
🌻Terimakasih ya sudah membaca karyaku , jika suka tinggalkan jejakmu berupa like, komen, tip dan vote karena itu sangat berarti untuk Author, semoga readers lovers sehat dan bahagia selalu. Selamat Membaca.🌻
Teriakan Yati selalu bisa membuat Fatim tersenyum, semoga senyum indah itu selalu terukir di wajah - wajah teman atau saudara kita yang memang membutuhkan uluran tangan.
🌻Parkiran Sekolah 🌻
Setelah melihat foto rumah Yati keduanya akhirnya memutuskan untuk pulang menuju ke My Cafe karena sudah hampir seminggu Fatim nggak kerja begitu juga dengan Yati karena ibunya sakit.
"Fren kita ke My Cafe ya!"
"Oke siapp!"
Keduanya berjalan bergandengan menuju parkiran sekolah. Sekolahan sudah mulai tampak lengang karena banyak siswa yang sudah pulang.
Saat sampai diparkiran keduanya tampak. terkejut karena motot Fatim sudah hampir tak berbentuk kedua bannya sudah terpotong sobek, dan body motornya pun hancur, penyok semua.
"Astagfirullah haladzim," ucap Fatim dan Yati bersamaan sambil menutup mulutnya.
"Ya Allah kenapa jadi begini motor gue." Melihat sekeliling yang mulai sepi.
Yati yang melihat motor kesayangan sahabatnya sudah hancur sangat merasa sedih dan terpukul. Fatimpun tampak sedih karena motor ini dia dapat dengan perjuangan berat saat memenangkan lomba balap motor sewaktu dia masih SMP.
Perlahan Fatim mendekat dan mengusap motor kesayangan yang telah berubah menjadi rongsokan, dengan cepat Fatim bertanya dengan orang - orang yang lewat disekitat mereka namun tidak satu oun yang tahu apa yang terjadi dengan motor Fatim.
"Fren sebaiknya loe ke My Cafe duluan ya, gue akan menelpon Kak Wawan untuk jemput loe, gue akan menyelidiki ini dulu." Melihat Yati.
"Tapi gue mau nemenin loe." Menatap penuh harap.
"Nggak usah, loe bantuin di Cafe aja karena lagi rame sekarang, kasihan kak Wawan sama teman yang lain pasti kewalahan." Menatap Yati serius.
"Ya sudah kalau begitu tapi loe pulangnya nanti bagaimana?"
"Gue akan minta jemput sama Mama gue nanti." Menepuk pundak Yati.
"Hemm baiklah, gue harap semua bakalan ada titik terangnya ya Fren, gue sayang motor loe." Menunduk sedih.
"Jadi loe sayang motor gue nih bukan sayang sama gue?"
"Eh bukan begitu gue sayang loe juga kali." Memasang wajah lucunya.
Melihat Yati yang sedang demikian membuat Fatim sedikit terhibur dan diapun tertawa.
"Gue udah telepon kak Wawan, bentar lagi dia datang," ucap Fatim mengalihkan topik pembicaraan karena melihat sahabatnya itu merasa serba salah.
"Fatim ... maafin gue ya, gue sayang loe juga kok, bukan hanya motor loe." Menunduk.
"Udah ah nggak usah bahas itu lagi, gue bercanda kok, gue tahu loe sayang gue ama motor gue, karena motor gue sangat berjasa buat kita berdua. Setiap hari dia mengantarkan kita ke sekolah, jujur gue juga sangat sedih kehilangan motor kesayangan gue." Menatap motornya sedih.
Sedang merasa sedih tiba - tiba Wawan datang menghampiri kedua gadis itu.
"Hei ... assalamualaikum," sapa Wawan.
"Eh Kakak udah datang, waalaikumussalam," jawab Yati dan Fatim hampir bersamaan.
"Loh motormu Fatim?" Terkejut menatap motor Fatim yang telah hancur.
"Iya Kak, gue aja nggak tahu apa yang terjadi tiba - tiba aja pas sampai diparkiran udah kayak gini. Makanya gue minta Kakak untuk jemput Yati ke My Cafe."
"Lalu loe sendiri bagaimana?"
"Gue mau cek keadaan sekitar dulu Kak, mau cari informasi atas kejadian ini."
"Baiklah semoga berhasil, Kakak ajak Yati ya."
"Iya Kak, kalian hati - hati ya."
__ADS_1
"Fatim ... loe cantik pake hijab, Kakak sampai pangling tadi." Menatap Fatim sambil tersenyum.
"Ihhh Kakak ada - ada aja, orang sedang galau digombalin nggak mempan, but ... makasih ya pujiannya tapi maaf gue nggak punya recehan."
"Loe kira Kakak pengamen apa minta recehan."
Ketiganya tertawa lepas, dan itu membuat Wawan merasa senang bisa menghibur Fatim yang sedang sedih.
"Oke kita berangkat dulu ya, semoga masalah loe segera kelar."
"Aamiin makasih Kak, tapi hati - hati bawa temen gue ya," ledek Fatim karena ia tahu kalau Wawan menaruh hati pada Yati.
Wajah Wawan sudah memerah namun dengan cepat ia menutup wajahnya dengan helm, dia tidak mau Yati melihat perubahan ekspresi wajahnya. Tentu saja Yati tidak peka karena relung hatinya dipenuhi oleh sosok Rangga. Namun Wawan masih menaruh rasa terhadap Yati meski hatinya belum tersentuh rasa.
Kini motor Wawan dan Yati telah melaju tinggallah Fatim seorang diri menatap nanar motor tersayangnya. Fatim segera bergerak mencari satpam sekolahnya untuk mengecek CCTV.
Lama Fatim berjalan menyusuri koridor sekolah untuk mencari keberadaan satpam sekolahnya, dan akhirnya setelah lelah berkeliling akhirnya bertemu juga.
" Pak!" Teriak Fatim.
Pak Satpam yang sedang memeriksa keadaan sekeliling sekolahpun berhenti.
"Iya Non, apa ada yang bisa saya bantu."
"Apa Bapak tahu kejadian diarea parkir hari ini?"
"Maaf Non, Bapak belum sampai kebagian Parkiran sekolah untuk memantau hari ini."
"Apa terjadi sesuatu?"
"Iya Pak, motor saya sepertinya sengaja dihancurin seseorang, apa saya bisa minta tolong untuk mengecek CCTV?"
"Non serius?"
"Ya iya lah Pak, masa bohongan sih." Sedikit kesal.
Fatim dan pak Satpam segera menuju ruang kontrol CCTV sekolahnya.
🌻Ruang Kontrol CCTV sekolah 🌻
"Ayo Non masuk ini ruang kontrolnya." Membuka kunci pintu.
Fatim segera mengikuti satpam sekolahnya masuk keruang kontrol.
"Nah ini adalah semua layar yang memantau semua keadaan sekolah dari segala sudut, lalu motor Non berada diparkiran mana biar enak kita ceknya."
"Motor saya berada diparkiran dibelakang kantin sekolah."
"Lah bukannya itu parkiran khusus untuk pegawai kantin dan petugas kebersihan sekolah ya?"
"Iya Bapak benar."
"Kenapa Non parkiran disitu?"
"Iya Pak, saya sengaja begitu untuk menghindari kehebohan dari siswa yang lain."
"Ohh begitu, ya sudah sekarang kita cek dulu ya." Mulai mengecek tempat parkiran yang tadi Fatim sebutka.
Keduanya tampak terkejut melihat hasil rekaman CCTV sekolah. Dimana saat semua siswa sudah memasuki kelasnya masing - masing diistirahat ke dua, tiba - tiba datang sebuah mobil tanpa BN memasuki area parkiran dibelakang kantin.
Dari mobil hitam tersebut turunlah lima orang laki - laki yang berpakaian serba hitam dan mengenakan topeng, mereka seolah tahu kalau ada CCTV, hal ini terbukti sebelum mereka menghancurkan motor Fatim mereka menghadap ke kamera dengan membentangkan sebuah tulisan.
TERIMALAH AWAL KEHANCURAN LOE
Setelah memamerkan tulisan itu ke kamera akhirnya mereka mulai menghancurkan motor Fatim.
__ADS_1
Menyaksikan para lelaki bertopeng itu menghancurkan motornya membuat air mata Fatim tak terbendung, setiap pukulan dan goresan yang mereka berikan pada motornya seolah mereka sedang memukul dan menggores hatinya.
Perasaan Fatim benar - benar sangat hancur, dan entah siapa yang tega melakukan ini terhadap dirinya.
"Bagaimana Non? Apa rekaman ini mau Bapak kirim ke Hp Non?"
"Iya Pak boleh, saya mau jadiin ini sebagai barang bukti, siapa tahu nanti saya membutuhkannya."
"Oke tunggu ya bapak buatkan salinannya dulu."
Setelah menunggu hampir sepuluh menit akhirnya rekaman videonya sudah berpindah ke HP Fatim.
"Pak terimakasih banyak atas bantuannya, saya permisi sekarang."
"Non yang sabar ya, semoga nanti bisa dapat lebih baik sebagai gantinya."
"Aamiin, makasih Pak doanya."
Fatim kini telah meninggalkan ruang kontrol CCTV, dia segera meminta Momon untuk menjemputnya sekalian meminta untuk menyelidiki video yang terekam diCCTV sekolahnya.
Siapakah yang menghancurkan motor Fatim? Tunggu diepisode berikutnya.
Maaf ya kemarin nggak bisa UP karena author banyak kerjaan di dunia nyata.
Love you readers loverku 😍
Bersambung.....
Sambil menunggu ceritaku yang ini Up baca juga Novelku Nyanyian Takdir Aisyah.
dan karya apik author yang lain :
Fit Fithree Fitri.
Arsitek Cantik. Cinta Untuk Dokter Nisa.
Putri Tanjung
OB Kwrudung Biru
*Shohibul Ikhsan
Hitam Putih
Kembar Tidak Identik
*Sudrun
Samudra
*Ergina Putri
My Heart Only For You
Melawan Rasa Takutku
*Sisca Nasti
Mafia In Love
*Almaira
My Secref Wife
My Love My Babysitter
__ADS_1
*Envy Yo WesBen
MY Princes OG