Cinta Bersemi Diujung Musim

Cinta Bersemi Diujung Musim
AKHIRNYA


__ADS_3

"Sekarang kalian tahukan mengapa aku selalu terbayang dan penasaran dengan gadis itu, dia manis, tomboy, namun dia berhati malaikat." Ucap Abas tanpa sadar mengundang delikan heran diwajah teman - teman pondoknya.


Menyadari perkataannya cepat Abas beristiqfar dan itu mengundang tawa para santri yang lain.


*Ah Fatim kamu selalu berhasil membuat jantungku maraton, semoga nanti bisa bertemu lagi Fatim, batin Abas.*


Akhirnya rombongan Abas pun bergerak menuju ke arah yang berlawanan dengan rombongan Fatim, yah karena pondok pesantren Abas memang berada disalah satu kota yang ada di Bandung.


*****


Sepanjang Jalan rombongan Fatim selalu bercerita dan bergembira ternyata naik truk tak seburuk yang mereka kira seperti selama ini, justru naik truk bersama teman - teman sangat menyenangkan.


Perjalanan yang panjang dengan sengatan terik mentari tak membuat seorang Fatim merasa takut hitam, berbeda dengan temannya yang super rewel siapa lagi kalau bukan Adel dan Lusi.


"Aduhhh kulitku terbakar ini, dan semua ini gara - gara loe Fatim."Sambil memancungkan bibirnya.


"Loe bener Lus, lihat nih muka gue udah merah banget kayak udang rebus, pasti Mami gue akan marah," ucap Adel sambil meringgis.


Mendengar kedua temannya yang resek, jiwa jahil Fatim mulai tergelitik.


"Loe berdua takut hitam, takut kulit loe rusak, tenang nih gue ada obatnya, sunblok yang paling mujarab, sekali oles masalah loe kelarrr." Sambil tersenyum kearah Adel dan Lusi.


"Loe beneran Fatim ? Nggak bohongin gue kan? " Tanya Adel penasaran.


"Iya beneran gue, tapi ada syaratnya nggak gratisan secarakan loe berdua anak orang kaya." Sambil tersenyum manis.


"Mau gue, apa syaratnya, " pinta Lusi.


"Syaratnya loe berdua nanti pas turun tolong bantuin Yati bawa kopernya yang gede kayak karung beras lima puluh kilo, mau? "


"Okay, kita mau! "


"Nih !" Sambil memberikan sebuah kotak berisi krem yang berwarna putih.


"Krem ini apa namanya, dan apa khasiatnya ?" Sambil melirik Fatim yang sedang tersenyum.


"Krem herbal, terbuat dari bahan alami, saat loe pake mukak loe ademmmm banget." Sambil membuka tutup krem.


"Oke deal, sini kremnya," ucap Lusi dan Adel.


Box krem telah berpindah tangan, Adel dan Lusi segera mengaplikasikan krem yang Fatim kasih kewajah mereka, dan memang wajahnya langsung terasa ademmmm.


"Bagaiman ladies? Adem kan? "


"Ehmmm, loe bener Fatim, ademmm banget," ucap Adel.


"Yap ademmm," ucap Lusi.


"Oke karena sudah terbukti, jangan lupa janji loe berdua buat bantuin Yati tuh." Sambil melirik Yati yang telah melambaikan tangannya.


"Oke deal," jawab keduanya.


Fatim kembali bernyanyi bersama Ikhsan dan teman - temannya yang lain. Krem yang dikasih Fatim pada Adel dan Lusi adalah sari. bengkoang yang sengaja dibuat mama Fatim untuk menjaga kelemban kulit wajah Fatim, namun effeknya wajah akan seperti memakai masker putih yang menempel seperti bedak.


Teman - teman yang melihat wajah Lusi dan Adel hampir mau tertawa namun semua sudah diancam sama Fatim, yang membocorkan rahasia akan membawa tas Yati yang besar dan berat. Alhasil semua diam seolah tak ada yang terjadi.


Kini setelah sekian jam akhirnya mereka mulai memasuki wilayah Jakarta. Udara khas jakarta yang penuh asap mulai terasa. Serentak mereka berteriak.


"Welcome to Jakarta guysss."


Semua bertepuk tangan riuh, menandakan kebahagiaan mereka. Mobil truk pun bergerak menuju SMA Unggulan.


*****

__ADS_1


SMA Unggulan...


Semua jemputan sudah menunggu di sekolah dan semua melihat heran kearah putra - putri mereka yang naik mobil truk. Berbagai komentar terdengar dari pihak orangtua. Ada orangtua yang komplin ada juga yang senang anaknya naik truk.


"Ih kenapa anakku tersayang bisa naik truk, nggak level banget."


"Anakku akan aku streril setelah ini, pasti banyak kuman yang melekat ditubuhnya selama diperjalanan."


Namun ada juga orangtua yang senang anaknya naik truk.


"Wah hebat anakku akhirnya bisa naik truk pasti seru."


"Aku bangga anakku bisa naik truk, aku aja belum pernah."


Setelah semua turun, mereka langsung disambut oleh keluarganya ada yang marah - marah nggak mau dipeluk anaknya. Ada juga yang menangis haru seperti dua tahun tidak bertemu.


Kini tiba waktunya Fatim menagih janjinya pada Lusi dan Adel untuk membawa tas Yati ke mobil jemputannya.


"Del... Lus... loe berdua nggak lupakan Janji loe? "


"Iyaaa kita nggak lupa kok, "jawab Lusi


"Yuk Del bantuin gue, " ajak Lusi.


Mereka berdua terbirit - birit membawa koper Yati.


" Aduhhh apaan sih isi tas Yati berat banget sumpah." Melirik Adel yang meringgis.


"Iya gilaaa berat banget," ucap Adel.


Fatim yang menyaksikan keduanya hanya menahan tawa. Setelah sampai tak lupa Fatim dan Yati mengucapkan terimakasih.


"Makasih ya DeLus atas kerjasamanya," ucap Fatim sambil tersenyum.


"Iya itu singakatan nama loe berdua biar hemat manggilnya, Adel dan Lusi jadi DeLus gitu." Tersenyum melihat kearah Adel Dan Lusi.


"Yah terserah loe deh Fatim yang penting kita berdua dah penuhi janji, kita cabut dulu nyokap gue dah jemput noh." menunjuk ke arah mobil Hyunday silver yang baru datang.


"Iya, makasih banyak ya, sampai jumpa besok, " ucap Fatim tertawa ramah.


Keduanya meninggalkan Fatim dan Yati yang telah masuk kedalam mobil juga.


"Mamiiiiii," teriak Adel melihat Maminya datang.


"Ya Tuhannn, anak mami mengapa begini sih udah kayak pemain pantomim saja, " ucap Mami Adel.


"Maksud Mami apa bilang Adel yang cantik seperti pemain pantomim."Melihat Maminya heran.


"Nih lihat sendiri! "


Setelah melihat wajahnya dicermin Adel. berteriak histeris.


"Fatimmmmmmm."


Hal serupa juga terjadi pada Lusi, ia sangat kesal pada Fatim yang telah mengerjainnya. Sedangkan orang yang diteriakinya sudah tertawa lebar didalam mobil yang telah meninggalakan sekolah menuju kerumah Yati.


*****


Rumah Yati...


Mobil Fatim perlahan masuk keperkampungan rumah Yati, dan merekapun sampai dikediaman Yati.


"Assalamualaikum, Ibu... Bapak ...Yati pulang," ucap Yati lembut.

__ADS_1


"Waalaikumussalam, udah pulang ndok, " jawan Ibu.


"Alhamdulillah bu, tuh diluar ada Fatim yang nganterin Yati pulang." Meletakkan tas Kopernya yang besar lalu mengajak ibu menemui Fatim.


"Nggak masuk dulu Nak? "


"Nggak usah bu Fatim udah bau banget pengen segera mandi," ucap Fatim menolak permintaan ibu Yati.


"Fatim pamit pulang ya bu." Mencium tangan ibu Fatim.


"Assalamualaikum."


"Waalaikumussalam, hati - hati dijalan ya," ucap Ibu Fatim.


Fatim segera kembali kemobil dan bergerak menuju kerumahnya.


*****


Kediaman Fatim...


Mobil telah memasuki garasi dan parkir rapi sesuai deretannya. Fatim segera berlari masuk rumah setelah mengucapkan terimakasih pada pak Maman sopirnya.


"Makasih ya Pak, Fatim masuk dulu."


Berlari menuju rumahnya.


"Assalamualaikum, Mamaaaa Fatim pulang."


Tanpa menunggu jawaban Mamanya Fatim segera berlari menuju kamarnya, dan yang pertama Fatim lakukan adalah mandi dan membersihkan lukanya.


"Ahhhhh... akhirnyaaa bisa mandiiiii." Masuk kedalam kolam berendamnya yang nyaman.


Lama Fatim menikmati berandam merilekskan tubuhnya, setelah selesai barulah ia membersihkan bekas lukanya, setelah itu pergi menuju ketempat tidur kesayangannya.


"Ya Allah... akhirnya bisa rebahan, sungguh nikmatMu yang tiada tara," ucap Fatim sambil berbaring.


Tak membutuhkan waktu yang lama Fatim telah terlelap dialam mimpinya.


*****


Ditempat Lain...


Nadya yang sedang bekerja segera izin pamit setelah tahu putri kesayangannya sudah pulang. Tadinya Nadya berencana menjemput Fatim disekolah, namun Fatim menolaknya.


Kini Mobil Nadya telah meninggalkan kantornya menuju kearah rumahnya yang megah. Mobil Nadya telah memasuki gerbang rumahnya, dia segera disambut oleh semua pegawai mereka.


"Fatim mana? "


"Dikamar bu, " jawab bik Surti.


"Segera buat masakan kesukaan Fatim, aku akan menyusulnya ke kamar." Segera meuju kamar Fatim.


"Klek." Daun pintu perlahan terbuka.


Nadya memandangi wajah putrimya yang terlihat sangat kecapean, dan luka itu, perlahan Nadya mengusap luka putrinya, dan segera mengobatinya.


*Kasihan putriku terluka, namun aku sangat bangga padamu sayang, teruslah menebar kebaikan dengan sendirinya kau akan menuai kebahagiaan,batin Nadya sambil mengecup lembut pipi Fatim.*


Bersambung....


Terimakasih ya sudah membaca karyaku jangan lupa tinggalkan like dan komenmu, karena itu sangat berarti untukku.


Jangan lupa baca juga karyaku Nyanyian Takdir Aisyah lalu dengar juga Audionya jadikan favoritmu dan baca juga novel favoritku Cinta Untuk Dokter Nisa dan My Secret Wife.

__ADS_1


__ADS_2