
Rombongan tentara itu segera menghubungi mobil derek untuk membantu mengeluarkan bus yang syarat dengan penumpang. Dengan perjuangan yang berat, akhirnya mobil bus yang mereka tumpangi berhasil dikeluarkan. Dan semua penumpang telah dievakuasi kerumah sakit terdekat tak terkecuali Fatim. Ia tak menyadari kalau dalam rombongan santri itu ada seseorang yang tempo hari juga menolongnya dihutan.
*Ah... dia.. kan gadis yang waktu itu ehmmm siapa ya.. ehmmm eh iya aku ingat dia Fatim, sungguh bidadari tangguh berhati malaikat, berani mempertaruhkannya nyawanya demi banyak nyawa. Ah kenapa jantungku setiap melihat atau menyebut namanya selalu berdetak lebih kencang. Fatim... oh Fatim, semoga dilain waktu kita bertemu lagi.*
kini rombongan Fatim telah dibawa kerumah sakit semuanya termasuk pak sopir yang membawa bus mereka. Namun semua mengalami luka ringan akibat pecahan kaca saja sehingga tidak ada yang akan menginap dirumah sakit. Semua akan diperbolehkan pulang setelah menerima pemgobatan dari pihak medis dirumah sakit terdekat.
Yang perlu mereka pikirkan sekarang adalah bagaimana caranya mereka akan pulang karena jarak rumah sakit yang mengobati mereka masih diwilayah Bandung, masih sangat jauh dari Jakarta.
"Kak bagaimana kita akan kembali ke Jakarta ? Sedangkan mobil bus kita mengalami kerusakan." Ucap Fatim.
"Entahlah, apa loe punya ide yang lain atau punya kenalan yang bisa kita mintai tolong? " Tanya Rangga serius.
"Tunggulah kak, gue keluar dulu cari inspirasi. "Ucap Fatim sambil berlalu keluar ruangan IGD menuju halaman rumah sakit.
Dari kejauhan seseorang mengawasi Fatim, ya dia adalah Abas. Sejak rombongan Fatim dievakuasi menuju rumah sakit entah bagaimana Abas juga memacu mobil mini bus yang mereka tumpangi ikut kerumah sakit.
"Akhi Abas, apa yang harus kita lakukan untuk membantu gadis itu? "Tanya salah seorang santri yang ikut dalam rombongan mobil Abas.
"Entahlah kita lihat aja dulu, kalau dia mengalami kesulitan baru kita bantu, kalian akan lihat kalau dia bukanlah perempuan yang gampang menyerah dengan keadaan, dia wanita hebat." Ucap Abas yang tanpa sadar selalu membanggakan Fatim.
Semua santai itu tersenyum dan saling pandang, mereka baru kali ini melihat seorang Abas memuji perempuan selain uminya. Abas dipondok terkenal sebagai seorang santri yang sangat cuek terhadap makhluk yang namanya perempuan. Banyak santriwati yang menaruh hati padanya namun tak satupun yang bisa menggetarkan hatinya.
Kini mereka mengawasi Fatim yang mulai beraksi menuju jalan raya. Mata Fatim dengan jeli memantau setiap kendaraan yang lewat kalau - kalau ada yang bisa dia mintai tolong untuk membawa mereka kembali ke Jakarta.
Dan akhirnya penantian Fatim berbuah manis, sebuah mobil truk dengan muatan yang kosong melintas didepannya, dan Fatim segera menghentikannya.
"Stop... stop... " Ucap Fatim sambil melambai - lambaikan tangannya.
Melihat seorang gadis cantik dengan perban di dahinya membuat sang sopir segera berhenti.
"Maaf neng, ada apa ?"Tanya pak sopir dengan wajah yang keheranan.
"Emm bapak tujuannya mau kemana ini? "Tanya Fatim kepo.
"Bapak mau ke Jakarta neng." Ucap Pak Sopir masih dengan tersenyum.
"Yes... yes... Jakarta... yes." Teriak Fatim sambil melompat - lompat.
Melihat Fatim yang melompat - lompat kegirangan, pak sopir semakin heran.
"Emangnya ada apa neng dengan Jakarta?" Tanya pak sopir sambil mengernyitkan dahinya.
__ADS_1
Melihat pak sopir yang kebinggungan barulah Fatim menyadari kalau tingkahnya sedikit berlebihan.
"Maaf pak, habisnya saya senang karena bapak tujuannya ke Jakarta, saya juga mau pulang ke Jakarta tetapi dari tadi belum dapat tumpangan pak, apa saya boleh ikut ke Jakarta pak?" Tanya Fatim dengan wajah imutnya.
Tanpa berpikir dan bertanya pak sopir segera mengiyakan permintaan Fatim.
"Iya neng, boleh kok." Ucap pak sopir senang.
"Oke tunggu ya pak, saya ambil barang - barang saya dulu dirumah sakit." Ucap Fatim sambil berlari menuju kerumah sakit yang tak jauh dari tempatnya menunggu.
*Lumayan bisa pulang ke Jakarta bareng cewek cantik kali ini, batin pak sopir. *
Pak sopir tidak menyangka kalau ia akan mengangkut serombongan anak - anak SMA yang penuh luka akibat kecelakaan tadi pagi.
Dengan cepat Fatim berlari menuju kerumah sakit untuk mengajak teman - temannya.
"Kak.. ayo ajak teman - teman semua, gue udah dapat tumpangan yang akan membawa kita kembali ke Jakarta." Ucap Fatim meyakinkan.
Dengan cepat Rangga menginstruksikan teman - teman mereka bersama pak sopir bus juga untuk bergegas menuju mobil yang akan menganggkut mereka kembali ke Jakarta.
"Ayo semua segera berkemas, kita sudah dapat mobil yang akan mengangkut kita untuk kembali ke Jakarta." Ucap Rangga tersenyum ramah.
"Yeeee akhirnya kita pulang." Teriak mereka serentak.
Dengan susah payah mereka membawa barang - barang mereka terutama Yati yang tasnya sangat besar.
"Frennn bantuin gue dong, berat." Pinta Yati memelas.
"Dasar loe oneng, udah dibilang nggak usah bawa barang kayak orang diusir satu bulan gitu masih aja bandel." Omel Fatim namun tetap membawa barang bawaan Yati.
Kini mereka sudah sampai didekat truk yang akan membawa mereka. Melihat yang datang serombongan anak - anak SMA membuat pak sopir terkejut.
"Busettt dah, kirain bakalan happy pulang bareng neng cantik tak tahunya bareng pasukan ampfibi, hadehh."Ucap pak sopir sambil menepok jidanya.
"Pak, sorry ya kita rombongan soalnya bus kita habis kecelakaan." Ucap Fatim sambil cengar - cengir.
"Ya udah deh yuk naik."Ucap pak sopir dengan sedikit muram.
Fatim meminta Rangga untuk meminta teman - temannya segera naik ke mobil truk. Sebenarnya Rangga saja kaget dengan kejutan yang Fatim berikan, dia tak menyangka seorang Rangga yang tajir akan naik truk, namun apa mau dikata, usaha Fatim patut dihargai.
"Ayo semuanya segera naik kita akan pulang naik truk ini." Ucap Rangga sambil menunjuk truk yang akan mereka naiki.
__ADS_1
"whattt, kita naik truk, apa kata dunia, nggak mau gue." Ucap Lusi dengan wajah kesal.
" Iya kak gue juga nggak mau, emang Fatim kira kita sapi Bali apa dibawa pake truk." Ucap Adel kesal.
"Kalian berdua harusnya berterimakasih pada Fatim, karena kita bisa pulang biar naik truk." Ucap Rangga.
"Iya kakak selalu belain Fatim, karena kakak suka sama Fatimkan? "Tanya Lusi marah, ia cemburu pada Fatim.
Rangga terdiam tak bisa membalas kata - kata Lusi. Melihat Rangga yang diam akhirnya Fatim berbicara.
"Yah sudah yang nggak mau naik truk, nggak usah naik tinggal aja disini." Ucap Fatim kesal.
Melihat Fatim yang mulai sensi dengan cepat Yati menghibur temannya itu dengan segera naik ke truk.
"Gue mau pulang, gue ikut truk aje." Ucap Yati segera naik meski dengan sudah payah akhirnya Yati berhasil naik dengan kopernya yang besar.
Melihat Yati yang sudah naik, perlahan semua ikut naik demikian juga dengan Rangga. Kini tinggal Lusi dan Adel yang masih belum naik.
"Loe berdua mau naik apa nggak, kalau nggak ya udah kita tinggal good bye."Ucap Rangga.
Melihat mobil truk yang mulai bergerak kedua gadis itu akhirnya berteriak minta tunggu, tadinya mereka mau Rangga yang membujuk mereka namun semua tinggal mimpi.
"Tungguuuu, kita ikutttt." Teriak Lusi dan Adel, yang akhirnya memutuskan ikut naik truk.
Kini truk yang tadinya tanpa muatan kini syarat dengan muatan. Mereka tampak menikmati perjalanan mereka yang penuh dengan sensasi. karena ini adalah pengalaman pertama bagi anak - anak orang kaya, pulang dengan naik truk bersama - sama, dan tentu saja terasa menyenangkan. Ikhsan memainkan gitarnya dan mereka bersama - sama menyanyikan lagu kemesaraan.
Dan dari kejauhan rombongan anak - anak pondok mengamati mereka dengan tersenyum manis.
"Kamu benar Abas, dia memang gadis yang spesial."Ucap Amar teman Abas.
"Sekarang kalian tahukan mengapa aku selalu terbayang dan penasaran dengan gadis itu, dia manis, tomboy, namun dia berhati malaikat." Ucap Abas tanpa sadar mengundang delikan heran diwajah teman - teman pondoknya.
Menyadari perkataannya cepat Abas beristiqfar dan itu mengundang tawa para santri yang lain.
*Ah Fatim kamu selalu berhasil membuat jantungku maraton, semoga nanti bisa bertemu lagi Fatim, batin Abas.*
Bersambung....
Terimakasih ya sudah membaca karyaku jangan lupa tinggalkan like dan komenmu, karena itu sangat berarti untukku.
Jangan lupa baca juga karyaku Nyanyian Takdir Aisyah lalu dengar juga Audionya jadikan favoritmu dan baca juga novel favoritku Cinta Untuk Dokter Nisa dan My Secret Wife.
__ADS_1