yang jelas hanya dirinya seorang yang berada di kamar mandi saat ini.


"Untung aja nggak ada orang, kalau ada bisa berabe gue. Bisa-bisa gue di kira orgil alias orang gila." Fatim menertawakan dirinya sendiri.


Setelah puas bicara sendiri, Fatim mulai menikmati asyiknya berendam di dalam bathubnya. Sampai-sampai ia benar-benar ketiduran di dalam bathubnya.


*****


Sekarang sudah lewat waktu asyar, Nadya hendak melihat putrinya sekalian ingin memastikan kalau putrinya itu sudah salat. Dengan santai ia mulai menaiki anak tangga yang menuju kekamar putrinya.


Tok ... tok ... tok


Nadya mengetuk pintu kamar putrinya, namun hening tidak ada jawaban. Nadya kembali mengetuk pintu kamar hingga tiga kali, namun masih sama, tidak ada jawaban.


"Fatim!" Nadya mulai mendorong pintu kamar putrinya yang memang tidak terkunci.


"Sayang! Kamu di mana?" tanya Nadya yang melihat kamar putrinya kosong.


*Kok nggak ada ya, atau jangan-jangan dia pergi keluar kamar karena aku melarangnya naik motor, apa dia mandi ya?*


Nadya semakin penasaran dan binggung karena putrinya tidak ada di dalam kamarnya. Namun ia tidaklah ceroboh atau panikan, ia berjalan mendekati kamar mandi dan menempelkan telingannya kedaun pintu.


*Sepi, nggak ada gemericik air. Apa dia di dalam ya? Ah lebih baik aku cek dulu.*


"Sayang! Apa kamu di dalam? Mama masuk ya?" Nadya mendorong pintu kamar mandi yang juga tidak terkunci.


Kreekkk


Daun pintu terbuka, Nadya segera melangkah masuk dan alangkah terkejutnya ia karena melihat putrinya berendam sambil tiduran.


"Ya Tuhan, bisa-bisanya kamu tidur di dalam bathub sayang, pake acara berendam bunga mawar segala. Udah kayak penganten baru aja nih anak, kelakukannya aneh-aneh banget." Nadya segera keluar untuk menyiapkan baju ganti buat putrinya. Ia tidak mau putrinya sampai masuk angin.


Setelah baju gantinya siap barulah ia kembali kedalam kamar mandi untuk membangunkan putrinya.

__ADS_1


"Sayang bangun, Nak." Menepuk nepuk pipi putrinya. Namun bukan Fatim namanya jika sekali dua kali tepuk sudah bangun.


*Hmm gimana ya supaya nih anak cepet bangunnya, pada hal waktu di rumah sakit bangunnya nggak susah, eh pas di rumah kebiasaan lamanya kambuh.*


Kemudian Nadya beranjak dari jongkoknya, ia segara membuka keran air bathubnya dan membuat airnya hangatnya kering, kemudian ia memasang kembali tutup kerannya lalu mulai menyalakan air dingin.


Perlahan tapi pasti air dingin telah memenuhi bathub yang Fatim tempati, geliat-geliat kecil mulai tampak dari tubuh putrinya. Selang beberapa menit mulai terdengar gumaman putrinya.


"Uhhh kok mulai dingin ya, apa gue kelamaan mandinya sehingga airnya dingin." Fatim perlahan membuka mantanya dan ia sangat kaget mendapati kamarnya yang gelap gulita.


"Yaa Allah, sudah malam kah? Pantas saja airnya berubah jadi dingin, gue-gue berendam dari siang sampe malem?" Fatim segera bangkit dari bathub.


Dengan meraba-raba Fatim berjalan mencari handuknya, kemudian segera membalut diirnya dengan dua lapis handuk, karena tubuhnya merasa kedinginan. Tanpa sengaja Fatim berjalan mendekati jendela kamarnya dan memyingkap tirai yang sudah tertutup rapi.


"Hah kok di luar masing sore bukan malam? Tapi tadi di kamar mandi gue? Atau jangan-jangan gue cuma mimpi?" ucap Fatim yang bingung dengan apa yang baru saja dia alami.


Setelah melihat keluar jendela, Fatim berjalan mendekati tempat tidurnya, ia melihat baju gantinya sudah di siapkan. Sambil memakai pakaiannya Fatim bicara sendiri.


"Apa tadi lampu di kamar mandi belum nyala ya? Makanya jadi gelap?" tanya Fatim bingung. Kemudian ia berjalan menuju kamar mandi yang pintunya masih terbuka hendak memastikan lampunya. Dan hal ini bersamaan dengan Nadya yang hendak keluar kamar mandi Fatim.


Klekk


Lampu menyala sontak Nadya dan Fatim sama-sama terkejut.


"Akhaaaaaaaa!" Teriak keduanya dengan sekuat tenaga. Sampai saat keduanya saling pandang dan baru menyadari satu sama lain.


"Mama?! Ngapain di dalam kamar mandi Fatim? Sejak kapan?" Fatim mencercah mamanya dengan banyak pertanyaan.


"Fatim, bikin mama kaget aja," ucap Nadya sambil memegang dadanya yang berdegub kencang karena terkejut.


"Ihhh Mama kebiasaan deh, ditanya malah balik nanya," sunggut Fatim kesal.


"Jadi?!" Fatim menunjuk kearah kamar mandi.


"Iya," jawab Nadya yang sudah faham maksud pertanyaan putrinya.


"Ihhh, Mama tega ama anak sendiri," sunggut Fatim dengan bibir yang udah maju lima senti.


"Abisnya kamu belum salat asyar kan? Mama nggak mau kamu lalai, ingat pesan papa! Jangan menunda waktu salat, usahakan salat tepat waktu. Makanya mama jahilin kamu, biar kamu tidak termasuk orang-orang yang merugi nanti," jelas Nadya sambil membela diri.


"Iya deh, maafin Fatim ya, Ma." Memeluk Nadya mesra.


"Fatim bangga punya mama seperti mama Nadya." Mencium pipi Nadya.


"Iya, Sayang. Maafin mama juga ya. Mama juga merasa beruntung punya anak seperti kamu. Teruslah bersinar menerangi kehidupan mama," Memeluk Fatim erat dengan sedikit buliran bening yang mengalir di sudut matanya.


*Andai kamu masih di sini, Mas. Tentu kamu akan melihat putri kesayangan kita yang begitu mirip dengan sifatmu, aku merindukanmu, Mas.*


🌹Bersambung.....🌹


Terimakasih sudah membaca!


Sambil menunggu novelku yang ini terbit, baca juga yuk novel ku Nyanyian Takdir Aisyah.


Dan Novel Author lain yang tak kalah menarik.

__ADS_1


Fit Tree Fitri.


Arsitek Cantik. Cinta Untuk Dokter Nisa


Mengejar Cinta Ariel


Tabib Cantik Bulan Purnama


*Ergina Putri


Melawan Rasa Takutku


Putri Asisten Pribadiku


* Putri Tanjung


OB Kerudung Biru


*Envy Yo Wesben.


My Princess OG.


* Karlina Sulaiman


Mencintaimu dalam Diam


Kembali


*Laura V


Sang Pengoda


*Bintun Arief


Keteguhan Hati


*Novi Wu


Bos Come Here Please!


*Ricky Wijaksono


Api Dibumi Majapahit


*Samar


Cinta Di antara Dendam


* Sylala Yaya


Istri kedua tuan Krisna


* Cherin Kauma


l Love My Army Wife

__ADS_1


*Oktavia Tresiani


Pacarku Hantu


__ADS_2