
🌹Assalamualaikum readers lover semua, terimakasih sudah membuka chapter ini , jangan lupa like dan komennya karena itu akan membuatku semakin semangat untuk terus menulis. Semoga kalian selalu sehat dan murah rezekinya, aamiin.🌹
Selamat Membaca!
*****
Ruangan Dokter Haris ....
"Alhamdulillah, terimakasih yaa Allah. Dan terimakasih juga,Dok. Tentu saja anda bisa berkunjung kerumah kami kapan saja dokter mau," jelas Nadya sambil tersenyum.
Saat ini perasaan Nadya sangat bahagia, pasalnya putrinya akan segera pulang kerumah mereka. Nadya pun segera mohon pamit pada dokter Haris. Ia sudah tidak sabar ingin segera menyampaikan kabar bahagia ini pada putrinya.
Setelah keluar dari ruangan dokter Haris, Nadya segera berjalan menyusuri koridor rumah sakit menuju ke kamar putrinya. Namun ia sangat kaget saat bertemu dengan kelima orang gadis yang tampak glamor dan seksi.
Kelima gadis itu sedang di ruang informasi. Nadya segera menyingkir dengan menyelinap di ruang sebelahnya. Ia bermaksud mencuri dengar apa yang kelima gadis itu bicarakan. Mereka adalah gadis penguasa sekolah.
"Siang menjelang sore, Sus. Kami ingin mengunjungi teman kami yang malang, apa dia di rawat di sini," ucap salah satu dari mereka.
"Maaf, Dek. Kalau boleh tahu nama pasiennya siapa?" tanya suster yang jaga.
"Fatim!" ucapnya singkat.
"Oh, iya ada. Dia di rawat di kamar nomor 414,.tepatnya di ruang observasi," jelas suster.
"Oke, Sus. Terimakasih banyak." Kelimanya segera berlalau menuju ke ruangan Fatim.
Sedangkan Nadya, segera menghubungi Momon agar cepat datang kerumah sakit, ia tidak mau Fatim sampai bertemu kelima gadis itu. Yah mereka adalah Gladis CS.
Nadya juga segera menghubungi Yati untuk segera bergegas keluar dari ruangan bersama Fatim lewat pintu belakang. Dan segera merapikan semua peralatan Fatim. Ia ingin agar kamar itu Seolah-olah tampak kosong.
"Halo, Yati. Tolong kalian segera bersembunyi lewat pintu belakang, dan segera bersihkan kamar itu Seolah-olah kosong, tanpa penghuni," jelas Nadya.
"Iya, tapi kenapa Tan?" tanya Yati.
"Nggak usah banyak tanya, lakukan saja. Sebentar lagi akan ada rombongan nenek sihir yang akan datang kekamar Fatim. Tante tidak mau perasaan Fatim tertekan atau depresi. Karena masih dalam masa pemulihan. Nanti tante yang akan menemui mereka." Nadya segera mematikan ponselnya.
*****
Kamar Perawatan Fatim ....
Setelah menerima perintah dari ibunya Fatim segera pindah ke kursi roda dengan membawa infus yang masih terpasang. Sementara Yati membersihkan kamar dengan merapikan dan menyembunyikan semua peralatan yang ada. Dalam sekejab semua tampak seperti kamar tanpa penghuni.
"Oke, semua sudah siap. Yuk kita cabut!" ajak Yati pada sahabatnya.
"Tumbem otak loe encer. Semua beres tanpa banyak tanya atau protes," ucap Fatim sambil tersenyum.
"Sure ( pasti) ... Karena itu perintah garis keras. Jelas dan padat. Sehingga gue nggak bisa protes. Dari pada kita bertemu rombongan Mak Lampir, iya kan?" jawab Yati dengan senyum terkembang lebar.
"Emang loe tahu, siapa Mak Lampirnya?" tanya Fatim menggoda sahabatnya.
"Tahu lah, pasti rombongan gadis sok cakep, sok imut, sok kece badai, sok pinter, sok kuat, dan banyak lagi sok-sok yang lainnya," oceh Yati sambil mendorong kursi roda sahabatnya keluar lewat pintu belakang.
"Ada lagi yang kurang sok nya," seloroh Fatim.
"Apa?!" tanya Yati penasaran.
"Sok motor," jawab Fatim sedikit nyeleneh yang membuat keonengan Yati kambuh.
"Maksudnya? Mereka bawa motor dengan sok-sokkan gitu?" tanya Yati mulai kepo.
"Hadehhh, kambuh. Capek deh!" Fatim menepuk jidatnya.
"Kan gue bingung, jadi loe ...." Belum sempat Yati melanjutkannya Fatim sudah memotong ucapannya.
"Jadi gue nggak mau jelasin, sekarang ayo kita jalan, entar ketemu deh ama mereka." Fatim segera memutar rodanya yang membuat Yati sedikit berlari untuk mengikuti temannya itu, agar bisa mendoronganya.
*****
Sementara itu kelima gadis glamor mengundang mata nakal kaum adam. Bagaimana tidak pakaian mereka yang minim dan sedikit terbuka, membuat air liur menetes tanpa komando. Tak dipungkiri mereka memang cantik, putih, dan mulus. Namun tidak secantik hatinya.
__ADS_1
Kini mereka sudah sampai di kamar dengan nomor 414. Dan Riska salah satu teman Gladis CS mulai mengetuk pintu.
"Tok ... tok ... tok ...." Suara ketukan pintu.
Namun sepi tidak ada jawaban. Yang membuat kelimanya menjadi sedikit binggung.
"Kok nggak ada jawaban. Ini benarkan kamarnya?" tanya Riska.
"Iya, loe bener kok," jawab Gladis.
"Sin, coba loe cek," perintah Gladis.
"Oke." Berjalan mendekati pintu.
"Klek!" Daun pintu terbuka dan Sinta segera melonggokan kepalanya kedalam ruangan. Pandangannya menyapu bersih setiap sudut ruangan. Namun yang ada hanya tampak tempat tidur yang kosong, seperti tanpa penghuni.
"Bagimana, Sin?" tanya Gladis.
"Kosong, sepertinya tuh curut udah pulang." Sinta kembali menutup pintu.
"Yang bener, Loe?" tanya Mira seolah tak percaya.
"Yee emanng gue boong? Nggak guna lagi." Sinta mencibirkan bibirnya.
"Sialan, tuh curut udah pulang. Kita dikerjain sama dia, awas saja kalau nanti sekolah akan gue buat perhitungan," maki Gladis.
"Udah, Dis. Nggak usah bete gitu. Kan lumayan kita bisa happy-happy pake uang sumbangan kawan-kawan," ucap Sinta tertawa.
"Wihhh, hebat loe. Nggak sia-sia gue punya teman yang otaknya encer kayak loe, yuk kita cabut. Kita ke cafe aja." Gladis menggoyangkan amplop yang dia keluarkan dari tasnya.
Fatim dan Yati yang mendengarnya sangat kesal dan geram. Ingin rasnaya mereka menjahit mulut ember kelimanya, yang udah kayak saringan bocor.
"Uhhhh, gue kesellllll." Yati menghentakkan kakinya yang membuatnya meringgis karena tertekuk.
"Haduhhh kaki gue, sakitttt," renggek Yati.
"Makanya nggak ngedumel, napa? Kan loe sendiri yang rugi. Kalau mereka dengar kita lebih rugi, mau loe?" tanya Fatim sedikit berbisik.
"Sini naikin kaki loe." Fatim menunjuk pahanya.
"Maksud loe?" tanya Yati kepo.
"Gue urut kaki loe, biar kurang sakitnya," jelas Fatim.
Dengan terpaksa Yati meletakkan kakinya di paha Fatim. Tangan Fatim yang lembut mulai memijat kaki sahabatnya itu, yang membuat Yati merasa sangat tidak enak. Fatim selalu memperlakukannya dengan sangat baik.
*****
Melihat kelima gadis itu mulai meninggalkan ruangan Fatim. Nadya segera berlari kearah depan jalan koridor. Ia berpura-pura baru datang, dan tak sengaja bertemu rombongan Gladis.
"Eh, Tan. Maaf ya bukannya tante ini, ibunya Fatim?" tanya Gladis yang tak sengaja melihat Nadya.
Nadya segera menghentikan langkahnya dan tersenyum manis kearah kelimanya.
"Hei, rasanya tante pernah lihat kalian, tapi dimana ya?" tanya Nadya pura-pura tidak mengenali kelimanya.
"Iya, Tan. Kita teman sekolahnya Fatim." Kelimanya tersenyum dan saling pandang.
"Oh ya. Kalian tampak seperti artis saja bukan seperti pelajar," sindir Nadya.
"Tante bisa aja, kita emang cantik Tan. Tapi kalau di sekolah ya nggak tampil maksimal gini kok," jawab Sinta sok cantik.
"Oh ya, Tan. Apa Fatim sudah pulang?" tanya Gladis dengan senyum yang di buat semanis mungkin.
"Iya sudah. Dan tante akan buat perhitungan dengan siapapun yang berencana mencelakai putri tante," ucap Nadya ketus.
Wajah Gladis sedikit berubah, ia merasa Nadya mengancamnya. Kelimanya saling pandang dan tersenyum dengan terpaksa kearah Nadya.
"Memangnya Fatim dicelakai, Tan?" tanya Gladis.
__ADS_1
"Iya, dan tante sudah mengurusi orang yang mengganggu anak tante. Dia layak mendapatkan hukuman yang setimpal. Sampai kehormaran dan kekayaan keluarganya pun ikut hancur bersamanya," ucap Nadya sengaja melebih-lebihkan.
"Tan, kami permisi ya. Titip salam buat Fatim." Kelimanya segera menjauh dari Nadya yang sudah tersenyum melihat perubahan wajah kelima bocah ingusan itu.
"Kalian akan tunggu waktunya, aku akan membongkar semua apa yang telah kalian lakukan pada putriku. Tidak hanya kalian, semua keluargamu akan ikut merasakan akibat perbuatan yang kalian lakukan," gumam Nadya.
🌹Bersambung.....🌹
Terimakasih sudah membaca.
Sambil menunggu novelku yang ini terbit, baca juga yuk novel ku Nyanyian Takdir Aisyah.
Dan Novel Author lain yang tak kalah menarik.
Fit Tree Fitri.
Arsitek Cantik. Cinta Untuk Dokter Nisa
Mengejar Cinta Ariel
Tabib Cantik Bulan Purnama
*Ergina Putri
Melawan Rasa Takutku
Putri Asisten Pribadiku
* Putri Tanjung
OB Kerudung Biru
*Envy Yo Wesben.
My Princess OG.
* Karlina Sulaiman
Mencintaimu dalam Diam
Kembali
*Laura V
Sang Pengoda
*Bintun Arief
Keteguhan Hati
*Novi Wu
Bos Come Here Please!
*Ricky Wijaksono
Api Dibumi Majapahit
*Samar
Cinta Di antara Dendam
* Sylala Yaya
Istri kedua tuan Krisna
* Cherin Kauma
l Love My Army Wife
__ADS_1
*Oktavia Tresiani
Pacarku Hantu